
Tanpa basa-basi, Feng Xin menarik tubuh Niu Shi ke pelukannya dan menancapkan terong XXXL itu ke lembah surga.
Membuat Niu Shi melenguh keras, "Uuugh ... sa-sakit sekali."
Feng Xin tak peduli, siapa yang berbuat dia harus menerima akibat, "Maafkan aku nona senior. Aku telah menghancurkan masa depanmu," batin Feng Xin sambil terus mendaki puncak kenikmatan.
Di dalam Dantian Feng Xin bergejolak, terjadi benturan energi dan menimbulkan fluktuasi udara yang kuat di dalam kamar Niu Shi.
"Aaaakh ...."
Niu Shi juga merasakan hal yang sama, karena genjotan Feng Xin, Dantian Niu Shi juga ikut bergejolak dan terjadi ledakan teredam di dalam perut Niu Shi yang memperbesar Dantian**nya seluas danau seluas 10 km.
BOOF!
Niu Shi berhasil naik fase dari fase Golden Core bintang sembilan menjadi fase Ensoulment bintang satu.
"Hosh ... hosh ... hosh .... A-aku tak menyangka jika berkultivasi ganda denganmu, aku bisa menerobos ke ranah Ensoulment."
Niu Shi memeluk erat Feng Xin yang masih menggenjotnya tanpa lelah dengan nafas tak beraturan.
"Aaaaargh ....!"
Feng Xin keluar dan saking kuatnya, tubuhnya terpental menabrak dinding. Bersamaan itu pula, kutukan Naga Darah lenyap.
[Witwiiw! Selamat, tuan telah berhasil melakukan kultivasi ganda. Efek penyerapan sumber daya ditingkatkan dua kali lipat]
"Sistem sialan, benar-benar sialan, rasanya ingin aku cium sistem sialan ini," kata Feng Xin dalam hati dengan tersenyum merekah.
"Nona senior, aku sudah meminta bayaran padamu atas biaya pengobatan penyakitmu. Maaf aku menghancurkan masa depanmu, tapi aku tak berniat untuk menikah. Masih ada misi yang lebih penting."
Feng Xin memakai kembali artefak Rubah Putih yang tertanggal di tempat tidur Niu Shi.
"Aku paham dan aku mengerti Feng'er. Aku melakukan ini juga sudah siap dengan konsekuensinya. Tapi ...."
Nius Shi langsung memeluk Feng Xin dari belakang dan setetes demi setetes, bulir-bulir cairan bening itu keluar dari kedua kelopak matanya.
"Tapi aku mencintaimu ketika pertama kali aku melihatmu di air terjun."
"Maaf, nona senior. Aku tidak bisa mencintai wanita manapun sebelum aku membalaskan dendam kedua orang tuaku."
__ADS_1
Dengan tatapan tajam dan dingin, Feng Xin melepaskan pelukan tangan Niu Shi. Kemudian berlari cepat keluar dari dalam kamar Niu Shi.
Feng Xin tiba di belakang gedung aula sekte Bulan Darah yang masih dalam perbaikan. Dia sedang berpikir untuk mencari tempat yang tak bisa diganggu, tujuannya meningkatkan tingkat kultivasinya setinggi mungkin.
Jia Xu yang sedang melihat Penatua Gan melatih murid dalam, melirik ke arah Feng Xin yang nampaknya sedang gelisah.
"Hai, murid bodoh!"
Jia Xu berpindah tempat di belakang Feng Xin dan menepuk pundaknya. Hingga bola mata Feng Xin hampir terlepas karena saking terkejutnya.
"Guru ... hampir saja jantungku copot, hmph!" Feng Xin kesal membuang muka.
"Ayo masuk ke dalam, aku perlu bicara!"
Jia Xu mengajak Feng Xin ke paviliun miliknya dan bocah tua tampan itu mengekor di belakang orang yang dijuluki Kelelawar Merah.
"Waktu kita tersisa 4 hari untuk ujian Kaisar Yuan Shao. Maaf jika aku menekanmu."
"Aku paham guru. Untuk itu aku ingin mencari tempat tertutup untuk ---"
Jia Xu langsung paham dan memotong, "Sudah, ayo!"
"Tempat ini adalah tempat rahasia sekte Bulan Darah. Hanya aku yang bisa masuk, kepadatan energi spiritual disini sangat pekat, lima kali lipat dari tempat biasa. Aku juga sudah ---"
Jia Xu mengeluarkan kristal Qilin Api untuk di serap Feng Xin. Tapi ditolak oleh Feng Xin.
"Tidak perlu guru. Biarkan murid ini memperoleh sumber dayanya sendiri. Aku tak mau merepotkan guru."
"Sebagai seorang guru tentu saja aku harus memberikan murid pribadiku hal yang terbaik. Tapi jika kamu menolak, ya sudahlah. Tapi aku kau harus bisa menerobos ranah minimal Gathering Qi bintang 5. Jika tidak, aku meminta maaf harus mengusirmu dari sekte," ancam Jia Xu dengan tatapan tajam.
"Ha-ha-ha ... baik guru. Aku terima tantangannya. Tapi jika aku bisa sampai ranah tersebut, guru harus memberiku seni bela diri terkuat sekte Bulan Darah."
Feng Xin merasa bersemangat menerima tantangan Jia Xu dan langsung bersila.
Tanpa sepatah kata pun Jia Xu meninggalkan Feng Xin seorang diri di dalam kolam Feniks Suci.
"Dengan begini aku bisa tenang berkultivasi," gumamnya mengeluarkan batu Qilin emas berusia 10.000 tahun. "Seni kebangkitan surgawi!"
Baru saja Feng Xin menyerap energi Qi dari batu Qilin emas, Dantiannya bergejolak dan menunjukan tanda-tanda untuk naik level kultivasi.
__ADS_1
BOOM! BOOM!
Ledakan teredam beruntun tanpa henti di dalam Dantian Feng Xin dan memperbesar luas Dantian tersebut sedikit demi sedikit.
[Witwiiw! Selamat tuan telah menaikan level kultivasi ke fase Gathering Qi ⭐3]
[Witwiiw! Selamat tuan telah menaikan level kultivasi ke fase Gathering Qi ⭐4]
[Witwiiw! Selamat tuan telah menaikan level kultivasi ke fase Gathering Qi ⭐5]
[Witwiiw! Selamat tuan telah menaikan level kultivasi ke fase Gathering Qi ⭐6]
[Witwiiw! Selamat tuan telah menaikan level kultivasi ke fase Gathering Qi ⭐7]
[Witwiiw! Selamat tuan telah menaikan level kultivasi ke fase Gathering Qi ⭐8]
[Witwiiw! Selamat tuan telah menaikan level kultivasi ke fase Gathering Qi ⭐9]
Suara mekanis berdenting beruntun tanpa henti. Dentingan tersebut membuat senyum Feng Xin sangat merekah.
Bagaimana tidak, hanya menyerap Qilin emas berusia 10.000 tahun, dalam satu jam, Feng Xin naik 7 level.
Jika kultivator di ranah Gathering Qi tahu, cara menaikan level Feng Xin. Mereka bisa memuntahkan seluruh asam lambungnya, sebab saking syoknya.
"Kakek Muka Beku sangat hebat bisa memiliki sumber daya yang sangat langka di dalam cincin semesta ini. Sebenarnya kakek Maniak Pedang, Kakek Otot Gila, kakek Muka Beku dan nenek Rubah Pucat itu siapa?"
Feng Xin terus bermonolog dengan dirinya sendiri, kepalanya dipenuhi banyak tanda tanya pada keempat kaisar iblis.
Feng Xin bermeditasi selama 8 jam untuk memperkuat pondasi kultivasinya, agar kenaikan level selanjutnya di fase Foundation tidak ada hambatan.
Setelah bermeditasi selama 8 jam, Feng Xin kembali mengeluarkan batu kristal Wuritze pelangi dan bersiap menyerapnya.
Tapi penyerapan sumber daya kultivasi tersebut, Feng Xin tidak merasakan sakit sama sekali.
Ketika Feng Xin menyerap batu Wuritze pelangi, baru 60 hembusan nafas. Kolam Feniks suci bergejolak, airnya tumpah dan menerpa badan Feng Xin.
Satu telur Kaisar Dewa Serigala keluar dari Dantian Feng Xin dan melayang di depannya. Telur itu menyerap air di dalam kolam Feniks Suci yang memiliki air berwarna jingga pekat.
Air di kolam Feniks Suci terserap masuk ke dalam telur berwarna jingga kemerahan, sebesar semangka dengan retakan lava di beberapa bagian.
__ADS_1