
"Sudah sayang, lebih baik kita pergi dari sini!" bisik Yosep pada telinga Rany, lalu mencium bibir Ranya untuk menenangkannya. "Maaf sayang, I love you so much!"
"Benar-benar tingkah laku kalian bikin aku muak. Pergi sana! Jangan pernah memperlihatkan muka kalian berdua di depanku lagi!" bentak Ziva berapi-api.
"Kenapa kau cemburu? Aku bisa hamil sama mas Yosep, dan kau Ziva dasar cewek mandul, penyakitan. Kalau mas Yosep tidak menolongmu satu tahun lalu, kamu hanya akan berakhir hidupmu di kursi roda. Dasar wanita tak tau diuntung, hm!" Rany mendengus kesal lalu menarik tangan Yosep dan menendang pintu lobi yang terbuat dari kaca hingga membuatnya retak.
Bang!
Krak!
"Kenapa hatiku merasakan sakit melihat mereka berdua ciuman di depanku. Mungkin benar yang dikatakan Rany, aku memang mandul. Apakah keputusanku bercerai sudah benar? Entahlah kurasa benar dan buat apa memikirkan pria miskin itu? Tapi memang mas Yosep dulunya juga miskin, aku yang memaksa ingin menikah dengannya. Keadaan ini membuatku frustasi," batin Ziva.
Yosep dan Rany ke kantor cabang bank def. Bank bkitidak seramai bank abc, semenjak Yosep memimpin bank abc seluruh bank di jawa barat mengalami penurunan nasabah karena berpindah ke bank abc. "Permisi mbak, istri saya mau buka rekening baru!" sapa Yosep.
"Silahkan tuan!" balas teler wanita ramah. "Boleh minta identitasnya!"
"Silahkan!" Rany memberikan KTP pada teler.
"Tunggu sebentar ya nyonya, saya akan proses!" teler mengisi formulir rekening baru di laptopnya yang sudah terhubung secara daring. "Setoran pertamanya berapa nyonya?"
"100 juta!" jawab Rany dan Yosep serentak.
"Cie-cie, so sweet. Tuan dan nyonya pasangan yang sangat kompak," puji teler wanita bernama Ami tersenyum lebar. Yosep memberikan amplop besae coklat pada Ami. "Baik, karena nyonya menabung 100 juta berhak mengikuti undian langsung dan juga gebyar memenangkan undian mobil sport unyu-unyu lotus elise."
"Wah keren juga ya mbak!" Yosep tersenyum dengan mata berbinar-binar, dalam hatinya berharap bisa memenangkan mobil lotus elise agar bisa membuat Rany tidak kepanasan lagi. "Terus bagaimana mbak cara agar memenangkan undian mobil itu?"
"Tenang saja tuan sudah terikuti secara otomatis. Tinggal tuan dan nyonya tunggu acara pengundiannya tiga minggu lagi," jawab Ami lalu berdiri dan menuntun Rany dan Yosep ke box pengundian. "Silahkan tuan atau nyonya yang memutar roletnya!"
"Sayang kamu saja yang memutar, keberuntunganku kurang baik." Yosep menarik tangan Rany ke arah rolet untuk memutarnya. "Semoga dapat hadiah yang keren."
__ADS_1
Rany memutar rolet dengan cepat, bunyi rolet sangat keras, lama kelamaan rolet berputar perlahan dan mulai berhenti di gambar emas, tapi masih berlanjut ke uang 5 juta dan berhenti di hambar mug cantik.
Yosep dan Rany menjatuhkan rahangnya lalu tertawa bersama, "Hahahaha, ternyata keberuntunganku sangat buruk mas, hahaha."
"Sudahlah sayang tak apa. Mungkin memang rizki kita hanya mug cantik, hehehe."
"Ini tuan hadiahnya!" Amy memberikan mug cantik berwarna pink dan memberikan kartu atm dan tabungan milik Rany. "Silahkan nyonya diharuskan mengganti kode pin atm, karena semua kode pin atm nasabah baru sama yaitu 123456."
"Baik, terima kasih mbak. Kami izin pamit!" Yosep menggandeng tangan Rany menuju mesin atm. Rany masuk ke box mesin atm untuk mengganti kode pin kartu atmnya. "Ayo kita beli baju dan alat masak!"
Mereka berjalan ke arah penjual pakaian yang memajang pakainnya diatas permukaan tanah dengan di lapisi tikar, ada juga yang menggunakan standing besi. Ya namanya juga pasar tumpah, "Ramai banget ya mas disini. Rany baru pertama kali melihatnya!"
"Ayo-ayo! Bajunya dipilih!" para pedagang berteriak keras.
Rany memilih 5 potong baju daster yang harganya sangat murah 100.000 dapat 5. Yosep juga membeli kaos oblong murah juga ukuran XL 100.000 dapat 6 beserta celana training 100.000 dapat 4.
Sedari Yosep dan Rany berbelanja anak buah 5 orang Alex mengawasi mengawasi mereka berdua. Yosep dan Rany juga di awasi oleh 20 anak buah geng cacing hitam, mereka membawa pisau kecil, bat baseball, knuckles dan juga ninjato yang selipkan di punggung mereka.
"Mas Rany sudah belanjanya ayo kita pulang! Beli alat dapurnya besok saja, tangan mas kan sudah gak muat." Rany menarik lengan Yosep yang membawa plastik besar di tangan kanan dan kirinya. "Maafin Rany ya mas jadi ngerepotin mas."
"Ah tidak apa-apa sayang. Mas seneng bisa nemenin Rany belanja, sebelumnya kan mas gak pernah bisa nemenin Rany belanja karena selalu sibuk mengurusi UAA." Yosep tersenyum ke arah Rany, tak sadar mereka berdua tiba di gang sempit ke arah kontrakannya.
Bletak!
Prak!
Kepala Yosep dipukul dari belakang oleh salah satu anak buah geng cacing hitam dengan bat baseball hingga cairan merah dari kepalanya mengalir deras, bat baseball itu pun patah menjadi dua bagian.
Yosep menoleh dengan menyeringai jahat, tatapan matanya tajam apalagi setelah melihat logo geng cacing hitam aura membunuhnya keluar. "Sayang pulanglah duluan ke kontrakan dan kunci rapat-rapat! Dan tolong bawa bungkusan plastik ini, maaf merepotkanmu sayang!" Yosep memberikan bungkusan plastik berisi baju pada Rany.
__ADS_1
Buak!
Buak!
Tubuh Yosep terus dipukuli dengan bat baseball, kulitnya yang putih pucat berwarna agak kebiruan karena lebam. Yosep tetap diam tak bergeming, "Sudah puas memukuliku? Sekarang giliranku! Jurus padma siwa! jurus chakram visnu!" luka di sekujur tubuh Yosep hilang seketika, bat baseball yang dihantamkan oleh lima anak buah geng cacing hitam seperti menghantam besi baja.
Dang!
Dang!
Yosep menyeringai jahat, menangkap hantaman ba baseball satu persatu dan memukuli perut kelima anak buah geng cacing hitam satu persatu. Yosep menyeringai kesal dan meremas tangan mereka hingga patah.
Bang!
Krak!
"Akh!" pekik lima anak buah geng cacing hitam yang langsung terlentang di pinggir jalan dekat gang sempit. Sepuluh anak buah geng cacing hitam mengeluarkan pedang ninjato dari punggung mereka. "Akan kuhabisi kau! Hyaa!"
Klang!
Klang!
Tubuh Yosep tak mampu ditebas bahkan membuat pedang ninjato patah menjadi dua. Lima anak buah geng cacing hitam yang lain melempar pisau kecil ke arah Yosep dam hasilnya sama saja, tidak bisa menembus kulit Yosep.
Klang!
Klang!
Yosep sengaja mempermainkan mereka, "Kali ini aku akan buat kalian menderita selamanya! Jurus gada brahma!" Yosep mulai memukuli satu persatu anak buah geng cacing hitam. Mereka mengalami luka berat setelah terkena jurus amukan milik Yosep, jurus gada brahma.
__ADS_1