SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip - 95 30 VS 1


__ADS_3

Yosep bertukar nomor telepon dengan Haris lalu masuk kembali ke mobilnya. Ibu Karti memberikan pesan, bahwa Pak Awi dan tim petani sudah pulang ke gudang untuk istirahat makan siang. Yosep bergegas memacu mobilnya pulang ke gudang pupuk.


Jarak pasar Terisi ke gudang pupuk di Mundakjaya cukup dekat hanya 5-10 menit perjalanan karena infrastruktur jalannya sangat bagus karena sudah dicor beton. Suara mobil Yosep terdengar dari gudang pupuk, Yosep juga menyuruh tim pupuk untuk ke gudang pupuk untuk memberi laporan.


Proses penanaman bibit padi yang dipelopori Yosep cukup cepat, ketika Yosep pergi ke segitiga bermuda hari minggu. Paginya pak Awi dan tim mulai membajak lahan sawah dengan traktor garap, dilanjut langsung traktor tanam bibit semai.


Dalam satu hari proses penanaman selesai dan bibit semai yang di tanam langsung meninggi dari awal 10 cm jadi 15 cm. Yosep memarkirkan mobilnya di pelataran gudang pupuk dan keluar dari mobilnya. "Pak Sumadi tolong bantu saya! Tolong bawa kardus ini dan bagikan ke bapak-bapak yang lain," pinta Yosep sambil mengangkat kardus yang lain.


"Siap bos!" balas pak Sumadi lalu mengangkat kardus berisi nasi padi dan membagi-bagikan pada 40 orang lainnya.


"Apa ini yos?" tanya pak Awi.


"Nasi padang pak, buat makan siang. Silahkan di makan jangan dipelototin saja!" seru Yosep.


Semua orang terharu dan menitikan air mata, mereka sangat diperhatikan oleh Yosep. Mulai dari keuangan, makanan, dan kesejahteraan. Seumur hidup mereka menjadi petani belum pernah ada majikan yangs sebaik Yosep yang memperhatikan mereka, ditambah mereka juga belum pernah makan nasi padang.


Boro-boro mereka mikir ingin makan nasi padang, kadang buat membeli beras untuk esok hari saja masih mikir. Para petani yang direkrut Yosep benar-benar dalam keadaan miskin sepenuhnya. Setelah diberi uang kompensasi 20 juta oleh Yosep, mereka punya harapan untuk hidup lebih tinggi. Apalagi setelah melihat dan menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri, proses padi yang sangat cepat, membuat mereka yakin 10.000% Yosep bukan orang yang suka membual.


Rasa hormat pada Yosep pun meningkat, mereka menganggap Yosep adalah malaikat penolong dihidupnya. Mereka semua makan dengan lahap, bahkanada yang makan nasi padang dua bungkus dan baso satu bungkus. Yosep sangat bahagia dan tak sadar, ia juga menitikan air mata kebahagiaan. "Bos! Kenapa menangis?" panggil Sepat lalu bertanya pada Yosep, karena melihat bosnya itu tiba-tiba menangis.

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Aku hanya bahagia melihat bapak-bapak semua yang wajahnya sudah berubah cerah, lain dengan waktu rapat. Aku melihat bapak-bapak sangat murung dan suram, hahahaha...." ledek Yosep sambil menyeka air matanya diselingi tawa.


"Kami semua sangat senang bos. Kami benar-benar diperlakukan sebagai manusia. Bos orang yang memanusiakan manusia, kami hanya buruh tani dan sering bekerja ada juragan lain. Tapi kami tidak pernah diperlakukan seperti ini, kadang kami sudah bekerja dibayarnya nanti bahkan kadang tak pernah dibayar. Boro-boro ngasih makan enak, ngasih makan saja tidak pernah," jelas pak Damuri.


"Ya bos!" ujar semua tim petani serentak.


"Syukurlah bapak-bapak. Kalau ada kendala langsung hubungi saya saja," ujar Yosep. "Oh ya pak Revan, bagaimana progres penelitian untuk testimoni?"


"Beres bos, semua aman tinggal menunggu waktu panen. Ibu Sarmila juga sudah menyiapkan proposal pengajuan ke beberapa pemerintahan di antaranya pemerintah Indramayu untuk pupuk padi, Majalengka untuk pupuk tebu, dan Brebes untuk pupuk bawang serta Sumedang untuk sayur mayur," jawab Revan.


"Bagus, Ibu Sarmila sangat hebat menangkap peluang. Aku pastikan omset penjualan pupuk kita akan meningkat, setelah panen padi ini berhasil," ujar Yosep.


"Siap Yos! Bapak yakin ini kita pasti panen besar," balas pak Awi.


"Oh ya bapak-bapak nanti harus buat nomor rekening ya. Kalau tidak paham kumpulkan saja KTP dan KK bapak-bapak ke pak Awi, nanti saya bantu buatkan," pinta Yosep.


Setelah makan dan istirahat mereka semua kembali ke sawah, Yosep juga ikut membantu para petani. Dari pagi hingga siang 30 petani hanya bisa memupuk lahan 3 hektar, masih tersisa 7 hektar lagi.


"Bos, kenapa ikut bantu?" tanya pak Samun. "Biar kami saja, bos tak pantas ikut ke sawah."

__ADS_1


"Tidak apa-apa biar cepat selesai. Kita tak akan selesai jika sampai sore, masih tersisa 7 hektar lagi kan?" tegas Yosep langsung mengambil ember besar dan mengisinya dengan bubuk pupuk Alkimia dari dalam karung.


Dengan jurus moksala rudra Yosep seperti berjalan di atas air, menabur pupuk begitu sangat cepat. Semua orang menjatuhkan rahangnya dalam sekejap Yosep bolak-balik sangat cepat dan menyelesaikan lahan seluas satu hektar sendirian.


"Gila!" gumam semua petani serentak dengan membulatkan mata dan menjatuhkan rahangnya.


Yosep terus bergerak cepat, 30 petani baru selesai satu hektar Yosep sudah menyelesaikan lima hektar. Yosep pura-pura capek supaya para petani tidak curiga kalau Yosep mempunyai kekuatan super, padahal ya percuma karena semua orang sudah melihat semuanya. "Hah ... hah ... hah ..., capek sekali!" teriak Yosep dengan nafas terengah. "Bapak-bapak saya pulang dahulu ya!"


"Ya bos! Hati-hati di jalan!" teriak para petani serentak.


"Yos, Yos, kamu membuat kami jadi tidak enak hati. Masa 30 orang dikalahkan 1 orang," ujar pak Awi yang masih melanjutkan menabur pupuk di lahan sawah yang tersisa.


Yosep bergegas menceburkan diri ke sungai untuk membersihkan bajunya yang agak kotor karena terkena lumpur, Yosep hanya bertelanjang dada. Bajunya ia kucek supaya bersih, agar bisa di jemur karena baju itu milik pak Awi.


Yosep langsung mengganti bajunya di dalam dengan baju setelan jas dan menjemur baju pak Awi yang basah sehabis dicuci. Yosep langsung pamit pada Ibu Karti, dan menyuruh Ibu Karti untuk membagikan baso, serta nasi padang yang tersisa pada tetangga sekitar.


Yosep memacu mobilnya sekencang mungkin karena mendapatkan pesan dari Siska untuk meminta bantuannya. Siska menunggunya di Polres Indramayu, Siska meminta Yosep untuk membantu penyelidikan gembong narkoba yang mengendalikan semua transaksi narkoba di semua lapas jawa barat.


Siska mencurigai ada oknum lapas yang ikut bermain mengamankan transaksi narkoba ini tetap aman dan tidak terendus oleh pihak yang berwajib. Orang yang dicurigai Siska juga mendapatkan bantuan dari petinggi aparat polisi dan TNI sehingga sangat sulit di sentuh. Makanya Siska meminta bantuan Yosep untuk membantu penyelidikannya.

__ADS_1


__ADS_2