
Misdi mengemudi dengan pelan menuju arah Sunyaragi, saat ini mereka baru tiba di daerah Arjawinangun. Yosep membuka jasnya dan mengelap sisa darah yang dikeluarkan Vanya dari kepala kaki serta beberapa bagian tubuh lainnya yang lecet.
Kemeja putih Yosep juga ikut kotor terkena darah Vanya. Yosep dengan perlahan mengelap bagian kepla Vanya, supaya tidaj mengganggu Vanya yang sedang tertidur pulas. Yosep memberikan pilnya dengan dosis yang lebih dari 1 pil membuat Vanya tertidur. Pil Kintamani, pil kelabang merah dan pil tirta sari jika dikonsumsi melebihi secara bersamaan akan membuat orang yang meminumnya tertidur pulas.
"Pak Sunyaragi itu kemana ya?" Tanya Yosep, karena memang belum pernah ke cirebon sama sekali.
"Deket kok mas dokter tinggal lurus saja nanti lampu merah grage mall ke kiri kita." Jawab Misdi sambil fokus menyetir.
"Oh grage mall, nanti bisa mampir sebentar pak, ke grage mall mau beli baju. Baju saya kena darah semua, saya agak kuranga nyaman." Pinta Yosep.
"Siap mas dokter." Jawab Misdi.
Mobil Yosep sampi di perempatan lampu merah grage mall dan belok ke kanan. "Pak tidak usah masuk, nanti saya jalan saja ke grage mallnya kan deket." Kata Yosep.
"Ya mas dokter!" Kata Misdi tiba-tiba perutnya berbunyi. "Aduh mana dompetnya ketinggalan di mobil yang kecelakaan lagi."
Misdi memarkirkan mobilnya di tepi jalan raya, ada beberapa pedagang asongan yang sedang mangkal. "Kalau bapak lapar, makan saja pak berapa pun, nanti saya yang bayar. Jangan lupa jagain nona Vanya, saya mau sekalian ambil uang juga." Pesan Yosep.
"Ya mas dokter!"
Yosep dan Misdi sama-sama keluar, Yosep ke arah grage mall sedangkan Misdi mampir di tukang gorengan membeli gorengan untuk mengganjal perutnya. "Nasib! Nasib! Gaji empat bulan belum dibayar malah kecelakaan. Apes banget ini badan, bagaimana saya ngomong sams nyonya dan tuan!" Gumam Misdi sambil memakan gorengan dan minum kopi.
Di dalam mall bergegas menuju toko pakaian, karyawan dan semua orang yang sedang memilih-milih baju pandangannya tertuju pada Yosep yang bajunya penuh darah. "Mba saya mau beli baju, maaf kalau penampilan saya membuat semua pelanggan anda kurang nyaman. Saya habis nolongin orang kecelakaan di jalan jadinya bajunya banyak darah seperti ini, makanya saya mau beli baju buat ganti. Mba tolong pilihkan saja kaos dan celana panjang 1 setel saja."
"Baik mas!" Karyawan toko Srengenge menyiapkan baju dipesan Yosep, kaos oblong berwarna biru dan celana jeans berwarna biru juga. "Mas ini sudah kami siapkan!"
__ADS_1
"Terima kasih mba! Disini ada kamar ganti gak mba? Saya mau ganti baju." Tanya Yosep.
"Di sebelah sana mas!" Pelayan wanita menunjuk ke arah utara toko, ada kamar bertuliskan kamar ganti.
"Terima kasih mba! Saya bayar pakai kartu bisa mba?" Tanya Yosep.
"Bisa mas!" Jawab pelayan. Yosep memberikan kartu debit platinum miliknya pada pelayan dan langsung proses transaksi hanya sekitar 250.000. Yosep masuk ke kamar ganti untuk ganti baju, setelah ganti Yosep mencari mesin atm untuk mengambil uang.
Yosep yang baru pertama kali ke mall bingung, dimana mencari mesin atm. Yosep sedari tadi mondar-mandir dari lanta dasar sampai lantai tiga, tapi belum juga menemukan mesin atm. "Butek otak! Ruwet!" Gumam Yosep sambil mengacak-acak rambutnya.
Tiba-tiba security mall menghampiri Yosep dan bertanya, "kenapa mas?"
"Saya mencari mesin atm pak, dari tadi saya mondar-mandir belum ketemu juga." Jawab Yosep dengan raut muka murung seperti anak ayam yang kehilangan induknya.
"Oh mesin atm, adanya di lantai 4 deket bioskop blitz megatriplex. Mas naik lift saja di sebelah sana biar cepat!" Tunjuk Security ke arah selatan.
"Benar-benar aku ini orang udik, asem!" Batin Yosep lalu menekan tombol lift, dan pintu lift terbuka. Ada sepasang muda mudi sedang memadu kasih di dalam lift, merek tanpa malu melakukan adegan berciuman di depan Yosep.
"Ah sial! Malah dapat adegan porno begini. Aku kerjain rasakan!" Batin Yosep lalu dengan jurus moksala rudra dan totok jari petir Yosep secepat kilat menotok keda muda-mudi yang sedang mesum di depan umum. Mereka berdua mematung dalam keadaan berciuman, dan tak bisa dilepaskan.
Yosep masuk ke dalam lift dan pura-pura tidak melihat, Yosep menekan tombol tutup pintu dan menghadap pintu lift yang tertutup automatis. Yosep ingin tertawa tapi ia tahan dengan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
Pintu lift terbuka mereka sampai di lantai empat, Yosep keluar dari dalam lift. Di luar lift banyak orang yang sudah mengantri untuk masuk lift, semua orang terkejut ketika Yosep keluar ternyata ada muda-mudi yang mematung berciuman bibir.
"Pak Skimrity!" Panggil pengunjung emak-emak pada security yang berjaga di depan bioskop.
__ADS_1
"Kamu udik jeng, pak securitimity!" Imbuh emak-emak dua.
"Ah payah kalian berdua, panggil sariwangi saja salah, nih saya pak satpam! pak,tolong pak, tolong!" Imbuh emak-emak tiga memanggil security juga.
"Yah tahu gitu satpam saja." Kata emak-emak satu dan dua bersamaan.
Yosep tidak memperdulikan pasangan muda-mudi itu biar digrebek pak security pikirnya. Yosep juga membuat mereka mematung hanya dalam 15 menit, seteleh 15 menit totokan jari petirnya akan hilang secara automatis dan mereka berdua tidak akan mematung lagi.
Muda-mudi itu sudah di amankan oleh beberapa security, banyak bisik-bisik kalau mall ini ada hantunya. Berita itu viral di akun sosial media lambe doer, mall srengenge berhantu, muda-mudi kena kutukan karena berbuat mesum di lift.
Yosep sendiri sudah mengambil uang 20 juta dari kartu atmnya. Lalu langsung turun ke lantai dasar dan menuju Misdi yang menunggu dirinya. "Pak! Saya minta maaf kalau lama, kalau masih lapar makan saja pak. Silahkan makan sepuasnya, bila perlu bungkus!"
Misdi yang sedang menikmati gorengan tiba-tiba berdiri setelah mendengar suara Yosep. "Gak ko mas dokter. Boleh nih di bungkus?"
"Ya bila perlu beli semua gorengannya, dan nanti bagikan ke teman-teman bapak di komplek." Jawab Yosep. "Bang beli semuanya ya, berapa?"
"Semuanya sisa 200 ribu mas!" Jawab Penjual gorengan.
"Ya sudah bungkus semua!" Kata Yosep lalu memberikan uang 500.000 pada penjual gorengan.
"Mas ini kebanyakan!" Kata penjual gorengan sambil mengembalikan uang 300 ribu milik Yosep.
"Sudah tidak apa-apa, buat masnya saja anggap saja rizki dari yang di atas." Kata Yosep sambil melihat ke atas yang ternyata ada kuntilanak sedang tertawa di atas pohon dan memperhartikannya.
"Ah sial, kenapa malah gadis bergamis putih yang nongol!" Batin Yosep dan merinding melihat kuntilanak tertawa cekikikan di atas pohon.
__ADS_1
"Terima kasih mas, terima kasih!" Kata penjual gorengan lalu membungkus semua gorengan yang dibeli Yosep dan memberikannya pada Misdi