SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 168


__ADS_3

Yosep meminjam laptop Haryo dan mulai berselancar ria mencari informasi keluarga Suharso dengan meretas data pusat pemerintah Surabaya. Alangkah tercengangnya Yosep ketika ia melihat foto Trisnawati ternyata orang yang ia temui pagi ini. Yosep jugalah yang menolong Arya putra dari Trisnawati dan cucu dari Suharso.


"Sial! Seharusnya saya biarkan saja anaknya mati ditabrak mobil tadi pagi," umpat Yosep sambil menggebrak meja, raut mukanya memerah penuh kebencian.


Brak!


Yosep keluar dari ruangan tanpa bicara sepatah kata apapun pada semua karyawan, dan tak ada satu pun karyawan yang bertanya karena raut muka Yosep yang sedang marah, meskipun tampan tapi menakutkan juga.


Brak!


"Kenapa dengan pak big bos?" tanya Asmarini.


"Entah, padahal tadi pagi baik-baik saja. Mungkin habis di marahin sama calon istrinya lewat telfon," jawab Cantika.


"Ah tidak mungkin. Gosip yang kami dengar tentang keempat calon istri pak big bos itu sangat lembut dan penurut. Mana berani memarahi pak big bos yang maha tampan itu," sela Karni.


Yosep sampai dipinggir jalan raya dan matanya berkeliling mencari taksi bluebird. Yosep menemukan salah satu mobil taksi berwarna biru berjalan ke arahnya, dan melambaikan tangan. Taksi itu berhenti di depan Yosep dan ia langsung membukakan pintu untuk masuk ke dalam mobil taksi, "pak ke alamat ini!" titah Yosep sambil memperlihatkan alamat kediaman Suharso dari smartphone miliknya.


"Baik mas!" Sopir taksi tersenyum ramah pada Yosep, lalu melajukan mobilnya ke arah kediaman keluarga Suharso.


___


___


___


Taksi yang ditumpabgi Yosep sampai di pintu gerbang Mansion Suharso, ada 4 penjaga berbaju setelan jas hitam yang menjaga pintu gerbang. Tanpa basa-basi Yosep langsung menendang pintu gerbang hingga membuatnya roboh dan menimpa keempat penjaga.


Bang!

__ADS_1


Suara pintu gerbang terdengar sampai ke dalam mansion, Trisnawati yang baru kembali menjemput Arya dari sekolahnya membulatkan mata. "Apa yang terjadi paman Cipto?" tanya Trisna.


"Tidak tahu nona muda, saya akan melihatnya!" jawab Cipto lalu berjalan keluar ke arah pintu utama.


Di luar mansion Yosep sudah di kepung puluhan penjaga membawa senjata AK-47 dan menembaki Yosep bertubi-tubi.


Tang!


Tang!


Peluru yang mengenai tubuh Yosep, tak ada satu pun yang mampu menembus kulit Yosep yang sudah menggunakan jurus cakram visnu. Peluru itu menggunung di permukaan tanah, Yosep mengambil 10 butir proyektil dan meniupnya.


Shua!


Jleb!


10 proyektil mengenai dahi 10 penjaga dan langsung tewas seketika. Penjaga yang lain langsung pucat pasi wajahnya, celananya basah oleh cairan dari dalam burung yang mengalir deras. "D-dia itu siap-pa? Apakah dia pu-punya ilmu ke-kebal?" tanya salah satu penjaga dengan terbata-bata.


"Sialan! Siapa yang berani berbuat onar di mansion Suharso," teriak Trisna. "Paman! Jaga Arya, biar aku yang akan menghajar pemuda sialan itu!"


Cipto membawa Arya ke lantai 2 mansion, Trisna membawa senjata andalannya dua trisula yang sudah diberi racun. Trisna juga menyelipkan dua pistol magnum di dalam paha kiri dan kanannya.


Trisna melesat cepat keluar dari dalam mansion, Yosep sudah melumpuhkan semua penjaga mansion.


"Cuih! Jadi kau yang bernama Trisnawati Suharso. Hari ini namamu akan terukir dalam batu nisan!" ucap Yosep dengan berteriak dan meludah ke tanah. "Saya membuat ayahmu dan kakakmu menjadi gila supaya, keluarga kalian sadar jangan pernah mengusik bisnis Yosep Firmansyah. Kalau mau bersaing dengan cara yang sehat, bukan mengirimkan puluhan ribu makhluk halus ke gedung rumah sakit milikku."


"Jangan bermimpi dan jangan banyak alasan! Hyaa!" Trisna melesat menghunuskan kedua trisula miliknya ke arah Yosep. Tubuh Yosep menghilang dari pandangan, muncul di belakang Trisna dan langsung berbalik menyerang Yosep.


Tusukan Trisna tak ada satu pun yang berhasil mengenai seujung rambut Yosep. "Bau ini racun, bodoh saya ini sudah kebal terhadap segal racun," batin Yosep lalu menangkap salah satu trisula Trisna dan meremasnya menjadi bola besi.

__ADS_1


"Kau sudah membuat ketiga orang yang aku cintai meninggal, aku pastikan kau akan mati!" Trisna melempar cepat trisula miliknya dan berhasil ditangkap oleh Yosep. "Tidak mungkin?!"


"Seharusnya saya biarkan anakmu mati tadi pagi. Dasar tak tahu balas budi, hari ini saya pastikan keluarga Suharso akan dihapuskan dari Surabaya!" teriak Yosep langsung melesat cepat dan mencengkram leher Trisna. "Matilah!"


"Ampuni k-k-kami!"


"Sudah terlambat!" Yosep memutuskan leher Trisnawati dan menghilangkan dengan jurus melipat bumi. Yosep juga tanpa belas kasihan menghilangkan semua anggota keluarga Suharso tak tersisa termasuk Arya.


Krak!


___


___


___


Yosep sudah memindahkan semua aset keluarga Suharso menjadi bagian dari Raimu Group sebagai kompensasi atas kerugian rumah sakit dan kafe serta bukti berbagai kejahatan keluarga Suharso Yosep berikan pada polisi. Yosep tak ingin lagi ada balas dendam di masa depan, hingga menghilangkan semua anggota keluarga Suharso ke samudra Hindia.


"Pak Haryo, maaf jika saya marah tadi pagi dan membanting pintu, saya hanya kesal, emosi dengan dalang yang sering merusak kafe kita. Tapi Syukurlah saya sudah menyelesaikannya, saya jamin tidak ada lagi yang berani mengganggu lagi," ucap Yosep.


"Tidak apa-apa pak big bos say mengerti. Lalu ... pelakunya siapa pak big bos?" tanya Haryo.


"Trisnawati Suharso dari keluarga Suharso, ayah dan kakaknya dulu telah mencelakai rumah sakit Budi Asih Technology dengan mengirimkan dukun agar rumah sakitnya bangkrut. Lalu saya balikan santet dan guna-gunanya, mereka tidak terima. Mereka memberi saya kue yang sudah dibero racun agar saya mati, dan saya juga memberikan mereka pil dalam teh mereka agar mereka gila. Saya selamat dari racunnya dan mereka gila," jawab Yosep.


"Mereka benar-benar keluarga yang sangat kejam," ucap Haryo dengan raut muka geram. "Lalu Trisna itu orangnya bagaimana pak big bos? Saya ingat ada wanita sangat cantik dan seksi, sering makan di ruang VVIP dan sering bertanya tentang anda."


Yosep memberikan foto Trisna di laptop Haryo, data tentang keluarga Suharso masih tersimpan rapi di laptop Haryo. "Ini orangnya!"


"Ya, ini orang yang selalu bertanya temtang pemilik kafe ini, saya hanya menjawab nama pak big bos. Terus esok harinya para preman merusak fasilitas kafe dan terus belanjut," balas Haryo sambil menunjuk foto Trisna di laptop miliknya.

__ADS_1


"Lain kali rahasiakan identitas saya, walaupun itu nama saya. Karena banyak orang yang iri menggulingkan bisnis saya, ok pak!" pinta Yosep.


"Ya pak big bos! Siap!" balas Haryo.


__ADS_2