
"Kadang kita membantu pedagang itu dengan cara memberikan harga lebih atau dengan tidak menawar barang dagangannya. Apalagi jika pedagangnya, penjual kecil yang untung hanya kecil, jika kita menawar sama saja melukai batinnya," batin Yosep.
Langkah kaki Yosep terus berjalan menuju bagian pasar untuk mencari daging. Tiba-tiba bertabrakn dengan seorang gadis memakai topi yang menutupi wajahnya, sweater hijau dan celana merah. Gadis itu terduduk setelah menabrak badan Yosep yang sekuat mobil truk pengangkut batubara.
Bruk!
"Maaf, kak! Maaf!" Gadis muda bernama Dona itu, raut mukanya panik dan ketakutan. Dari dalam sweater miliknya jatuh 10 dompet yang Dona copet.
"Woy, itu dia tangkap!" teriak salah satu penjaga keamana, sambil berlari ke arah Dona dengan lima orang penjaga kemanan pasar.
Yosep yang menyadari jika Dona ini sepertinya copet langsung memegang tangannya. Dona berontak dan menginjak kaki Yosep, yang hanya memakai sandal jepit.
Dang!
Yosep tersenyum lebar ketika diinjak kakinya oleh Dona, malah sebaliknya kaki kanan Dona yang sakit seperti menginjak bongkahan baja. "Aw! Sial!" pekik Dona. "Lepaskan aku! Lepaskan!" teriak Dona.
"Hahaha, cepat kembalikan dahulu, dopet yang kau curi, baru saya lepaskan!" balas Yosep memegangi tangan Dona. "Pak, ini copetnya sudah saya tangkap, tapi mohon jangan di hakimi, kita selesaikan baik-baik."
Penjaga keamanan menghampiri Yosep, lalu memegangi kedua tangan Dona. Yosep memberikan sepuluh dompet yang Dona curi dari pengunjung pasar. "Terima kasih tuan, sudah membantu kami menangkap copet kambuhan ini," ucap kepala penjaga keamanan.
"Tunggu, lepaskan cucuku!" teriak nenek bernama Alegra, pemilik Stocini grup, orang terkaya nomor satu di Italia. Alegra Stocini ingin mewariskan Stocini grup pada Dona Stocini, namun sikap Dona yang bandel, keras kepala dan suka memberontak membuat Alegra belum bisa menyerahkan Stocini grup itu pada Dona. "Aku akan membayar semua kerugian yang cucuku buat!"
Yosep mengamati dari ujung kaki hingga ujung kepala, ternyata Alegra adalah nenek yang memberinya uang 10.000 euro padanya siang tadi. "Ne-nenek!" panggil Yosep terbata-bata.
"Hei bukankah kamu pengemis itu?" balas Alegra.
"Terima kasih nek, berkat nenek saya bisa memulai usaha jualan bakso. Jangan lupa nek! Besok datang ya di grand launching jualanku, di depan restoran Sambalado." Yosep mencium tangan Alegra. "Jadi ini cucu nenek?"
"Iya, tapi cucu yang badung." Alegra menjewer telinga Dona. "Pulanglah sayang, nenek khawatir padamu."
__ADS_1
Penjaga keamanan melepaskan pegangan tangannya pada Dona, Alegra meminta pada penjaga keamanan bagi para korban yang merasa dirugikan atas perbuatan Dona, untuk mendatangi kantor cabang Stocini grup di Sorento untuk menemuinya. "Ya, aku akan datang esok hari. Aku izin pamit ya nak, ingat jangan mengemis lagi!" imbuh Alegra.
Dona menatap tajam Yosep penuh dengan kebencian, kalau saja tak menangkapnya ia masih benas berkeliaran bebas di kota Sorento. Setelah kedua orang tua Dona meninggal karena kecelakan satu tahun lalu sikap Dona berubah, Dona yang lembut, sopan dan penurut menjadi Dona yang keras kepala, susah diatur serta mudah marah.
"Baik nek." Yosep mencium tangan Alegra."Hati-hati di jalan!"
"Laki-laki yang sangat sopan. Apa dia sudah punya pacar atau istri? Tapi sepertinya masih jomblo, mungkin aku bisa menyelediki latar belakangnya lalu menjodohkan pemudao ini dengan Dona. Bagaimana pun juga aku butuh penerus," batin Alegra.
Dona ditarik oleh Alegra masuk ke dalam mobil Rolls Royce phantom, lalu mobil itu meninggalkan pasar. Yosep melanjutkan langkahnya mencari toko daging sapi untuk membeli daging untuk bahan pembuatan bakso.
___
___
___
Yosep sudah membeli daging totalnya 100 kg untuk membuat baso, jenis baso yang ia buat banyak mulai dari bakso isi mozarella, baso isi cabai atau baso bercon, baso dengan berbagai bentuk seperti bentuk hati, bintang, dan juga elips.
Yosep sudah meminta izin pada Veduchi untuk meminjam dapurnya. Veduchi juga sudah menyiapkan gerobak dan tempat untuk Yosep berjualan di seberang restoran Sambalado dan sudah menyiapka tempat duduk pelanggan.
***
Keesokan pagi.
[Selamat majikan mendapatkan uang dari berkedip selama 28.800 kali dalam satu hari senilai Rp. 1.440.000.000]
Yosep sudah menyiapkan semua jualan baksonya, dibantu Del Piero. Banyak pengunjung pantai berkunjung di tepi pantai tapi sudah jam 12 siang waktu Italia belum ada satu pun yang membeli . Padahal Yosep sudah bernyanyi dengan suara merdunya, berteriak memanggil pelanggan, sampai menawarkan ke pelanggan langsung dengan mendatanginya, bahkan memberikan bakso secara gratis.
"Om kuat, ini sudah siang jualan kuta belum ada yang beli," gerutu Del Piero.
__ADS_1
"Tenang, sabar. Om yakin baso kita terjual hari ini, hanya saja mereka belum mencicipinya saja. Om lagi cari cara agar mereka mau memakan bakso kita," balas Yosep. "Kamu tunggu disini, om mau ganti baju dahulu!"
Yosep berlari ke arah restoran Sambalado untuk meminjam setelan jas merah pada Veduchi, tentu saja Veduchi mengizinkannya, kalau tidak restoran miliknya sudah rata dengan tanah.
Yosep sangat tampan memakai setelan jas merah, mulai dari celana merah, jas merah ddan dasi merah, hanya kemejanya saja putih.
Yosep membawa nampan berisi 4 macam baso, baso beranak, baso bentuk lucu, baso urat isi daging, dan baso isi mozarella. "Baksonya tuan, baksonya nyonya silahkan dicicipi gratis. Kalau mau nambah bisa beli, plus gratis foto selfie sama penjual basonya yang sangat tampan ini!" teriak Yosep.
Melihat Yosep yang sangat tampan, semua pengunjung wanita yang sedang berjemur memakai bikini di pantai langsung bangkit dan mengerubungi Yosep.
"Saya kak, mau kak!"
"Saya juga mau kak!"
"Aku juga!"
Suara pelanggan wanita berbikini ribut, bagai suara dengungan lalat ditelinga Yosep. "Baik, sabar ya, silahkan antri dahulu." Yosep tersenyum lebar dan mempersilahkam mereka untuk duduk. Sudah ada 50 wanita, baik gadis muda, paruh baya hingga wanita tua berbaris untuk mencicipi bakso Yosep. "Del Piero tolong bantu om, untuk menghantarkan ini kepada pelanggan!"
Del Piero menghantarkan pesanan bakso pada pelanggan dengan terseyum ramah, karena Yosep mengajarkannya seperti ini. Yosep secepat kilat menyiapkan mangkok bakso yang dipesan oleh pelanggan dengn gaya cepat tapi elegan.
Awalnya mereka menatap sinis makanan yang bakso milik Yosep ketika pertama kali dihidangkan oleh Del Piero. Tapi karena graris dan yang memberikannya laki-laki tampan, mereka langsung mencicipinya demi bisa berfoto dengan Yosep.
Bledug!
Begitu mereka merasakan kuahnya saja sudah enak dan membuat ketagihan, mereka makan dengan lahapnya. Bahkan sampai ada yang nambah tiga kali.
"Ini makanan dari surga, sangat enak!"
"Apa-apaan ini? Makanan ini sangat lezat!"
__ADS_1
"Sungguh terlalu! Makanan ini membuatku melayang di surga, sialan!"