
Yosep sudah mengambil kunci motor Kawasaki Xtrail milik Jodi karena waktu sudah cukup malam. Jarak ke Gunung Sindur cukup jauh kurang lebih 27 km. Yosep yang turun dari balkon langsung menyelinap ke basemen parkir apartemen 1 park avenue, untuk mengambil motor Jodi yang diparkirkan disana.
"Waktunya beraksi baby!"
Trengtengteng!
Trengtengteng!
Trengtengteng!
Yosep menarik pegangan gas motor kuat-kuat lalu standing up dan menabrak palang pintu parkir yang tidak dijaga oleh petugas jaga karena sedang ke toilet.
Yosep melajukan motor Jodi sangat cepat menyalib semua kendaraan yang berada di depannya. Dia melajukan motornya ke arah Bintaro untuk menemukan jalan ke arah Ciputat dan melewati jalan raya ciater hingga menembus jalan ke arah universitas STAI Fatahilah Serpong.
"Sebentar lagi sampai, saya akan habisi semua geng mafia jely bean di Jakarta, Bogor, dan Tangsel, sial!"
___
___
___
Yosep memarkirkan motorny di depan rumah Gunung Sindur Residence nomor A1, agar jangan sampai ketahuan oleh mereka karena membawa motor Jodi. Rumahnya cukup megah dengan cat berwarna putih dengan dua penjaga bertato pada seluruh tubunya, di pintu gerbang rumah.
"Hoaam, malam ini dingin sekali ya, kopi apa kopi!"
Satu penjaga menguap, penjaga yang lain juga ikut menguap. Yosep sampai di Gunung Sindur Residence pukul 22.45 WIB, perjalanan cukup jauh memang sekalipun Yosep melajukan sangat cepat ia terjebak macet di jalan Ciater.
Yosep dengan tatapan melemparkan panah angin dari jurus mahadewa nagapasa dan membuat mereka berdua muntah darah dan langsung pingsan.
Swush!
Jleb!
"Mampus kalian! Tenseigan!"
Yosep mengedarkan pandangannya ke dalam rumah mencari uang yang dirampok oleh geng mafia jely bean. Yosep menyeringai jahat dan membuat luka parah pada penjaga di temuinya di dalam rumah.
"Berani mengusik perusahaanku sama saja mati atau cacat!"
__ADS_1
Yosep berteriak membuat bos geng mafia jely bean bernama Jiwo keluar dari kamarnya, "berisik sekali siapa cecunguk ini, yang berani menggangu istirahatku!" Jiwo mengambil dua senapan SMG di meja dekat pintu kamarnya.
Dor!
Dor!
Dor!
Yosep terdiam menggunakan jurus cakram visnu, semua peluru menghujam bertubi-tubi ke tubuh Yosep. Pelurh itu bagai bersentuhan dengan kulit baja yang sanga keras, tak ada satu pun peluru yang mampu menembus kulit Yosep.
Tang!
Tang!
Tang!
Tumpukan peluru menumpuk di hadapan Yosep, lalu dia mengambil satu peluru dan mengarahkannya ke arah kepala Jiwo. Peluru itu melesat cepat dan menembus kepala Jiwo.
Shua!
Jleb!
[Telolet]
[Misi : temukan perampok kafe Raimu CRC.
Hadiah : Seluruh perumahan, hotel, dan apartemen di kawasan kebayoran lama.
Batas waktu : 7 hari
Hukuman: -
[Surat kepemilikan seluruh perumahan, hotel dan apartemen di kawasan kebayoran lama, sudah dikirim ke rumah majikan di VJC 01]
[Selamat menjalankan misi selanjutnya]
"Waktunya memecat semua orang yang berani menghima saya hanya karena pakaian," ucap Yosep yang sudah menaiki motor Kawasaki Xtrail milik Jodi
___
__ADS_1
___
___
Yosep sampai di Hotel Mulia yang sekarang sudah menjadi miliknya, namun direktur hotel belum menghubungi Yosep karena sudah malam. Yosep masuk kamar 22 pukul 01.00, Cinta sudah tidur dan mendengkur keras, wajah Cinta sangat imut ketika sedang tidur di tempat tidur hotel. Yosep tidur di lantai samping tempat tidur Cinta, "sayang sudah punya empat kalau boleh mau nambah lagi, wanita langka seperti Cinta harus dibudidayakan, hehehe," gumam Yosep sambil tertawa lalu memejamkan mata.
Keesokan pagi seperti biasa Yosep bangun pagi lalu olahraga di depan halaman hotel Mulia.
[Selamat majikan mendapatkan uang dari berkedip selama 28.800 kali dalam satu hari senilai Rp. 288.000.000. Uang sudah ditransfer ke nomor rekening majikan]
Yosep tidak memperdulikan suara pemeritahuan Barjo, karena uang Yosep sudah tak terbatas, setelah menjadi pewaris Ochobot Technology.
Yosep membangunkan Cinta yang masih meringkuk di kamar tidurnya, "mba Cinta bangun, mba harus sarapan dan terus kerja. Nanti memang mau saya pecat karena terlambat kerja!"
"Hoaaam, maaf pak big bos, tidurnya terlalu nyenyak!" Cinta langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan langsung mengeringkan rambutnya lalu memakai baju seragam kafe Raimu CRC.
Keduanya sarapan di restoran hotel dan hanya bermenukan nasi goreng ayam. "Saya mau ke bank Abc untuk menyetorkan uang kafe yang berhasil saya ambil dari sarang penculik di Gunung Sindur Residence semalam. Nanti mba Cinta satu mobil dengan saya, tadi saya sudah memesan taxi online ke arah kafe Raimu CRC, kebetulan kita satu arah."
Cinta hanya menganggukan pelan kepalanya menyahuti ucapan Yosep sambil makan nasi goreng ayam hotel.
"Tunggu! Pak big bos sendirian ke markas geng mafia jely bean?!" Cinta membulatkan mata, ia tak menduga jika Yosep mampu membekuk komplotan geng mafia jely bean sendirian, yang terkenal kejam dan bengis. "Lalu Jodi bagaimana?"
"Dia sudah di tangkap polisi, setelah masalah ini selesai, saya harus kembali ke Indramayu."
Cinta mendengar Yosep akan pulang, kelopak matanya tak sadar mengeluarkan cairan bening. Cinta merasa meskipun baru merasa sehari dengan Yosep tapi hatinya begitu nyaman, dan benih-benih cinta tumbuh di dalam hatinya. "Bisakah pak big bos beberapa hari lagi pulangnya?" cegah Cinta yang ingin menghabiskan waktu dengan Yosep dan menyeka cairan bening di sudut matanya. "Aku akan membawa pak big bos jalan-jalan keliling Jakarta, kata pak big bos kan Cinta jadi pemandu pak big bos sementara di Jakarta."
"Kenapa kamu menangis? Takut ya saya pergi meninggalkan Cinta, hehehe," Goda Yosep sambil menyentil hidung Cinta yang mancung.
Cinta menyubit pinggang Yosep dan membuatnya memekik keras, "aw! Mba Cinta sakit tahu!"
"Bodo amat! Hmph!" Cinta mendengus kesal lalu menggembungkan pipinya.
"Ok, ok, saya akan menuruti mba Cinta kemana pun mba Cinta menunjukan jalan. Tapi ada satu hal yang harus ungkapkan!"
Cinta yang mendengar pernyataan Yosep, jantungnya berdegup kencang, seakan Yosep akan mengungkapkan rasa sayangnya pada Cinta. "Apa? Silahkan!"
"Saya harap mba Cinta tidak salah paham dengan perlakuan saya ke mba Cinta, saya sudah punya empat calon istri. Saya hanya memperlakukan mba Cinta seperti kakak saya saja, umur mba Cinta kan lebih tua 3 tahun dari saya," jawab Yosep.
Deg!
__ADS_1
Hati cinta berdegup kencang dan merasakan sakit yang begitu dalam, terasa ditusuk duri sembilu. Cinta tersenyum kecut pada Yosep dan menahan cairan bening dikelopaknya agar tidak jatuh. "Tidak apa pak big bos aku mengerti, aku hanya karyawan dan pak big bos orang kaya. Terima kasih pak big bos!"