
Author meminta maaf, jika hari ini update hanya 1 chapter. Tapi diusahakan bisa update seperti biasanya, author sedang sakit meriang, sakit kepala, batuk kering, dan juga lidah sedikit kelu. Sepertu gejala omicron, mohon maaf jika membuat menunggu lagi para sahabat readers.
Yosep bersama tim ZZRR duduk di ruangan super VVIP dengan fasilitas layaknya hotel bintang lima. Dan kaca transparan yang mengarah ke panggung lelang, para bodyguard hanya berjaga di depan pintu masuk ruangan super VVIP.
Acara lelang pun di mulai dengan seorang wanita seksi, memakai bandana telinga kelinci memakai dres hitam panjang setumit, yang memperlihatkan belahan gunung kembar dan juga belahan paha sebelahan kanannya sampai underwear hitam tipisnya terlihat.
"Selamat siang! Tuan-tuan dan nyonya-nyonya, dan selamat datang di gedung lelang nusantara. Perkenalkan nama saya Syahrini, pemandu lelang hari ini. Siang ini ada 5 sesi lelang yang akan kami gelar dan semua barangnya berasal dari kerajaan-kerajaan dahulu di seluruh dunia."
"Yang pertama guci porselen dari dinasti song china yang berumur kurang lebih 1.000 tahun. Kedua batu rubi dari Finlandia berumur 2.000 tahun. Ketiga lukisan aneh bergambar naga emas kepala sembilan, konon siapapun yang memiliki lukisan akan menjadi kaya raya. Keempat pusaka belati dari kerajaan tarumanegara berusia ribuan tahun. Kelima 4 set kalung berlian dengan bandul berbeda-beda, anting, dan cincin dari kerajaan Indraprasta. Baik lelang barang pertama kita mulai!" jelas Syahrini melalui mikropon.
"Barang pertama guci porselen dari dinasti song, dimulai dengan harga 10.000.000, minimum kelipatan penawaran 500.000, mulai!" Syahrini membuka kotak bertirai hitam, di dalamnya ada guci biru bermotif guratan naga berwarna emas.
Yosep hanya diam melihat lelang barang pertama di mulai, karena ia sudah menganalisa dengan tenseigan miliknya, guci itu hanya guci biasa yang biasa dibeli di toko gerabah lokal.
"Mas kamu tidak ingin menawarnya?" tanya Ziva
"Ya mas, seeprtinya itu bagus," imbuh Zahra.
"Itu barang palsu!" sela Ryuna, ia sangat paham tentang barang kuno asli atau palsu. Karena Ryuna sewaktu masih di satuan khusus Ochobot City, sering mendapat misi mencuri barang kuno di beberapa museum di dunia.
"Matamu sangat jeli, sayang!" puji Yosep mengelus rambut Ryuna.
"Benarkah mas?" tanya Rany penasaran.
"Ya, yang dikatakan Ryuna itu benar. Guci itu barang palsu," jawab Yosep.
"Ya nomor 37 menawar 15 juta, siapa lagi?"
"16 juta!"
"17 juta!"
"18 juta!"
__ADS_1
"20 juta!"
"Ya apakah ada lagi yang mau menawar? 20 juta pertama! 20 juta kedua! 20 juta ketiga!" Syahrini mengetuk palu. "Ya, guci porselen dinasti song dimenangkan oleh nyonya nomor 31."
Lelang barang batu rubi di menangkan oleh tuan nomor 41 seharga 1.2 milyar. Meskipun barang asli Yosep tidak tertarik. Lukisan naga emas berkepala sembilan dimenangkan oleh seorang gadis anak dari keluarga terkaya di Sulawesi, seharga 10 milyar. Persaingan lelang lukisan naga emas kepala sangat sengit, harga awal hanya 100 juta tembus sampai 10 milyar.
"Baik, sekarang lelang barang keempat, pusaka belati kerajaan Tarumanegara!" Syahrini mendorong kotak bertirai hitam ke depang panggung lalu membukanya. "Harga di mulai dari 1 milyar! Minimum kelipatan 50 juta!"
Yosep yang sudah mengaktifkan tenseigan dari balik kacamatanya mengedarkan pandangan dan memfokuskan pada pusaka belati itu. "Itu adalah salah satu artefak bedawang sangaresi." Yosep mengeluarkan peta dari kantong plastik ajaib yang ia simpan di balik jasnya. "Benar, di dalam peta artefai bedawang sangaresi, titiknya berada di gedung ini. Nasib mujur menimpaku!"
"10 milyar!" teriak gadis nomor 1 bernama Risadju dari keluarga Zohra, keluarga terkaya di pulau Sulawesi.
"Sial, ada orang yang mau bertarung denganku, kita lihat dia sekuat apa?" Yosep menekan tombol mikropon di depan kursinya. "50 milyar!"
"Ya kamar super VVIP 1 menawar 50 milyar, ada lagi yang mampu menaikan harganya lagi!" ucap Syahrini berapi-api.
"Mas, apa kamu tidak gila? Menawar belati usang itu dengan harga 50 milyar?" tanya Rany.
"Sister, kamu tidak akan mengerti nilai artistik benda kuno. Harga 50 milyar itu terlalu murah, jika dilelang di rumah lelang international Swiss, harga awal lelang bisa 1 triliun," sela Ryuna.
Risadju menaikan tawarannya menjadi 60 milyar, Yosep langsung menyela. "100 milyar!"
"Brengsek siapa yang berani melawan keluarga Zohra, tapi suaranya terdengar dari ruangan super VVIP 01. Dan aku hanya di ruangan VVIP 01, pasti bukan orang yang patut disinggung." Risadju menyeringai licik. "Tapi aku bisa mengerjainya sekarang, hehehehe."
"200 milyar!" imbuh Risadju.
"Cih, masih berani melawanku! 1 triliun!" balas Yosep.
"Hah?! Apa?! 1 triliun?!" para peserta lelang tersentak kaget, mereka semua menjatuhkan rahangnya, kecuali Ryuna. Dia paham tentang nilai benda kuno hanya duduk dengan raut muka datar.
"1 triliun kesatu! 1 triliun kedua! 1 triliun ketiga." Syahrini mengetuk palu. "Pusaka belati dimenangkan ruangan SVVIP 01!"
"Mas, belati itu buat Ryuna ya?" pinta Ryuna.
__ADS_1
"Jangan sayang! Belati itu berbahaya! Banyak energi negatif terkumpul di sana, jika memegangnya terlalu lama kita bisa kehilangan kesadaran dan membunuh banyak orang!" Lirih Yosep.
Sekarang Yosep sudah memiliki 7 artefak bedawang sangaresi, masih tersisa 2 artefak lagi yang harus Yosep kumpulkan.
"Baik sekarang puncak lelang, 4 set perhiasan dari kerajaan Indraprasta, dijuluki Jewelry of paradise." Syahrini mendorong sebuah kotak bertirai hitam lalu membukanya, kotak itu dilapisi dengan kaca anti peluru. "Harga awal penawaran 100 milyar minimum kelipatan 500 juta."
"Mas boleh kami ikut menawar?" tanya serentak tim ZZRR.
"Boleh silahkan, tapi jangan rebutan Rany kamu istri pertama jadi terakhir, Zahra istri kedua jadi urutan ketiga, Ziva urutan kedua dan Ryuna yang pertama!" jawab Yosep mengatur keempat calon istrinya.
"Baik mas!" tim ZZRR serentak menganggukan kepala pelan.
"105 milyar!" tawar Ryuna.
"110 milyar!" tawar Risadju yang kembali ikut lelang terakhir.
"150 milyar!" tawar Ziva.
"200 milyar!" tawar pria di ruangan VVIP nomor 2.
"210 milyar!" tawar wanita di ruangan VVIP nomor 5.
"350 milyar!" tawar Zahra.
Rany masih belum menawar, ia mempertimbangkan waktu yang tepat. Melihat lawan sudah kehabisan uang, maka Rany siap akan masuk. Sebagai calon istri pertama, Rany hanya ingin memberikan yang terbaik untuk ketiga calon istri Yosep, dan menurutnya perhiasan itu adalah hal yang terbaik untuk seserahan lamaran sore nanti.
"650 milyar!" tawar wanita di ruangan VVIP nomor 8.
Ryuna berhenti menawar karena tak ingin menghabiskan uang Yosep. Begitu pula Ziva juga berhenti karena sungkan dengan Yosep.
"950 milyar!" tawar pria di ruangan VVIP nomor 10.
Ranya akhirnya memegang mikropon dan menekan tombolnya, "3 triliun!" tawar Rany.
__ADS_1
Semua orang terdiam, suasana gedung lelang begitu hening, tak ada satu pun yang berbicara. Yosep tertawa terbahak-bahak lalu menciumi pipi kanan dan kiri Rany, bertubi-tubi.