
"Terima kasih om pahlawan!" ucap serentak 30 anak panti yang baru keluar dari kamar.
"Sama-sama sayang, ayo silahkan di makan ayam gorengnya!" seru Yosep. "Kalau ayamnya tidak enak, om akan kasih kalian semua, hadiah apapun yang kalian mau, om janji!"
"Sungguh om pahlawan?" tanya Rika polos. "Kalau ayamnya enak atau enak banget dapat hadiah juga?"
"Ya ... hmmm ... dapat hadiah juga hehehe," jawab Yosep sambil tertawa ringan.
"Horee! kita dapat hadiah dari om pahlawan!"
Semua anak-anak bergembira ria, "sudah, sudah sayang, ayo cepat dimakan ayam gorengnya. Berbaris yang rapi, ambil piringnya lalu duduk di meja makan masing-masing, nanti kita makannya bersama-sama. Ingat! Sebelum makan kita harus ...." titah Sylvia.
"Berdoa, miss Sylvia!" balas semua anak panti serentak.
40 anak panti berbaris rapi, mereka mengambil piring satu persatu, dan mengambil ayam goreng buatan Yosep. Ada yang mengambil 4 sampai 5 potong dalam satu piring, lalu duduk di meja makan masing-masing yang berada di ruang makan panti.
Anak panti makan ayam goreng buatan Yosep sangat lahap, dari warna dan bentuknya saja sudah menggoda. Ketika anak-anak mengunyah pertama kali seperti melayang di surga.
"Om pahlawan! Ayam gorengnya enak banget!"
"Lezat sekali, om pahlawan!"
"Rasa ayam goreng yang biasa miss Sylvia beli, kalah enak dibanding buatan om pahlawan!"
Banyak pujian yang terus terucap pada ayam goreng buatan Yosep dan membuat Yosep bahagia. Kebahagiaan bisa saling berbagi kelebihan harta dan kelebihan kemampuan.
"Syukurlah, kalian semua menyukai masakan ayam goreng om. Setelah makan kalian tidur ya, jangan lupa berdoa! Besok kan sekolah," ucap Yosep dengan bibir melengkung membentuk senyuman.
"Ya om pahlawan!"
Mereka akhirnya selesai makan, dan kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Yosep membantu Sylvia dan mak Ijah beres-beres sampai mencuci piring tapi dicegah oleh Sylvia, "mas jangan, biar Sylvia dan mak Ijah saja. Mas Yosep disini kan tamu, masa tamu ikut beres-beres!"
__ADS_1
"Tidak apa-apa woles saja, ok. Tidak usah terlalu tegang kalau sama saya, nanti cepat meradang dan akhirnya kejengkang, hehehe," bantah Yosep lalu mencuci tumpukan piring itu sendirian dengan cepat.
___
___
___
Yosep duduk di ruang tamu panti, ditemani mang Caswi yang berjaga malam. Sambil menyeruput kopi, Yosep bertanya banyak hal pada mang Caswi, tentang yayasan yatim piatu Al-Madani yang diisi anak-anak umur 5-8 tahun dan sudah bersekolah TK serta kelas 1-2 SD.
Mang Caswi juga bercerita tentang kondisi panti yang kekurangan uang dan harus membayar uang sewa tahunan esok hari. Jika tidak semuanya akan diusir oleh juragan Sastro pemilik bangunan ini.
Yosep mendengar cerita mang Caswi meneteskan cairan bening dari sudut kelopak matanya. Sylvia tidak ingin merepotkan Yosep dan sangat malu ingin meminta donasi padanya. Sylvia mendengarkan pembicaraan Yosep dan mang Caswi, dari balik dinding kamarnya yang bersebelahan dengan ruang tamu.
"Pak boleh hantarkan saya ke atm bank Abc dekat lampu merah Karangampel?" pinta Yosep.
"Maaf mas Yosep, bukannya mamang Caswi menolak tapi mamang tidak bisa naik mobil apalagi naik motor. Nanti mamang panggilkan non Sylvia."
___
___
___
Yosep dan Sylvia sampai di mesin atm bank abc, dekat lampu merah Karangampel. "Miss, tolong miss Sylvia saja yang melakukan penarikan uang. Saya menjaga di luar pintu, takut ada perampok yang siap menyergap," pinta Yosep yang bersiaga di depan pintu lalu memberikan kartu SVIP miliknya pada Sylvia.
"Tapi mas, aku ini orang yang baru dikenal mas Yosep. Memangnya mas Yosep tidak takut, aku mencuri kartu atm mas, dan menggasak habis isinya," tolak Sylvia.
"Ya silahkan saja kalau miss Sylvia mampu menghabiskannya, lihatlah!"
Yosep dan Sylvia masuk ke kotak mesin atm, Yosep memasukan kartunya lalu memasukan pin sangat cepat supaya Sylvia tidak melihat. Lalu memilih menu cek saldo dan hanya tertera tulisan tanda Φ (tidak terbatas, maaf di hp author tanda infinity tidak ada hehehe).
__ADS_1
Jantung Sylvia rasanya mau copot, baru kali ini ia melihat isi saldo rekening bertuliskan tanda tidak terbatas. "Benar kata kamu mas, lalu apakah proses penarikannya seperti mekanisme kartu atm lain? Dan berapa yang harus aku tarik?" tanya Sylvia dengan membulatkan mata.
"Tidak, hanya sekali masukan kode pin, bisa tarik tunai berkali-kali. Tarik sampai uang di dalam mesin atm ini habis," jawab Yosep yang sudah berada di luar pintu, hanya memasukan kepalanya saja.
"Hah?! Sampai uang di mesin atm ini habis?!" ucap Sylvia dengan membulatkan mata lebih lebar, sampai-sampai bola matanya mau copot dan mukanya di zoom. "Terus, uang sebanyak itu mau dibawa pakai apa?"
"Tenang, saya tadi meminjam 4 karung kosong dari mang Caswi, ini!"
Yosep memberikan 4 karung kosong pada Sylvia, Yosep berjaga di depan pintu dan Sylvia mulai menarik uang dari mesin atm. Kartu SVIP Yosep hanya mampu menarik dari mesin atm maksimal 100 juta/transaksi. Mesin atm itu baru saja di isi uang 2 milyar siang tadi, 1 milyar pecahan 50.000 dan 1 milyar pecahan 100.000. Mesin atm yang Sylvia gunakan, dari siang hari, belum ada yang melakukan tarik tunai.
___
___
___
Sylvia terlihat lelah, setelah satu jam berjibaku memasukan uang 2 milyar ke dalam 4 karung sedang berukuran isi 50 kg. Yosep mengikat empat karung berisi uang, lalu memasukannya ke bagasi mobil bagian belakang.
"Mas kamu itu, maaf kayak orang gak waras. Mengambil uang sebanyak itu malam-malam begini, sampai mesin atmnya kamu kuras habis. Memangnya buat apa mas?" tanya Sylvia.
"Buat donasi untuk anak-anak," jawab Yosep.
"Apa?! Uang sebanyak itu?!" tapi mas ...," ucap Sylvia dengan membulatkan mata diakhiri kata-katanya yang terpotong oleh bantahan Yosep.
"Ah, sudahlah. Miss Sylvia ini dari tadi sore, tapi, tapi, tapi, terus. Kebanyakan makan es tape ya miss Sylvia, pret!"
Yosep segera melajukan mobil ke arah panti, yang cukup dekat hanya 1 km dari lampu merah karangampel.
Mobil yang dikemudikan Yosep sampai di halaman panti Al-Madani, Sylvia menutup gerbang panti. Yosep mengangkat 4 karung berisi masing-masing 500 juta itu sendirian, dan menaruhnya di kamar Sylvia, supaya tidak ada yang mencuri dan Yosep bisa mengawasi malam ini.
"Mas sebaiknya kamu menginap malam ini di panti, esok hari baru pulang. Terima kasih sudah membantu kami, dan maaf sudah merepotkan mas Yosep," ucap Sylvia. "Nanti aku tidur di ruang tamu, mas Yosep tidur di kamarku saja."
__ADS_1
"Ya, lagian sudah larut malam. Mana ada angkutan atau ojek online bahkan taksi online yang stand by semalam ini," balas Yosep. "Tidak usah, saya tidur di ruang tamu, kamu tidur di kamar miss saja, ok!"