SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 137 Nasihat Albert


__ADS_3

Yosep melahap semua kue yang dihadiahkan oleh Jatmiko dan Radit. Mereka berdua pun menyesap teh yang dihidangkan Yosep. Jatmiko dan Radit sudah tersenyum lebar dan menyeringai licik, menunggu saat-saat kematian Yosep.


Jatmiko dan Radit terus menyesap teh itu tanpa tahu efek sampingnya, setelah 15 menit muka mereka berubah menjadi kesal dan kecewa. "Sial kenapa efek racunnya lama sekali," umpat Jatmiko dalam batinnya.


"Kenapa efek racunnya belum bereaksi? Padahal itu adalah racun paling ganas," batin Radit dengan menyeringai kesal.


"Terima kasih tuan Jatmiko kuenya sangat enak. Semoga ke depannya kita bisa berhubungan baik," ujar Yosep sambil tersenyum manis.


"Kalian semua bodoh, menungguku untuk mati sama saja kalian menungguku selamanya, tolol!" umpat Yosep dalam batinnya.


Jatmiko dan Radit yang kecewa, akhirnya mereka dengan penuh kekesalan, pulang meninggalkan Yosep yang berada di kantor direksi. Di dalam mobil mereka, "Radit kamu benarkan membeli racun ganas?" teriak Jatmiko bertanya pada Radit dengan menyeringai kesal. "Kenapa bocah tengik itu belum mati juga?"


"Ya ayah, aku sudah membelinya dan aku sudah pernah menggunakannya pada Eka salah satu keluarga Rintaka. Dan Eka dalam satu menit langsung tewas ditempat," jawab Radit dengan muka pucat pasi karena takut dihukum oleh Jatmiko.


Efek pil kodok buntal akan bereaksi seteah mereka tidur, maka akan kehilangan semua ingatannya dan berhalusinasi tingkat tinggi seperti orang gila yang stres melihat hantu.


Yosep diruang kerjanya tertawa terbahak-bahak sampai perutnya sakit membayangkan Jatmiko dan Radit gila serta stres. "Hahaha ... rasakan hukumanku, hahahaha ...."


"Masalah disini sudah selesai waktunya saya malam ini juga pulang ke Indramayu lalu pergi ke Meksiko," gumam Yosep.


Pengaturan rumah sakit Yosep sudah serahkan pada Roki, jika ada masalah Yosep meminta Roki untuk segera menghubunginya. Yosep menyuruh Roki untuk membalikan reputasi rumah sakit dan membuatnya ramai kembali dengan memberikan diskon 50% untuk biaya pengobatan di rumah sakit Budi Asih technology dan tentunya pelayanan rumah sakitnya harus ditingkatkan.


Yosep turun ke lantai dasar dan pamit pada pak Santo untuk pulang. "Pak Santo, saya pulang ya! Kalau ada masalah hubungi saya saja langsung. Masalah hantu itu sudah saya atasi tak ada lagi hantu yang bisa masuk rumah sakit ini lagi," ujar Yosep.

__ADS_1


"Baik pak big bos hati-hati dijalan!" sahut Santo sambil membukakan pintu mobil Yosep.


Yosep menikmati perjalanan malam harinya dengan sangat riang gembira. Yosep sengaja mematikan smartphonenya karena hari ini tidak ingin diganggu untuk fokus menyelesaikan masalah rumah sakit.


5 jam kemudian Yosep sampai di VJC 01 dalam keadaan lelah dan letih tepat pukul 02.00 WIB. Yosep langsung masuk kamarnya dan tidur.


Keesokan paginya Yosep bangun kesiangan karena kelelahan, tak ada satu pun yang berani membangunkan Yosep karena mereka mengerti Yosep sangat kelelahan.


Albert sedang duduk santai sambil menikmati teh hijau dengan singkong goreng, "mantap! Lama-lama malah aku betah tinggal disini. Mungkin aku harus mencari jodoh orang sini," gumam Albert yang terus menyesap tehnya.


"Hoaaam ...! Tidur malam ini begitu lelap," gumam Yosep sambil menguap dan melihat jam menunjukan 11.30 WIB. "Buju busrak saya kesiangan! Kenapa tidak ada yang membangunkan saya."


Yosep bergegas mandi lalu memakai pakaian setelan jas hitam dan sepatu hitam. Yosep turun ke meja makan karena ia lapar, di meja makan ada banyak masakan yang khusus Inem dan Dawi masak untuk Yosep. Supaya ia bangun dari tidurnya bisa mengisi tenaga dan memulihkan stamina.


Ayah kenapa tidak ada orang yang membangunkanku?" tanya Yosep dengan raut muka menyeringai kesal.


"Kami tak tega, kamu itu letih dan lelah pulang jam 2 malam. Masa kami membangunkan kamu sepagi itu," jawab Albert.


"Aku harus ke Meksiko pagi ini tadinya, malah kesiangan. Besok adalah rencana penyerangan Pablo Esteler," ujar Yosep.


"Santai saja, kan sudah ditanamkan chip khusus oleh Raiden. Dalam sekejap kamu langsung pindah ke Meksiko, lagipula buat apa kesana. Semua masalah sudah diurus," cegah Albert.


"Bukan begitu ayah. Saya harus kesana sebagai pemimpin mana mungkinmenyerahkan semua urusan pad bawahan. Saya juga harus membekuk Pablo Esteler dan mengambil sepatu kuda sembrani, agar ia dan bawahannya tidak lagi mengusik kita," tegas Yosep.

__ADS_1


"Kamu memang pemimpin yang baik. Tapi jangan lupa kamu juga akan punya keluarga, kamu harus bisa membagi waktu untuk mereka. Jangan seperti ayah dahulu selalu sibuk mengurus bisnis hingga keluarga terabaikan," ujar Albert menasihati Yosep.


"Terima kasih ayah. Ya ayah memang benar, akhir-akhir ini saya selalu sibuk, bahkan Mimi selalu saya tinggalkan. Mungkin setelah masalah selesai di Meksiko saya akan mengajak ayah Mimi serta mereka bertiga jalan-jalan ke turki," balas Yosep sambil mencium punggung tangan Albert.


Yosep makan dengan lahapnya sampai 3 pirinh, setelah makan lalu izin pamit dengan Albert lalu meninggalkannya. Yosep menekan tombol pada jam tangannya dan berteleportasi ke Meksiko tepatnya pangkalan militer rahasia Ochobot Technology.


Di kediaman keluarga Suharso, Trisnawati Suharso anak kedua Jatmiko Suharso geram pada Yosep yang telah membuat ayah dan kakanya menjadi gila serta stres. "Bangsat kau Yosep, aku akan membuatmu menderita seumur hidup!" teriak Trisnawati.


Kondisi Jatmiko dan Radit sungguh mengenaskan, kadang ia berteriak ketakutan dan kadang histeris membuat semua anggota keluarga Suharso stres menghadapinya.


"Jarwo! Cari informasi tentang Yosep dimana cepat!" titah Trisnawati dengan berteriak.


"Aku pastikan kau akan membayarnya Yosep," imbuh batin Trisnawati dengan raut muka geram.


Yosep sudah berada di dalam pangkalan rahasia militer Ochobot Technology cabang Meksiko. Yosep berada di ruangan Albert, ruangan yang sangat mewah dengan berbagai fasilitas yang sangat sempurna. Para pekerja dan prajurit elite sibuk berlalu lalang dengan kegiatan mereka.


Tiba-tiba suara alarm berbunyi dan mengucapkan, "selamat datang tuan Yosep Firmansyah, pemimpin baru Ochobot City!"


Semua pegawai dan prajurit elite segera berkumpul di dalam hanggar pasukan yang sangat luas, dengan luas 200 meter persegi. Pintu ruangan yang terbuat dari kaca terbuka, Yosep keluar dari dalam ruangan menuju podium yang sudah ada singgasana bak seorang raja.


"Selamat datang raja baru kami, tuan Yosep Firmansyah!" teriak semua prajurit dan pegawai yang sudah berbaris rapi dengan serentak dan menundukan kepala.


Yosep tak menyangka ia mempunyai bawahan yang begitu sangat banyak dan dihormati bak seorang raja, serta sang dewa perang. Yosep berdiri dengan gagahnya menyambut salam para bawahannya dengan tersenyum manis, "terima kasih atas penyambutan, sahabat-sahabat semuanya. Semoga sahabat sehat dan diberi kelancaran dalam melaksanakan tugas!" ujar Yosep berpidato.

__ADS_1


__ADS_2