SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 193


__ADS_3

Yoseo sudah menyelesaikan semua pemvaksinan warga yang terkena wabah virus Flow. Semua warga di provinsi Aceh sudah kembali sehat, berita nasional dan internasional mengabarkan bahwa pemerintah Indonesia mnegatasi virus ganas hanya dalam waktu 25 jam.


5,33 juta jiwa provinsi Aceh terselamatkan oleh kejeniusan Yosep menciptakan virus anti flow. Yosep sedang terbang dengan lambhorgini veneno miliknya dengan kendali otomatis tujuan pulau Biawak.


Yosep sedang melacak virus flow itu disebarkan lewat apa? dan bagaimana? Yosep meretas semua satelit, drone, dan CCTV tapi belum menemukan tanda-tanda keberadaan siapa pelakunya. "Benar-benar menyusahkan, pelakunya pasti USF tapi kalau tidak ada bukti, percuma saja," keluh Yosep sambil menyesap kopi yang terhidang dari sistem pembuatan kopi di dalam mobil Lambhorgini miliknya.


Tiba-tiba mobil Yosep berpapasan dengan pesawat jet yang dipiloti oleh George, bertuliskan K-21 Boromok.


Shua!


Yosep hanya melihat nomor seri kapal itu dan membiarkanny begitu saja, karena ia tak tahu jika George baru saja melihat situasi udara Aceh saat ini. "Sial! Siapa yang sudah menetralisir virus flow ini disemua wilayah udara Aceh?" gerutu George. "Benar-benar gila ini orang, bisa menetralisir dengan cepat virus ini. Apa dia mau berurusan dengan tuan Shing Tu Ku?"


Yosep masih melanjutkan pencarian dan menemukan ada drone yang menembak rudal, tapi ketika meledak mengeluarkan cairan merah. Yosep mengulang video rekaman itu sampai tiga kali, ia mencari siapa yang menembakam rudal itu dengan mencari persepsi dari drone yang lain. "Ketemu, ternyata jet dengan nomor seri K-21 Boromok ... tunggu K-21 Boromok, bukannya itu pesawat jet yang melintas di hadapanku tadi?" pikir Yosep.


Yosep segera memutar kemudinya untuk mengejar pesawat jet dengan nomor seri pesawat K-21 Boromok di badan pesawat miliknya. Tapi sayang pesawat itu telah lenyap dari pandangan Yosep. "Sial, kenapa saya baru menemukannya? Pesawat itu sudah hilang," gerutu Yosep memukul pelan kemudi mobilnya.


Yosep memutar kembali kemudi miliknya ke arah pulau biawak. Lalu memberikan pesan pada Komander Lontong untuk memperketat penjagaan di atas wilayah udara provinsi Aceh mulai dari perbatasan udara antara Singapura dan Indonesia.


Yosep juga mengirimkan pesan pada Pramono untuk memperketat penjagaan di jalur laut perbatasan Indonesia, Singapura dan Malaysia serta menyampaikannya pada presiden Nakowi. "Sebaiknya saya pulang dahulu, otak ini sudah lelah untuk berpikir," gumam Yosep dan melajukan mobil terbangnya lebih cepat ke arah pulau Biawak.


___


___


___

__ADS_1


Yosep sampai di pulau Biawak dengan wajah kusut dan lelah, kelopak matanya begitu hitam seperti mata panda karena sudah tidak tidur 28 jam.


Suara desingan mesin mobil terbang, memecah keheningan di pulau Biawak. "Sister, mas Yosep sepertinya pulang!" Ziva memberitahukan Rany dan langsung keluar ingin menyambut Yosep. Rany, Zahra, dan Ryuna langsung bergegas keluar mengikuti Ziva yang ingin menyambut Yosep.


Ketika mereka berempat mendekati Yosep dan memeluknya Yosep mencegah, "Jangan mendekat! Mas takut kalian terkontaminasi virus flow!"


Mereka berempat langsung berhenti, Yosep segera masuk dan membersihkan diri, mencuci bersih seluruh tubuhnya, ternyata zat kimia surfaktan pada sabun mampu membunuh virus flow secara efektif.


"Sudah bersih tak ada virus flow di tubuhku." Yosep menonaktifkan tenseigan yang beberapa saat ia aktifkan untuk mengecek kondisi tubuhnya.


Yosep keluar mengambil pistol injection dan 1 botol vaksin Aflow, untuk memberu vaksin pada tim ZZRR.


"Mas apa itu?" tanya Rany.


"Ini vaksin Aflaw anti virus flow, saya ingin kalian jug divaksin untuk melindungi tubuh kalian dari virus flow." Yosep langsung menyuntikan jarum pistol injection pada lengan kiri Rany.


"Ya sayang, I love you!" Yosep menyuntikan menyuntikan jarum pistol injection pada lengan kiri Ziva lalu mencium kening Rany dan Ziva.


Cup!


"Ayo Una sayang giliranmu!" Yosep mendekat ke Ryuna membawa pistol injection, wajah Ryuna dan Zahra sudah pucat. Bahkan Zahra mengeluarkan keringat dingin di seluruh tubuhnya karena ketakutan dengan jarum suntik.


"Takut mas!" Ryuna mundur.


"Tidak perlu takut, masa sama jarum mas yang gede gak takut, sama jarum ini kecil seperti ini takut." Rany dan Ziva memegangi lengan Ryuna, Yosep secepat kilat langsung menyuntikan pistol injection ke lengan kiri Ryuna.

__ADS_1


"Aw! Tolong! Tolong! Sakit mas sakit!" pekik Ryuna.


"Ah lebay, kamu sayang orang sudah tadi. Masa teriaknya baru sekarang." Yosep melirik ke arah Rany dan Ziva, memberi kode untuk menyergap Zahra yang sudah histeris lari keluar mansion.


"Aaah! Aaah! Aaah! Zahra gak mau disuntik. Pergi sana pergi!" Zahra berteriak histeris dan tanpa sadar ia sudah berlari ke pantai. Lama kelamaan ia sudah berlari ke tengah.


"Mas Zahra mas! Dia berlari ke tengah!" Ziva memberi tahu Yosep dengan raut muka panik.


Yosep segera berlari, dan menggunakan jurus moksala rudra lalu mengangkat tubuh Zahra ala bridal style. "Kenapa kamu seperti ini sih sayang?" Yosep menatap wajah Zahra yang sudah pingsan. "Mas ingin kamu di vaksin karena mas sangat sayang sama kamu."


Yosep menaruh tubuh Zahra di tempat tidur super size di dalam kamar mansionnya. Lalu menyuntikan vaksin Aflow di lengan kiri Zahra. "Mumpung masih pingsan, kan gak berasa. Tapi wajah kamu ngemesin kalau lagi pingsan jadi mas pengen."


Rany mencegah Ryuna dan Ziva untuk masuk, mungkin Zahra butuh waktu bersama Yosep seperti Rany pagi ini. Rany sudah mendapatkan benih Yosep dalam rahimnya, dan itu sangat membuat Rany lebih sumringah meskipun hasilnya belum tahu hamil atau tidak nantinya.


Yosep melepaskan mini dres yang dipakai Zahra, tubuh Zahra sangat seksi tanpa sehelai benang pun. "Saya ingin kalian cepat hamil dan cepat mengandung buah cinta kita, sehari tiga kali pun tak masalah melayani kalian berempat." Yosep melepaskan sarung dan kaos oblong putihnya.


Leher Zahra yang putih mukus diciumnya perlahan. Zahra membuka mata perlahan, dan ia membulatkan mata setelah tubuhnya tertindih tubuh Yosep serta lehernya sedang diciumi Yosep.


Bulatan kecil merah muda di gunung kembar Zahra menegang, desiran darah Yosep memuncak sampai di ubun-ubun. Tiang tegaknya sudah meraung keras bagai cacing berubah menjadi naga.


Tanpa basa basi Yosep memasukan tiang tegaknya pada gua merah muda Zahra. Suara erangan Zahra keluar, membisingkan kamar, Yosep seperti hewan buas segera memangsa buruannya. Tiang tegak itu maju mundurkan di dalam gua merah muda Zahra yang sudah banjir cairan kental.


Zahra meracau dengan mata terpejam, menikmati melayang di surga. "Mas Zahra gak kuat mas! Zahra gak kuat mas!" Zahra tangannya memegang sprei kasur dengan erat, dan merasakan final pertamanya dengan itu Yosep juga menembakan cairan kental putih miiknya.


****!

__ADS_1


Boom!


__ADS_2