SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 126 Perjalanan


__ADS_3

Yosep melajukan mobil terbangnya cukup pelan, ia ingin menikmati terbang layaknya pesawat biasa yang terbang berjam-jam dari Jepang Ke Indonesia. Perbedaannya cuma transit dan tidak transit saja.


"Ternyata terbang disore hari ini, begitu indah ya," gumam Yosep. Albert pun sangat menikmati pemandangan laut hingga kota-kota yang ia lewati pada sore hari.


"Paman! Kita mengalami konflik di beberapa cabang mana saja?" tanya Yosep.


"Sudahlah jangan panggil paman, panggil saya ayah," sanggah Albert.


"Banyak kita mengalami konflik, mulai dari pemerintah, bandar narkoba, perusahaan lain bahkan dengan warga yang diprovokasi geng terbesar di suatu kota hingga merebak ke seluruh negara untuk membenci Ochobot. Mereka memfitnah Ochobot telah mencari lingkungan. Tapi ya saya santai saja, selama kita bisa mengintervensi pemerintah pusatnya tidak masalah. Tentunya kami melakukan intervensi bukan dengan kekuatan tapi kerjasama yang sangat menguntungkan bagi mereka," imbuh Albert menjelaskan keadaan Ochobot Technology tentang konflik.


"Baik ayah. Lalu negara mana saja yang konfliknya sangat parah?" tanya Yosep.


"Meksiko dan semua negara amerika latin bahkan amerika serikat juga. Mereka sangat tamak dan serakah menginginkan senjata Xerga. Rancangan cypher itu hak miliknya dari Ochobot tapi dicuri oleh Pablo Esteler cetak birunya, lalu dijual pada presiden Amerika Donald Duck dan memberikan proyek pengembangan itu pada Abu Jagal di Zero Enterprise," jawab Albert.


Yosep menekan jam tangan miliknya, yang sudah dimodifikasi dengan ruang penyimpanan seluas 20 meter persegi. Yosep melihat layar proyeksi dari jam lalu mengambil cetak biru teknologi drone Cypher yang ia temukan di brankas rahasia pada ruangan kantor Abu Jagal. "Ini bukan ayah?" tanyaYosep.


"Ya. Tapi Darimana kamu mendapatkannya?" tanya balik Albert.


"Tadi siang, saya menemukannya di brankas rahasi di ruangan kantor Abu Jagal. Teknologi itu banyak kekurangan, buktinya saja saya waktu melawan cypher 5 dan 6 masih saya bisa retas. Saya sudah mengamankan tower of cypher di dekat pulau Komodo milik Ayah Jayus," jawab Yosep.


"Kamu benar, ayah coba buat teknologi cypher itu tapi belum bisa membuat sebuah chip yang bisa memblok retasan. Beberapa kali membuat selalu meledak, makanya ayah membiarkan mereka mencuri cetak biru itu. Ayah hanya ingin melihat apakah Abu Jagal bisa membuat ulang atau memodifikasi susunan cetak biru itu.

__ADS_1


Malah sama saja ia menghubungkan A.I. dengan pikirannya sendiri, menurut ayah itu merupakan suatu kebodohan. A.I. drone cypher itu tipe menyerang, jika dihubungkan ke otak ia justru akan menyerang otak dan menguasainya," jelas Albert.


"Benar ayah. Saya juga melihatnya, Abu Jagal hilang kendali ketika melawanku. Tapi bagaimana ayah bisa tahu kalau Aby Jagal menyatukan otak ke A.l. drone cypher?" tanya Yosep dengan raut muka penasaran.


Albert menscan cetak biru drone cypher dengan jam tangannya dan menemukan partikel pelacak pada cetak biru dengan proyeksi gambar 360 derajat, "ini adalah teknologi yang pernah ayah katakan di Ochobot City, scout. Setiap cetak biru yang kami buat, kami tanamkan pelacak scout. Teknologi pelacak scout bisa menempel pada kulit manusia, makanya ayah tahu semua rencana Pablo Esteler, Donald Duck, Abu Jagal, dan juga Nicolas madura lewat scout ini," jelas Albert.


"5 hari lagi Pablo Esteler akan menyerang markas pangkalan militer rahasia di meksiko pun ayah mengetahuinya. Makanya senjata Xerga ayah pindahkan ke segitiga bermuda. Ayah juga membuat senjata Xerga tiruan, untuk menjebak mereka. Ayah yakin kamu bisa mengatasinya sekalipun Pablo mempunyai sepatu aneh bernama kuda sembrani yang bisa berlari sangat cepat dan mengalirkan petir," imbuh Albert.


"Ayah dari ingatan kitab ajian nawadewanata. Sepatu yang dipakai oleh Pablo Esteler adalah salah satu artefak bedawang sangaresi. Saya sudah mempunyai 5 artefak berbahaya ini, saya harus mengamankan Pablo sambil membangun kepercayaan publik rakyat meksiko yang akhir-akhir ini banyak mengalami penderitaan," balas Yosep dengan sorot mata yang tajam.


"Memangnya ada berapa artefak itu?" tanya Albert penasaran.


"Sembilan, yang sudah ditangan saya ada enam, yaitu kitab ajian nawadewanata itu sendiri, pedang ksatria nusantara, batu mustika semesta, tongkat dewa kera, mahkota kurusetra, dan tungku wijayanaga. Sisanya sarung tangan Shiva, baju armor gatotnaga, dan sepatu kuda sembrani," jawab Yosep.


"Jadi hanya kamu saja yang bisa mengendalikan artefak itu?" tanya Albert.


"Bisa dibilang begitu. Efek samping lainnya semakin sering digunakan tanpa memahami kitab ajian nawadewanata, pengguna akan mengalami hilang ingatan dan lama kelamaan tubuhnya akan diambil alih oleh artefak itu," jawab Yosep.


"Ih! Sungguh menyeramkan!" ujar Albert dengan raut muka pucat pasi dan bergidik ngeri. "Lebih baik aku tidak mau menyentuhnya, aku masih mau menikah lagi. Lihat saja kulit yang menua semakin muda, nanti traktir ayah gudoudama cake ya, hehehe ...."


"Siap ayah, beristirahatlah. Kita jalan pelan tak terasa kita sudah tiga jam, saya akan mengemudi, ayah mau kopi untuk menghangatkan badan?" tanya Yosep.

__ADS_1


"Mau. Tapi darimana kopinya, kan diatas langit, memangnya tukang kopi mana yang berjualan di atas langit? tanya balik Albert.


"Lihatlah!" jawab Yosep singkat lalu memberikan perintah pada jam tangan miliknya. "Dua kopi hangat, satu kopi dengan takaran 2 sendok kopi satu sendok gula, kalau ayah?"


"Aku dua setengah sendok kopi satu sendok gula," jawab Albert.


"Ya itu!" imbuh Yosep singkat.


[Perintah diterima. Dua gelas kopi hangat akan segera dihidangkan dalam 5 menit]


"Sreet ...!" muncul nampan kecil dari tempat samping kiri kemudi yang berada di depan Yosep, di atas nampan ada dua gelas plastik kecil berisi kopi hangat yang masih mengepul.


"Mantap!" ujar Albert sambil mengambil gelas kopinya lalu menyesap kopi itu dengan pelan-pelan. "Kopi ini sungguh nikmat!"


Yosep juga mengambil gelas kopi itu dan menyesapnya, "ya ayah sungguh mantap, hehehe ...," ujar Yosep sambil menyesap kopi itu pelan-pelan lalu tertawa ringan.


Sambil menikmati pemandangan Malaysia timur, mereka menyesap teh. "Kalau ada ubi goreng atau pisang goreng pasti nikmat," ujar Yosep.


"Lah emangnya ada?" tanya Albert.


"Ada ayah, nanti esok pagi jika sudah sampai aku akan membuatkannya untuk ayah, ubi goreng dan pisang goreng," jawab Yosep.

__ADS_1


"siiplah!"


Yosep melajukan kecepatannya sampai 190 km/jam agar lebih cepat sampai, hampir 5 jam mereka berdua terbang di udara. Kini melewati Palangkaraya dan langsung lurus menuju Indramayu, Yosep menambah kecepatannya lagi sampai 500 km/jam setelah menghabiskan kopinya, Yosep akhirnya sampai di tepi pantai Glayem.


__ADS_2