SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 295


__ADS_3

Yosep sudah sampai di jalan yang hanya muat dilewati satu mobil, jalananya beraspal namun masuk ke dalam hutan jagung. Seratus anak buah Anto dan Chris sudah siap mengepung dari berbagai sisi. Anto dan dua puluh lima berada disebelah barat gudang, Chrs bersama dua pilih lima anak buah dari Wijaya Shield berada di sebelah timur gudang, sisanya berada di sebelah utara dan selatan.


Yosep sendiri melayang di atas gudang, mengedarkan pandangannya menggunakan reinka aksa untuk mengamati berapa orant yang berada di dalam gudang. "Rupanya ada seratus lima puluh orang, tunggu yang berada di dalam ruangan kepala gudang itu, sepertinya saya mengenalnya. Itu adalah Fajar teman SMP-ku kenapa dia bekerja disini? Apa ini ulah Taufik? Tapi sepertinya tidak, dari seragam dan pembicaraan dengan anak buahnya sepertinya memang ia yang bertanggug jawab disini," gumam Yosep.


Semua anak buahnya melihat Yosep yang melambaikan tangan untuk bersiap menyerang. Derap langkah perlahan terdengar sayup-sayup dari dalam gudang, matahari masih berada di atas namun agak condong ke barat. "Jangan bergerak! Ini penggerebekan, kalian semua di tangkap!" teriak Anto.


"Serang! Kata Yuda kepala keamanan gudang Silih Asih.


"Sudah tahu mau kalah, merek tetap mau melawan! Rasakan ini jurus kentut roket!" Yosep yang melayang tubuhnya berkedip lalu muncul di depan anak buah Raka dan menunggingkan pantatnya lalu mengeluarkan kentut berapi ke arah dua puluh orang anak buah Raka yang siap menyerang anak buahnya.


Swush!


Blar!


Muka dua puluh anak buah Raka terbakar, dan mukanya gosong lalu pingsan terkena kentut berapi Yosep, gudang bagian selatan juga berlubang.


Perkelahian antara anak buah Yosep dan anak buah Raka pun tak terelakan. Suara pekikan, pukulan dan tendangan beradu menggema di dalam gudang.


Bang!


Bam!


Brak!


Satu persatu anak buah Raka tumbang dari seratus lima puluh tersisa lima orang saja termasuk Fajar. "Hai Fajar! Kau masih mengenalku?" tanya Yosep membuka pintu ruangan Fajar.


"Cih, kau Yos! Mau kau berubah bagaimanapun tentu saja aku mengenalmu. Tapi kenapa kau kemari? Dan membuat keributan ditempatku?" tanya balik Fajar dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


"Justru saya yang harus bertanya padamu. Kenapa kau menyimpan pupuk curian yang dicuri oleh Sarpin dan dukun Mi'un dari gudangku disini? Siapa yang menyuruhmu? Aku akan mengampunimu jika kau mengatakannya, dan memberikan pekerjaan padamu bagaimana? Jika kau butuh uang saya akan memberikannya berapapun, asal kau katakan siapa bosnya!" bujuk Yosep.


"Mana mungkin kau punya uang sebanyak itu, bukankah kau sudah bangkrut, hahaha. Jangan bermimpi, haaa!" Fajar meledatkan pukulan ke arah Yosep, dengan sigap Yosep membelokannya, pukulan Fajar mengenai tiang gudang hingga bengkok.


Bam!


"Hebat juga kau!" Yosep menyunggingkan senyumnya. "Ajiam serat wadag brajawesi!"


Shua!


Yosep menghilang dari pandangan mata Fajar lalu muncul di belakangnya. Yosep menghantamkan pukulan ke tengkuk Fajar, tiba-tiba tubuh Fajar berkedip dan muncul di atas Yosep yang siap dengan hantaman tendangannya, sasarannya adalah memecahkan kepala Yosep.


Bang!


Shua!


Brak!


"Guhak!" Fajar memuntahkan darah segar dari mulutnya. "Sial! Kenapa dia sekuat itu? Setelah lima tahun tak bertemu, kekuatannya jauh di atasku, mungkin hanya sang penyelamat yang mampu mengalahkanya!"


Cwuszh!


Krak!


Tubuh Yosep muncul di depan Fajar dan mencekiknya lalu mengangkat badan Fajar sejajar dengan tubuhnya sendiri. "Saya sudah berbaik hati, bagi saya kau tetap temanku. Cepat katakan siapa yang menyuruhmu!" bentak Yosep berapi-api.


"Cuih!" Fajar meludahi muka Yosep. "Sampai mati pun aku tak akan mengatakannya padamu! Teman itu dulu sekarang kau adalah musuh organisasi kami, organisasi rahasia, hahahaha!"

__ADS_1


"Jangan kau pikir saya ini bodoh, saya masih punya kartu truff. Luzion aksa!" pupil mata Yosep berubah menjadi mata beriak air berwarna hijau. "Serap ingatan!"


Slurp!


Kepala Fajar diselimuti aura berwarna hijau, semua ingatannya terserap ke dalam otak Yosep. "Guhak!" Yosep memuntahkan darah. "Sial! Kenapa disaat begini harus terjadi? Tubuhku belum mampu menahan kekuatan luzion aksa!"


Slurp!


Yosep menarik tangannya secera cepat, bayangan jiwa berwarna biru terang keluar dari tubuj Fajar. Tubuh Fajar terduduk lemas, sorot matanya kosong karena kehilangan jiwanya. Tatapan mata Yosep juga lama kelamaan buram dan akhirnya jatuh pingsan.


"Bos! Bos!" teriak Chris yang melihat tubuh Yosep gontai lalu terkapar di permukaan tanah, berlari secepat mungkin untuk menangkapnya. "Cepat bawa bos ke rumah sakit!"


Anak buah Yosep memapah Yosep dan membawanya ke salah satu mobil Koyota Alphard lalu melarikannya ke rumah sakit Pelabuhan Cirebon. 90 anak buah Yosep termasuk Anto dan Chris terus mengepung anak buah Raka, Fajar sudah seperti orang gila.


Anto menelepon polisi setelah semua pupuk dimasukan ke dalam truk untuk dibawa kembali ke gudang pupuk di Desa Mundak jaya blok Munjul. Seratus lima puluh anak buah Raka termasuk Fajar terkapar, ada yang pingsan, tapi kebanyakan patah tulang oleh gempuran anak buah Yosep.


Mendengar kabar dari Chris, Raisa langsung membawa Rany dan Ryuna ke rumah sakit Cirebon dengan mobil Koyota Alphard dikawal oleh tim throne army wanita. "Mas, mas Una harap mas tidak apa-apa, hiks, hiks, hiks," Ryuna menangis karena khawatir dengan Yosep yang terluka parah karena penggunaan luzion aksa.


"Tenang sister, mas Yosep pasti tidak apa-apa. Mas Yosep pasti kuat, percayalah! Beberapa kali mas Yosep masuk masa kritis dan ia selalu bisa melewatinya. Rany yakin mas Yosep tidak apa-apa." Rany memeluk Ryuna yang sudah hamil 7 bulan jalan 8 bulan, untuk menenangkannya, tujunnya agar Ryuna tidak stres, bagaimana pun juga Ryuna masih belum sembuh dari penyakitnya.


"Uhuk, uhuk, uhuk!" Ryuna batuk darah dan hidungnya juga keluar darah. "Jika harus mati bersamamu Una siap mas, karena Una sangat mencintai mas."


"Nona Raisa, lajukan mobilnya lebih cepat, Una mengalami batuk darah," titah Rany, "Nona Mahalini hubungi mas Chris untuk segera membawa mas Yosep ke rumah sakit Budi Asih Technology!"


"Siap nona muda!" sahut Mahalini dan Raisa serentak lalu melaksanakan perintah sesuai arahan Rany.


"Kenapa selalu ada konflik mas? Kapan ini berakhir dan kita hidup bahagia bersama anak kita. Kemana pun mas pergi, selalu saja masalah mengejar, apakah harus mati baru kita bahagia? Tapi kasihan anak kita jika kita bertiga mati, siapa yang akan mengurusnya? Papah dan ibu sedang jauh sekarang."

__ADS_1


__ADS_2