
"Tidak apa-apa sayang, Una juga masih istrinya mas. Sebelum terlambat mas, kita harus ke Jepang menemui Ryuna," jawab Rany membelai pipi Yosep membuatnya keraguan dalam hati Yosep, Ranya benar-benar istri yang sangay pengertian dan sangat memahami kondisi saat ini.
"Bagaimana kondisi anak kita sayang?" tanya Yosep.
"Baik-baik saja sayang. Tenang saja anak kita kan pasti kuat seperti ayahnya, kuat dalam segala hal, kuat di ranjang, kuat bekerja keras dan yang terpenting kuat dalam menghadapi kenyataan, hehehe." Rany tertawa ringan. "Sudah ayo pergi siapa tahu bisa menyusul Ryuna di bandara!"
Yosep pun mengangkat tubuh Rany ala bridal style, membuat semua orang iri melihatnya. Yosep tidak mau menggunakan Rany kursi roda ketika hamil karena memang kesehariannya sebelum hamil juga selalu memperlakukan Rany bak seorang ratu dihatinya yang selalu digendong ala bridal style.
"Mas malu tahu, mas sering lakukan ini ke Rany." Kepala Rany di taruh di pundak kanan Yosep, pipinya memerah karena malu.
"Bodo amat sayang. Biarkan orang lain melihat kita berdua terus menderita biar jiwa para jomblo dan jomblowati itu meronta-ronta. Yang lebih penting lagi aku padamu." Yosep mencium pipi kiri Rany.
Setelah jatuh miskin Yosep lebih perhatian lagi pada Rany dan selalu memperlakukannya dengan lebih lembut serta lebih mesra. Yosep menaruh Rany di kursi mobil lotus elise yang memang cuma ada dua kursi. Lalu melajukan sepelan mungkin agar tidak menggangu kandungan Rany.
"Agak cepat mas kita harus mengejar waktu! Tenang saja tidak apa-apa, anak kita pasti mengerti dan sangat kuat," pinta Rany.
___
___
__ADS_1
___
Yosep dan Rany sampai di Bandara Kertajati Majalengka. Yosep dan Rany melihat papan digital untuk melihat infoemasi tentang keberangkatan pesawat ke Jepang. Yosep memakai kacamata hitam, agar Rany tidak curiga ketika ia menggunakan reinka aksa. Pandangan matanya diedarkan mencari Ryuna, "Dimana kau sayang? Aku sangat merindukanmu dan tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan padamu," gumam Yosep.
"Bagaimana mas? Rany melihat pesawatnya baru dua jam lagi berangkat, kemungkinan Ryuna ada di ruang tunggu, mereka pasti belum boarding!" Rany menarik tangan Yosep ke ruang tunggu sebelum masuk ke bagian boarding pesawat.
Mata Yosep terus diedarkan, raut muka Yosep nampak frustasi dan belum menemukan dimana Ryuna berada karena tidak fokus. Di satu sisi Yosep harus menjaga kandungan Rany, di satu sisi ia juga harus segera menemukan Ryuna dan memintanya tinggal bersama.
"Dimana kau sayang? Dimana? Ayo ketemu! Ayo ketemu!" Yosep menggeleng-gelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri lalu mengacak-acak rambutnya karena stres belum menemukan Ryuna di ruang tunggu.
Yosep melihat Riku supir pribadi Ryuna berjalan dari arah toilet laki-laki ia sangat mengenali wajahnya meskipun Riku berada di dalam mobil, Yosep berlari cepat dan menghampirinya. "Pak saya mohon dimana nona Una?" Yosep memegang tangan Riku dengan raut muka mengiba. "Tolong pak! Saya ini suami nona Una!"
Rany yang ditinggalkan Yosep ternyata sudah menemukan Ryuna, ia sedang ditemani Yura duduk di kursi roda. Mata Ryuna sangat sembab dan merah, wajahnya pucat pasi sampai bibirnya yang merah merona alami pun terlihat pink pucat, rambutnya pun mulai jarang-jarang karena rontok efek sel-sel yang terus rusak dengan cepat. "Una! Una!" Rany memanggil dan berjalan cepat ke arahnya lalu memeluknya. "Sister sangat rindu sama Una. Kenapa Una tidak pernah mengabari sister?"
"Maaf mbak! Mbak ini siapa?" tanya Yura yang tidak mengetahui Jika Ryuna dan Rany adalah istrinya Yosep. Yura hanya mengetahui wajah Yosep dari smartphone milik Ryuna dan Ryuna sering sekali bercerita tentang Yosep pada Yura, tapi tidak pernah bercerita jika Yosep punya empat istri pada Yura.
"Saya istri pertama mas Yosep, bisa dibilang kakak Una karena Una istri keempat mas Yosep," jawab Rany.
"Pantas, lelaki setampan itu mana mungkin istrinya satu. Kalau pun tuan muda Yosep berminat aku pun mau jadi istri keimanya, eh ngayal."
__ADS_1
"Lalu kenapa tuan muda Yosep meninggalkan nona Una dan tak pernah mengabari atau menjenguknya. Padahal nona Una sakit ...," ucap Yura menyeringai kesal terpotong.
"Cukup Yura!" ucap Ryuna dengan nada sedikit meninggi. "Jangan katakan lagi! Mas Yosep gak salah, Una yang salah dan gak pantes jadi istri mas Yosep. Disaat mas Yosep jatuh miskin malah meninggalkannya."
"Tidak Una! Una tidak salah, sister mengerti kondisi Una yang tak mau menbebani kehidupan mas Yosep. Sekarang mas Yosep sudah punya uang lagi dan kita akan berusaha supaya Una bisa sembuh seperti sedia kala lagi. Rany yakin mas Yosep bisa melakukannya, mas Yosep kan dokter super." Rany yang sudah melepas pelukannya pada Ryuna menyeka air mata Ryuna. "Mari kita pulang! Alice kangen banget sama Una!"
Yosep bersama Riku datang dengan berjalan cepat dan langsung memeluk Ryuna. "Sayang maafkan mas yang tidak tahu kondisi Una. Mas selalu sibuk mengurusi dunia tapi lupa mengurusi istri sendiri. Maafkan mas sayang, maafkan!"
Cairan bening mengalir dari sudut kelopak matanya, rasa rindunya yang sudah lama tertahan akhirnya bisa tersalurkan. "Tidak mas, mas tidak salah. Lebih baik mas ceraikan saja Una, tubuh Una sudah tidak cantik lagi seperti dulu hanya akan membebani mas saja. Uhuk, uhuk, uhuk, guhak!" Ryuna terbatuk lalu memuntahkan darah.
Yosep panik, Rany juga ikut panik, Yura dan Riku juga ikut panik. "Pak! Mbak batalkan saja penerbangannya! Saya takut Ryuna terjadi apa-apa? Kita bawa Ryuna ke rumah sakit sekarang!" Yosep menggendong Ryuna ala bridal style dan meminta Yura menaruh Rany di kursi roda serta menjaganya. "Tolong jaga Rany!"
"Baik, tuan muda!" balas serentak Riku dan Yura serentak.
Yosep berjalan cepat untuk sampai di mobilnya yang berada di tempat parkir. Yosep menaruh Ryuna di kursi dan memasangkannnya safety belt, "Sayang bertahanlah! Bertahanlah! Mas mohon bertahanlah!" Yosep sangat panik dan frustasi dalam hidupnya ia belum pernah merasakan sefrustasi ini.
"Mas, tolong selamatkan Una! Hanya sampai anak kita berdua lahir pun tak apa, Una ikhlas jika Una tiada setelah Una melahirkan buah cinta kita. Una sayang mas Yosep," lirih Ryuna.
"Jangan bicara seperti itu sayang! Mas janji akan berusaha sekuat mungkin, mas janji! Jadi jangan berbicara seperti itu lagi. Mas juga sangat sayang sama Una." Yosep menyeka cairan merah di mulut Ryuna dan mencium keningnya, Yosep meminumkan pil kintamani untuk meredakan sakit di tubuh Ryuna.
__ADS_1