SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 195


__ADS_3

Di Istana Kepresidenan.


"Kurang ajar Shing Tu Ku, benar-benar membuatku marah. Hanya ingin mewujudkan ambisi menjatuhkan Indonesia, dia tega mengorbankan rakyat Indonesia dengan mengirimkan wabah virus. Sungguh tidak bisa dimaafkan, siapkan pasukan! Sudah tidak ada toleransi lagi, buat bedebah-bedebah itu!" Presiden Nakowi geram raut mukanya memerah setelah melihat tayangan langsung George membuka skandal kotor PM Shing Tu Ku.


"Baik tuan presiden!" Pramono menundukan wajahnya.


Diseluruh dunia mengecam dan banyak masa turun ke jalan, meminta boikot Singapura. PM Shing Tu Ku benar-benar melampaui batas, hampir saja 5,5 juta warga aceh menjadi korban oleh ambisi Sing Tu Ku.


***


Bunker rahasia USF, Pentagon Amerika Serikat.


"Goblok! Sing Tu Ku benar-benar goblok. Melakukan rencana kenapa bisa ketahuan? Jika mereka mengetahui semuanya, habislah kita!" Presiden Donald Duck raut wajahnya pucat pasi.


"Tenang saja, kita masih punya cara untuk menyangkalnya. Kita korbankan satu pion untuk menutupi rencana kita," usul presiden UEA abu Varawan.


"Maksud anda?" tanya presiden China Nyot Su Zu.


"Kita berikan bukti palsu, dan membantu mahkamah internasional mengungkap kebusukan Singapura. Mulai dari manipulasi data bahwa Singapura seluruhnya yang menjadi investor pembuatan virus flow dan pembiayaan penelitian obat flow beberapa bulan lalu," jelas Presiden Abu Varawan.


"Maksud anda, menjadikan Singapura kambing hitam?" Presiden Rusia Jasoph Checkmate menatap lekat presiden Abu Varawan.


"Ya, anda benar. Kita akan buat media menggiring opini jika Singapura adalah dalang dibalik semua ini, toh Shing Tu Ku sudah tidak ada lagi gunanya buat USF, benar bukan?" Presiden Abu Varawan menyeringai licik.


"Ya!" jawab serentak singkat ke delapan presiden aliansi USF.


***


Di langit perbatasan Singapura dan Indonesia Yosep sedang terbang dengan mobil lambhorgini bersama Ryuna.


"Mas lihatlah!" Ryuna menunjuk laut perbatasan Singapura dan Indonesia, banyak kapal tempur Indonesia di siagakan. Pesawat-pesawat jet juga terbang untuk memprovokasi tentara Singapura. "Kok banyak kapal dan pesawat jet tempur ya mas?"


"Entahlah! Sepertinya tuan presiden merespon siaran itu dan mungkin saja sangat marah lalu ingin membumihanguskan Singapura. Tindakan mereka sudah tidak bisa ditolerir lagi." Yosep melajukan mobilnya turun ke bawah menuju kapal komandan pasukan operasi Birawa dengan sorot mata tajam.

__ADS_1


Pramono memberitahu Yosep bahwa tuan presiden mengirimkan pasukan ke perbatasan Singapura, namun Yosep menahan mereka dahulu untuk tidak menyerang. Tapi biarkan terus memprovokasinya supaya Singapura dahulu yang menyerang. Yosep meminta waktu 1x24 jam untuk mengambil demonic blasze armor dan cetak birunya dari tangan Shing Tu Ku.


___


___


___


Yosep berhasil masuk Singapura tanpa diketahui oleh pihak otoritas setempat. "Mas kita akan kemana nanti?" tanya Ryuna yang masih bingung dengan tujuan Yosep.


"Kita cari dahulu letak gedung atau bunker rahasia dimana Shing Tu Ku menyimpan armor itu, sepertinya di museum nasional Singapura," jawab Yosep.


Dari isi kepala George yang Yosep ambil informasi dari ingatan George. Shing Tu Ku menyimpan demonic blaze armor dan cetak biru itu di ruangan rahasia bagian bawah gedung museum nasional Singapura.


"Baik mas, aku bantu cari lokasinya dahulu dan memastikan dengan alat detektor Brize ini bahwa di dalam museum itu ada Demonic blaze armor." Ryuna keluar dari mobil dan menekan jam tangan miliknya, set armor andalannya sudah terpakai dengan topeng cyborg menutupi wajahnya.


Ryuna melompat sangat tinggi dan menempel di kaca gedung lantai 19, matanya berkeliling mencari arah museum nasional Singapura. Ryuna menemukannya dengan mata binoculars yang terpasang di topeng cyborg. Jaraknya cukup jauh 20 km dari tempat Ryuna berdiri, tapi bukan masalah bagi Ryuna yang mempunyai peralatan canggih Ocobot Technology.


Ryuna melompati atap gedung dari gedung satu ke gedung lainnya menggnakan sepatu sky jump, bagian dari black armor suit. Ryuna seperti belalang melompati gedung-gedung itu tanpa takut jatuh dari gedung rata-rata tingginya 50 meter-100 meter.


Sepatu sky jump mengeluarkan roket pendorong, membuat Ryuna ketika melompat melayang karena terdorong beberapa saat.


Brug! Ryuna turun di perempatan jalan, banyaj orang terpana melihat Ryuna memakai kostum bak superhero, apalagi Ryuna turun dari gedung setinggi 60 meter.


"Dash outbreak!"


Ryuna berlari dengan kecepatan 70 km/jam dan akhirnya sampai di depan pintu gerbang gedung museum nasional Singapura.


Ryuna menekan jam tangannya, memunculkan proyeksi alat Brize dan mulai menscan gedung, "Benar armor dan cetak birunya berada disini. Tapi aneh tak ada satu pun penjaga yang berlalu lalang disini, sungguh mencurigakan." Ryuna berjalan perlahan ke arah pintu gerbang, matanya berkeliling.


Ryuna bergerak cepat dengan menyelinap masuk ke dalam museum. Ryuna masuk dari atap museum agar tidak terdeteksi oleh penjaga. Langkah kakinya terus mengikuti alat pendeteksi Brize, mencari tombol ruangan rahasia penyimpanan armor dan cetak birunya.


Ryuna cepat naik ke dinding dan menempel di atas plafon, dua orang penjaga datang dan berbincang di bawah Ryuna. "Sepi sekali pengunjung hari ini, biasanya ramai." Penjaga satu tampak lesu.

__ADS_1


"Ya semenjak PM Shing Tu Ku memberikab kebijakan pengurangan 50% pengunjung museum, tempat ini jadi agak sepi dan tak ramai seperti dulu." Penjaga dua juga tampak lesu.


"Sial mereka berdua malah berbincang di bawahku. Cepatlah pergi!" batin Ryuna.


Mereka berdua kembali berpatroli dan berpisah di persimpangan museum. Ryuna terus memperhatikan mereka telah pergi jauh dan hilang dari pandangan matanya. Ryuna kembali merayap turun dan mencari tombol rahasia di balik patung kepala singa.


"Ketemu!" Ryuna menemukan tombolnya dan menekan tombol itu.


Klik!


Greg!


Muncul pintu di belakang patung kepala singa, Ryuna hati-hati untuk masuk ke dalam pintu itu, takut ada jebakan. Begitu masuk pintu itu langsung terkunci.


Krieet!


Klek!


Ryuna sangat santai menghadapinya karena sering dalam situasi seperti ini. Di depan Ryuna ada banyak buku besar yang berjejer rapi di dalam rak. "Sepertinya mereka menggunakan kunci kombinasi, untuk membuka pintu rahasia selanjutnya." Ryuna menyemprotkan cairan pada buku besar bersampul coklat dengan huruf bertuliskan DOMERFE.


"Benar-benar merepotkan kombinasi kunci ini. Tapi berarti sulit." Ryuna mulai menyusun tulisan itu sesuai angka rahasia yang muncul setelah di semprot cairan khusus.


Ryuna berhasil menyusun buku itu dengan tulisan FREEDOM. Pintu rahasia terbuka dari balik rak buku berwarna coklat.


Klik!


Grrr!


Krieet!


Ryuna masuk perlahan menuruni tangga perlahan, tiba-tiba ia menginjak salah satu tangga berisi tombol.


Klak!

__ADS_1


Lampu di sepanjang tangga yang menurun menyala, membuat Ryuna sangat kaget. "Astaga! Untung saja bukan jebakan!" Ryuna membulatkan mata, detak jantungnya berdebar kencang. "Jika ada jebakan aku sudah pasti mati disini, turunan tangga ini sangat sempit. Aku tidak bisa mengelak!"


__ADS_2