SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 194


__ADS_3

Keesokan pagi.


[Telolet]


[Selamat majikan mendapatkan uang dari berkedip selama 28.800 kali dalam satu hari senilai Rp. 288.000.000]


[Selamat majikan telah berhasil menyelesaikan misi]


[Misi : jadikan Zahra, Ziva, dan Rany sebagai istri majikan.


Hadiah : 100% saham Villa Jatibarang City.


Batas Waktu : 12 bulan


Sisa waktu : -


Hukuman : Majikan akan kehilangan Ryuna, Rany, dan Zahra


Status : progres 100%]


[Surat-surat kepemilikan saham properti VJC 01, sudah ditransfer ke rumah baru majikan]


[Sampai jumpa lagi dimisi selanjutnya]


Yosep membuka laptop miliknya, setelah latihan pagi. Tangannya mulai mengetik sangat cepat, pemberitahuan sistem pun tidak ia gubris sama sekali.


Saat ini dia sedang mengalami jalan buntu, benar-benar jalan buntu. Meskipun sudah mengetahui pesawat dari pelaku yang menyebarkan virus flow, tapi ia tidak tahu pesawat itu pergi ke aran mana. Yosep memijat keningnya, kali ini ia benar-benar stres dan frustasi.


"Mas, jangan terlalu dipaksa!" Rany memijat bahu Yosep yang sangat tegang. "Perlahan saja, jangan terlalu buru-buru. Coba ulangi lagi analisa penyelidikannya."


"Terima kasih sayang." Yosep mencium pipi Rany. "Baik, saya mulai perlahan."


"Coba mas mulai, dari kendaraan apa yang membawa atau mengirimkan, atau mendistribusikan virus itu?" Rany memeluk leher Yosep.


"Sudah, mas sudah mengetahuinya. Pesawat jet K-21 Boromok yang mengirimkan virus flow. Mas sedang mencari pilot yang mengendarai saat pesawat itu menembakan rudal berisi virus flow 2 malam yang lalu." Yosep memperlihatkan rekaman video pada Rany, video itu Yosep dapatkan dari kamera pengintai cypher drone 6 yang menjaga perbatasan.

__ADS_1


"Sekarang mas tahu pesawat jet itu arah pulannya kemana? Setelah menembakan rudal berisi virus flow," tanya Rany.


"Justru itu mas kehilangan jejak." Yosep menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.


"Coba mas cari informasi mengenai pesawat jet itu dibeli darimana?" Rany memberikan usul, sejauh ini Rany cukup cakap membantu Yosep menemukan pelakunya. "Untuk mencari sesuatu kita harus menemukan sumbernya terlebih dahulu."


Yosep mulai mengotak-atik laptopnya, mencari informasi dengan meretas database beberapa negara yang terkait membuat pesawat jet K-21 Boromok. "Ketemu, pesawat itu dibeli Singapura dari Korea Selatan dan beberapa suku cadangnya dibeli dari Amerika Serikat. Singapura membelinya satu bulan yang lalu dan dikirimkan 7 hari yang lalu." Raut wajah Yosep sumringah, kebuntuannya mencari dalang dibalik virus flow sudah menemukan titik terang.


Yosep meretas seluruh CCTV di Singapura, namun tiba-tiba smartphone miliknya berdering dan mengangkatnya, "Selamat pagi. Ya halo komandan Lontong! Ada apa?"


"Tuan, semalam kami berhasil menembak jatuh pesawat K-21 Boromok dan berhasil menemukan pilotnya, kami sedang membawanya menuju pulau Komodo dekat pulau Biawak milik tuan," balas Komandan Lontong.


"Kerja bagus, kabari jika sudah sampai. Aku akan kesana!" Yosep mematikan telepon.


Setelah berhasil merebutnya dari Brock, Yosep membuat pulau Komodo menjadi markas latihan para pasukannya. Meskipun banyak meninggalkan kenangan pahit dengan terbunuhnya, Kirno, Gendhis dan Selena oleh Siska Rakuti.


"Kenapa mas?" Rany bertanya raut mukanya menelisik penasaran.


"Pasukan super elit Ochobot City berhasil menembak jatuh pesawat K-21 Boromok dan menangkap pilotnya yang berhasil keluar dari pesawat itu,"jawab Yosep. "Aku akan ke pulau Komodo, mereka membawanya kesana."


"Aku ikut mas!" Ryuna menatap dengan sorot mata yang tajam.


___


___


___


Di dalam ruangan interogasi pulau Komodo.


Seorang pria berumur 32 tahun memakai penutup kepala hitam, tangan terikat ke belakang dan duduk di kursi. "Lepaskan aku bedebah! Lepaskan!" George terus memberontak.


Plak!


Bug!

__ADS_1


Kinan dari kapten tim Hanoka menampar dan memukul George, "Jangan berisik, kau tidak diperkenan bicara sebelum tuanku datang, paham!" bentak Kinan, raut wajahnya menyeringai kesal.


"Aku tidak bersalah, kalian salah tangkap. Aku tidak tahu apa-apa, sungguh!" George terus berontak dan menggoyang-goyangkan kursinya.


Byur!


Buk!


Kapten Moka menyiramkan air dari ember dan memukul perut, "Sudah kami bilang diam! Atau kucabut lidahmu!" bentak Kapten Moka.


Yosep memasuki ruangan interogasi, Ryuna berada di luar ruangan, "Hei santai man! Jangan terlalu kasar padanya! Buka penutup kepala dan ikatannya! Beri dia makan dan minum, saya yakin dia lapar!" titah Yosep.


"Baik tuan!" balas serentak Kapten Kinan dan Kapten Moka. Kinan membukakan penutup kepala dan ikatan di tangan George, sedangkan Moka keluar mengambil makanan untuk George.


Yosep meminta Kinan keluar dari ruang interogasi, di dalam ruangan ada 4 CCTV yang terpasang untuk merekam setiap gerak-gerik dan pembicaraan Yosep bersama George.


"Saya ingin bertanya pada anda, siapa nama anda?" Yosep membuka laptopnya dan mulai mencari informasi tentang George dengan meretas pusat data Singapura, baik identitas rahasia maupun umum Yosep bisa menemukannya dengan mudah.


"Malik, saya hanya pilot yang ditugaskan untuk berpatroli tuan." George menundukan wajahnya.


"Bukankah anda George Zhu dari satuan khusus angkatan udara Singapura dan sering melakukan misi kotor untuk PM. Shing Tu Ku?" Yosep memutar laptopnya dan memperlihatkan arsip rahasia milik George.


Deg!


Jantung George berdetak kencang, wajahnya pucat pasi dan membulatkan mata. Semua yang dikatakan Yosep dan data di laptopnya sangat benar, George tidak bisa berkelit lagi.


Yosep berdiri, raut mukanya menyeringai jahat, aura pembunuhnya keluar dan mendekati George. Tubuh George berdiri dan mundur perlahan, keringat dingin di tengkuknya menglir deras, ia seperti menghadapi malaikat kematian.


"A-apa yang anda inginkan dariku?" tubuh George bergetar hebat dan terus mundur hingga menyentuh dinding di belakangnya.


"Tentu saja jawaban. Siapa penebar virus flow di Provinsi Aceh?" Yosep mendekatkan tubuhnya hingga berjarak 10 cm dengan tubuh George, lalu menotok tubuh Georga agar tidak bisa bergerak dengan jurus totok jari bumi.


"A-aku tidak tahu, aku bersumpah aku tidak tahu." George masih berkelit kalau dirinya bukan pelaku penembakan rudal flow. "Tolong lepaskan! Tubuhku tidak bisa bergerak."


"Aku tidak melakukan apa-apa. Itu karena kamu berbohong, daripada saya menyiksamu dengan cara saya sendiri. Pasti lebih menyakitkan daripada dipukul atau ditampar apalagi ditendang." Yosep memegang kepala George dan mulai menyerap informasi dari ingatan George, dan benar saja dialah yang menjadi dalang penembakan rudal flow atas perintah PM. Shing Tu Ku.

__ADS_1


Yosep juga menemukan fakta bahwa Shing Tu Ku menyimpan salah satu armor dan cetak biru dari Ochobot City yang dicuri Pablo Esteler. "Jadi mereka mendistribusikan armor-armor itu dan mulai memproduksi masal. Benar-benar memang ingin berperang dan ingin menantangku," batin Yosep raut mukanya merah padam, tak bisa lagi menahan emosinya.


Yosep langsung menelankan pil kejujuran pada George, agar ia mau berbicara jujur dan mengungkapkan semuanya sebagai bukti, Yosep juga menyiarkan tayangan ini secara langsung ke semus media international.


__ADS_2