
Semua beras sudah dibongkar cukup cepat selesai dalam waktu 2 jam. Yuli juga hari ini cukup banyak menjual beras 30 ton ia jual, biasanya rata-rata paling banyak hanya 10 ton. Yuli juga sudah membayar cash langsung ke rekening PT Raimu Farm, terdiri dari 250 juta untuk beras medium dan 275 juta untuk beras premium totalnya 525 juta.
Yuli menjual murah beras medium dengan harga ecer 9500/kg dan grosir 9000/kg. Untuk beras premium Yuli menjual dengan harga ecer 10.000/kg dan grosir 9500/kg, pembelian minimal grosir adalah 1 ton.
Yuli sudah menutup tokonya pukul 14.30, hari ini ia capek sekali dan butuh karyawan tambahan untuk membantunya melayani pelanggan. "Mas tamvan! Gadis cantik seperti bidadari ini siapa?" tanya Yuli penasaran dan sedikit ketus karena cemburu pada Rany.
"Oh maaf ses! Ini istri saya namanya Rany! Kenalkan!" Yosep memegang bahu Rany untuk memperkenalkannya. "Ya baru nikah dua bulan, bisa dibilang pengantin baru."
Rany mencubit pinggang Yosep, "Jadi mas disini kerja sama wanita. Awas saja kalau minta kawin lagi, hm!" bisik Rany di telinga Yosep dengan mendengus kesal lalu menyodorkan tangannya pada Yuli. "Saya Rany, istrinya mas Yosep."
"Saya Yuli bosnya mas tamvan!" Yuli melunak setelah tahu istri Yosep, Rany sangat cantik. "Ngomong-ngomong mbak Rany sudah punya pekerjaan?"
"Aku kalah jauh dengan kecantikannya, meskipun aku dijadikan istri kedua jika mas tamvan mau. Tapi mukaku ini hanya akan membuat mas tamvan malu di depan semua orang," batin Yuli.
"Belum ses. Apa ses punya lowongan pekerjaan?" tanya Rany.
"Ya, jadi pelayan mau? Masalah gaji mah ya standarlah, tapi kalau mencapai target diberi bonus tambahan. Kalau mau datanglah besok pagi kesini," jawab Yuli dengan mengibaskan rambutnya.
Rany menatap Yosep dan mengedipkan mata dengan cepat.memberi isyarat untuk meminta izin bekerja. "Ya sudah boleh, tapi kalau capek jangan dipaksain ya!" Yosep membelai rambut Rany dengan lembut.
__ADS_1
"Ya sayang!" Rany menatap Yosep dan mengelus pipi Yosep dengan lembut.
"Kampret malah mesra-mesraan di depanku. Hatiku menjerit tau!" batin Yuli.
"Ehem! Ehem!" Yuli berdehem keras. "Oh ya ini bonus hari ini 1 juta. Dan ini keuntungan yang kamu minta dari pembelian beras 100 ton, totalnya 100 juta. Aku memberi kamu keuntungan 1000/kg karena suplier yang kamu berikan harganya sangat murah dan berasnya sangat berkualitas. Berkatmu mas tamvan aku untung hampir 250 juta hari ini." Yuli memberikan uang satu juta dan amplop coklat besar berisi uang 100 juta.
"Apa?! 100 juta?!" Yosep dan Rany membulatkan mata, jantung mereka seakan copot baru kerja di pasar dua hari sudah mendapatkan uang sebanyak itu dari kuli angkut beras dan makelar beras. "Terima kasih ses, terima kasih banyak. Budi baik ses akan kami ingat selamanya."
"Sama-sama. Sudahlah kalian pulang dan bersenang-senanglah esok hari kita akan bekerja kembali." Yuli mengibaskan tangan lalu meninggalkan Rany dan Yose berdua.
"Mas hari ini tidak usah ke bengkel, mas kan sudah capek banget. Lebih baik kita pulang dan makan!" pinta Rany yang mengkhawatirkan Yosep membuatnya semakin cinta dan sayang.
"Tidak sayang. Mas sudah janji mau membelikan sayang baju. Kemenangan ini pantas kita rayakan. Bagaimana kalau kita beli bakso dekat pasar lama Jatibarang, sekaligus menyimpan uang ini di bank biar aman?" Yosep tersenyum dan mengangkat amplop coklat lalu memasukannya ke dalam kaos oblong birunya.
"Kita buat rekening baru atas namamu di bank abc. Ayo!" Yosep menggandeng tangan Rany, mereka berdua berjalan menuju bank abc. Melihat peluh Rany bercucuran membuat Yosep tidak tega, akhirnya menggendong Rany ala bridal style. "Kok ringan banget sayang, berat badannya. Makan yang banyak sayang, tenang mas berjanji kita tidak akan kekurangan uang lagi dan bisa makan enak terus. Sekarang mas sudah jadi makelar beras."
Tatapan laki-laki dan perempuan sepanjang jalan pasar jatibarang lama, menatap Yosep dan Rany penuh iri, tapi banyak juga yang kagum.
"Oh my my! Sungguh romantis putri dan pangeran ini. Laki-lakinya mirip babang tamvan dan perempuannya mirip istri pertamanya babang tamvan, nona Rany," puji emak-emak dengan raut muka terpesona.
__ADS_1
"Mak, itu bukannya itu memang babang tamvan dan nona Rany?" tanya emak-emak dengan tusuk konde.
"Bukan, mana mungkin babang tamvan kulitnya sangat putih, setahuku putih tapi agak sawo matang. Dan Nona Rany juga mana mau pergi panas-panasan di pasar. Secara dia kan sangat putih dan seksi, gak level lah ke pasar. Emang kita berdua penjual ikan asin dan ikan kuah kuning yang selalu di pasar sampai badan hitam legam terkena cahaya matahari." Emak-emak denan rambut keriting menoyor kepala emak-emak dengan tusuk konde.
"Ya, ya!" emak-emak dengan tusuk konde polos.
Yosep menurunkan Rany di depan pintu lobi bank abc dan disambut ramah oleh penjaga keamanan. "Selamat datang bapak! Ibu!" sapa penjaga keamanan.
Semenjak saham Wijaya grup dikuasai Ziva foto Yosep di lepas dari ruang makan karyawan dan semua karyawan Wijaya grup dilarang memanggil Yosep dengan panggilan pak big bos lagi.
Yosep melihat wanita yang ia kenal di lobi kantor cabang bank abc cabang Jatibarang sedang bergelayut manja pada seorang lelaki cukup tampan. Tangannya sedang menunjuk-nunjuk ke arah atas untuk mengganti semua dekorasi bank abc.
Deg!
Hati Yosep kembali sakit, tatapanya murung. Rany sangat mengerti kondisi hati Yosep sekarang, "Mas lebih baik kita menabung di bank lain saja!" Rany menarik genggaman tangan Yosep ke pintu lobi untuk keluar.
Air mata Yosep jatuh, ia melihat Ziva dengan seorang pria. Baru saja Yosep dan Ziva bercerai, Ziva sudah berani mempertontonkan hal yang membaut Yosep sakit hati mekipun itu tidak disengaja.
Ziva mendengar suara yang tak asing baginya yaitu suara Rany dan menoleh ke belakang. "Hei! Hei! Pasangan miskin yang serasi, mau apa kau ke bank milikku? Mau mencuri ya," bentak Ziva berapi-api. "Lebih baik kalian pergi! Nanti lantai bank milikku kotor dengan kaki miskin kalian!"
__ADS_1
"Jaga mulutmu Ziva! Atau aku robek mulutmu! Jangan pikir aku bisa diam saja melihat kau menyakiti mas Yosep. Aku akan bilang sama papah untuk menghentikan kerjasama dengan Wijaya Grup biar kalian bangkrut!" sungut Rany berapi-api.
"Silahkan!" Ziva menatap sinis Rany dan Yosep. "Wijaya grup akan semakin kuat setelah aku menikah dengan Alex, pengusaha terkaya nomor satu di Belanda dan pewaris tunggal keluarga Zaldi keluarga terkaya nomor empat di Indonesia."