
Bab 111. Rasa Penasaran
.
.
.
...🍁🍁🍁...
" Buaian cinta menebar dimana-mana, tapi yang bertahan dan singgah lama pastilah itu adalah cinta sejati"
.
.
Usai makan malam dan sedikit berbincang, Dhira kini hendak pulang. Kasihan Sekar pikirnya. Ia juga sudah pergi sedari sore.
"Oma saya pulang dulu. Kasihan yang biasa bantuin saya sedang di Ruko sendiri!" disaat bahagianya, ia juga masih sempat memikirkan nasib orang lain.
"Ya sudah, Oma senang kamu kunjungi hari ini. Semoga lancar sampai hari H ya Dhir!" wanita tua itu menggenggam kedua tangan Dhira.
"Ran!, Mbak pulang dulu ya!"
"Oke Mbak. Makasih ya !" Rania memeluk calon kakak iparnya itu, entah mengapa Rania sangat merasa cocok dengan Dhira.
"Tante pamit Jo. Sampai ketemu lagi!" Dhira mengusap lembut puncak kepala Jodhi.
"Aku kalau mau nginep di tempat Tante boleh nggak kapan-kapan?" Jodhi meraih tangan Dhira dan menciumnya.
"Mau apa kamu?" Abimanyu menatap dengan penuh selidik.
" Pra uji, barenga calon kakak sepupu!" Jodhi terkikik.
"Kan di sekolah tiap hari ketemu!" Abimanyu menyahut.
"Beda lah yah. Ngapain sih ayah kepo banget!!" Jodhi mendengus..
Dhira tertawa, " Boleh kok, kapan- kapan minta mama buat antar ya!"
.
.
"Dhir?" Abimanyu memulai pembicaraannya usai ia keluar gerbang rumah besarnya.
"Ya mas?" jawabnya sembari mengaduk-aduk isi tasnya. Sedang mencari sesuatu.
"Kamu beneran nikahnya gak mau pake selebrasi?" wajah Abimanyu manyun.
"Kenapa?" ucap Abimanyu , ia rupanya masih gencar ingin menghebohkan gelaran acaranya nanti.
"Mas, maaf untuk hal yang satu ini. Tapi, aku kurang nyaman saja. Mas tahu statusku, dan mas kan juga belum lama cerai sama Mbak Gwen!"
Mereka terdiam.
Dhira mengungkapkan apa yang menjadi alasannya, ia merasa di usianya sudah tak perlu hal-hal seperti itu. Itu bukanlah skala prioritasnya saat ini.
"Buat aku yang lebih penting adalah bisa segera mewujudkan cita-cita kamu tempo hari mas!" Dhira mencoba berdiplomasi dengan Abimanyu. Wanita itu kini harus mencari ide brilian guna mengembalikan rona Abimanyu yang berengut karena penolakannya soal pesta.
"Kalau itu ya wajib!" Abimanyu terkekeh. Dhira juga larut dalam tawanya.
"Sekar di bawain apa ya mas?"
"Terserah kamu aja, dia kayaknya nurut banget sama kamu. Pasti karena calon istriku ini juga baik memperlakukan assistennya?" Abimanyu meraih tangan kanan Dhira dan mengecupnya.
Perlakuan hangat semacam itulah, yang membuat Dhira sangat merasa di puja dan di sayangi. Abimanyu adalah wujud nyata dari kasih dan harapannya selama ini.
" Kasihan dia mas, dia yatim piatu. Aku belum pernah mengobrol dekat juga sih, tapi dia gadis yang tegar Lo mas!"
"Iya, dan sepertinya sahabatku akhir- akhir ini rempong mulu soal dia!" Abimanyu terkekeh demi mengingat Wisang yang berjibaku dengan gunungan perabot kotor, dan celemek pink dengan gambar Chibi Maruko Chan di depannya.
Dan sepanjang perjalanan mereka habiskan untuk mengobrol hal remeh temeh. Tentu saja di bumbui dengan cinta.
.
.
__ADS_1
Sementara di tempat lain, Wisang tengah duduk di depan Sekar. Ya, Wisang mengajak Sekar makan di cafe mewah. Ia tahu, ketakutan Sekar untuk diajak keluar karena pasti takut bertemu dengan Wisnu.
Dan memilih tempat berkelas, merupakan salah satu solusi dari hal itu. Jika dilihat dari tampilannya, pria macam Wisnu nampaknya tidak terbiasa dengan tempat seperti ini.
Namun mereka tak menyadari, jika ada sepasang mata yang memperhatikan mereka sejak dari tadi.
"Itu tadi makanan apa Tuan, namanya aneh aneh!" Sekar benar-benar tak nyaman. Itu bukan tempatnya pikirnya. Ia lapar, karena sejak tutup toko ia belum memasukkan apapun ke lambungnya.
"Harganya mahal-mahal lagi, mending makan rujak cingur di pertigaan Silasona kalau begini!" masih menggerutu.
Wisang tergelak, Sekar wanita apa adanya pikirnya. Mungkin karena hidup yang tak mudah, menjadikan Sekar memiliki karakter seperti itu.
"Sekali- kali kita kesini. Duitku masih cukup kok. Aku baru gajian!" Wisang tertawa kecil. Makan di tempat seperti ini bukanlah suatu ancaman buatnya. Begitu pikirnya. Sekar terlalu polos untuk hal semacam ini. Tapi Wisang suka.
"Aku tahu kamu was-was jika aku ajak keluar kan. Sekarang ceritakan, siapa Wisnu?" Wisang meletakkan kedua tangannya ke atas meja.
Sekar memandang wajah Wisang yang makin. rupawan dengan sorot lampu temaram dari cafe itu. Tapi mustahil ia menceritakan kisah hidupnya, lagipula Wisang bukalah siapa - siapa baginya. Hanya seorang pria yang tukang paksa.
"Tidak ada cerita apa-apa, kami pacaran, selesai, udah." Sekar benar-benar tak mau membuat orang lain tahu hidupnya.
Wisang memandangi Sekar dengan tatapan penuh selidik, " Kamu orangnya tertutup banget ya!"
"Kalau terbuka nanti masuk angin!"
Senyap.
" Gak lucu ya, aku memang gak lucu" wajah Sekar datar, sedatar- datarnya.
Wisang justru tergelak karena wajah wanita di hadapannya itu. " Kamu gak capek apa, ngomel terus begitu. Mau aku cium lagi?"
Sekar mendelik seketika.
Mereka makan dalam diam, Sekar tak nyaman berada di sana. Sayup-sayup mengalun sebuah lagu dari singer yang menyanyikan sebuah lagu yang mereka Cover, sebagai sajian malam itu.
Kau boleh acuhkan diriku
Dan anggap ku tak ada
Tapi takkan merubah perasaanku
Kepadamu
Ku yakin pasti suatu saat
Semua kan terjadi
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada
Sekar wanita biasa yang menambat hati Wisang. Ciuman kaku dan tak sengaja saat aksi menguping tempo hari, benar-benar membuat degup jantung Wisang tak sesuai tempo. Ia pria dengan seribu wanita yang datang silih berganti dalam hidupnya. Namun mengapa, hatinya dibuat gelisah saat bersama Sekar. Gadis manis dengan perilaku yang apa adanya.
Kau boleh jauhi diriku
Namun kupercaya
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku
"Begini caranya, pakai tangan kiri buat pegang garpu, terus tangan kanan pegang pisau. Kamu iris begini dagingnya. Makannya sama kentang yang ini, Udah deh?" Wisang beranjak dari duduknya, ia mengajari Sekar cara makan steak, karena sedari tadi wanita itu terlihat bingung.
Sekar bahkan bisa menghirup aroma nafas mint dan maskulinnya parfum Wisang secara bersamaan. Membuat debaran jantungnya kian tak beres.
Wisang sengaja memilih steak karena itu memang yang cukup familiar disana. Mendengar Sekar berkata makanan disana aneh-aneh dan berharga mahal, membuat hatinya nyeri. Hidup seperti apa yang dijalani wanita itu selama ini.
Aku mau mendampingi dirimu
__ADS_1
Aku mau cintai kekuranganmu
S'lalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada
"Besok-besok makan nasi aja Tuan, aku gak biasa makan begini. Kalau daging biasanya aku jadikan lauk!" ucap Sekar.
Wisang sangat terhibur dengan keluguan Sekar, apa yang menurutnya biasa rupanya hal itu sangat luar biasa bagi orang lain.
Tapi tunggu dulu, ' besok-besok' ?
Apakah itu artinya, ia mau diajak keluar lagi. Cihaaaaaa!
Ohh-yeah
Aku ada
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Aku yang rela terluka
Untuk masa lalu
"Baiklah, besok-besok. Berarti kamu mau kita keluar lagi?" Wisang menaik turunkan alisnya. Sekar mengumpat kepada dirinya sendiri. Apakah dia salah bicara.
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
S'lalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada
( Once Mekel ~ Kucinta kau apa adanya)
Sejurus kemudian ponsel Wisang berbunyi, ia tak mendengarnya sedari tadi lantaran suara penyanyi yang cukup menghipnotis dirinya.
"Ya hallo Bim, kenapa?
"Si anjing pergi gak pamit. Buruan balik, calon istri gue menderita karena nungguin kunci yang dibawa Sekar. Kebiasaan keluar gak pamit!"
Abimanyu mendamprat Wisang. Ya, mereka memang tak pamit.
"CK, bawa pergi dulu kemana gitu. Aku belum selesai, kali ini elu yang harus pengertian!"
Tut
"Dari siapa?" Sekar yang baru selesai minum itu bertanya.
"Sales asuransi. Biasa!"
.
.
.
.
.
Readersku mommy mau tanya nih, kok pada jarang komentar kenapa ya😁😁. Padahal mommy kalau baca komen itu seneng banget, b'rasa dapat mood booster gitu.
Yang like banyak banget, Tapi yang komen dikit.
Kadang sempat negatif thinking, apa karena karyaku masih ada typo ya. Mommy akan perbaiki pelan-pelan.
Makasih yang selalu setia baca karya Mommy.
Sini cup cup dulu.
__ADS_1
🤗🤗🤗😘😘😘😘