
Tiba-tiba motor Honda CBR 250 RR berwarna merah berkecepatan tinggi menabrak tiang listrik.
Vroom!
Brak!
Pengemudi bernama Andre terpental, dia adalah putra dari Sudjiwa Tedja dari keluarga Tedja, camat Jatibarang. Lima motor kawasaki Xtrail berhenti di depan Andre, mereka berlima memakai jaket berlogo tengkorak dengan cacing masuk ke kedua bola mata tengkorak, mereka adalah anak buah geng cacing hitam.
Lima anak buah geng cacing hitam membawa bat baseball. "Bu, saya akan menolong pengendara itu. Sepertinya akan di keroyok oleh kelima orang itu."
Semua orang tak ada yang berani menolong, karena tidak mau berurusan dengan geng cacing hitam mafia penguasa seluruh pasar Seindramayu. Belum sepatah kata pun keluar dari mulut Mak Ijah, Yosep sudah menghilang dari pandangan.
Brak!
Brak!
Yosep menangkis lima pukulan bat baseball yang dihantamkan ke arah Andre Sutedja. Lima bat baseball itu patah menghantam lengan, badan, kepala, dada, dan betis Yosep.
Buak!
Buak!
Yosep memukul kelima anak buah geng cacing hitam tepat di perut mereka. "Guhak!" kelima anak buah geng cacing hitam memuntahkan air dari dalam perut mereka. Tangan mereka memegangi perut dengan raut muka meringis menahan sakit.
kelima anak buah geng cacing hitam, menaiki motor. Salah satu dari mereka mengeluarkan pistol revolver rakitan dah mengarahkannya ke arah Andre.
Dor!
Pelatuk di tarik dan peluru melesat ke arah kepala Andre. Yosep secepat kilat menangkap peluru itu lalu meremasnya. Aura membunuh Yosep keluar, matanya menatap tajam kelima anak buah geng cacing hitam.
__ADS_1
"Kalau tidak melihat orang-orang dipasar sudah kuhabisi kalian semua."
kelima anak buah geng cacing hitam lari tunggang langgang meninggalkan area pasar Jatibarang. Para warga dan petugas kemanan baru membantu motor Andre untuk berdiri, sedangkan Yosep mengamati tubuh Andre dengan reinka aksa.
"Kamu tidak apa-apa, hanya luka lecet saja. Untuk motormu lebih baik kita bawa ke bengkel temanku, ayo! Kamu bisa jalan kan?" Yosep menuntun motor milik Andre ke bengkel Honda yang dimanajeri oleh pak Darmin. Jaraknya cukup dekat dari pasar Jatibarang baru hanya 5 menit. "Hai bro! Ini ada motor rusak."
"Eh master Yosep. Kemana saja kok baru nongol? Enak ya yang baru nikah, sampai nikahnya di siarkan ke televisi nasional," ledek Katin. "Kamu urus saja sendiri bro! Itu alatnya disana! Masa junior yang mengurusi, kamu itu kan master."
"Sialan! Masa pelanggan memperbaiki motornya sendiri. Kalau begini saya tak mau bayar ya?" canda Yosep.
"Ya silahkan saja kalau gak mau ditangkap polisi, hehehe. Karena gak bayar biaya perbaikan," balas Kating.
Pak Darmin keluar dari ruangannya, "Eh bos Yosep. Kemana saja baru datang lagi, mau beli motor lagi?" tanya Darmin.
"Boro-boro pak. Saya mau membetulkan motor teman saya ini, saya ini sudah bangkrut pak. Justru, tadinya saya mau nyari tambahan uang dipasar, malah para preman mau membunuh mas ini. Jadi ya saya tolongin," jawab Yosep.
"Maaf ya mas. Gara-gara nolongin saya, mas jadi tidak dapat uang," lirih Andre. "Aku Andre Sutedja mas. Kalau boleh tahu mas siapa?"
"Mas, masa gak tau. Dia itu menantu orang kaya kedua di Indonesia namanya Yosep Firmansyah. Dan dia itu orsng terkaya nomor satu di Indonesia, masa gak tau beritanya. Mas Andre payah!" cibir Katin sambil memperbaiki motor Honda Vario 125 milik pelanggan.
"Sudahlah itu masa lalu tidak usah dibahas." Yosep mulai mengamati dengan reinka aksa, motor milik motor Andre yang kaca lampu depannya pecah, rem tangan kopling dan kabel koplingnya putus. "Pak ini, ini, dan ini yang harus diganti. Mengambil spare partnya dimana?"
"Ya sudah saya ambilkan bos. Tunggu ya!" Darmin mengambilkan spare part yang dibutuhkan Yosep di gudang dan kembali. "Ini semua spare partnya."
"Duh jadi keenakan. Maaf pak saya ngerepotin, mulai sekarang jangan panggil bos ya pak, ga enak. Saya ini sudah bangkrut, ok!" pinta Yosep.
Yosep mulai memperbaiki semua kerusakan motor milik Andre. "Sudah selesai, saya test drive dulu ya. Kalau saya khilaf free style tidak apa-apa kan?" canda Yosep dengan tersenyum lebar.
"Tidak apa-apa. Asal jangan ditabrakan ke tiang lagi saja," balas Andre yang mulai ada kedekatan dengan Yosep sebagai teman.
__ADS_1
Vroom!
Vroom!
Yosep memulai test drive di jalan raya, dengan menarik pegangan gas sangat kuat. Lalu berhenti mendadak dengan rem depan, Yosep melakukan free style bagian belakang motor terangkat cukup lama 1 menit lalu turun.
Semua orang di pinggir jalan merekam adegan Yosep melakukan free style mulai dari standing up, hingga memutar ban belakang hingga membentuk angka delapan. Yosep menyudahi pertunjukannya, "Maaf khilaf, heheheh." Yosep menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tidak apa-apa, aku malah senang, hehehe." Andre tertawa kecut. "Pak berapa semuanya?"
"Total semuanya 500.000 mas Andre."
Andre mengambil dompet di saku belakangnya dan membayarkan uang pecahan 5 lembar berwarna merah. "Dan ini buat mas Yosep yang sudah menolong saya dari kelima anak buah geng cacing hitam. Mungkin ini tak sebanding dengan pengorbanan mas yang bisa saja terbunuh oleh mereka."
Andre kembali mengambil uang dari saku bagian dalam jaketnya dan memberikan uang 10 juta. "Mas terimalah ini tidak seberapa!"
"Sudah, jangan! Saya ikhlas dan tulus menolong mas Andre." Yosep mendorong tangan Andre.
"Terima saja mas! Kalau tidak saya marah!" ucap Andre. Mau tak mau akhirnya Yosep menerima uang pemberian Andre lalu Andre memberikan kartu nama miliknya. "Kalau butuh apa-apa hubungi nomor inj ya, mas!"
Yosep hanya menggangukan kepala, Andre meninggalkan bengkel dengan menyetir dengan satu tangan, untung saja rumahnya dekat hanya menyebrangi perlintasan rel kereta api dekat stasiun Jatibarang.
Yosep menaruh uang yang diberikan Andre ke saku celana trainingnya. Lalu mulai memperbaiki motor pelanggan satu persatu, tak terasa dua jam 30 menit Yosep berhasil menyervis 10 motor milik pelanggan termasuk motor Andre. Bengkel pun tutup, Darmin memberikan uang 500.000 pada Yosep.
"Kerja bos Yosep sangat rapi dan cekatan semua pelanggan puas. Kalau butuh uang lagi, datang lagi saja kesini ya! Bengkel ini terbuka pintunya untuk bos Yosep," ucap Darmin.
"Terima kasih pak!" Yosep menunduk hormat lalu pulang ke arah kontrakannya, jaraknya hanya 10 menit dengan berjalan.
"Siapa yang main sesore ini ke kontrakanku ya?" gumam Yosep melihat pintu kontrakannya terbuka dan melihat ada 2 pasang sandal perempuan selain sandal Rany.
__ADS_1