
Kondisi malam hari semilir angin di pulau Biawak ditemani cahaya rembulan. Yosep sedang membuka laptopnya, secangkir kopi dihidangkan di atas meja oleh Ziva dan duduk disamping Yosep.
Zahra, Rany, dan Ryuna sedang membakar barbeque, semenjak sering bermantap-mantap nafsu makan makan mereka bertiga meningkat. Tentu saja yang sering uring-uringan Ziva, disaat ia ingin Yosep selalu sibuk mengurusi pekerjaannya.
"Sudah selesai belum mas?" Ziva mengerucutkan bibirnya.
"Sudah sayang, ini tinggal satu proposal lagi. Mas ingin pabrik pupuk alkimia akan dibuka diseluruh cabang Uni Asian. Raiden tadi telepon dan mengatakan jika Indonesia yang akan menjadi ketua Uni Asian. Sementara ini total anggotanya 14 negara dengan negara baru yang akan mas bangun jadi 15 negara." Yosep mengelus rambut Ziva dengan lembut.
"Ya kalau sudah ayu ke kamar, Ziva mau tau!" Ziva masih mengerucutkan bibirnya, matanya berkedip cepat. "Gendong!"
"Ya." Yosep menggendong Ziva ala bridal style ke kamarnya.
Dalam kamar dengan nafsu yang memuncak, desiran darah sampai di ubun-ubun, Ziva menciumi leher Yosep dengan sangat ganas.
"Wow, wow, wow, pelan-pelan sayang. Tenang saja mas gak akan kemana." Yosep mencium lembut ubun-ubun Ziva.
Kedua tangan Ziva bergerilya di tubuh Yosep melucuti, kaos oblong putih dan juga sarung yang dipakai Yosep. Tiang tegaknya menjulang bak menara sutet, Ziva mencium tiang tegak Yosep bagai harimau yang lahap memakan mangsanya.
"Gila, benar-benar gila." batin Yosep mata Yosep terpejam dan terbuka terus menerus menikmati serang Ziva.
Desiran darah di ubun-ubun Yosep mencapai puncaknya, Yosep melucuti baju Ziva dengan cepat. Tiang tegaknya ia masukan ke dalam gua merah muda milik Ziva dalam keadaan berdiri membelakangi Yosep.
Ziva mengerang dan menjerit kuat, sampai terdengar keluar mansion. Rany, Ziva, dan Zahra yang mendengarnya terkekeh menutup mulutnya, mereka bertiga dengan santainya menikmati steak bakar yang mereka buat. "Ayo kita berlomba, siapa yang hamil duluan dia yang menang dan yang kalah harus memberi yang menang uang 100 juta/orang. Bagaimana?" tantang Ryuna.
"Setuju!" timpal Rany
"Aku juga setuju! Nanti kita bicarakan dengan sister Ziva!" timpal Zahra.
Peluh di seluruh badan Ziva yang molek dan seksi mengalir deras. Mulutnya tak berhenti mengerang dan meracau, Ziva sudah final 3 kali dalam 30 menit. Tapi tubuhnya terus menggeliat minta tambah terus, tiang tegak Yosep sudah basah oleh cairan kental putih yang disemburkan dari gua merah muda milik Ziva.
Boom!
__ADS_1
Yosep final, tubuhnya bergetar diikuti Ziva final keempat kalinya, gua merah muda banjir oleh cairan kental putih yang ditembakan oleh tiang tegak Yosep. Tubuh Ziva di dorong keras ke tempat tidur super size di kamar mansion milik Yosep.
Yosep dengan ganas menciumi seluruh sudut tubuh Ziva hingga membuat tubuhnya basah oleh cairan kental dari mulut Yosep.
Tubuh Ziva menegang kembali, tonjolan gunung kembarnya menegang dengan buah gunung kembar yang mengeras. Tiang tegak Yosep kembali menegak tinggi lalu dimasukannya ke dalam gua merah muda milik Ziva.
Kedua kaki Ziva diangkat ke bahu Yosep, kedua tangan Yosep meremas keras gunubg kembar Ziva, sambil tiang tegaknya di maju-mundurkan secara cepat.
Ziva semakin menikmati permainan Yosep, dalam 30 menit tiga kali berturut-turut Ziva final sampai 4 kali. Tubuhnya dibasahi peluh yang mengalir deras.
Boom!
Yosep kembali mengeluarkan cairan kental putihnya di dalam gua merah muda milik Ziva. Keduanya bernafas dengan memburu, lalu merebahkan tubuhnya diatas tubuh Ziva. Yosep memeluk erat tubuh Ziva dan menciumnya dan berkata, "I love you so much, sayang!"
Yosep berguling dan merebahkan tubuhnya disamping tubuh Ziva. Lalu menyelimuti Ziva yang kelelahan dan sudah memejamkan mata. Rany, Zahra, dan Ryuna sudah selesai makan masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
Melihat Yosep tanpa sehelai benang pun mereka bertiga langsung menciumi tubuh Yosep. Dan pergumulan itu berlanjut sampai jam 3 pagi, Yosep melawan Ryuna, Zahra, dan Rany.
***
"Bedebah! Ochobot City berani membuat negara persatuan Uni Asian. Banyak negara yang masuk Uni Asian memutuskan kerjasama perdagangan dengan negaraku!" sungut Presiden Nyot Suzu berapi-api.
"Ya, benar-benar kurang ajar! Mereka juga mulai membidik negara-negara di timur tengah dan benua Afrika!" Presiden Abu Varawan menggebrak meja. "Semua saham perusahaan minyak mereka borong dengan harga tinggi!"
"Bunuh saja pemimpin Ochobit City. Undang dia ke gedung PBB, kita jadikan dia penerima nobel penghargaan. Lalu racuni dia!" usul Presiden Donald Duck.
"Ide bodoh! Apa kamu tidak tahu jika Yosep itu kebal racun dan kebal senjata. Makanya jadi orang itu harus punya informasi dan mata-mata yang hebat." Presiden Jasoph Checkmate memberikan data tentang Yosep yang diracuni oleh salah satu keluarga kaya di Surabaya dan yang meracuninya malah berakhir gila.
Presiden Donald Duck hanya menganggukan kepalanya berkali-kali. Rapat di dalam bunker rahasia tak menemukan solusi untuk menghabisi Yosep. Sembilan presiden anggota USF stres dan depresi.
"Bagaimana kalau kita sihir saja Yosep?" usul PM Inggris Kone Di Blangbir. "Kita kumpulkan seluruh dukun sihir yang ada diseluruh dunia untuk membunuh Yosep dengan sihir, siapa tahu berhasil."
__ADS_1
"Boleh, lanjutkan!"
"Setuju!"
"Hancurkan!"
"Bantai!"
"Musnahkan!"
"Bumihanguskan!"
Mereka bersembilan setuju untuk menyewa dukun paling sakti di berbagai dunia. "Mampus kau Yosep bersama Ocbobot City milikmu," batin Presiden Donald Duck menyeringai licik.
***
Di gedung Raimu Group Cirebon.
Seluruh direktur dan General Manager berkumpul di ruangan meeting akbar jajaran direksi perusahaan dibawah naungan Raimu Group.
"Selamat pagi semua!" sapa Yosep dengan tersenyum ramah, memakai setelan jas merah dan dasi merah. "Maaf jika saya mengumpulkan bapak-bapak dan ibu semuanya disini. Ada keadaan darurat, kita akan ekspansi cabang perusahaan ke 14 negara Uni Asian. Teman-teman sudah melihat berita kemarin bukan? Indonesia di daulat menjadi pemimpin negara Uni Asian."
"Ya pak big bos kami sudah melihatnya." Seluruh jajaran direksi membalas pernyataan Yosep serentak.
"Kurang satu tahun kita sudah merajai semua bisnis di Indonesia, mulai dari properti, pembangunan, kesehatan, kecantikan, logistik, dan juga pupuk. Saya ucapkan terima kasih untuk teman-teman yang sudah bekerja keras," puji Yosep dengan bertepuk tangan.
Prok!
Prok!
Semua jajaran direksi juga bertepuk tangan dengan riangnya dan membalas serentak. "Terima kasih pak big bos!"
__ADS_1
"Selain bonus mobil, uang, rumah dan berbagai fasilitas lainnya yang sedang dikirim ke rumah teman-teman masing-masing. Ada kabar kurang mengenakan untuk nona Devi yang harus digantikan kedudukannya dari direktur Dharmayu Supermall menjadi CEO Raimu Building. Dan akan digantikan oleh pak Bondan yang menjabat wakil direktur Raimu CRC sekarang menjadi direktur Dharmayu Supermall," jelas Yosep.