
Di dalam gedung Istana Singapura malam hari.
"George! Bagaimana rencananya?" tanya PM Shing Tu Ku, sorot matanya tajam setajam silet.
"Semuanya gagal tuan, mulai dari mengirim drone, kapal stealth, rudal berisi racun flow yang sudah dimodifikasi seperti virus flu A, ...," jawab George terpotong
Plak!
Shing Tu Ku menampar pipi George, "Bodoh! Kerja seperti itu saja tidak becus. Aku sudah membayarmu mahal!" bentak Shing Tu Ku.
"Tunggu! Tuan perdana menteri jangan esomi dulu, eh emosi dulu. Aku belum menyelesaikan laporanku." George mengelus pipinya yang merah, tamparan Shing Tu Ku membekas di pipinya. "Kita telah berhasil menyebarkan virus flow ke Aceh, ketika rudal melesat ke arah Idi Rayeuk, kabupaten Aceh timur. Drone penjaga perbatasan menembak jatuh rudal yang berisi virus flow, kita menang perdana menteri, kita menang."
"Maksud kamu?" Shing Tu Ku menggaruk-garuk keningnya, ia sungguh tak paham penjelasan George. "Cepat jelaskan lagi, biar aku paham!"
"Maksudnya, virus flow itu akan sangat cepat ketika bersentuhan langsung dengan udara. Dalam waktu 1x24 jam provinsi N.A.D. akan terinfeksi dan belum ada vaksin yang bisa menyembuhkannya. Dalam 3 hari seluruh pulau sumatera akan terjangkit virus flow," jelas George.
"Bagus George! Kerjamu bagus!" puji Shing Tu Ku. "Lalu apa gelaja dan efek virusnya?"
"Menurut buku yang saya baca dan diberikan oleh profesor kuwakuwik peneliti lanjutan obat flow. Fase pertama penderita akan mengalami, batuk dan bersin dengan cairan kental merah keluar dari hidung. Fase kedua mata mereka skleranya akan berwarna merah, dan perasaan takut berlebih. Fase terakhir urat otot penderita akan keluar dan mengamuk tak terkendali."
"Virus flow ini juga selain menular dari udara, juga melalui air. Jika virus sudah masuk air pembelahan diri virus akan semakin cepat dan banyak, dalam satu jam air sungai sepanjang 10 km bisa terinfeksi virus flow," jawab George. "Makanya jadi orang jangan ambekan, dasar perdana menteri koplak!"
"Ya, ya, maaf. Atas kesalahanku, aku meminta maaf dan memberimu ganti rugi 1 juta dolar Singapura." PM Shing Tu Ku mengambil smarthphone di mejanya, dan mentransfer 1 juta dolar Singapura pada nomor rekening George. "Sudah aku transfer. Cepat pergi sejauh mungkin, dan hilangkan semua bukti. Tolong beritahu profesor kuwakuwik, untuk segera membuat vaksinnya. Aku akan mulai melanjutkan rencana kedua."
"Ashiyaaap! Bye!" George meninggalkan ruangan Shing Tu Ku dengan wajah berseri-seri. "Lumayan ditampar dapat 1 juta dolar Singapura, coba kalau 10 kali tamparannya bisa dapat 10 juta, hehehehe."
__ADS_1
Di dalam ruangan kantornya, PM Shing Tu Ku kegirangan dan menari-nari seperti orang gila, "Hahahaha, mampus kau Nakowi! Mampus kau Ochobot Technology! Makanya jangan berani melawan kami USF dan penguasa ASEAN negara kami Singapura." PM Shing Tu Ku tertawa terbahak-bahak sambil menepuk-nepuk dadanya. Dia terus menari riang dan gembira tanpa memperdulikan ajudannya yang berjaga di depan pintu.
***
Di Istana Kepresidenan Indonesia Pukul 02.00 WIB dini hari.
"Tuan presiden! Tuan, gawat tuan! Hah, hah, hah." Pramono terengah-engah, raut mukanya sangat panik memanggil-manggil presiden Nakowi.
"Ada apa, pak Pramono?" Presiden Nakowi sedang menandatangangani berkas-berkas RAPBN dan berkas pengajuan RUU di mejanya, matanya fokus ke bawah. "Coba katakan! Tenang, santai, tarik nafas, keluarkan. Jangan tarik nafas kentutkan, bahaya!"
Pramono mengikuti saran presiden Nakowi, lalu berkata, "Kabupaten Aceh Timur, terkena wabah aneh. Baru 4 kecamatan yang terkena. Bagaimana ini pak?"
"Kumpulkan para ahli terkait, untuk menyelidiki dan mengambil sampel virusnya. Kita harus bergerak cepat, jika tak mampu terpaksa kita gunakan kartu truf kita, panggil tuan Yosep dari bulan madunya. Ini situasi genting dan darurat, hubungi semua gubernur di semua kepulauam sumatera! Kita akan mengadakan rapat melalui teleconference."
"Tutup akses masuk dari dan ke kabupaten aceh timur, jangan sampai ada yang keluar satu orang pun dari sana. Bantuan logistik segera meluncur!" titah Presiden Nakowi.
***
Di pulau Biawak, pulau rahasia milik Jayus Pratama.
Yosep sudah bangun pagi, dan melakukan aktifitas biasanya, meski agak lucu berlari mengitari bibir pantai pulau dengan keadaan celana training menonjol, karena tiang tegaknya belum juga turun.
Karyawan yang sedang membersihkan sampah-sampah di bibir pantai dan do bawah pohon kelapa hanya bisa dibuat tertawa terbahak-bahak melihat keadaan Yosep.
"Kasihan itu tiang, sudah masuk empat gua juga. Masih haus saja tuh tiang, hahahaha!" ledek Kirmin kepala bersih-bersih pulau biawak.
__ADS_1
"Ya, euy. Kasihan pak big bos tiangnya belum R.I.P.(Rest In Peace). Lebih kasihan lagi non Rany, non Ziva, non Ryuna, sama non Zahra, tadi aku lihat jalannya sambil megang bagian bawah pusar dan meringis kesakitan, hahahaha," timpal Zori wakil kepala bersih-bersih.
"Hei bapak-bapak, pagi-pagi sudah gosip saja. Ikut donk! Aku penasaran dengan obat kuat pak big bos, pakai apa ya sampai tiangnya tegak lama begitu?" imbuh Soring karyawan bersih-bersih. "Aku juga mau, biar istriku meronta-ronta diranjang, aaargh! Aaargh! Aaargh! Kaya kemasukan jin macan. Saha eta, aing macaan! Aaaargh!"
Bletak!
Bletak!
Bletak!
Yosep telinganya sangat sensitif, tiba-tiba muncul di belakang mereka bertiga dan memukul kepala mereka. "Oh jadi kerjaan kalian cuma gosip ya! Awas saja, saya akan adukan pada papah Jayus, hmph!" Yosep pura-pura marah dengan membuang muka, sebenarnya ia ingin mengerjai mereka bertiga.
"Jangan pak big bos! Jangan adukan kami bertiga! Kami rela melakuakan apapun," pinta Kirmin memelas. "Ya kan Zor! Sor!"
"Ya pak big bos kami berjanji!" timpal mereka berdua serentak.
"Baiklah, saya tidak akan memberitahukannya pada papah Jayus. Dan kalian bertiga aku liburkan khusus 3 hari ini." Yosep menyeringai licik dan memberikan 3 butir pil berwarna coklat. "Asal kalian minum pil baru ciptaanku, pil kuda bertanduk. Sekarang telanlah di depan saya!"
Gluk!
Mereka bertiga tanpa pikir panjang, langsung menelan pil coklat itu. Lima menit kemudian tubuh mereka terasa panas, "Pak big bos kami izin pamit, ingin pulang ke paviliun kami!" pinta Kirmin.
"Ya!"
Mereka bertiga segera berlari cepat menuju paviliun masing-masing, dan langsung mengajak istri masing-masing mantap-mantap. "Mampus kalian! Hahahaha, selama tiga hari tiga mala nafsu birahi kalian akan terus memuncak. Tiangnya akan tegak terus, dan istri kalian akan dibuat merana, hahahaha!" ucap Yosep memegangi perutnya, ia terus tertaw terbahak-bahak.
__ADS_1
Yosep akhirnya pulang ke mansion miliknya, dengan keadaan tiang masih tegak. Yosep melihat tim ZZRR sedang memasak tapi ia pura-pura tak melihatnya sambil bersiul, takut ia ingin bermantap-mantap lagi di dapur.