
Ziva pun datang menyediakan dua cangkir kopi dan duduk di samping Yosep yang sedang berbicara dengan Barjo dengan ekspresi seperti orang melamun.
"Kenapa nak Yosep melamun?" Tanya Setyo yang sedari tadi melihat Yosep melamun dengan menopang dagu di telapak tangan kanannya.
"Ah maf yah tidak apa-apa. Aku harus segera kembali ke cafe. Untuk persiapan besok grand opening Raimu CRC punya tante Mala, ibunya Zahra yang aku beri investasi di pusat kota Indramayu. Kalau Ayah dan Ziva sempat nanti datang ya yah!" Pinta Yosep. "Sekalian aku perkenalkan pada ibuku."
"Ya insyaa Allah, ayah dan Ziva pasti datang." Kata Setyo dengan wajah tersenyum ramah.
"Baik yah aku pergi pulang dahulu. Assalamualaikum!" Yosep mencium punggung tangan Setyo.
"Walaikumussalam." Ucap Serentak Ziva dan Setyo.
"Mari mas Yosep Ziva hantar sampai ke basement!" Seru Ziva.
"Baik. Terima kasih!" Ucap Yosep. Mereka berdua meninggalkan ruangan Setyo menuju lift untuk turun langsung ke basement. Di dalam lift Ziva dan Yosep sama-sama canggung tak ada suara satu pun yang terdengar.
Mereka berdua keluar dari lift. "Mas Yosep hati-hati di jalan, kalau ada apa-apa hubungi Ziva ya!" Kata Ziva dengan raut wajah kemerahan.
"Ya makasih Ziva! Ziva juga sama jika ada-ada apa-apa hubungi saya." Kata Yosep dengan nada canggung dengan pipi merah merona.
"Semoga ya Allah mas Yosep menjadi jodohku yang pertama dan terakhir. Aamiin yaa robbal 'alamiin." Batin Ziva berdoa.
"Ya Allah semoga keputusan yang aku ambil ini atas petunjukmu, bukan atas kehendak egoisanku. Berilah petunjukmu jika aku tersesat, menuruti *****, lupa atau bersalah. Aamiin yaa arhamarroohiimiin." Batin Yosep berdoa.
Ziva masih berdiri di depan lift menuggu Yosep pergi dari basement. Yosep sudah mengendarai motornya dan melambaikan tangan pada Ziva, begitu pun sebaliknya Ziva melambaikan tangan pada Yosep yang mulai pergi dari basement dan lenyap dari pandangan Ziva.
Di Dharmayu Mall, semua pengunjung heboh setelah melihat rombongan mobil supercar yang berbaris rapi menuju lantai basement VVIP dengan melewati pintu hall.
__ADS_1
"Nampaknya mall ini kedatangan orang super kaya lihat, penjagaannya juga sangat ketat sampai-sampai dijaga 10 mobil mewah!" Kata pengunjung wanita yang terpesona dengan mobil supercar.
"Ya benar, ingin sekali aku selfie di depan mobil itu, untuk gaya-gayaan saja nanti aku upload di akun raimubooku, hehehe." Kata pengunjung laki-laki yang tulangnya lunak.
"Kamu itu tahunya upload mulu, makan diupload, minum di upload, mau tidur di upload, mau mandi di upload, sampai mau berak juga di upload, dasar muka uplodan!" Cibir pengunjung wanita.
"Zaman now gitu loch! saya kan generasi milenial, hahahaha!" Ucap pengunjung lak-laki lalu tertawa.
10 mobil sudah masuk parkiran VVIP basement Dharmayu Mall. Semua karyawan dan karyawati Raimu CRC sangat riang gembira keluar dari setiap mobil supercar. Zahra memimpin di depan bersama Mala, sedangkan Dawi ditemani Kasno. Para pelayan Yosep memakai jas hitam, celana hitam, dengan kacamata hitam seperti bodyguard elite.
"Ingat ya, jangan berpencar! ikuti kakak-kakak ini semua. Kalau mau beli tinggal bilang oke!"Seru Zahra.
"Ya kak Zahra!" Ucap serentak karyawan dan karyawati.
"Hari ini aku berasa menjadi nona muda!" Batin Zahra. "Kalau tuan mudanya mas Yosep aku siap, heheheh."
Toko pakaian Bagadu ramai di penuhi karyawan dan karyawati Raimu CRC yang berbelanja. Dawi juga diberi uang 20 juta oleh Yosep takut jika mereka yang berbelanja kehabisan uang.
"Mba saya mau beli baju! mohon maaf jika kami mengganggu pengunjung yang lain." Kata Zahra dengan tersenyum.
"Tidak apa-apa mba. Silahkan mba dipilih mana yang suka. Jika ada masalah kami siap membantu." Kata Resepsionis toko Bagadu dengan tersenyum.
Di luar toko banyak pengunjung bergosip ria. "Kalau orang kaya belanja saja harus dikawal ya jeng." Ucap emak-emak make yang memakai sanggul.
"Ya ya jeng orang kaya itu sungguh aneh, masa bersin saja harus berobatnya ke rumah sakit singapura, kencing harus di toilet prancis, makan siang di restoran dubai, dan makan malam di restoran amerika." Kata emak-emak dengan make up menor.
"Lah kita! banteran juga sarapan pagi di nasi uduk mbok Darmi, makan siang di Warteg Mang Kipli, dan makan malam di nasi pecel mang Kasmiran. Kemana-mana cuma naik angkot!" Balas Emak-emak pakai daster dengan roll rambut masih menggantug dikepala.
__ADS_1
Sementara itu Yosep yang sedang mengendarai motornya di berhentikan mini van. Empat orang memakai penutup kepala hitam, dengan satu orang membawa katana, satu orang membawa bat baseball, satu orang membawa belati di kedua tangannya, dan satu orang yang tersisa memakai sarung tangan yang runcing.
Yosep segera turun dari motornya dan bertanya, "siapa kalian? apa yang kalian inginkan?"
Keempat orang dengan penutup kepala hanya diam tak menjawab, satu orang yang memakai sarung tangan runcing segera melayangkan pukulan ke arah Yosep dengan sekuat tenaga.
"Tang!" Yosep melompat ke belakang motor untuk menghindari serangan dan mengenai tangki motor.
"Aww!" Pekik orang berpenutup kepala yang memakai sarung tangan runcing, karena pukulannya mengenai tangki motor yang berlapis baja. Ternyata motor Yamaha R15 milik Yosep bukan motor sembarangan yang hanya menggunakan lapisan fiber carbon steel, tapi lapisan fiber carbon diamond yang keras tapi ringan.
"Hahaha, woy kalau mukul yang benar! masa mukul tangki, sakit ni yee!" Cibir Yosep dengan tertawa terbahak-bahak.
Penculik yang memakai sarung tangan runcing melambaikan kedua tangan untuk menyerang Yosep. Ketiga penculik lain segera menyerang Yosep dengan senjata masing-masing.
Penculi satu yang membawa katana menabas Yosep dengan sangat cepat, tapi gerakan menghindar Yosep jauh lebih cepat. "Sial yang kita hadapi bukan orang biasa dari gerakan kakinya nampaknya dia pendekar di atas tanpa tanding." Batin penculik Katana.
Penculik belati berlari cepat ke belakang Yosep dan melemparkan kedua belatinya. Yosep menyadari lemparan belati penculik Belati lalu salto ke belakang dengan sangat tinggi dan sudah berada di belakang penculil belati.
"Rasakan ini! pukulan gada brahma!" Yosep mengepalkan kedua tangannya dan memberikan pukulan dari samping kanan dan kiri kepala penculik belati. Pukulan gada brahma Yosep langsung membuat penculik belati pingsan dengan kedua telinganya mengeluarkan darah.
Penculik bat baseball dan penculik katana bergantian menyerang Yosep dengan kombinasi yang sangat sempurna, gerakannya sangat cepat. Yosep menyeringai licik, "Serangan kalian tak akan bisa membunuhku, totok jari petir!" Yosep hilang dari pandangan kedua penculik lalu muncul di depan mereka, menghujamkan kedua totokan berisi tenaga dalam petir ke dada mereka.
"Akh!" Pekik kedua penculik lalu pingsan dengan mulut mengeluarkam asap.
"Sial memang sial hari ini apes banget. Tapi aku tak akan kalah, sebagai seorang harus menjunjung harga diri. Ajian Agnirana, Aaaaargh!" Batin penculik sarung tangan runcing lalu meraung. Seluruh tubuhnyaa dipenuhi aura tenaga dalam api, tubuhnya membesar dua kali lipat dengan urat otot yang keluar dari setiap sela tubuhnya.
"Wow! emejing ternyata kau seorang. pendekar. Baik aku layani!" Puji Yosep dengan nada meremehkan sambil bertepuk tangan.
__ADS_1