SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip - 69 Demi Kamu


__ADS_3

Yosep menelepon Sudaryawan untuk menanyakan masih ada ruko yang kosong tidak disekitaran kawasan ruko bintang cemerlang.


"Halo pak saya mau tanya ada ruko kosong gak di sekitaran Raimu CRC?" Tanya Yosep melalui sambungan telepon.


"Ada mas Yosep di sebelah!" Jawab Sudaryawan.


"Bukannya ditempatin oleh PT. Prismatama?" Yosep bertanya balik.


"Benar tapi kontraknya habis hari ini, PT. Prismatama tidak memperpanjangnya lagi, mau Yosep mau menyewanya?"


"Ya, kalau bisa dibereskan secepatnya!" Jawab Yosep.


"Bisa diatur mas, apa perlu tambahan lain?" Kata Sudaryawan.


"Perlu soalnya untuk kantor sekaligus produksi cake dan tempat tinggal. Ya bisa menampung 100 orang, semua biayanya berapa?"


"Ya kalau ruko bekas PT. Prismatama ini lebih luas dan memang bisa menampung 150-200 orang lebih. Kalau dibilang ruko juga bukan ruko sih mas, lebih seperti apartemen cuma 5 lantai per lantai bisa di isi 50 kamar. Lantai 1 cukup luas untuk membuat pabrik produksi cake dan lantai dua juga bisa untuk kantor. Semua biayanya 2 milyar per tahun dan tambahan 9 milyar setelah dikalkulasi 11 milyar semuanya. Bagaimana mas?"


"Kalau dibeli pasti mahal. bisa diatas 11 milyar tapi uang yang aku punya saat ini hanya 9 milyar dan uang Raimu 16 milyar lebih totalnya 25 milyar. Semua proyek juga sudah berjalan on the road, aku ambil saja. Toh jika saya merekrut 100-200 karyawan menggaji mereka juga tidak sampai 1 milyar. Baiklah ambil." Pikir Yosep.


"Bagaimana mas?" Tanya Sudaryawan.


"Ambil pak, saya transfer 9 milyar dulu." Kata Yosep lalu mentransfer uangnya ke nomor rekening PT. Bintang cemerlang sebesar 9 milyar. "Sudah saya transfer ya pak. Sisanya 15 menit lagi saya transfer."


"Baik mas Yosep terima kasih. Saya siapkan invoicenya dahulu. Kami tunggu sisanya!" Kata Sudaryawan lalu menutup teleponnya. Yosep pergi mencari Zahra, ia sedang berada di ruang managemen membuat laporan.


"Sayang sudah selesai?" Tanya Yosep lalu mengelap kening Zahra.

__ADS_1


"Sudah mas!" Jawab Zahra sambil dengan raut muka tersipu malu karena di panggil sayang.


"Saya boleh meminta anggaran sekitar 2 milyar untuk menyewa gedung baru. Saya sudah menyewa gedung baru untuk produksi gudoudama cake, totalnya sewa gedung dan inventory kepelruan produksi jadi 11 milyar saya sudah transfer 9 milyar. Kalau Zahra ragu kita bisa rapat managemen sekarang, tolong panggilkan mimi dan ibu!" Seru Yosep.


"Baik mas!" Zahra keluar ruangan managemen dan pergi ke dapur memanggil Dawi dan Mala. Mereka bertiga masuk ke ruangan managemen.


"Maaf mi, Ibu ada hal penting yang harus kita musyawarahkan." Kata Yosep.


Mala, Dawi dan Zahra duduk. "Ya baik, silahkan Yos!" Kata Dawi.


"Orderan kita naik melebihi kapasitas kita. Dan membuat produksi tersendat dan pengiriman tersendat. Jika terus berlanjut akan membuat pelanggan kecewa." Kata Yosep dengan raut muka serius. "Aku mempunyai usul kita memperkerjakan 100-200 orang sementara untuk memproduksi gudoudama cake secara masal. Kita sudah surplus omset hampir 7000% yaitu total 15.6 milyar sekian."


"Apa!" Teriak Mala dan Dawi kaget, mulut menganga dan mata terbelelalak.


"Ya, aku sudah deal dengan pak Sudaryawan untuk menyewa gedung di sebelah total semuanya 11 milyar!" Jelas Yosep.


"Mimi tak menyangka dari modal kurang lebih 300 juta bisa jadi 16 milyar begini!" Kata Dawi sambil memijat kepalanya yang sedikit pusing.


"Ya ibu juga tak menyangka serada jantung ini mau copot. Ibu lemas, ibu lemas, ibu lemas, jangan dipegang, jangan dipegang, jangan dipegang! Ibu mau pingsan!" Kata Mala yang wajahnya pucat pasi karena terkejut.


"Aku hanya butuh uang milyar, 9 milyar lagi sudah aku transfer ke pak Sudaryawan dengan uang investasiku pada Raimu CRC ini." Kata Yosep.


"Kalau mimi bagaimana kamu saja Yos, mimi yakin kamu melakukan itu semua demi sesuatu yang lebih baik di masa mendatang!" Kata Dawi.


"Ibu juga setuju!" Kata Mala.


"Aku juga setuju mas, aku akan segera transfer sekarang sisanya ke pak Sudaryawan." Kata Zahra lalu langsung mentransfer uang 2 milyar ke nomor rekening PT. Bintang Cemerlang. "Sudah aku transfer, buktinya aku sudah kirim ke nomor mangap mas Yosep."

__ADS_1


"Terima kasih Zahra. Ngomong-ngomong aku akan ke beberapa sekolah mencari siswa yang lulus tahun kemarin, siapa tahu ada yang belum bekerja." Kata Yosep. "Aku pergi dahulu."


"Ya hati-hati di jalan!" Ucap Mala, Dawi dan Zahra serentak.


Yosep pergi dengan mobil bugati seharga 190 milyar menuju ke rumah sakit untuk menjemput Rany. Yosep meminta Rany untuk menemaninya sekaligus bernegosiasi dengan guru-guru di semua SMK di beberapa kecamatan mulai dari kecamatan Cikedung, kecamatan Lelea, Kecamatan Losarang, kecamatan Terisi, Kertasmaya, Krangkeng dan Karangampel.


Yosep sudah menjemput Rany di rumah sakit dan di dalam mobil mereka hanya berdua, yang ketiganya yang lagi baca. Suasananya agak canggung, ya baru pertama kali Yosep berduaan dengan Rany setelah resmi melamarnya.


"Apa kabar?" Kata Yosep dan Rany bersamaan.


"Hahahaha, pffft!" Tawa Rany lalu menutup mulutnya.


"Tertawa kenapa?" Tanya Yosep sambil menyetir.


"Ya lucu saja, kita bisa mengucapkan bersamaan mas. Kita memang jodoh mas." Kata Rany dengan pipi merah merona lalu memegang tangan Yosep yang memegang kendali setir.


"Yah kita juga tak tahu, nasib saya juga berubah drastis. Saya sudah membayangkan setelah lulus sekolah kita tak akan berjumpa lagi, Rany mungkin kuliah ke luar negeri, aku hidup bertani. Ya Rany tahulah kehidupanku waktu disekolah, kadang ke sekolah juga berlari sampai ke sekolah dan tak membawa bekal apalagi uang saku." Kata Yosep dengan raut muka sedih membayangkan masa lalunya yang penuh penderitaan.


"Ya mas papah memang mau aku kuliah di london, namun aku menolak. Aku memutuskan untuk kuliah disini demi kamu mas." Kata Rany dengan menunduk dan pipinya merah merona.


"Demi aku?"


"Ya mas demi kamu!"


"Padahalkan tak perlu seperti itu. Ayah mungkin memilih jalan terbaik untuk Rany, karena Rany juga adalah pewaris bisnis ayah di masa depan."


"Ya memang benar mas. Tapi kalau dilihat kondisi bisnis papah sekarang 99% karena kontribusi mas Yosep. Rumah sakit saja aku tak becus mengurusnya, setelah mas Yosep yang mengurusnya rumah sakit ramai banyak pasien yang sembuh juga karena formula pil yang mas Yosep buat. Mas Yosep juga tidak pelit menurunkan cara membuat pil yang benar pada semua dokter." Jelas Rany.

__ADS_1


"Semua orang punya kesempatan, keahlian bawaan atau bakat, semua orang bisa menjadi ahli hanya butuh kebiasaan dan metode yang tepat agar hasilnya maksimal. Saya hanya memberikan metode sederhana supaya mereka cepat berkembang. Masalah mereka menjadi berkembang sangat cepat itu semua karena tekad dan usaha mereka sendiri, bukan karena saya Ran." Kata Yosep.


__ADS_2