SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 279


__ADS_3

Kondisi sudah malam pukul 22.00 WI, Yosep kembali mengeluarkan belati kalamurka, untuk membunuh satu persatu tentara yang berjaga di seluruh kawasan pangkalan militer.


Yosep bergerak tanpa suara, di depan ada dua penjaga secepat kilat Yosep bergerak dan menusuk leher kedua penjaga lalu menyeret mayatnya untuk disembunyikan agar tidak ketahuan oleh penjaga yang lain.


Yosep mengedarkan pandangan menggunakan reinka aksa untuk mencari keberadaan Del Piero yang disekap di dalam markas. "Di sana ketemu!" gumam Yosep.


"Perketat penjagaan! Kita tak boleh sampai sandera hilang!" teriak Kapten Inzaghi melalui sambungan komunikasi radio.


"Dimengerti kapten!" balas serentak semua tentara yang berjaga melalui sambungan komunikasi radio.


"Ajian sirep megananda!" Yosep meniupkan mulutnya ke arah pangkalan militer, untuk membuat semua tentara tertidur pulas. "Kalau begini lebih baik. Saya tak harus membunuh mereka satu persatu, mereka hanya alat."


Yosep berjalan santai menuju ruangan dimana Del Piero disekap. Semua tentara di pangkalan militer Italia tertidur pulas, sampai-sampai mendengkur berjamaah.


Tentu saja Del Piero juga terkena ajian sirep megananda yang dilepaskan oleh Yosep. Belati kalamurka Yosep simpan ke inventori sistem, tubuh Del Piero Yosep angkat dan peluk lalu berlari secepat-cepatnya ke luar dari pangkalan militer italia, karena Yosep untuk sementara tidak bisa menggunakan jurus melipat langit.


Di wilayah udara Italia Tramatron sudah tiba, yang memimpin operasi kali ini adalah komandan Lontong, "Tuan muda kami sudah tiba!" Komandan Lontong menghubungi Yosep melalui jam tangan miliknya.


Proyeksi Komandan Lontong muncul di jam tangan, "Baik, segera eksekusi dan buktikan pada dunia bahwa kita punya kekuatan superpower!" titah Yosep.


"Dimengerti tuan muda!" Komandan Lontong mengangguk pelan lalu memutuskan sambungan komunikasi. "Semua unit bersiap menyerang!"


10 jet Andromeda meluncur dari Tramatron, ratusan kapal perang berada di laut mediterania bantuan dari Aliansi USF untuk Italia untuk menangkap Yosep. Pasukan Aliansi USF sudah keluar dari geladak kapal, dan mulai menyisir pantai Sorento.


Shua!


Boom!


Jet Andromeda dalam keadaan stealth menembakan misil ke salah satu kapal perang, ledakan terjadi setelah misil menghantam salah satu kapal perang. "Sial siapa yang menyerang? Kenapa tak ada gerakan yang terbaca di radar? Waspada segera luncurkam jet tempur!" titah Komandan Judau melalui sambungan komunikasi radio.


Dari pangkalan militer aliansi USF di Mesir, sepuluh jet tempur meluncur ke arah laut Mediterania. Jet tempur andromeda mulai melepaskan satu persatu misil untuk menghancurkan kapal perang milik aliansi USF dan Italia.


Shua!


Shua!

__ADS_1


Boom!


Siluet ledakan berwarna kuning begitu menyilaukan mata di permukaan laut. Sebelas kapal perang hancur luluh lantak dan terbakar hebat, "Waktunya aku beraksi, Komandan Lontong, siap meluncur!" ucap Komandan Lontong yang sudah memakai Ribons armor berwarna putih dengan dua roket booster berwarna merah di kiri dan kanan punggungnya, Ribons armor juga bersenjatakan dua pedang besar.


Swush!


Komandan Lontong terbang cepat ke arah pangakalan militer USF yang berada di Marsa Matruh. Kapal perang yang berada di dekat pantai Sorento menembak ke udara secara acak dan membabi buta, Komandan judau menganggap pesawat yang menghancurkan beberapa kapal perang aliansi USF menggunakan teknologi stealth tingkat tinggi.


Shua!


Shua!


Boom!


Jet Andromeda berhasil menghindari tembakan meriam dari sepuluh kapal perang dan menyerang balik menembakan sepuluh rudal. Lima belas kapal perang meledak, api berkobar membumbung tinggi di udara.


Komandan Lontong mendekati sepuluh jet tempur Sukhoi-35 yang mulai berpencar ke berbagai arah, "Mode stealth!" Ribons armor tak terlihat, Komandan Lontong bergerak cepat mengikuti salah satu jet Sukhoi-35 di belakangnya.


Teknologi stealth milik Ochobot City bukan saja membuat suatu benda tidak dapat terlihat dimata dan radar, tapi suaranya juga tidak dapat terdengar.


Slash!


Jdar!


Shua!


Syat!


Jdar!


Komandan Lontong yang masih berada didekat jet Sukhoi-35 yang meledak, segera menghunuskan kedua pedang besar miliknya dan bergerak cepat lalu menebas dua misil yang mengarah ke arahnya, dua misil itu meledak. Jet Sukhoi-35 yang menembakan misil sebelumnya mencoba kabur, tapi Komandan Lontong tidak membiarkannya, kedua pedang besar disatukan membentuk meriam besar lalu ditembakan ke arah jet Sukhoi-35.


Swush!


Boom!

__ADS_1


Komandan Lontong memutar ke arah kiri meriam laser itu dan berhasil menembak dua lagi jet Sukhoi-35, membuatnya hancur di udara. "Bagus, aku akan langsung hancurkan pangkalan militer USF di Mesir sekalian, biar para bandit yang mengaku bisa memberikan keadilan itu hancur," ucap Komandan Lontong menyeringai geram.


Mode stealth ribons armor sudah berakhir, ribons armor terlihat di radar dan tujuh pilot jet Sukhoi-35, "Kembali! Musuh terdeteksi, segera hancurkan!" titah Komandan Char di pangkalan militer USF di Marsa Matruh, Mesir.


Komandan Lontong sudah berada di atas wilayah udara pangkalan militer USF di Marsa Matruh, "Selamat tinggal, asta la vista baby!" Komandan Lontong menembakan meriam laser ke arah pangkalan militer, laser besar langsung menghantam pangkalan militer.


Swush!


Boom!


Pangkalan militer USF di Marsa Matruh, hancur luluh lantak rata dengan tanah, tak ada lagi kehidupan disana. "Tuan muda, aku sudah menghancurkan pangkalan militer USF di Marsa Matruh," lapor Komandan Lontong melalui jam tangan Ochobot City.


"Hancurkan juga pangkalan militer Mesir di Alexandria. Setelah ini tangkap presiden Zayd Al-Malik, dan restorasi ulang Mesir," titah Yosep melalui jam tangan Ochobot City.


"Dimengerti tuan muda!" balas Komandan Lontong melalui jam tangan Ochobot City, lalu mematikannya, Komandan Lontong segera melesat ke arah Alexandria menuju pangkalan militer USF di sana.


"Sial pangkalan militer kita hancur di Marsa Matruh!" Komandan Judau memukul meja di depannya. "Habisi jet-jet tempur itu!"


Shua!


Boom!


Jet Andromeda terus bermanuver dan menembakan misil ke kapal perang yang beradai di tepi pantai Sorento. Kapal perang membalas dengan menembakan rudal kendali jarak jauh, delapan jet Andromeda tertembak jatuh dan meledak di udara. Tramatron kembali meluncurkan sepuluh Jet Andromeda.


Swush!


Shua!


Jet Andromeda yang baru meluncur kembali menggunakan mode stealth, sepuluh Jet Andromeda hilang dari pandangan. "Komandan sepuluh jet menyerang lagi, tapi sekarang sudah menghilang di radar," lapor Kapten Ferquise.


"Waspada, bidik dua jet Andromeda yang terlihat. Gunakan gatling gun anti misil untuk menghalau serangan mereka," titah Komandan Judau. "Perang ini membuatku marah, padahal kapal perang kita banyak. Harusnya kita sudah berhasil menangkap keparat itu!"


Kapal perang yang berukuran besar kembali menembakan dua rudal kendali ke arah dua jet Andromeda dan berhasil menembaknya jatuh.


Shua!

__ADS_1


Boom!


"Lapor Komandan! Sepuluh Jet Andromeda telah berhasil di tembak jatuh, tapi semua pilot selamat. Bagaimana langkah selanjutnya?" tanya Kapten Zidane di dalam Tramatron.


__ADS_2