
Yosep menandatangani surat penyerahan saham 40% Alkimia Bharata. "Bu cek ini sebaiknya dibuat 50 milyar saja. Saya mau membeli 10.000 ton untuk dikirim ke jepang. Uang bagi hasil 50 milyarnya lagi buat pembayaran pupuk itu, nanti calon ayah mertua saya, tuan Kenshin akan menghubungi ibu untuk proses selanjutnya, yang penting sudah saya bayar. Ibu tinggal kirim saja," jelas Yosep.
"Saya hanya minta tanda terima uangnya saja dan jika tidak repot ibu bisa mengirimkan invoice juga ke email saya dan email perusahaan tuan Kenshin," imbuh Yosep.
"Baik mas dokter. Tapi itukam uangnya masih sisa 5 milyar," balas Sarmila sambil membuatkan tanda terima pembelian 10.000 ton pupuk dan menulis ulang dengan cek yang baru tapi Sarmila bingung harus menulis berapa nominalnya.
"Begini saja bu, 5 milyarnya bagikan ke karyawan di perusahaan. Ibu atur saja baiknya bagaimana, anggap saja bonus dari saya buat mereka," ujar Yosep. Sarmila menulis ceknya 22 milyar, Albert hanya memperhatikan Yosep dan Sarmila serta Krista.
"Baik mas, terima kasih. Berkat mas dokter kini pupuk Alkimia menjadi best pupuk di pulau Jawa. Dan berkat mas dokter Yosep juga, kita bisa ekspor ke Jepang, mas dokter memang hebat," puji Sarmila dengan raut muka berbinar-binar. Sarmila telah melewati masa jatuh perusahaanya berkat Yosep, kini ia punya harapan yang sangat tinggi untuk perusahaanya ke depan.
"Baik bu saya izin pamit, kalau ada apa-apa ibu bisa kabari saya," ujar Yosep.
"Baik mas dokter," balas singkat Sarmila.
"Mas dokter, Krista juga mau donk diajari menjadi pebisnis yang sukses seperti mas dokter," pinta Krista.
"Baik mas Krista. Nanti saya juga buka pelatihan untuk pebisnis pemula atau pebisnis yang ingin melebarkan sayapnya. Rencananya setelah peletakan batu pertama supermall Dharma Ayu yang akan segera dibangun. Hari ini saya mau ke kantor bupati untuk bertemu dengan ibu Bupati, untuk bernegosiasi," ujar Yosep.
"Baik mas dokter saya tunggu secepatnya. Aku dan teman-teman juga ingin ikut pelatihannya segera," balas Krista.
Albert dan Yosep lalu izin pamit meninggalkan rumah Sarmila. Yosep dan Albert ke garasi VJC01 untuk mengambil mobil bugati chiron sport milik Yosep. "Kamu punya banyak koleksi mobil mewah juga," puji Albert.
"Ya begitulah yah, hehehe ...," ujar Yosep sambil tertawa dan melajukan mobilnya ke arah alun-alun kantor bupat Indramayu hanya menggunakan celana training, kaos oblong putih dan sandal jepit.
__ADS_1
"Apa kamu gak gila pakai baju seperti ini bertemu ibu Bupati?" tanya Albert menepuk jidatnya sendiri melihat penampilan Yosep.
"Ya saya biasanya pakai baju seperti ini. Jika mereka mengusir saya karena baju ini ya sudah, tidak apa-apa. Tapi itu takan terjadi ketika mereka melihat mobil ini, hehehe ....," jawab Yosep sambil tertawa. "Oh ya ayah nanti kita mampir dahulu ke bank Abc untuk mencairkan cek ini!"
"Ok, asal nanti ayah ditraktri makan gudoudama cake 3 porsi, hehehe ...," ujar Albert sambil terkekeh.
"Siap!"
30 menit kemudian Yosep sampai di depan pintu gerbang alun-alun Indramayu yang dijaga ketat hari ini. "Tumben hari ini kok sangat ketat ya penjagaannya. Biasanya kalau saya lewat biasa saja," ujar Yosep bersama Albert keluar dari mobil bugati chiron sport.
Semua penjaga dari Kepolisian dan Tni melihat mobil Yosep, tapi mereka terkejut ketika melihat orang yang keluar dari mobil hanya memakai kaos oblong. Dan Albert memakai pakaian yang rapi setelan jas hitam berdasi.
"Hah!" semua penjaga dari kepolisian dan TNI menjatuhkan rahangnya.
"Ini orang tak ada sopan-sopannya. Berkunjung ke alun-alun pakaiannya seperti itu," batin TNI satu.
"Permisi pak! Saya memenuhi undangan ibu Bupati Rena," ujar Yosep sambil memberikan surat undangan bertuliskan dirinya dokter Yosep Firmansyah.
"Apa?!" teriak TNI dua yang melihat suratnya dengan membulatkan mata. "Jadi ini mas dokter super itu!"
"Hah! Apa iya?!" ujar Polisi dua merebut surat itu dari TNI dua. "Memang betul. Mas dokter minta foto donk!"
Kapan lagi bagi mereka bisa foto dengan dokter yang terkenal bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan viral bisa melumpuhkan suku Kabaratan yang terkenal bengis. Mereka berswafoto satu persatu dengan Yosep, "terima kasih mas dokter. Oh ya silahkan masuk! Ibu Bupati Rena sudah menunggun anda!" seru TNI tiga.
__ADS_1
"Maaf ya bapak-bapak! Kalau saya kurang sopan. Soalnya saya baru menerima suratnya tadi pagi ini dari ibu saya, jadi saya buru-buru kesini. Tadinya mau ke Patrol," ujar Yosep sambil menundukan kepala.
"Tidak apa-apa mas dokter. Silahkan masuk!" seru Polisi dua. Yosep dan Albert kembali masuk mobil, lalu melaju pelan ke arah parkir mobil di dekat kantor Bupati.
Yosep dan Albert keluar dari mobilny menuju ruangan ibu Bupati Rena yang sudah menunggunya, di depan lobi utama kantor Bupati juga sudah dijaga oleh petugas dari TNI dan Polri. "Selamat siang bapak-bapak!" sapa Yosep.
"Mas dokter silahkan masuk!" sahut kapten TNI. Yosep dan Albert dituntun menuju ruangan kantor Bupati.
Ibu Bupati Rena dan pakil wakil Bupati Latif langsung berdiri menyambut Yosep dengan raut muka tersenyum lebar, "silahkan duduk mas dokter," ujar mereka berdua serentak.
"Maaf ya bu! kalau pakaian saya kurang sopan. Perkenalkan ini ayah angkat saya tuan Albert dari Amerika, beliau ingin berinvestasi di Indramayu," ujar Yosep sambil menyodorkan tangannya untuk memperkenalkan Albert.
"Saya Albert senang berkenalan dengan ibu Bupati Rena dan bapak Wakil Bupati! Latif" ujar Albert dengan tersenyum ramah, Albert mengetahui nama mereka tentu saja dari name tag yang mereka kenakan.
"Senang juga berkenalan dengan tuan Albert," ujar mereka berdua serentak.
"Kami mengundang mas Yosep. Ingin mengucapkan terima kasih karena berhasil melumpuhkan suku Kabaratan. Kami juga berterima kasih pada mas dokter Yosep yang telah berjasa besar untuk pertanian di Indramayu karena meformulasikan pupuk yang sangat hebat. Sehingga bisa membantu para petani," puji Ibu Bupati Rena. Rena mengetahui semua itu ketika bertemu dengan Sarmila yang ingin mempresentasikan pupuk Alkimia dan ingin bekerja sama dengan pemerintah Indramayu waktu itu.
"Lalu tuan Albert mau investasi di bidang apa di Indramatmyu?" tanya pak Wakil Bupati Latif.
"Sebenarnya saya hanya mendukung keuangan anak saya ini, Yosep. Untuk eksekusinya Yosep yang akan mempresentasikannya, silahkan anaku!" ujar Albert sambil mengelus pundak Yosep dengan lembut.
"Ibu Bupati boleh saya meminjam proyektor ibu, untuk mempresentasikan proyek yang akan kami bangun secepat mungkin di Patrol," pinta Yosep yang sudah membuat rancangan desain supermall Raimu Dharmayu semalam di kamarnya dengan laoptop miliknya.
__ADS_1