
Maaf ya sahabat readers update tambahan chapternya telat, biasa semalam pas mau upload kuotanya sudah habis, hehehe.
Terima kasih yang masih setia memberikab gift, like dan komentar. Terima kasih banyak juga yang sudah kritik dan saran, i like it.
I love you all.
"Kalau saya mengizinkan. Tapi kapten adalah bagian dari WD Army, semuanya harus sesuai prosedur izin Paman Albert dan Jendral Raiden," ujar Yosep sambil mengarahkan pandangan matanya pada Albert lalu ke Raiden.
Kokoci dan Tarung yang berada di belakang Kaizo menyilangkan kedua tangannya di tengah dada pada Raiden serta Albert, memberi tanda untuk menolak permintaan Kaizo.
"Saya bekerja di divisi pengintaian jadi tugas saya adalah berkeliling dunia mencari informasi sebagai mata-mata. Jadi Jendral dan tuan Albert pasti menyetujuinya, bukan begitu tuan?" tanya Kaizo untuk meminta izin pada Albert.
"Boleh, tapi... jika terjadi apa-apa segera hubungi kami," ujar Albert memberikan izin.
"Aku ingin ganti baju dahulu, gerah pakai baju ini terus. Nanti tuan salah paham lagi menganggapku sebagai laki-laki," pinta Kaizo yang bernama Asli Ryuna.
"Dasar anak itu, selalu seenaknya sendiri," batin Kokoci.
"Silahkan, saya akan mengecek dahulu paman Albert," ujar Yosep lalu memegang nadi Albert. Persepsi pandangan Yosep lebih tajam dan akurat semenjak byakugan berevolusi menjadi tenseigan.
Mask Cyborg yang dipasang pada kepala Yosep juga, bisa memberikan detail informasi pada semua yang dilihat Yosep, contohnya ketika melihat Albert layar proyeksi di dalam topeng memunculkan informasi nama, umur, tanggal lahir, deteksi kebohongan, detak jantung per menit sampai nilai asam urat dan kolesterol serta tekanan darah.
"Paman Albert menderita kanker leukimia stadium akhir," jelas Yosep.
Albert tersenyum dengan raut muka pasrah, seakan ia tak bisa disembuhkan. "Tapi tuan Albert bisa di sembuhkan? Mohon tuan Yosep sembuhkanlah tuan Albert," pinta Raiden.
__ADS_1
"Ya tuan Yosep kami mohon!" ujar Kokoci dan Tarung bersamaan sambil berlutut di depan Yosep.
"Jangan begitu Laksamana dan Komandan, berdirilah!" pinta Yosep yang menahan Tarung, Raiden, dan Kokoci lalu membantu mereka berdiri. "Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan tuan Albert."
"Uhuk... Uhuk... Uhuk... " Albert terbatuk dan mengeluarkan darah. Yosep segera menotok titik aliran darah pada dada untuk menghentikan sementara pendarahan di dalam dada Albert.
Yosep segera meminumkan 3 pil kintamani sekaligus pada Albert untuk menahan rasa sakitnya sementara. "Kita harus membawa paman ke rumah sakit Budi Asih Technology miliku, kita harus bergegas!" Seru Yosep. "Pil itu hanya bisa menahannya selama satu hari."
"Baik tuan!" balas Raiden. "Segera siapkan pesawat, kita harus segera berangkat."
"Baik jendral!" teriak prajurit Ochobot Army.
"Woy... Tunggu! Jangan tinggalkan aku, ku mohon kepadamu. Tak sanggup diri ini hidup tanpa dirimu!" teriak Kaizo. Pakaianya berganti dengan memakai rok mini berwarna putih, blazer merah marun, dan memakai sepatu hitam yang menutupi betisnya sampai lutut. Rambutnya berwarna ungu kemerahan, menjuntai panjang lurus sepinggang.
"Oh my... My... My.... Sungguh mempesona," puji Raiden yang belum pernah melihat Kaizo berpakaian seksi seperti sekarang. Matanya tak berkedip dan terus menatap kecantikan Kaizo.
Kokoci menaruh Albert yang mukanya sudah pucat pasi ke kursi roda automatis miliknya. Albert menutupi penyakitnya dengan selalu gembira dan riang di hadapan WD Army. Bagi Albert mereka berempat sudah seperti anaknya sendiri, Albert tidak tega jika harus membuat mereka berempat bersedih.
Sewaktu Albert masih merintis usaha bersama istrinya Elouise, Albert dinyatakan mandul. Albert menemukan mereka yang masih kecil, berempat kehujanan pada malam hari di depan toko yang sudah tutup. Mereka berempat sedang kedinginan dan kelaparan. Albert dan Elouise yang kasihan, akhirnya membawa mereka ke rumah mereka. Albert merawat mereka seperti anak mereka sendiri, menyekolahkan mereka, lalu memasukan mereka berempat ke akademi militer di Amerika.
Albert menemukan sebuah buku kuno bernama teknologi semesta, dan mulai membuat bermacam barang yang canggih serta futuristik. Setelah perusahaan Albert berkembang, keberadaan dirinya dan buku itu, membuatnya khawatir. Albert takut diincar oleh orang-orang yang ingin mengambil atau memanfaatkan buku atau dirinya untuk berbuat kejahatan.
Albert akhirnya memutuskan membuat portal di atas segitiga bermuda. Albert menghilangkan keberadaan dirinya dan semua orang yang mengenalnya sudah menganggap Albert telah tiada.
Albert membuat Ochobot City di dalam portal dan bisa menghubungkan semua kantor cabang perusahaannya yang mulai mendunia melalui sistem portal teleportasi yang di pasang di ruangan rahasia setiap gedung Ochobot Technology.
__ADS_1
Setelah kematian Elouise, kesehatan Albert semakin memburuk. Tapi mereka berempat menjadi penyemangat Albert agar tetap bertahan dan berjuang untuk melawan penyakit leukimia yang bersarang di tubuhnya.
Meskipun hubungan mereka seperti ayah dan anak, tapi mereka enggan memanggil Albert Ayah. Bagi mereka Albert adalah tuannya yang sangat baik, tuan yang telah merawat mereka hingga besa. Perasaan itu yang terus mereka pegang hingga saat ini, perasaan seorang budak yang setia untuk selalu melindungi tuannya.
Mereka sudah lepas landas menggunakan jet pribadi yang pertama datang bersama Yosep. Pesawa jet pribadi sudah keluar dari portal dan terbang ke arah Indonesia. Pesawat jet pribadi yang ditumpangi Yosep di ikuti dari belakang oleh pesawat jet tempur yang tidak dikenal.
"Tuan Patrick! Tuan Patrick! Roger!" panggil pilot pesawat jet tempur tidak dikenal sambil mengemudikan pesawat jetnya mengejar pesawat jet pribadi Ochobot Technogy.
"Masuk kodok buntal!" seru Patrick.
"Lapor! Kodok buntal sedang mengejar pesawat jet pribadi Ochobot Technology," balas pilot jet. Pesawat jet pribadi Ochobot Technology mempunyai ciri desain tulisan OT di badan pesawatnya, siapapun yang melihatnya pasti akan tahu kalau pesawat jet itu adalah milik Ochobot Technology.
Yosep yang masih memakai topeng dan mengaktifkan tenseigan melihat dalam persepsi pandangannya ada pesawat jet tempur yang sedang mengikuti pesawat jet pribadi yang ditumpanginya.
"Bagus... Jatuhkan!" perintah Patrick.
"Baik tuan!" balas pilot jet.
Yosep yang berada di dalam pesawat merasakan firasat buruk, "Jendral kita sedang dibuntuti. Saya merasakan firasat buruk, saya harus bertindak. Tolong jendral jaga badan saya dan jangan biarkan siapapun membangunkan saya meskipun keadannya genting, saya akan melakukan sesuatu untuk menghalau pesawat jet itu!" perintah Yosep.
"Baik tuan, saya akan menjaganya!" balas Raiden. "Katakan pada kapten untuk melakukan manuver, kita sedang dibuntuti dan tambah kecepatannya," perintah Raiden pada Greed.
"Baik, jendral!" balas Greed dengan menganggukan kepala lalu menuju kokpit pesawat untuk memberitahukan situasi pada pilot pesawat jet pribadi.
Yosep duduk di kursi dan mengencangkan safety belt, lalu memejamkan mata dan menggunakan ajian raga sukma, jiwanya keluar dari raganya. Jiwa Yosep terbang menuju pesawat jet tempur, "apa yang ingin kau lakukan?" pikir Yosep dengan raut muka penasaran.
__ADS_1
Pilot pesawat jet tempur memacu jetnya lebih cepat untuk mengejar pesawat yang ditumpangi Yosep.