SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip -21 Dihina Jangan Harap


__ADS_3

[Telolet]


[Status]


[Nama : Yosep Firmansyah


Umur : 19 tahun


Skill : Dokter lv max. Direktur lv max. Paranormal lv2. Pialang saham lv max. Detektif lv 1.


Property : Sawah 10 hektar, ruko 2 lantai, perumahan elite Jatibarang City]


[Skill experience : Dokter level max (10.000/10.000)


Direktur level max (10.000/10.000)


Pialang saham level max (10.000/10.000)


Paranormal level 2 (5/100


Detektif level 1 (0/50)]


[Level majikan : menengah (42.500.000/1.000.000.000).]


[Saldo : 4.007.024.000]


[Level konversi pemula setiap kali berkedip di hargai 50 rupiah]


[Cara menaikan level dengan menghabiskan uang. Semakin tinggi level semakin tinggi nilai konversi]


[Selamat menghabiskan uang majikan]


Untuk proses hukum Yosep menyerahkan semuanya pada kepolisian. Akhirnya Udin juga mengaku kalau dia di suruh oleh Juragan Sudrajat untuk membakar gubuk Yosep. Dendam Kesumat membuat juragan Sudrajat menghalalkan segala cara untuk mengusir Yosep keluar dari Desa Mundakjaya.


Yosep pergi ke JDB (Jatibarang Distrik Busines) untuk melihat rumahnya di Elite Vila Jatibarang City. Perumaha elite yang berlokasi di wilayah kecamatan Jatibarang, rata-rata orang kaya dan pejabat Indramayu mempunyai hunian di Vila JC (Jatibarang City) tersebut.


Yosep sampai di depan gerbang kawasan vila elit JC. "Permisi mas ada yang bisa dibanting, eh maaf dibantu?" tanya Security Vila JC.


"Nampaknya sepertinya orang miskin manalagi yang mau masuk perumahan ini, padahal sudah jelas peraturannya. Pengemis dan pengamen dilarang masuk!" umpat Security VJC dalam batinnya.

__ADS_1


"Saya mau melihat rumah saya disini pak!" ucap Yosep


"Jangan bercanda anak muda! Gelandangan sepertimu mana pantas tinggal disini!" cibir Security penjaga VJC dengan berteriak. "Disini tempat orang kaya dan pejabat, bukan macam dirimu gembwl!"


"Pak tapi-"


"Sudah tak ada tapi-tapian pergi sana!" potong security penjaga VJC dengan membentak.


Yosep pun kembali ke tempat ia memakirkan motornya, lalu membuka tasnya untuk mengambil kunci rumah, id card VVIP VJC, dan juga sertifikat rumah. Disana juga ada brosur dan nomor telephone GM VJC pak Bejo Sutarto.


"Orang miskin selalu dihina hanya karena bajunya, always judge the book from cover (selalu menilai buku dari sampulnya)," gumam Yosep lalu mengubungi nomor Pak Bejo selaku GM VJC untuk memverifikasi apakah benar Yosep punya rumah di VJC ini.


Pak Bejo sedang memimpin rapat mengenai Vila nomor 1 di VJC yang tiba-tiba ada yang membeli dengan nama Yosep Firmansyah. VJC nomor satu adalah vila dengan nilai fantastis 1 triliun lebih, desain interiornya saja seperti istana dilengkapi system yang sangat canggih dan anti peluru serta anti bom sampai daya ledak C4.


"Selamat pagi semuanya, saya memberitahukan kepada seluruh staff untuk berlaku hormat kepada pemilik VJC 01 atas nama Yosep Firmansyah, dia bukan orang yang patut di remehkan. Jika ada yang berani menyinggunya, saya pastikan akan saya pecat tanpa pesangon," ucap Pak Bejo dengan wajah yang garang dan tegas.


Tiba-tiba Pak Bejo menerima telepon dari nomor yang tak dikenalinya. "Selamat siang Pak Bejo! Inikah dengan anda sendiri?"


"Ya, saya sendiri. Maaf ini dengan siapa? ada yang bisa dibantu?" jawab Bejo tetap ramah.


Bejo sudah bekerja di dunia properti cukup lama, dan tahu bagaimana cara menangani pelanggan. Bejo tidak akan merendahkan siapapun pelanggannya dan itu ia buktikan berhasil menjadi GM VJC karena selalu mendengarkan pelanggan dengan antusias.


"Sekali-kali aku kerjain orang yang suka semena-mena rasakan!" Batin Yosep menyeringai jahat.


"Baik, pak Yosep saya akan langsung menemui bapak!"


"Baik pak!" Yosep mematikan sambungan teleponnya. Pak Bejo langsung meninggalkan ruang rapat di kantor manajemen VJC. Lalu bergegas mengendarai mobil Buggatinya untuk menjemput Yosep.


"Tumben sekali Pak Bejo, biasanya dia tak pernah mau menjemput pemilik atau pembeli vila di VJC ini, apakah benar yang dikatakan Pak Bejo bahwa pak Yosep itu bukan orang sembarangan?" tanya Pak Kusnadi Wakil GM VJC dengan ekspresi raut muka penasaran.


"Sebaiknya kita turuti saja pak Bejo. Dia selalu jujur dalam perkataanya," jawab Kustanto Manager VJC.


Di luar gerbang pak Bejo keluar dari mobil Buggati miliknya dan memarkirkannya di samping pintu gerbang pos Security VJC.


Pak Bejo dengan kumis tebalnya, wajahnya yang kalem berubah murka setelah melihat di depan tidak ada Yosep. Perkataan Yosep tentang ia diusir oleh Security memang benar, "Selamat siang pak!" ucap Sarta securiti VJC yang berjaga di pos pintu gerbang dengan penuh rasa hormat.


"Pak Sarta mulai sekarang kamu saya pecat!" teriak Pak Bejo dengan wajah murka.


"Salah apa saya pak? Maafkan saya jika saya lupa dan bersalah, ampun pak!" ucap Pak Sarta dengan Wajah iba.

__ADS_1


"Pokoknya kamu kemasi barang-barangmu dan jangan pernah kembali lagi kesini!" teriak pak Bejo. Security lain yang berada di pos hanya terdiam saja, karena sedari tadi hanya Sarta yang sedang giliran jaga pintu gerbang.


Yosep masuk gerbang dengan mengendarai Yamaha R15 miliknya lalu memarkirkan motornya di luar gerbang. "Permisi pak apakah bapak, pak Bejo?" tanya Yosep dengan sopan karena hanya pak Bejo yang berpakaian sangat rapi seperti pengusaha sukses memakai jas hitam dan dasi hitam dengan kemeja biru.


"Ya saya pak Bejo, apakah mas ini mas Yosep Firmansyah?" tanya Pak Bejo.


"Orang kaya sekarang aneh-aneh, pakaiannya pun sangat sederhana." gumam Bejo dalam batinnya. Bejo melihat Yosep karena ternyata masih muda, bejo pikir sudah tua jadi waktu di telepon memanggil Yosep dengan sebutan pak.


"Ya pak, saya Yosep Firmansyah."


"Mari mas ikut saya!" ajak Bejo untuk menaiki mobilnya. "Untuk motornya biar nanti pak Kasmin yang membawanya ke Vila mas Yosep."


Bejo sangat takut dengan Yosep, takut menyinggungnya bisa-bisa dia dijadikan bubur kacang oleh owner VJC Pak Setyo orang terkaya nomor dua di Indramayu.


"Pak, ampuni saya pak! Ssya mohon jangan pecat Saya!" ucap Sarta sambil memohon memegang lutut Bejo.


"Kenapa Pak Bejo ada masalah?" tanya Yosep yang pura-pura tidak tahu sambil menahan tawa dengan menutupi mulutnya.


"Mas Yosep dia kan yang sudah mengusir mas Yosep barusan?" tanya balik Bejo.


"Ya pak, tapi sudahlah tak perlu dibahas lagi." Jawab Yosep.


Kemudian menatap Sarta, "Pak lain kali jangan selalu menilai orang dari bajunya saja, bisa jadi orang yang bapak nilai itu punya nilai kebaikan lebih dari baju bapak yang rapi."


"Ya sudah jangan diulangi lagi, terima kasihlah sama mas Yosep, kalau lain kali terjadi lagi aku tak segan menendangmu ke tong sampah!" ancam Bejo.


"Terima kasih mas Yosep, terima kasih pak Bejo. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi, saya bersumpah!" ucap Sarta sungguh-sungguh.


"Ya pak sama-sama, saya permisi pak!" ucap Yosep dengan senyum riang karena berhasil mengerjai Sarta.


Bejo menghantarkan Yosep dengan mobil Buggati miliknya ke Vila jatibarang City nomor 01 milik Yosep. Di pintu gerbang vila tertulis VJC 01, pak Kasmin yang membawa motor Yamaha R15 milik Yosep mengikuti dari belakang.


Bejo dan Yosep turun dari mobil. Bejo memasukan sandi, "Mas Yosep silahkan tempelkan kartu id VVIP kesini, dan buat kata sandi baru!" pinta Bejo. Yosep langsung menempelkan Kartu ID VVIP miliknya ke salah satu box mesin system VJC untuk memverifikasi lalu mengubah sandi gerbangnya.


Yosep sudah memasukan sandi yang baru. "Silahkan mas Yosep unduh aplikasi ini, saya kirim linknya. Itu adalah aplikasi system VVIP yang dirancang untuk pemilik VJC 01, banyak fitur di dalamnya nanti mas Yosep bisa pelajari langsung ada guidance di aplikasi tersebut, tinggal masukan nomor sertifikat VJC 01 dan nomor KTP mas Yosep semuanya akan aktif automatis" jelas Bejo. "Kalau butuh bantuan langsung hubungi saya ya mas!"


"Ya pak terima kasih banyak!"


"Sama-sama mas, saya pamit undur diri, selamat siang."

__ADS_1


"Selamat siang!"


__ADS_2