SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
SKB 356


__ADS_3

Apa yang Feng Xin pikirkan terjadi, Meng Yi tiba-tiba datang ke kedai Lok Ngok. Meng Yi juga memesan satu ayam bakar, Feng Xin yang tadinya sumringah langsung menciut dan menutup mukanya dengan kedua tangan.


"Sial, kenapa nasibku sial?" lirih Feng Xin kesal.


Takutnya Meng Yi mengenalinya dan ingin berbuat balas dendam pada Feng Xin karena keempat kaisar iblis membuat babak belur kelima tetua klan Meng waktu itu.


"Semoga saja wajahku yang super tampan ini susah dikenali," batin Feng Xin terus menutup wajahnya dengan kedua tangan.


Perbuatannya tersebut malah membuat Meng Yi penasaran dan mendekato Feng Xin, lalu duduk di meja sebrang meja Feng Xin.


"Aneh sekali pemuda ini, apakah ... uhuk."


Tiba-tiba Meng Yi dadanya sakit dan terbatuk, sepertinya tubuh Yin murninya kambuh lagi.


"Kenapa kambuh lagi, sial. Padahal sudah mencari tabib dan alkemi di kerajaan Xiaolan, Kerajaan Nanjing, bahkan pusat kekaisaran Han tapi tidak bisa menemukan obatnya. Andai saja bisa bertemu pria tampan waktu itu ...," gumam Meng Yi memegangi dadanya yang sakit.


Ia terpaksa bertarung dan membuat tubuhnya kambuh lagi, sebab disergap oleh beberapa anggota bandit di wilayah perbatasan antatara kerajaan Nanjing dan kerajaan Xiaolan.


"Hachiu ...!" Feng Xin bersin dan memperlihatkan mukanya pada Meng Yi.


Mata Meng Yi melebar, "Ka-kamu?!"


Sesaat kemudian pandangan Meng Yi buram dan agak limbung lalu terjatuh ke belakang pingsan.


Feng Xin bergegas melompat untuk menangkap tubuh Meng Yi agar kepalanya tak terbentur ke permukaan lantai.


"Tuan, ini uangnya. Tolong antarkan 11 ayam bakar yang dipesan olehku dan nona ini ke penginapan Hao Ling dan katakan untung Feng Xin."


Setelah menaruh uang di meja sebesar 1000 mutiara Qi, Feng Xin melesat terbang ke arah penginapan Hao Ling membawa Meng Yi.


Namun Meng Qi, perempuan yang di utus mengawasi Meng Yi dari kejauhan malah salah sangka terhadap Feng Xin dan mengejarnya.


Meng Qi berlari cepat mengejar Feng Xin dan melemparkan pedang ke arahnya. Feng Xin dengan sigap menangkap bilah pedang tersebut dengan mulut.


"Berhenti!"


Meng Qi berteriak tapi Feng Xin malah melompati atap bangunan ke bangunan yang lain untuk menjauh dari perempuan berambut hijau terang tersebut.


"Sialan, hmph!"


Meng Qi kesal dan menggerakan kedua ujung jarinya untuk mengendalikan pedang yang masih digigit oleh Feng Xin.


Pedang itu bergetar dan seperti ada tarikan kuat, hingga terlepas dari gigitan Feng Xin.


Pedang itu berputar seperti gasing dan menusuk cepat ke arah Feng Xin, "Oh, wanita yang keras kepala. Baiklah, aku akan bermain denganmu, 7 naga terbang."


Feng Xin melayang sambil memeluk pinggang Meng Yi dan menciptakan 1 siluet pedang merah darah.

__ADS_1


Pedang itu seperti punya kecerdasan sendiri melesat ke arah pedang milik Meng Qi.


Kedua pedang itu beradu di udara menimbulkan suara dentingan yang cukup keras.


KLANG! KLANG!


"Pria bejat, cepat lepaskan nona muda!" teriak Meng Qi berapi-api.


"Nonamu sedang sakit penyakitnya ka ---"


Meng Qi malah melompat dan melesatkan pukulan bertubi-tubi ke arah Feng Xin, tapi pukulannya hanya mengenai ruang kosong lalu mendarat ke permukaan tanah.


"Hai nona manis, siapa yang kamu pukul?" ledek Feng Xin yang sudah menangkap pedangnya dan meremasnya hingga hancur berkeping-keping.


Tanpa disadari Meng Qi, Feng Xin yang membawa Meng Yi sudah berada di belakangnya dan melepaskan totokan untuk membuatnya tidak bisa bergerak. .


"Dasar wanita liar, kamu memang tidak peduli akan nona mudamu ini yang kambuh penyakitnya."


Feng Xin juga membawa Meng Qi di sebelah kiri menuju kamarnya dan Meng Yi di sebelah kanan.


Meng Qi dibuat sama sekali tidak bisa bergerak, untung saja mereka bertarung di gang yang cukup sepi, jadi tidak ada satu pun orang yang melihat.


Feng Xin masuk dari jendela kamarnya, lalu menaruh kedua wanita itu di kasurnya.


"Aku harus menyembuhkan dulu nona ini, seni 9 bintang: Kaisar Langit!"


Meng Yi langsung siuman dan berteriak, "Aaaakh ... sakit sekali!"


Feng Xin mengalirkan energi Qi Yang untuk menetralkan energi Yin di dalam tubuh Meng Yi.


Semakin lama semakin keras teriakan Meng Yi, bahkan hingga satu jam.


Asap biru dan cairan biru pekat, keluar dari pori-pori di seluruh bagian tubuh Meng yi dan mengotori pakaiannya.


Kondisi tubuh Meng Yi sudah stabil, ritme nafasnya mulai normal dan teriakan kerasnya mereda.


Feng Xin terduduk lemas dengan menyeka keringat di dahinya dan menyentilkan jari ke arah Meng Qi untuk membebaskannya dari totokannya yang membuat tubuhnya tidak bisa bergerak.


"Fyuh ... lelah sekali, aku ---"


"Dasar pria bejat mesum!"


Meng Qi melesat menghantamkan pukulan ke arah Feng Xin, namun ditangkap oleh Meng Yi.


Tangannya diremas kuat dan ditampar hingga tersungkur, "Dasar bodoh! Kau selalu saja brutal!"


"Aampun, no-nona muda," lirih Meng Qi meringkuk di permukaan lantai.

__ADS_1


"Sudahlah, jangan terlalu kasar. Mungkin bagi semua wanita aku hanya lelaki mesum dan bejat."


Feng Xin mendekat dan memapah Meng Qi, lalu membelai pipinya yang bengkak.


Api ilahi emperor yang berwarna ungu tiba-tiba menyala di telapak kiri Feng Xin dan ditempelkan ke pipi kiri Meng QI yang bengkak.


Hanya dalam satu nafas, luka itu langsung sembuh dan Meng Yi merasakan sentuhan lembut dari tangan Feng Xin.


Sentuhan lembut itu terasa hangat dan menjalar ke seluruh tubuhnya.


[Witwiiw! Selamat, tuan telah meningkatkan kesan Meng Qi dengan seni 9 bintang: Macan Kumbang Langit]


---------------¤---------------


[Nama: Meng Qi]


[Level kultivasi: Golden Core ⭐9]


[Kesan: 100%]


[Kondisi: normal


---------------¤---------------


Perasaannya yang semula geram pada Feng Xin berubah 180 derajat, memandang wajah super tampan itu sangat menggoda.


"Kalian beristirahatlah. Aku akan mencari angin segar diluar, ini adalah kamarku."


Feng Xin segera melesat keluar dari jendela menuju atap penginapan dan duduk memandangi rembulan.


"Sungguh indah malam ini, tapi ... dendam ini, rasa sakit ini ...."


Feng Xin mengepalkan tangan hingga mengeluarkan aura membunuh yang sangat pekat.


Tanpa disadari Feng Xin, Meng Qi menyusulnya. Tubuhnya serasa sangat panas setelah disentuh lembut oleh Feng Xin seperti meminum bubuk Xano.


"Maafkan aku menyusulmu, aku meminta maaf. Sebagai permintaan maaf, aku berikan ini ...."


Meng Yi gairahnya sudah memuncak dan melucuti pakaiannya.


Dengan tatapan hampa, Feng Xin mengeluarkan terong XL miliknya yang sudah dituntun oleh Meng Yi untuk dimasukan ke dalam lembah surgawi miliknya.


Terong XL itu dielus lembut oleh Meng Yi dan membesar perlahan menjadi terong XXXL.


"Biarkan aku memuaskanmu."


Feng Xin dengan tatapan kosong membalikan badan Meng Yi dan memasukan terong XXXL tersebut hingga menekannya dalam-dalam.

__ADS_1


"Uuugh ...." Meng Yi melenguh nikmat dan agak tertahan dengan menggigit bibir bawahnya.


__ADS_2