SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip -45 Terus Terang


__ADS_3

Pengunjung yang membludak hari ini membuat semua karyawan dan karyawati bekerja lebih keras, usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Tepat jam 15.15 Raimu CRC tutup lebih awal, dengan meraih omset Rp. 157.255.000.


Omset yang didapat tiga kali dari hari kemarin, semua menu masakan yang disiapkan ludes habis tak tersisa. Stok bahan makanan berkurang 50%, banyak orderan catering juga untuk esok hari, menambah pundi-pundi uang masuk ke dalam rekening Zahra catering.


"Alhamdulillah, semua bekerja dengan keras, cepat dan melayani dengan baik."Gumam Yosep sambil mengotak-atik laptopnya. Karyawan baru dalam bimbingan Yosep cepat sekali pemahaman dan pelaksanaannya, ya skill direktur juga sangat berguna, bisa menunjukan wibawa dan juga kharisma Yosep.


Kerjasama kali ini benar-benar luar biasa. Semua karyawan sedang bersih-bersih, Zahra sedang menghitung mesin kasir dan orderan catering untuk besok yang sudah dibayar. Pak Bambang Chandra bayu kapolres Indramayu juga memesan 300 box nasi catering premium untuk besok. Total pesanan besok adalah 400 box nasi catering premium dan 100 cake all varian.


Yosep sedang berada di kamar VVIP membuat aplikasi untuk order online dan bisa di delivery. Yosep melihat ada peluang dan system COD seperti ini lagi booming. Yosep tinggal membeli motor dan membuat alat pendeteksi gps yang bisa disambungkan via satelit, agar Yosep mudah mengawasi semua karyawan yang mengirimkan orderan.


"Akhirnya sudah selesai juga." Kata Yosep sambil jam di smartphone miliknya. " Ternyata sudah jam 16.45, baiklah aku akan ke rumah pak Awi untuk menawari proyek membangun gudang untuk pupuk dan tempat traktor!"


[Telolet]


[Selamat majikan telah berhasil menyelesaikan misi]


[Misi : Bantu ibu Mala menjual nasi box catering omset 100.000.000]


Hadiah : Lamborghini Veneno limited edition dan skill chef lv 1


Batas waktu : 1 bulan sisa waktu 25 hari 18 jam


Hukuman : Kehilangan uang di dalam rekening majikan dan berhutang 10 milyar pada Barjo system.


Status : progres 215.97% (215.975.000/100.000.000)]


[Hadiah mobil Lamborgini Veneno sudah ditransfer di halaman ruko beserta surat-surat kepemilikan mobil. Kunci mobil sudah berada di saku majikan]


[Apakah majikan mau memasang skill chef level 1]


[Ya/tidak]


"Pasang jo!"

__ADS_1


[Proses pemasangan skill dokter level 1 selama 1 jam. Karena majikan sudah berada di level tinggi, proses pemasangan skill hanya 30 detik]


[Menghitung mundur mulai 3...2...1...]


[0%]


[20%]


[40%]


[60%]


[80%]


[100%]


Kepala Yosep seperti dimasuki pengetahuan chef dan bayangan-bayangan pengalaman chef. "Kali ini aku bisa membuat menu yang baru dengan skill ini." Guman Yosep. "Aku akan segera pulang, mau mencoba mobil baru yang aku dapatkan dari system. Pasti mobilnya berbeda dengan keumuman mobil di dunia."


[Benar sekali majikan. Tapi ada biaya yang harus dikeluarkan untuk mengupgrade system R3 pada mobil]


"Sudahlah jo, aku tau akal-akalanmu. Untuk sekarang aku belum butuh, karena uang saya juga tongpes, hehehe!" Batin Yosep.


[Siap majikan, kalau butuh bisa langsung hutang pada system]


"Ogah! system rentenir!"


[Jangan begitu majikan, kita kan best friend forever]


"Bodo amat!"


Yosep keluar dari ruangan VVIP. "Mi, aku pulang duluan. Mau mengurus pembuatan gudang untuk pupuk dan traktor. Nanti mimi pulang sama Kasno ya!" Seru Yosep.


"Ya yos, memang mau kemana?" Tanya Dawi.

__ADS_1


"Ke Mundakjaya. Mau memberikan proyeknya sama pak Awi saja. Pak Awi kan sudah banyak berjasa untuk keluarga kita, ya mungkin ini sebagai balas budi kita memberikan Pak Awi rizki. Lagipula pak Awi juga kan mandor bangunan, terakhir kita bertemu Pak Awi juga lagi tidak ada pekerjaan." Jawab Yosep.


"Ya yos mimi setuju. Kamu tahu balas budi, Ambar juga suka kerja disini, menyenangkan katanya. Bilang sama pak Awi, Ambar disini baik-baik saja." Kata Dawi.


"Ya mi." Yosep mencium punggung tangan Dawi lalu pergi keluar dari ruko. Wulan tiba-tiba memanggil dan berlari mengejar Yosep, "Mas Yosep Wulan boleh ikut pulang gak? Ada beberapa hal penting yang Wulan ambil dirumah. Pekerjaan Wulan juga sudah selesai mas!"


"Oke mari!" Seru Yosep lalu memesan taxi online menuju VJC01. 10 menit kemudian taxi online yang dipesan Yosep datang. Yosep ke ruko tidak membawa motor super miliknya, dan tak ingin membawa salah satu mobil supercar miliknya juga. Karena Yosep sudah beralasan bahwa itu mobil yang ia sewa dari sahabatnya.


Di dalam mobil Yosep dan Wulan duduk di belakang berdampingan. "Bagaimana pekerjaan hari ini cape ya?" Tanya Yosep.


"Ya mas sangat cape, tapi sungguh menyenangkan. Tim kita mampu bekerjadama dengan baik, pekerjaan ini seperti sinkronisasi dalam keluarga. Jadi Wulan juga gak canggung. Mas Yosep juga keren dalam memberikan bimbingan, hanya dalam waktu satu jam semua teman-teman paham dan mengerti pekerjaan masing-masing." Jawab Wulan dengan raut muka tersenyum.


"Baguslah, aku takut tak ada yang kerasan. Kadang seseorang itu bekerja bukan mencari gaji yang besar tapi kenyamanan dalam bekerja. Saya dan tim management terus berusaha memberikan yang terbaik untuk para staff karyawan dan karyawati." Kata Yosep dengan raut muka terseny ramah.


"Mas Yosep sedekat ini. Sungguh tampan dan mempesona, tapi aku sadar mas Yosep sudah punya istri." Batin Wulan dengan raut muka murung.


"Kenapa ada yang mengganjal?" Tanya Yosep yang melihat wajah Wulan tiba-tiba murung.


"Tidak apa-apa mas." Kata Wulan menggelengkan kepala. "Maaf mas, saya boleh bertanya?"


"Silahkan boleh tanya apa saja. Saya dengan senang hati akan menjawabnya." Jawab Yosep.


"Mba Zahra itu istrinya mas Yosep?" Tanya Wulan dengan raut muka penasaran. Taxi online tak terasa sudah setengah jalan menuju VJC01.


"Belum. Baru dilamar saja, saya juga harus jujur. Biar teman-teman karyawan dan karyawati tidak kaget dengan kehidupan pribadi saya. Saya punya calon istri 3 orang. Zahra itu salah satunya, nanti juga Wulan akan tahu dua orang lagi siapa, hehehe." Kata Yosep sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena harus mengatakan sesuatu yang sangat tabu bagi laki-laki.


"Pffffft, uhuk, uhuk, uhuk!" Wulan tersedak dan terkejut dengan mata membelalak. "Masa mas?"


"Kenapa lan? kamu tidak apa-apa?"Tanya Yosep yang menepuk-nepuk punggung Wulan.


"Tidak apa-apa mas hanya kaget saja. Baru kali ini mendengar punya calon istri tiga jadi saya terkejut." Kata Wulan.


"Ya mau bagaimana lagi saya tidak bisa memilih dan mencintai ketiganya." Kata Yosep sambil menyadarkan kepalanya dikedua lipatan tangannya." Kata Yosep.

__ADS_1


"Kampret saya saja satu belum dapat malah dapat 3. Pelet apa yang dia gunakan?" Batin Driver taxi online.


Yosep akhirnya sampai di pintu gerbang utama VJC. Mereka berdua turun di samping pintu gerbang utama VJC.


__ADS_2