
Keesokan pagi.
[Telolet]
[Selamat majikan mendapatkan uang dari berkedip selama 28.800 kali dalam satu hari senilai Rp. 288.000.000]
[Selamat majikan mendapatkan 10 poin skill chef level 1]
[Status]
[Nama : Yosep Firmansyah
Umur : 19 tahun
Property : Sawah 10 hektar, ruko 2 lantai sewa, perumahan elite Jatibarang City (VJC 01), 100% saham Ochobot Technology, 60% saham Wijaya Group, PT. Wijaya Shield, saham 100% sam'ung elektronik, 100% saham Alkimia Bharata Jaya, 100% saham mobil koyota, PT.Supermall Dharmayu, 50% saham PT.Jaya Abadi Logistik, 50% saham PT Raimu CRC, PT. Raimu Farm, PT. Raimu Develompent And Training. PT.Raimu Building Group]
Fitur >> Shop >> potion
>> skill
>> seed
>> roulete
[Skill experience : Masterpiece level max (10.000/10.000)
Direktur level max (10.000/10.000)
Pialang saham level max (10.000/10.000)
Paranormal level max (10.000/10.000)
Detektif level 1 (10/50)
Otot super level 1 (220/1000)
Chef level 1 (20/50)
suara merdu level 1 (20/50)
Bertani level 1 (0/50)]
[Level majikan : grandmaster (97.809.860.000/1.000.000.000.000).
[Saldo : Φ]
__ADS_1
[Misi yang belum terselesaikan]
[Misi : jadikan Zahra, Ziva, dan Rany sebagai istri majikan.
Hadiah : 100% saham Villa Jatibarang City.
Batas Waktu : 12 bulan
Sisa waktu : 78 hari
Hukuman : Majikan akan kehilangan mereka bertiga]
Status : progres 90%]
[Inventory : 9 kartu 10 kali lipat pengalaman, 10 voucher diskon 50%, 1000 poin skill, peta artefak bedawang sangaresi, tungku Wijayanaga, mahkota kurusetra, batu mustika semesta, pedang ksatria nusantara, sepatu kuda sembrani, tongkat dewa kera]
[Level konversi Grandmaster setiap kali berkedip di hargai 10.000 rupiah]
[Cara menaikan level dengan menghabiskan uang. Semakin tinggi level semakin tinggi nilai konversi]
[Selamat menghabiskan uang majikan]
Seperti biasa Yosep bangun pagi, anak-anak juga sudah pada bangun pagi. Mereka shalat shubuh berjamaah di masjid dekat panti asuhan Al-Madani. Jadwal imam pada shalat shubuh pagi ini adalah ustadz Misbah Sauri. Namun beliau sakit, tak ada jamaah yang mau jadi imam shalat shubuh, dengan berat hati Yosep menjadi imam shalat shubuh.
50 jamaah terdiri dari 45 laki-laki dan 5 perempuan termasuk Sylvia serta mak ijah, sangat terharu mendengar suara lantunan ayat-ayat al quran yang dibacakan Yosep. Tak sadar semua jamaah menangis bombay dalam shalatnya.
___
___
___
"Pak ustadz Juki, itu yang jadi imam shalat siapa? Suaranye merdu sekali, baju koko saya sampai basah," tanya Sarmin penasaran.
"Entah, kata mang Caswi itu donatur panti yang kemalaman karena menolong anak-anak tenggelam dan memperbaiki mobil panti. Kalau tidak salah namanya mas Yosep, dia juga menitipkan karung ini sama saya. Katanya buat sedekah untuk masjid yang tidak seberapa, tapi saya belum buka," jawab ustadz Juki lalu membuka ikatan karung yang berisi uang di depan para jamaah yang hadir.
Yosep setelah selesai shalat dan memberikan karung berisi uang 500 juta langsung lari tunggang langgang. Yosep tidak mau identitasnya diketahui banyak orang, justru ia tidak akan bebas melakukan sesuatu.
"Apa?! Uang sebanyak ini?!"
Semua jamaah membulatkan mata, "benar-benar pemuda yang sudah tidak waras, memberikan uang sebanyak ini," ucap ustadz Juki dengan nada meninggi.
"Ya ustadz Juki," imbuh jamaah serentak.
Yosep masih berlari mengelilingi jalan raya Mundu, berolahraga dan latihan seperti biasa.
__ADS_1
***
Di panti pintu gerbang sudah di gembok oleh juragan Satro dan 4 anak buahnya, Sylvia, mak ijah, dan mang Caswi serta 40 anak panti tidak bisa masuk ke rumah panti.
Juragan Sastro mendekati Sylvia karena ia yang menjadi penanggjung jawab panti, Sylvia juga seorang anak yatim piatu yang ditemukan mang Caswi di depan pintu rumahnya. Sylvia diadopsi oleh mang Caswi yang hanya tukang becak dan mak ijah penjual nasi lengko.
Setelah Sylvia besar dan bekerja, ia kemudian mencari anak-anak yatim piatu, mendirika yayasan Al-Madani untuk merawat anak-anak yang tidak beruntung. Mang Caswi menjual rumahnya untuk menyewa bangunan milik juragan Sastro, demi menampung anak-anak yatim piatu. Awalnya juragan Sastro sangat baik, tapi kebaikannya hanya serigala berbulu domba yang ingin menjadikan Sylvia sebagai istri keempatnya.
Seorang pria berumur 50 tahun berdiri ditemani oleh 4 anak buahnya, memakai kemeja hitam, kacamata hitam, berkepala tanpa rambut di tengah, kumis melintang, dan empat gigi emas di bagian depan.
Juragan Sastro menatap Sylvia penuh nafsu, lidahnya menyapu bibir atas dan bawahnya. "Hai seksi, apakah sudah menerima tawaranku tempo hari? Aku akan berikan semua uang dan sertifikat tanah ini, asal seksi mau jadi istri keempatku," tanya Sastro juragan yang terkenal cabul dan mesum.
"Jangan nak! Bapak dan ibu masih punya sedikit lahan sawah yang bisa di jual. Kita bisa menggunakannya untuk membayar sewa bangunan ini sampai tahun depan," cegah Caswi dengan membulatkan mata.
"Tapi bapak ...,"
Sylvia bingung harus memutuskan apa, kondisi mang Caswi dan mak Ijah yang sering sakit-sakitan, beberapa bulan terakhir, harus membuat Sylvia hidup penuh penderitaan.
"Kau juga Caswi, punya hutang padaku 10 juta, beberapa bulan yang lalu tapi sekadang sudah jadi 100 juta. Sebagai gantinya Sylvia harus jadi istriku." Sastro berteriak dengan tatapan mata tajam dan menyuruh anak buahnya untuk membawa Sylvia. "Bawa dia!"
"Juragan saya mohon, jangan bawa Sylvia anak saya!" cegah mak Ijah sambil berlutut di depan Sastro.
Dengan menatap bengis Satro menginjak tangan kanan mak Ijah dan membuatnya retak.
"Aakh!" pekik mak Ijah. "Juragan Sastro saya mohon!"
"Ya juragan, saya mohon. Lebih baik saya saja yang juragan bawa dan siksa saya sepuas hati juragan," imbuh lirih Caswi.
Anak-anak mengerumuni mang Caswi dan mak Ijah, Sylvia meronta-ronta karena akan dimasukan ke dalam mobil juragan Sastro. "Lepaskan aku, lepaskan bajingan, cuih!" teriak Sylvia lalu meludahi muka salah satu anak buah Sastro yang memegang tangannya.
"Bedebah!" Anak buah Sastro langsung menampar keras pipi mulus Sylvia.
Plak!
Plak!
Plak!
"Om botak, jangan bawa miss Sylvia om, jangan!" lirih Reyna memeluk paha Sastro yang langsung ditendang olehnya. "Om botak jahat, nanti om pahlawan akan menghukum kalian semua!"
"Om pahlawan? Hahahahaha." Sastro dan anak buahnya menatap sinis Reyna lalu tertawa jahat. "Anak bodoh!"
Sastro mengeluarkan pistol revolver ke kepala Reyna dan menarik pelatuknya.
Dor!
__ADS_1