SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 212


__ADS_3

"Haaa!" Para peserta berteriak, mengacungkan senjata dan mulai mendekati Yosep. Mereka mulai menebas, memukul dengan bat baseball secara membabi buta.


Syat!


Shua!


Tak ada satu pun tebasan pedang atau hantaman bat basebal yang mengenai Yosep. Teknik menghindar weaving Yosep lakukan agar tak terkena serangan 59 peserta battle royal.


Yosep tersenyum lebar menikmati pertarungan, Yosep terus melakukan teknik weaving tanpa membalas serangan para peserta. "Hai cupu, jangan cuma menghindar! Ayo serang kami dasar ayam sayur!" ejek salah satu peserta yang membawa golok panjang. "Haaa!"


Tang!


Ting!


Petarung itu bernama Rod, pria kekar dengan tinggi 210 cm yang membawa golok panjang besar. Rod terus menebas Yosep tanpa henti, namun tebasannya hanya mengenai pembatas ring besi.


"Kalau saya terlalu serius semua orang di dalam arena pasti akan tumbang semua. Pertarungannya akan tidak seru lagi," batin Yosep menyeringai kesal.


Trang!


Tring!


Yosep tidak melakukan teknik weaving untuk menghindari serang Rod, tapi ia diam membiarkan bilah golok panjang itu menyentuh kulitnya.


Rod menjatuhkan rahangnya dan berhenti menebas tubuh Yosep, para petarung lain pun memaku sesaat. "Kenapa diam semua? Ayo serang! Atau saya yang akan menyerang!" Yosep melambaikan-lambaikan jari tangan kanannya dan tangan kiri dilipat di belakang pinggang. "Baik, saya akan menggunakan satu tangan untuk melawan kalian."


Yosep maju dengan gerakan sedang, para petarung mengayunkan pedang, katana, bat baseball tajam dan juga golok ke arah Yosep. Untuk menghindarinya Yosep memiringkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan, lalu mulai menghentakan telapak tangannya ke dada, perut, bahu, dan kepala para peserta.


Bang!


Bang!


Dalam sekejap 30 lebih petarung terpental dan menabrak pembatas ring besi. Gemuruh suara penonton riuh, semakin lama semakin kencang melihat pertandingan seru antara Yosep melawan 100 petarung dan tersisa 29 petarung.


"Sebenarnya siapa bro Yosep ini? Tapi wajahnya tidak asing, seperti sering muncul di televisi dan media elektronik Inggris." Myke mengelus dagunya, dan membulatkan mata. "Dia seperti bukan petarung biasa."

__ADS_1


Bang!


Bang!


Yosep berhasil menumbangkan 25 petarung dan tersisa 4 petarung lagi. Yosep menatap lekat 4 petarung ini dan merasakan kalau mereka berempat bukan petarung biasa, dari pengamatannya setar dengan pendekar tanpa tanding.


Bang!


Bang!


Yosep dan keempat petarung beradu pukulan serta tendangan. Ratusan hingga ribuan jurus mereka peragakan untuk menguji kekuatan masing-masing. Yosep tersenyum lebar dan sangat menikmati pertarungan yang menghibur dirinya.


"Selamat tinggal, akan aku akhiri! Jurus tangan tak terbatas!" Muncul siluet telapak tangan menghantam 4 petarung yang tersisa, tiga petarung terkena serangan siluet telapak tangan yang dilesatkan oleh Yosep.


Bang!


Bang!


Mereka bertiga terpental menjebol pembatas ring besi dan memuntahkan darah segar dari mulutnya. Satu peserta mampu menangkis jurus ganas Yosep, bajunya compang-camping, tubuhnya yang kekar mengeluarkan asap dan masih berdiri tegak.


"Naga mendaki galaksi!" Otot tubuh di lengan Wong Kam Feng membesar, memasang kuda-kuda dengan kaki kanan di depan dan kaki ke belakang. Tangan kanannya di rentangkan ke depan dan tanga kiri direntankan ke belakang dengan telapak menghadap ke depan. "Haaa!"


Bang!


Swush!


Boom!


Dua benturan telapak itu meledak, gelombang kejutnya merobohkan pembatas ring besi. Yosep masih berdiri dan begitu juga Wong Kam Feng tetap masih berdiri namun tak sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. "Aku mengaku kalah, lain kali kita bertarung lagi!" Wong Kam Feng menutup tiangnya dengan telapak tangan kanan lalu berlari cepat, keluar arena.


"Pemenangnya Yosep, petarung jagoan dari Myke Kelin." Juri mengumumkan dari mikropon hasil pertandingan battle royal.


Yosep menepuk-nepuk bagian dada dan bahu serta pinggang, membersihkan tubuhnya dari debu. "Bro, kamu sangat hebat. Bolehkah kamu mengajariku, jurus-jurus beladirimu?" Myke menghampiri Yosep di tengah-tengah arena.


Yosep membalas permintaan Myke hanya dengan tersenyum ringan. "Tuan Don Telo! Tepati Janjimu!" Yosep menatap lekat Don Telo.

__ADS_1


Prok!


Prok!


Don Telo menepukan tangan, kedua anak buahnya membawakan Alice gadis kecil berumur 6 tahun. Gadis kecil yang imut dan menggemaskan, "Ayah! Ayah!" panggil Alice pada Myke dan berlari ke arah Myke.


Myke memeluk Alice dengan sangat erat dan menggendongnya, "Kamu tidak apa-apa sayang?" Myke membelai lembut rambut Alice.


"Tidak apa-apa ayah. Alice ingin pulang, Ayah!" ucap Alice polos.


Yosep mendekati Don Telo dan mengambil kartu atm SVIP miliknya. "Temui aku di hotel Winstringham esok jam 9 pagi, saya ada keperluan denganmu tuan Don Telo," bisik Yosep. "Dan bawa petarung terakhir tadi yang bertarung denganku."


Don Telo tidak menjawab hanya tersenyum ringan. Yosep meninggalkan arena bawah tanah bersama Myke dan Alice. Penonton pun bubar, menyisakan arena ring besi yang porak poranda.


Chris sudah menunggu Yosep di gang sempit, gang yang menuju arena bawah tanah London. "Big bos, bagaimana sukses?" Chris membukakan pintu mobil Range Rover Svautobiography berwarna merah. "Silahkan masuk pak big bos!"


"Tuan Myke mari masuk! Biar kami hantar, jangan sungkan!" ajak Yosep menarik tangan Myke.


Myke dengan wajah sungkan sambil menggendong Alice, terpaksa mengiyakan permintaan Yosep. Myke agak kurang nyaman jika berkumpul dengan orang yang kaya, dan ia pun tak menyangka jika Yosep seorang crazy rich, terlihat dari mobil yang menjemputnya.


Yosep duduk di belakang bersama Myke yang memangku Alice. "Hai! Kenalan dong sama om, boleh?" Yosep tersenyum ramah pada Alice.


"Boleh om! jawab polos Alice. "Aku Alice Kelin, om siapa?"


"Om namanya Yosep, Yosep Firmansyah dari Indonesia. Om boleh gendong Alice?" Yosep menyodorkan kedua tangannya pada Alice.


"Hmm!" Alice menganggukan kepala.


Yosep menggendong Alice dan membelai lembut rambutnya, "Tuan Myke, Alice boleh tinggal bersama saya selama satu minggu. Mungkin keempat istri saya akan senang, hehehe." Yosep menggaruk tenggkuknya yang tidak gatal dengan tangan kirinya.


"Oh, om sudah punya istri?" tanya polos Alice. "Pasti istrinya om sangat cantik, om juga sangat tampan."


"Anak pintar." Yosep mencubit pelan pipi Alice. "Ya sangat cantik seperti seorang putri. Alice juga sangat cantik."


"Maaf bro Yosep, apakah nanti tidak merepotkan?" tanya Myke karena takut merepotkan istri-istri Yosep.

__ADS_1


"Tidak kok. Tuan Myke juga harus ke rumah sakit bukan, saya akan menyembuhkan luka dalammu tuan Myke. Kalau tidak segera ditangani bisa membuatmu lumpuh permanen, Anda harus dirawat selama seminggu. Semua biayanya nanti saya yang bayar jangan khawatir," ucap Yosep.


"Sekali lagi terima kasih bro Yosep," ucap Myke menunduk hormat.


__ADS_2