
"Lalu bagaiman dengan orang-orang yang mau bekerja sama mengelola lahan pak kades?" Tanya Yosep.
"Saya sudah membuat pengumuman untuk mengundang para warga miskin rapat. Hari ini akan segera di kumpulkan di ruangan rapat warga desa. Kebetulan sekali nak Yosep ada disini jadi sekalian bisa jelasin ke warga desa." Jawab pak kades dengan raut muka tersenyum.
"Baik pak nanti saya akan bantu jelaskan!" Kata Yosep.
Redi mengetuk pintu. "Pak kades permisi!warga miskin dan fakir, sudah berkumpul di ruang rapat warga desa."
"Oh baik terima kasih mas Redi." Kata pak kades, "Mari mas Yosep kita kesana!"
Yosep, Ziva dan pak kades menuju ruang rapat warga. "Assalamu alaikum!" Kata pak kades.
"Walaikumussalaam!" Jawab serentak semua warga yang berada diruangan. Total warga yang hadir hanya 20 orang pria paruh baya. Warga desa Mundakjaya tidak percaya dengan rencana Yosep. Jadi banyak warga yang tidak hadir untuk datang ke ruang rapat warga.
"Bapak-bapak sekalian saya mewakili mas Yosep, mengundang bapak semuanya untuk hadir dalam rangka kerja sama mengelola lahan yang dimiliki mas Yosep. Untuk penjelasannya mas Yosep sendiri yang akan menjelaskan, tempat dan waktu kami persilahkan." Kata Pak kades dengan nada sopan.
"Terima kasih pak kades. Baik bapak semua sudah tahu dengan saya kan. Saya Yosep Firmansyah anaknya ibu Dawi. Saya akan menjelaskan mengenai rencana saya yang ingin bekerja sama dengan bapak-bapak semua."
"Saya mempunyai lahan 10 hektar dan akan dikelola dalam waktu satu minggu ke depan. Untuk pembagian hasil panen yaitu prosentase saya 50% dan bapak 50% dari keseluruhan hasil panen." Kata Yosep.
"Lalu bagaimana dengan traktor, biaya tanam, pupuk, dan biaya panen? apakah kita yang menanggung juga, sedangkan kami hanya warga yang pas-pasan mas Yosep." Tanya Pak Tarmidi.
"Pertanyaan yang bagus pak. Semua biaya tadi sudah kami cover, jadi bapak semuanya hanya fokus pada perawatan lahan sawah saja. Hasil panen 50% itu hasil bersih, traktor, pupuk, biaya tanam, dan biaya panen saya yang tanggung, bapak semua hanya nikmati hasilnya saja jika sudah panen." Kata Yosep.
"Baik mas saya bersedia." Kata pak Tarmidi dan Pak Awi yang juga ikut hadir, sementara meninggalkan pekerjaan proyeknya yang sudah berjalan. Pak Awi menyewa timnya dari luar desa.
"Baik yang bersedia silahkan tanda tangan kontrak surat ini!" Seru Yosep. Pak Awi dan pak Tarmidi langsung tanda tangan, bagi warga miskin seperti mereka ada pekerjaan bagus tak boleh dilewatkan.
"Lalu bagaimana jika panennya gagal?" Tanya Pak Kasmun.
"Bapak sangat jeli sekali dalam berbisnis. Tentu kami akan memberikan kompensasi senilai padi dari lahan sawah yang bapak kelola. Misal dalam satu hektar dapat 10 ton, maka saya akan memberikan kompensasi senilai 5 ton, bapak mengerti?" Tanya Yosep.
__ADS_1
"Baik mas saya ikut!" Kata pak Kasmun, pak Diryo dan pak Damuri lalu menuju meja untuk tanda tangan kontrak.
"Untuk menanam dan memanen apakah memakai tenaga orang atau mesin traktor mas? Warga kita sudah sangat terbatas jika untuk menanam dan memanen padi?" Tanya Pak Sumari.
"Semuanya memakai mesin bukan lagi manual dengan tenaga manusia. Jadi bapak semuanya tak perlu bekerja keras." Kata Yosep.
"Saya ikut mas!" Kata Pak Sumari, Jenggot, Sepat, Samin, dan Kardaun. Mereka berlima langsung menandatangani kontrak yang telah disediakan di meja Yosep, pak kades sudah membuat kontrak dan salinannya dengan materai 10000.
"Lalu pupuk apa yang akan mas Yosep gunakan?" Tanya pak Damri.
"Pupuk dari PT. Alkimia Bharata Jaya." Jawab Yosep.
"Maaf mas saya gak ikut kalau memakai pupuk dari alkimia. Proses panen padi sngat lama seharusnya maksimal 110 hari jadi 120-130 hari." Kata Pak Damri.
"Baik pak saya tidak memaksa. Tapi pupuk yang 3 hari lagi akan datang, itu pupuk yang sangat berbeda yang dibuat oleh PT. Alkimia Bharata Jaya. Pupuk itu akan membuat semua jenis tanaman apapun bisa panen hanya dengan 15 hari, hasil panen lebih besar, 5-7 kali lipat, tanaman tahan cuaca ekstrim, dan tahan segala macam hama." Kata Yosep.
"Hahahaha, mas Yosep jangan mimpi. Mana ada pupuk seperti itu sekalipun kami dibayar 100 juta. Kami pasti akan menolak karen takut gila seperti mas Yosep." Cibir warga yang belum menandatangani kontrak. Mereka meninggalkan ruang rapat warga karena kecewa dengan penjelasan Yosep yang mustahil.
"Saya paham dan mengerti perasaan bapak semuanya. Makanya itu saya memberikan kompensasi di awal 20 juta/orang, saya bukan orang yang suka membual dan bapak semua juga paham jika melanggar kontrak konsekuensi apa."
" Saya hanya ingin bapak semuanya tidak ragu dengan yang saya katakan, jika kita bisa menghasilkan panen pertama kita 100 ton. Saya berjanji dan pak kades yang menjadi saksi, bahwa saya akan memberikan 100 juta sebagai bonus tambahan di luar bagi hasil panen." Kata Yosep lalu membuka tasnya dan memberikan uang kompensasi 20 juta ke sepuluh warga yang sudah tanda tangan kontrak.
Wajah mereka berseri-seri yang tadinya ragu. "Terima kasih mas, kami percaya dan akan bekerja semaksimal mungkin demi hasil panen kita." Kata Pak Sumari.
"Hip-hip!" Kata Pak Awi.
"Hura!" Teriak 9 bapak yang lain serentak.
[Telolet]
[Misi terpicu : hasilkan panen 100 ton padi
__ADS_1
Hadiah : 20 hektar tanah haji suli sebelah utara, 10 traktor canggih yang bisa memanen, membajak dan menanam kemudi automatis, 10 mesin canggih untuk mengolah padi menjadi beras.
Batas waktu : 25 hari
Hukuman : anunya majikan jadi besi.
[Misi automatis di terima]
[Selamat menjalankan misi dan semoga berhasil]
"Hadiahnya sungguh menarik, aku suka, aku suka, aku suka!" Batin Yosep.
Ziva yang melihat warga seperti itu tertawa sambil menutup mulutnya dan berbisik ke telinga Yosep. "Pfffft, mas kamu hebat bisa meyakinkan warga tentang proyek gilamu itu mas. Tapi buat apa kamu hambur-hamburkan uangmu itu buat mereka?"
"Ziva sayang mereka semua fakir dan miskin. Jika kita memberikan uang pada mereka cuma-cuma pasti akan habis. Tapi jika memberikan fasilitas dan peluang kerja itu juga bisa merubah masa depan mereka lebih baik kan? Uang itu titipan dari tuhan, memang tidak dibawa mati tapi esensi uangnya akan dihisab nanti diakhirat."
" Jadi daripada pelit dan ditumpuk-tumpuk, mending diberikan saja untuk mereka yang fakir dan miskin, anggap saja menolong mereka." Jawab Yosep dengan nada suara kecil agar tak menyinggung para warga.
Rapat selesai, Yosep memberikan koper kotak berisi uang 800 juta. "Pak maaf uangnya saya ambil 200 juta. Nanti sisa uangnya saya transfer saja ke rekening pak kades."
"Nak Yosep tidak usah. Uang itu sudah cukuo banyak, saya yakin pupuknya juga pasti murah jika kita membelinya jumlah banyak. Untuk traktor saya sudah mendapatkan supliernya, jadi nak Yosep tidak perlu khawatir. Tinggal menunggu gudang selesai semua hal yang dibutuhkan akan segera sampai di gudang." Kata Pak kades.
"Tidak apa-apa pak. Pokoknya saya percayakan sama bapak semuanya. Jika ada sisa anggap saja itu bonus buat bapak, jika kurang bapak tinggal hubungi saya saja." Kata Yosep yang langsung mentransfer uang 200 juta ke rekening pak kades.
"Nak Yosep beneran transfer sekarang? Makasih uangnya sudah masuk." Kata Pak kades.
"Ya pak biar semua masalahnya kelar. Anggap saja uang pelicin, hehehe." Kata Yosep menyeringai licik dan terkekeh.
Yosep izin pamit pada pak kades untuk meninggalkan balaidesa karena akan menuju ke ruko. Karena sedari tadi Zahra chat di akun mangap Yosep, bahwa serangan pengunjung sudah membludak.
Di jalan sambil menyetir Yosep bercanda manja dengan Ziva. Ziva juga sangat kagum dengan cara Yosep menegosiasikan sesuatu meskipun dengan bantuan uang, namun bukan dilihat dari nilai uangnya tapi dari ketulusan Yosep memberikan uang dengan cara yang elegan.
__ADS_1