
Komander Lontong yang bertanggungjawab di markas cabang Meksiko mendekati Yosep dan memberi hormat, "selamat datang tuan. Kami siap menerima perintah! Perkenakan saya komander Lontong yang bertanggung jawab di markas ini!"
"Terima kasih komander Lontong. Bagaimana situasi markas dan luar markas? Apakah ada pergerakan dari Pablo Esteler saat ini?" tanya Yosep dengan tatapan mata yang tajam.
"Saat ini belum ada pergerakan, masih hanya memprovokasi kita untuk menyerang dahulu. Jika kita terpancing maka sebagian markas akan kosong, kami menahan dahulu menunggu perintah tuan," jawab Komander Lontong.
"Seranglah malam ini juga tapi kita pakai strategi gerilya. Kita akan menyerang dengan ribuan drone cypher 5 dan 6, bawalah hanya 20 orang prajurit elite yang terlatih. Keamanan markas serahkan padaku, kita akan bergerak pukul 23.00 WIB. Tolong panggilkan kepala unit produksi senjata!" titah Yosep, aura pemimpinnya begitu mendominasi.
"Baik tuan!" sahut Lontong menunduk hormat lalu pergi menuju kantor ruangan unit produksi senjata dan alat. Lontong ingin memanggil Guavani yang merupakan kepala unit produksi alat dan senjata.
Lontong kembali bersama Guavani, "tuan ini profesor Guavani, kepala unit produksi alat dan senjata!" ujar Lontong memperkenalkan Guavani seorang pria muda berumur 25 tahun bermuka spanyol, hidung mancung dan paras tampan. Ochobot Technology merekrut Guavani lulusan terbaik Harvard University karena ia jenius di bidang A.I. dan mekanik mesin.
"Selamat datang tuan, perkenalkan nama saya Guavani Rokoko, kepala unit produksi alat dan tool Ochobot City cabang Amerika latin dan Amerika selatan," ujar Guavani menunduk hornat.
"Terima kasih profesor Guavani. Anda sangat hebat masih muda sudah mendedikasikan hidup anda untuk Ochobot, kami pasti senang dengan kinerja anda yang mendesain senjata Xerga," puji Yosep dengan raut muka melengkung membentuk senyuman.
"Ah tidak tuan biasa saja. Saya hanya berusaha semaksimal mungkin potensi saya, hehehe ...." balas Guavani sambil tertawa ringan, tangan Guavani mengelus-elus tengkuk lehernya.
"Bisakah profesor membuatkan drone cypher tipe 1 sampai dan menyelesaikannya malam nanti?" pinta Yosep memberikan flash disk berisikan cetak biru drone cypher tipe 1 sampai 6.
__ADS_1
"Bisa tuan, namun saya sedang membuat mesin cetak tiga dimensi untuk membuat alat dan senjata secara cepat serta masal. Tapi ... ada beberapa mekanisme yang kurang sempurna. Setiap kali saya mencobanya mesin itu selalu mencetak hal yang cacat pada bentuk bukan mekanisme isi dari contoh cetak biru yang dicetak."
"Terakhir kali aku membuat senjata berjenis sniper malah hilang moncongnya. Aku sudah mengecek setiap bagian namun tidak ada yang salah tapi proses akhirnya selalu salah, dapatkah tuan memberi sedikit motivasi atau nasihat?" pinta Guavani.
"Baiklah tapi mungkin juga tidak dapat membantu, hehehe ...," sahut Yosep. "Baik mari kita lihat mesinya dan cetak biru mesin cetak tiga dimensinya!"
"Komander Lontong tolong siapkan prajurit elitnya dari sekarang! Saya akan melihatnya nanti!" imbuh Yosep bertitah pada Komander Lontong.
"Siap tuan!" komander Lontong meninggalkan Yosep dan Guavani menuju ruangan prajurit super elite.
Guavani menuntun Yosep ke ruangan tempat kerjanya, ada mesin yang sangat panjang dengan conveyor. Mesin itu adalah mesin cetak tiga dimensi yang sedang diuji coba oleh Guavani untuk membuat berbagai kebutuhan di Ochobot City baik senjata atau alat.
Guavani memperlihatkan cetak biru mesin cetak tiga dimensi pada Yosep di komputer miliknya, "ini tuan cetak biru!" seru Guavani. Yosep melihatnya dengan seksama dan teliti lalu menambah, mengurangi serta menyempurnakan desain cetak biru yang sebelumnya dibuat oleh Guavani.
Yosep langsung memperbaiki mesin yang sudah ada dengan mengurangi, menambahkan dan menyempurnakan bagian-bagian mesin cetak tiga dimensi. Yosep menyeka dahinya yang penuh keringat, "syukurlah sudah selesai. Baik mari kita coba!" seru Yosep memasukan cetak biru drone cypher satu komputer dan menekan tombol mulai pada komputer untuk memberikan perintah pada mesin cetak tiga dimensi.
Mesin cetak dimensi mulai memproses mencetak drone cypher 1 dan hasil mencengangkan, mesin cetak tiga dimensi membuat drone cypher 1 sesuai desain dari cetak biru. Yosep juga membuat alat pengendali drone dengan laptop khusus yang disambungkan ke helm Virtual reality bernama Sachza.
Yosep menguji coba drone cypher 1 dengan Sachza dan mengatur banyaknya drone cypher 1 yang dikendalikan melalui laptop. Yosep hanya memberi perintah terbang pada Sachza dan drone cypher itu terbang dengan sempurna tanpa miring ke kanan atau ke kiri. "Yes percobaan pertama langsung berhasil, tuan memamg hebat. Aku tak menyangka tuan juga sangat hebat dalam mekanisme dan sistem A.I," puji Guavani.
__ADS_1
"Ya begitulah, hehehe ... tolong lanjutkan dan buat sebanyak mungkin. Jika sudah selesai untuk drone cypher satu kirim ke Indonesia beserta helmnya juga cetak 20.000 drone cypher 1! Untuk drone cypher tipe 2 sampai 6 buat saja 1000/drone cypher!" titah Yosep.
"Siap tuan, aku akan bekerja semaksimal mungkin," sahut Guavani sambil menunduk hormat. Yosep meninggalkan ruangan Guavani menuju ruangan prajurit khusus, meskipun Yosep baru pertama kali tiba di markas rahasia tapi ia tidak takut tersesat karena jam tangan di tangan Yosep bisa menunjukan peta lokasi sesuai denah markas rahasia.
Di dalam ruangan prajurit elite super, 20 prajurit elite berbaris dan berdiri tegak, Yosep masuk ruangan dan mereka memberi hormat, "salam hormat tuan Yosep! Selamat datang tuan!"
"Silahkan duduk!" titah Yosep.
Mereka pun duduk, "baik tanpa basa-basi kita akan mengatur rencana. Pertama cari informasi tentang denah markas Pablo Esteler, kedua cari tahu dimana ia menyimpan arefak bedawang sangaresi bernama sepatu kuda sembrani. Saya yakin dalam keadaan tidur ia menyimpannya disuatu tempat, curi artefak itu!" titah Yosep.
"Siap tuan!" sahut mereka serentak.
"Maaf tuan mengapa kita harus mencuri artefak itu?" tanya kapten Moka dengan raut wajah bingung.
"Pertanyaan bagus kapten, selama ini menurut informasi dari tuan Albert dan jendral Raiden bahwa yang membuat kita kerepotan adalah artefak itu. Jika kita bisa mengambilnya, saya yakin Pablo Esteler bukan masalah. Kita bisa meringkus semua bawahannya jika artefak itu bisa kita ambil," jawab Yosep yang mengetahui nama Kapten Moka dari name tag di dada kanannya. "Ada pertanyaan lagi?"
"Cukup tuan!" jawab serentak.
"Baik beristirahatlah, malam ini kita akan bergerak. Sebagai suplai dan pendukung saya akan mengirimkan drone cypher tipe 2 sampai 6 untuk membantu sahabat-sahabat semua mempermudah jalannya misi, yang akan saya kendalikan jarak jauh," ujar Yosep.
__ADS_1