SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 235


__ADS_3

"Tuan muda hanya butuh istirahat, dia kehilangan banyak darah. Untung saja formulasi pil yang dibuat tuan muda sangar mujarab meskipun tak semujarab pil yang dibuat tuan muda. Perbandingannya jika pil yang tuan muda buat 1 butir setara dengan 3 butir pil yang aku buat," jelas kepala dokter Boyke. "Nona Ryuna bagaimana kondisi anda?"


"Sehat dok dan sudah segar, sepertinya mas Yosep sudah menyembuhkan Ryuna, hiks!" Ryuna menyeka air matanya.


"Baik, silahkan nona Ryuna kembali ke ranjang. Biar saya periksa dahulu." Kepala dokter Boyke memeriksa Ryuna yang sudah berbaring di ranjang. "Ya, hmm, ya, semua kondisinya cukup baik. Besok kemungkinan sudah bisa pulang, tapi pasti tidak mungkin karena menunggu tuan muda ya masih belum sadar, ya kan! Ya donk!"


"Dokter gila! Rasanya ingin kutampar saja dokter sinting ini, hm!" batin Yura.


"Ya sudah nona Ryuna kembali beristirahat. Saya izin pamit!" kepala dokter Boyke keluar ruangan VVIP 01.


Ryuna bangkit dan mengangkat kepala Yosep, ia duduk dibawah kepala Yosep lalu menaruhnya di pangkuan Ryuna. Kepala Yosep dielus lembut, sesekali Ryuna mencium pipi Yosep. "Mas bangunlah dan dengerin suara jantung anak kita mas, bangunlah mas!"


"Sudah nona muda! Tuan muda butuh istirahat! Lebih baik nona muda juga istirahat!" ucap Yura menaruh tangan kanannya dibahu kanan Ryuna. Yura, Riku, dan Ryuna tertidur dengan kepala Yosep dipangkuan Ryuna.


___


___


___


Keesokan paginya.


Ryuna menghubungi Rany melalui smartphone Yosep, kalau Yosep tak sadarkan diri setelah menyembuhkannya. Kondisi Yosep belum sadar sampai pagi ini, detak jantungnya makin melemah dan wajahnya pucat pasi.


Rany bersama Chris dan Dawi bersama Albert bergegas menuju rumah sakit, setelah mendengar informasi dari Ryuna. Kepala dokter Boyke sudah melakukan berbagai cara tapi belum ada tanda-tanda Yosep akan sadar.


Di alam bawah sadar Yosep.


Naga merah kecil dengan 3 sayap iblis dan 3 malaikat, terbang mendekati Yosep lalu berubah menjadi seorang manusia dengan wajah yang sama dengan Yosep memakai pakaian kaisar lengkap berwarna emas bernama jubah kaisar kurusetra.

__ADS_1


"Ada awal ada akhir, aku adalah kau, kau adalah aku dan akan terus hidup dari masa ke masa, dari generasi ke generasi." Kaisar Wijaya Kusuma melayang memutari Yosep.


"Siapa kamu?" tanya Yosep menyipitkan mata. "Apakah kamu Barjo?"


Bletak!


"Bodoh!" kaisar Wijaya Kusuma memukul kepala Yosep. "Aku ini adalah dirimu di masa lalu, bisa dikatakan kau adalah reinkarnasiku."


"Sakit tau!" Yosep mengusap-usap kepalanya. "Tapi naga itu mirip Barjo si sistem lucknut!"


"Ya, itu memang aku karena aku menyimpan pecahan jiwaku pada bola mustika yang kau telan itu. Bola mustika itu dibuat dan diberikan oleh ayahku, dewa Jayalaksana untuk menjadikan generasi penerusku sebagai manusia hebat, sakti mandraguna dan juga kaya raya yang bisa menjaga perdamaian dunia," jelas Kaisar Wijaya Kusuma.


"Kau ini benar-benar payah dan bodoh serta tolol, menggunakan hawa murni ajian nawadewanata untuk menyembuhkan Ryuna, reinkarnasi istri keduaku bernama Wulan, nama aslinya Dyah Sari Kencana Loka, teknik penyembuhan seperti itu hanya bisa memperpendek umurmu. Ryuna juga cuma akan bertahan sampai ia melahirkan paling lama 6 bulan," imbuh Kaisar Wijaya Kusuma dengan nada meninggi.


"Lalu apa yang harus saya lakukan? Lebih baik saya mati asal Ryuna bisa sembuh," tanya Yosep dengan raut muka frustasi.


Bletak!


"Ya," jawab Yosep singkat sambil mengelus-elus kepalanya yang sakit dipukul Kaisar Wijaya Kusuma. "Tapi apakah kalau sudah terkumpul bisa menyembuhkan Ryuna?"


Ctak!


"Bisa!" kaisar Wijaya Kusuma menjentikan jari ke kening Yosep. "Aku memberimu kitab ajian serat jiwa sebagai pengganti ajian nawadewanata yang kau hilangkan energi hawa murninya. Cari dan kumpulkan artefak bedawang sangaresi secepatnya! Reinka aksa sudah bisa mendeteksi dimana tempat sisa artefak yang belum terkumpul."


Jiwa Yosep terbang melayang dan masuk ke dalam lorong putih. "Ada sebab ada akibat, ada keinginan maka ada pengorbanan dan kamu harus menerima jika dirimu sendiri yang akan dikorbankan, hahahaha." Kaisar Wijaya Kusuma tertawa jahat.


Yosep terbangun dengan peluh menetes di sekujur tubuhnya, rasa sakit dipukul kaisar Wijaya Kusuma masih terasa di kepalanya.


"Benar-benar kaisar yang galak diriku di masa lalu. Tapi jika Ryuna reinkarnasi Dyah Sari Kencana Loka istri keduaku, lalu apakah Rany juga reinkarnasi istri pertamaku di masa lalu?"

__ADS_1


[Telolet]


[Ya lah, majikan istri pertamanya bernama Asmarini Kusuma]


[10.000.000 dipotong dari saldo karena menjawab pertanyaan majikan yang tolol]


[Karena saldo majikan dibekukan maka majikan berhutang pada Barjo 10.000.000 juta dengan bunga 1000% total pengembalian 100.000.000]


"Apa?!" Yosep menjatuhkan rahangnya. "Terserah kau saja, biar kamu puas!"


"Ada apa mas ribut-ribut?" tanya Ryuna. "Mas sudah bangun ya?"


"Ah tidak apa-apa." Yosep menggosok-gosok matanya.


"Sudah berapa lama mas pingsan?"


"Dua minggu mas!" Rany membawakan Yosep makan ke kamarnya karena Yosep sudah dipindahkan ke VJC 01, makanan itu setiap pagi Rany bawakan, takut Yosep tersadar dan Rany tidak perlu mondar-mandir lagi ke dapur. "Ayo mas makan! Rany suapin."


"Dua minggu?!" Yosep membulatkan mata. "Lalu siapa yang mengurusi bisnis mas?"


Ryuna membantu Yosep untuk duduk, "Tentu saja sister Rany da Una juga lah, mas. Tenang kak Sasaki juga ikut membantu malah jadi karyawan magang di Yo and Ra food truck."


"Gendeng!" Yosep memijat kedua alisnya memikirkan kakak iparnya yang suka melakukan hal aneh-aneh padahal sudah banyak uang. Terakhir kali melakukan hal aneh adalah menjadi karyawan magang pengumpul truk sampah. "Apanya yang memicu adrenalin? Kalau mau memicu adrenalin itu naik jet coaster atau roller coaster, pasti adrenalin terpacu. Lah ini, jadi karyawan magang lagi."


"Sudahlah mas, mungkin kak Sasaki memang sedang belajar dan observasi pasar. Mas sendiri sih yang pernah berjanji mengajari kak Sasaki berbisnis dan investasi tapi mas selalu sibuk," ucap Ryuna menggembungkan pipinya dengan seringai kesal.


"Maaf sayang mas khilaf, tapi mas janji akan terus punya waktu untuk kalian berdua sekarang." Yosep mengacak-acak rambut Ryuna dan Rany. "Untuk merayakan kesembuhan mas, bagaimana kalau kita ke pantai dan mengajak semuanya?"


"Setuju!" ucap serentak Ryuna dan Rany serentak.

__ADS_1


Alice yang baru masuk kamar Yosep bersama Myke juga menimpali polos, "Setuju! Alice juga mau ikut!"


"Hei anak ayah! Apa kabarnya?" Yosep melambaikan tangan dan Alice mendekati Yosep lalu Yosep memeluk Alice. "Sudah tambah besar saja ya anak ayah!"


__ADS_2