
Jangan lupa like, koment, gift, dan vote agar author semangat menulis lanjutan chapter novel ini.
Mohon kritik dan saran yang membangun agar novel ini lebih baik lagi, jangan sungkan langsung berikan komentar cabe sahabat readers di kolom komentar.
Mohon maaf jika jam updatenya gak nentu author moodnya lagi turun gara-gara jempol sering sakit.
Rany dan Jayus sudah datang ke rumah sakit, Yosep masih beristirhat di ruangannya sendiri ruang kepala dokter. "Hari ini sungguh melelahkan, aku tak pernah menyangka menjadi seorang dokter sangat melelahkan. Tapi gejala Ziva sangat aneh, aku melihat memori-memori dalam ingatan Ziva dan peristiwa yang terjadi pada masa lalu Ziva berkaitan dengan pak Jayus juga. Sepertinya dalang dibalik santet Ziva dan Pak Jayus adalah orang yang sama." Batin Yosep yang sedang rebahan di ruangannya sambil mengelus dagu.
Pak Jayus mengundang beberapa wartawan sonar Indramayu untuk konferensi pers bahwa kepala dokter Yosep adalah dokter muda yang sangat berbakat, bisa menyembuhkan penyakit kanker stadium 3 hanya dalam waktu 3 jam.
Waktu sudah menunjukan pukul 19.30 WIB di depan rumah sakit banyak wartawan yang berkumpul untuk meliput konferensi pers rumah sakit Budi Asih Technology.
Yosep sudah duduk di kursi tengah di samping pak Jayus dan pak Setyo serta Ziva juga sudah berganti pakaian dengan gaun berwarna hijau, kecantikannya seperti kecantikan Nyi Roro Kidul. Rany juga sungguh cantik memakai dres dengan panjang selutut berwarna kuning yang tampak sangat seksi dan cantik.
"Selamat malam teman-teman wartawan dan wartawati, terima kasih sudah hadir dalam acara konferensi pers pencapaian terbaru dan terbaik rumah sakit Budi Asih Tehcnology bisa menyembuhkan kanker stadium 3 dalam satu jam!" Ucap Jayus menggunakan mikrophone.
"Apa!" teriak para wartawan dan wartawati.
"Apakah itu benar dan ada bukti konkretnya tuan Jayus?" Tanya reporter wartawati dari Sonar Indramayu.
"Ada. Di samping saya para teman-teman pers tahu ini adalah Pak Setyo Wijaya dan putrinya Ziva Letisha Wijaya. Nona Ziva menderita kanker stadium 3 dan ini adalah hasil CT Scan sebelum dan sesudah kepala nona Ziva dipindai oleh mesin MRI milik kami." Ucap Jayus sambil menunjukan gambar 3D hasil ct scan milik Ziva.
"Ini memang hasil yang sungguh luar biasa!" Puji wartawan dari sonar Indramayu.
__ADS_1
"Ya benar teman pers. Saya sungguh sangat berterima kasih pada kepala dokter Yosep bisa menyembuhkan putri saya Ziva. Saya sendiri dan menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri bagaimana prosesnya dokter Yosep menyembuhkan kanker stadium 3 yang diderita putri saya Ziva." Ucap Setyo dengan wajah berbinar-binar dan penuh semangat.
"Lalu bagaimana kondisi nona Ziva sekarang?" Tanya Wartawan.
"Alhamdulillah sudah sangat baik, hari ini juga dokter Yosep juga sudah membolehkan saya pulang." Ucap Ziva dengan pipi merah merona sambil curi pandang ke Yosep.
"Dokter Yosep! apakah anda melakukan operasi pembedahan pada kepala nona Ziva untuk menyembuhkan kankernya?" Tanya Wartawati.
"Tidak sama sekali, kami hanya memberikan dua pil untuk nona Ziva yaitu pil jahe emas dan pil sumsum hitam. Dan ini merupakan kemajuan di bidang kedokteran, bisa menyembuhkan kanker otak tanpa operasi pengangkatan kanker!" Ucap Yosep dengan tersenyum ramah.
"Apakah kedua pil itu akan diproduksi masal?" Tanya Wartawan.
"Tentu kami akan memproduksinya. Untuk sementara rumah sakit Budi Asih Technology hanya akan memproduksinya secara terbatas. Dan akan pemesanan dan perawatan akan kedua pil ini harus dipesan secara satu paket dan pre order satu bulan." Ucap Yosep.
"Teman-teman pers semua saya berterima kasih karena sudah meliput kami. Tuan Setyo juga ingin memberikan informasi penting untuk teman-teman pers. Silahkan tuan Setyo!"
"Baik, saya memberitahukan esok minggu jam 19.00 WIB. Kami keluarga Wijaya mengundang teman-teman pers untuk mengikuti pesta syukuran atas sembuhnya putri kami Ziva. saya Setyo Wijaya pernah bernazar kalau ada seorang laki-laki yang bisa menyembuhkan Ziva, maka saya akan menikahkan Ziva dengan laki-laki itu." Ucap Setyo.
"Pffffft, uhuk, uhuk, uhuk!" Yosep terkejut, tersedak dan terbatuk-batuk. "Menikah? tuan tung-tung-tunggu!"
Yosep tidak mengetahui akan nazar Setyo dan Setyo juga tidak memberitahukannya pasa Yosep. Rany yang mendengar pernyataan Setyo hatinya terbakar cemburu, Rany juga sudah mencintai Yosep. Tiba-tiba Setyo di hadapan awak media dengan bahasa halus ingin melamar Yosep. Hati Rany bagai di tusuk-tusuk duri sembilu.
Jayus menggenggam tangan Rany seolah paham dengan ekspresi Rany saat ini yang sedang terbakar cemburu. Jayus coba menenangkan anaknya ini, untuk tidak marah pada Setyo di khalayak umum dan di depan awak media.
__ADS_1
Yosep menghela nafas panjang dan menggeleng-gelengkan kepala. Lagi-lagi dibuat bingung, entah ini keberuntungan atau kesialan, hidupnya dicintai dua wanita sekarang ayah dari Ziva ingin melamarnya. Bagaimana nanti Yosep mengatakan pada ibunya, keluar dari lubang satu masuk lagi ke lubang lainnya. (Kaya hutang saja hehehe)
Acara konferensi pers selesai, Yosep masih terdiam. Dalam keadaan diam ini Yosep mendekati Rany dan memegang tangannya. "Ran, aku meminta maaf atas kekacauan yang aku buat semua di luar kendaliku. Aku pun tak tahu jika pak Setyo akan menikahkan Ziva denganku. Aku minta maaf!"
"Ya aku mengerti ini semua bukan salahmu tapi apakah kamu mau menerima lamaran tuan Setyo?" Tanya Rany dengan raut wajah bimbang dan takut.
"Aku, aku, aku bingung. Entahlah aku akan berbicara dengan ibuku dahulu." Ucap Yosep dengan nada terbata-bata. "Aaaaaaaaaah, Yosep, yosep kenapa tak katakan saja kalau aku menyukai Rany. Aku sangat takut Rany menolaku." Batin Yosep.
Setyo mendekat ke Yosep. "Nak Yosep saya meminta maaf telah berkata kasar dengan nak Yosep. Saya pribadi ingin berbicara mengundang nak Yosep besok di rumah kami. Apakah Nak Yosep bisa?" Tanya Setyo.
"Tidak apa-apa tuan Setyo, saya mengerti. Insyaa Allah bisa pak." Jawab Yosep.
Setyo dan Ziva pergi beranjak dari rumah sakit untuk pulang. Rany dan Jayus juga beranjak pulang, Yosep pergi ke ruangan khusus untuk membuat stok pil sumsum dan pil jahe emas. Yosep juga berencana membuat pil kecantikan yaitu pil bidadari surga untuk meningkatkan pemasukan rumah sakit sebagai balas budinya pada Rany yang telah banyak menolongnya.
Awak media semua langsung menayangkan berita tentang seorang dokter muda yang mampu menyembuhkan kanker hanya dalam waktu satu jam. Kepopuleran rumah sakit Budi Asih Technology dan Yosep langsung naik seperti kepopuleran artis-artis terkenal.
Sementara itu di ruko Dawi masih menunggu Yosep untuk pulang ditemani 20 anak gelandangan yang akan tidur di lantai dua. Mala dan Zahra sudah pulang ke rumahnya, "Bu lihat bu lihat!" Teriak Ranty salah satu anak perempuan gelandangan yang sedang melihat televisi.
"Ada apa nak Ranty?" Tanya Dawi.
"Itu bu mas Yosep masuk tv, jadi dokter hebat bisa menyembuhkan penyakit kanker hanya dalam waktu 1 jam bu." Jelas Ranty.
Mata Dawi berbinar-binar dan meneteskan air mata bahagia. " Ibu tak menyangka Yos kamu punya hal sehebat itu."
__ADS_1
Dawi melihat tayangan konferensi pers itu di tv bersama Ranty dan 5 anak perempuan gelandangan lain. Ketika tayangan Setyo memberitahu jika Yosep akan dinikahkan dengan Ziva, Dawi yang sedang meminum teh tersedak. "Pffft, uhuk, uhuk, uhuk. Menikah dengan orang kaya!"