
Keesokan pagi di VJC 01.
Yosep melakukan aktivitas rutin seperti biasa. Pesawat jet pribadi OT sudah mendarat di bandara Kertajati Majalengka, Yosep, Tarung, dan Gweny pagi ini bertolak ke turki untuk meminta restu pada keluarga Silk di Istanbul Turki.
"Ayo bro, kita harus bergegas!" ajak Yosep. "Gweny mana?"
"Sedang menuju bandara di hantar nona Zahra, kan semalam menginap di sana," jawab Tarung. Mereka berdua pergi di hantar oleh Kirno menggunakan mobil Lambhorgini Veneno Roadster andalan Yosep.
___
___
___
Di dalam pesawat jet pibadi OT.
Gweny mukanya cemberut, membuat Tarung bingung. "Maaf sayang, kenapa cemberut terus? Apa saya berbuat salah? tanya Tarung.
"Tidak, mas tidak salah. Tapi ...," ucap Gweny lalu terdiam beberapa saat, susah untuk mengungkapkan kejujuran pada Tarung.
"Tapi apa?" tanya Tarung.
"Sejujurnya Gweny tak ingin pulang ke turki, Gweny hanya ingin kawin lari saja." Cairan bening keluar dari kelopak mata Gweny, wajahnya ia hadapkan ke kaca jendela pesawat dan tak sanggup menatap Tarung. "Maafkan Gweny mas."
"Nona Gweny! Sebaiknya kita bicarakan baik-baik, apa permaslahannya. Maaf jika saya menyela dan kurang sopan. Saya yakin setiap masalah pasti ada solusinya," sela Yosep.
"Ya Sayang, mas janji akan bantu sebisa mungkin dan semaksimal mungkin. Percayalah!" Tarung membelai rambut Gweny dengan lembut untuk menenangkan pikirannya. "Katakanlah!"
"Keluarga Silk berhutang pada keluarga Gurucev keluarga terkaya nomor 1 di Istanbul 100 juta lira. Sebagai kompensasi aku telah dijodohkan dengan Santo Gurucev, putra pertama keluarga Gurucev."
"Namun setelah Gweny buta mereka memutuskan perjodohan dan meminta pengembalian uang 100 juta lira, jika melebihi tenggat waktu pembayaran semua aset keluarga Silk akan disita. Dan keluarga Gurucev meminta pengembaliannya 200 juta lira."
__ADS_1
"Sekarang Gweny telah sembuh, keluarga Silk pasti menjadikan Gweny sebagai ganti pembayaran hutang pada keluarga Gurucev. Gweny bingung harus berbuat apa?" jelas Gweny dengan kelopak mata dibanjiri cairan bening.
Tarung yang mendengarnya juga ikut bingung, uang 200 juta lira bukan uang uang sedikit, "Tenang saja bro! Nona Gweny! Jangankan 200 juta lira 1 milyar lira juga saya akan bayarin, bila perlu saya hancurkan keluarga Gurucev, jika berani menyentuh seujung rambut pun nona Gweny," ucap Yosep sorot matanya tajam.
Hati Gweny tenang mendengar pernyataan Yosep. Gweny sudah sangat mengetahui seluk beluk Yosep, banyak saham yang dimilikinya dan kekayaan yang tidak terbatas, setelah melihat kebenarannya, hati Gweny semakin teguh.
"Terima kasih tuan dokter!"
Terima kasih tuan!"
Mereka berdua berlutut di kedua kaki Yosep, Gweny memegang kaki kiri dan Tarung memegang kaki kanan. "Sudah jangan seperti ini, tak baik. Bro, anda adalah saudara angkat saya sepatutnya saya memberikan yang terbaik buat anda. Dan nona Gweny adalah calon istri anda bro, sekaligus akan menjadi saudari ipar saya," Yosep mengangkat keduanya untuk berdiri. "Sudah jangan bersedih lagi, saya akan melakukan sesuatu untuk nkna Gweny dan Bro Tarung."
___
___
___
Pesawat jet pribadi OT sampai di bandara Internasional Istanbul Turki.
Yosep menaiki taksi, menggunakan setelan jas hitam andalannya. Sangat tampan dan gagah kharismanya sangat mendominasi. "Pak ke kantor Gurucev Group!" pinta Yosep.
"Baik tuan!" balas sopir taksi, lalu mengemudikan mobilnya ke arah kantor Gurucev Group yang berada di pusat kota Istanbul.
Yosep sudah mendapat informasi tentang semua keluarga Gurucev dari Gweny, jadi Yosep akan gampang bernegosiasi dengan Yzir Gurucev kepala keluarga Gurucev.
___
___
___
__ADS_1
Yosep sampai di depan gedung Gurucev Group. Gedung paling tinggi di Istanbul dengan 100 lantai, di ujung atas gedung bertuliskan Gurucev Group dengan warna emas, dan kaca gedung berwarna hitam transparan.
"Permisi pak, saya ingin bertemu dengan tuan Yzir Gurucev, bisa?" tanya Yosep pada salah satu penjaga keamanan yang berjaga di pintu lobi utama.
"Maaf tuan apakah anda sudah ada janji temu dengan beliau?" penjaga kemanan malah bertanya balik dengan tatapan sinis. Dia tak percaya Yosep adalah pengusaha yang berkelas seperti tuan mereka Yzir Gurucev, karena Yosep masih sangat muda meskipun ia sudah memakai setelan jas andalannya. "Jika belum, sebaiknya tuan pergi dari sini. Gedung ini tidak diperuntukan untuk pengusaha bau kencur seperti tuan!"
"Baiklah, jika anda tidak mengizinkan, saya bisa membuat perusahaan ini merugi 1 milyar lira sekarang," ancam Yosep matanya menyeringai licik.
"Jangan sok anak muda, kau ini hanya bau kencur bisa apa?" ketus penjaga yang lain.
"Ya dia pikir Gurucev group perusahaan kaleng-kaleng, hahaha," timpal Resepsionis wanita mengejek Yosep.
Yosep mengambil Smartphone miliknya, dan mulai mengotak atik, untuk mengirimkan virus rajahtava andalannya. Semua komputer di gedung Gurucev Group meledak, bukan hanya itu semua instalasi listrik mati total, sumber listriknya juga ikut meledak.
Boom!
"Aaaa! Tolong! Tolong!"
Semua karyawan berteriak dan turun berduyun-duyun dari tangga karena panik, liftnya juga tidak bisa digunakan karena mati listrik. Keempat penjaga keamanan dan resepsionis histeris, ternyata ucapan Yosep bukan isapan jempol belaka.
Dalam waktu 5 menit Gurucev Group merugi 300 juta lira dan terus bertambah. "Hahahaha, dasar karyawan bodoh. Kalau mau sombong lihat dahulu siapa yahg disombongi, bobrok!" Yosep tertawa jahat dan mengumpat di lantai dasar gedung.
"Ada apa ini?" tanya Yzir di ruangannya yang lampunya mati, ekspresi wajahnya kebingungan. Semu mitra dagang dan koleganya menuntut ganti rugi atas transaksi mereka. Keluarga Gurucev benar-benar di ambang kehancuran.
"Ayah apa yang terjadi, semua komputer dan laptop meledak yang terhubung pada server pusat gedung? Listrik juga mati, apa yang harus kita lakukan ayah?"
Santo Gurucev mukanya panik dan terduduk lemas, begitu pula Yzir Gurucev, wajahnya pucat pasi, tidak ada lagi semangat hidup terpancar dari wajahnya . Semua ini kesalahan penjaga keamanan, padahal Yosep hanya ingin membeli saham Gurucev Group, tapi malah mendapat penghinaan.
"Mampus kalian semua! Siapa suruh menolak dan menghinaku!" batin Yosep menyeringai licik.
Berita gedung Gurucev Group meledak, tersiar di semua televisi nasional Turki. Sechmir Silk yang sedang duduk melihat televisi di kamarnya bersama Glucen Silk, terkejut. Mata mereka berdua membulat, mereka berdua sudah mengkalkulasi kerugian Gurucev Group ditaksir sampai 2 milyar lira.
__ADS_1
"Akhirnya penderitaan kita selesai, kita sudah tidak ada ikatan lagi dengan keluarg jahanam itu. Mereka akan bangkrut, ya kan mah?" Sechmir melirik Glucen.
"Ya pah. Tapi bagaimana kabar Gweny, apakah operasinya berhasil?" tanya Glucen dengan raut muka panik dan khawatir.