SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP
System Kekayaan Berkedip 292


__ADS_3

Bola-bola energi yang dilesatkan, oleh Kadro beruntun mengenai mobil Koyota Alphars berwarna hitam, mobil itu hilang keseimbangan dan terguling lalu masuk ke dalam sungai. Kadro melihat ke kaca spion, mobilnya dipelankan, jari telunjuknya diacungkan dan mengumpulkan energi dengan menjadikannya bola berwarna biru sebesar bola sepak.


Swush!


Boom!


Mobil itu hancur luluh lantak, dan tak ada yang selamat dari serangan Kadro. "Setelah makan pil itu, aku menjadi sangat kuat, ditambah pak big bos selalu memberi kami para CEO latihan yang sangat keras," gumam Kadro dengan menyeringai jahat.


***


Di Kandanghaur.


Buak!


Buak!


Klang!


Wulan dan Kokoci yang sedang ditodong kepalanya oleh senjata melawan, dengan secepat kilat mereka membalikan badan dan memukul tangan dua orang anak buah Raka yang menodongkan senjata padanya.


Dor!


Dor!


Klang!


"The rock armor!" Kokoci secepat kilat menekan jam tangan miliknya, dan muncul armor yang menyelimuti tubuhnya berbentuk armorJuggernaut tapi berwarna hitam metalic. Tubuh Kokoci membesar lima kali lipat, peluru-peluru itu tak mampu menembus kulit Kokoci yang sangat keras diselimuti the rock armor.


Bang!


Brak!


Kokoci mengangkat dua mobil Suzuki APV milik anak buah Raka dan melemparnya ke arah mereka. Lima orang anak buah Raka terluka parah, tangan dan kakinya patah, dan tulang rusuknya remuk tertimpa mobil mereka sendiri.


Shua!


Bam!

__ADS_1


Bam!


Wulan melesat cepat, dari belakang tubuh suaminya Kokoci dan melompat menghantamkan tendangan yang sangat kuat pada tanah. "Tendangan pamungkas sejagat!"


Krak!


Boom!


Permukaan aspal dalam radius 20 meter ambles dan retak, Wulan hanya mengeluarkan 1% kekuatannya agar tak merusak jalan serta fasilitas umum. Lima anak buah lainnya langsung terkapar, badannya penuh luka dan pingsan. Jalan Kandanghaur-Losarang macet total karena kejadian ini, polisi segera meringkus anak buah Raka yang pingsan dan membawanya ke rumah sakit sebelum di interogasi.


***


Di depan menara Yoo and Ra grup, Sunyaragi Cirebon.


Sylvia sangat kejam membantai lima belas anak buah Raka, membuat semunya patah tulang.


"Rasakan itu, mau melawan anak buah kaisar rich, buntutnya pasti jadi sop buntut sapi yang sudah patah buntutnya, mampus!" batin Yosep menyeringai jahat.


Yosep hanya melihat pertarungan Sylvia dan sepuluh anak buah Raka tanpa sedikit pun membantu, malah asyik membuat kopi untuk pelanggannya.


Sylvia masuk mobil dan pergi menuju arah Indramayu, kecamatan Jatibarang, untuk proses pelunasan 5.000 mobil koyota Avanza yang Yosep hadiahkam untuk semua karyawannya, totalnya 1.050.000.000.000.


Cwuszh!


___


___


___


"Lelah juga jadi penjual kopi keliling." Yosep muncul di taman atas rumahnya, mengagetkan tim perempuan throne army yang sedang menjaga Ryuna dan Rany. Yosep memang seperti jailangkung, datang tak dijemput pulang tak dihantar. "Saya sedikit petunjuk, tapi belum semuanya terkuat, seperti ada hubungannya dengan Sentanu grup."


Rany dan Ryuna langsung memeluk Yosep, "Sudah sayang makan dulu, pasti capek kan setelah melakukan penyelidikan?" kata Rany memeluk Yosep manja.


"Jangan dipeluk!" Yosep melepaskan pelukan mereka berdua. "Mas kan belum mandi, banyak kuman, apalagi mas habis jualan kopi keliling. Kasihan juga sama para jomblowati yang belum dapat jodoh, cantik-cantik kok single, preet!"


"Ya, ya memang kami jomblowati. Tapi kami ini super high quality jomblo, kami cantik, bisa apa saja. Ya mana level laki-laki yang ga ada akhlak dengan kami, preet!" tandas Mahalini. "Jadi kami ini pemilih big bos, blee!"

__ADS_1


"Ya sudahlah terserah kalian, tapi saya tidak mau punya anak buah perawatan tua, ih ngeri!" ledek Yosep.


___


___


___


Malam hari di lapangan sepak bola, Yosep sedang melatih Kipli dan Saprol bela diri untuk mengikuti turnamen antar SMP Seindrmayu. Tapi anak-anak seumuran Kipli dan Saprol desa Mundak jaya blok Munjul malah ingin ikut dilatih oleh Yosep.


Yosep berdiri memberikan sedikit pidato pada anak-anak yang sudah berbaris rapi totalnya 50 orang anak terdiri dari 30 laki-laki dan 20 perempuan. "Ingat bela diri apapun jenisnya bukan untuk jago-jagoan, pamer-pameran, apalagi bertindak sewenang-wenang. Jika ada yang melakukannya, say sendiri yang akan menghukum berat kalian, paham!" teriak Yosep.


"Paham sensei!" balas serentak lima puluh anak serentak dengan berteriak.


"Bagus, bela diri ini hanya untuk membela diri jika terdesak. Untuk latihan sekaran lari 5 kali putaran lapangan sepak bola, lalu push up, squat jump, dan pull up masing-masing 10 kali," titah Yosep, "Ayo lakukan!"


"Siap sensei!" balas serentak lima puluh anak serentak dengan berteriak.


"Mampus tuh bocah, mereka tidak tahu jika pak big bos itu sangat kejam. Mereka malah minta jadi muridnya, rasakan, hahahaha!" Jin tertawa jahat.


"Ya kita lihat saja dari 50 anak yang bertahan latihan tinggal berapa anak, hahahaha," timpal Raisa juga tertawa jahat.


Lima puluh anak sudah masuk putaran terakhir, nafas mereka sudah memburu, tapi semangat mereka masih membara dan berhasil mencapai putaran terakhir.


Lima puluh anak berbaris rapi dan mulai melakukan push up, pull up, dan squat jump masing-masing sepuluh kali. Empat puluh anak langsung terkapar, sisanya masih kuat berdiri termasuk Saprol dan Kipli. "Baik istirahat lima menit!" teriak Yosep. "Steve sediakan alat-alatnya!"


"Baik, tuan muda!" Steve menganggukan kepala dan mulai menyediakan semua perlengkapan latihan, jam tangan gravitasi, batu bata merah, batu bata putih hingga besi kikir dan juga alat test kekuatan seperti dalam anime dragon ball di ujian kualifikasi turnamen tenkaichi budokai. "Sudah selesai tuan muda!"


"Terima kasih Steve!" kata Yosep tersenyum ringan. "Anak-anak pakai jam tangan ini, lalu berbaris pukul sekuat mungkin tombol di depan kalian!"


"Siap sensei!" balas serentak lima puluh anak serentak dengan berteriak.


Mereka semua sudah memakai jam tangan gravitasi, dan berbaris untuk memukul alat test kekuatan. "Ingat! Yang nilainya dibawah angka 10 akan kena hukuman, dan hukumannya berlari keliling satu putaran lapangan bola dengan gravitasi dua kali lipat bumi!"


"Haaa?!" balas serentak lima puluh anak serentak dengan membulatkan mata.


Mereka satu persatu memukul ala test kekuatan pukulan itu dan hasilnya mencengangkan 15 perempuan dan 20 orang laki-laki termasuk Kipli serta Saprol mendapat rata rata 7-9 poin, mereka akhirnya kena hukuman. Tiga puluh lima anak terpaksa berlari keliling lapangan satu putaran dengan gravitasi bumi dua kali lipat.

__ADS_1


"Aaaargh! Latihan benar-benar edan untuk menjadi kuat, aaaargh!" keluh Kipli yang mencoba berlari sekuat tenaga dengan gravitasi bumi dua kali lipat.


__ADS_2