The Love Story' Of Single Parents

The Love Story' Of Single Parents
Bab 267. Attention Please


__ADS_3

Bab 267. Attention Please


...šŸšŸšŸ...


Readers yang terkasih, jujur Mommy gak percaya jika karya mommy mendapatkan sambutan baik dari para pembaca. Kenapa Mommy bisa mengatakan hal itu?


Dalam novel ini sebanyak 300 ribu kata lebih telah Mommy haturkan untuk pembaca sekalian. Berusaha mencari diksi yang mudah di pahami saat di baca.


Jujur Mommy kerap menunggu komentar para readers. Kadang tertawa sendiri jika ada yang sampai baper. Kadang saat Mommy sibuk di dunia nyata, terasa rindu untuk sekedar menulis satu Bab dengan harapan mendapatkan komentar dari pembaca.


Dan untuk kisah panas, jujur di part 172 author sempat berkali-kali revisi. Padahal, author ingin detail di tiap part-nya. Tapi semua yang Mommy tulis tentulah sudah Mommy pertimbangkan terlebih dahulu, untuk itulah diawal sudah Mommy beri warning, jika karya Mommy ini bertajuk Adult Romance atau novel untuk pembaca dewasa.


Jika berkenan dan para reader memiliki waktu luang, di dipersilahkan berkunjung di karya baru Mommy ya.


Berharap Reader juga mau mengawal kisah Pandu Dkk dalam menguak misteri siapa yang membunuh Ayudya adik Pandu.


Kisah yang juga menceritakan tentang Wanita dari keluarga kaya yang akhirnya jatuh cinta kepada pria dengan kelas ekonomi rendah.


Dengan tajuk yang masih setia di Adult Romance dan the series ( menceritakan berbagi tokoh dari berbagai sudut pandang)


.


.


Salah satu cuplikan part dalam Falling in Love the series.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...šŸ‚šŸ‚šŸ‚šŸ‚...


"Merokok tidak baik untuk kesehatan!" ucapnya seraya memasukkan kedua tangannya, ke saku celananya.


Gadis bernama Fina itu, hanya menatap Pandu jengah lalu membuang pandangannya ke depan. Cuping hidungnya sudah mekar karena kesal. Lagi-lagi interupsi membuatnya badmood.


" Kamu!"


Sejenak mereka saling memandang. Fina baru kali ini melihat Pandu secara dekat, wanita itu menelan ludahnya saat melihat tubuh atletis Pandu yang terlihat basah karena keringat.


Dan Pandu, ia menatap wajah Fina dengan tatapan datar.


" Banyak orang yang mati walau gak merokok!" sahut Fina ketus.


Pandu tersenyum penuh arti " Salah satu penyebab kematian adalah stres, dan wanita perokok kerap dekat dengan stres!" Pandu kini duduk di samping Fina.


Pandu tak kesal apalagi marah, wanita di dekatnya itu benar-benar terlihat liar. Padahal, Bu Asmah merupakan orang yang santun dan di segani banyak orang.


Wanita itu mendengus tak suka, " Siapa yang menyuruhmu duduk?"


Pandu menoleh kesana-kemari seperti mencari sesuatu, " Tidak ada tanda atau warning apapun kan?"


Membuat Fina mengernyitkan dahinya.


" Itu artinya aku bebas duduk dimanapun!" Pandu tersenyum penuh kemenangan. Membuat Fina makin kesal.


" Terserah!" ucap Fina lalu menghisap rokoknya lagi. Ia terlalu lelah untuk sekedar berbicara dengan orang lain.


" Nenekmu orang terpandang di desa ini. Dan kamu...!"

__ADS_1


Fina tahu maksud dari pria ganteng di sampingnya itu, " Yang terhormat nenekku bukan aku!" sahutnya masih ketus.


Pandu menghela napas, ya whatever lah. Singa betina di sampingnya itu penuh misteri. Sikapnya dingin dan acuh, sangat kontra dengan Bu Asmah yang ramah dan sumrambah.


" Maaf membuatmu kesal kemaren lusa!" ucapnya sejurus kemudian. Ia tahu sikap acuh tak acuh Fina adalah manifestasi kekesalannya, saat kejadian bola voli yang nyasar kemaren.


" Kau pun sekarang juga membuatku kesal!" ucapnya sesaat setelah menghembuskan asap.


Pandu tersenyum " Benar-benar ceplas-ceplos!"


" Kalau begitu aku minta maaf untuk kekesalan yang saat ini terjadi!" Pandu menatap wajah Fina. Namun tidak dengan gadis itu.


" Terserah!" sahutnya ketus.


" Woy Ndu, yuk!" Sakti berteriak.


Pandu berdiri " Nikotin tidak baik untuk wanita, apalagi di usia produktif!" Ucapnya tanpa memandang ke arah Fina.


" Terserah!" ucapnya malas. Ia terlalu malas dengan semua yang terjadi, bahkan pria sok tahu yang tidak ia ketahui namanya namun sudah berani mencecarnya dengan siraman mengusik kalbu.


" Orang kota memang berbeda!" gumamanya sambil berlalu tanpa pamit kepada Fina.


Baru kali ini Pandu bertemu dengan wanita liar seperti Fina. Padahal, itu bukan sifat asli Fina.


Gadis itu sejurus kemudian menatap Pandu yang berlalu dari hadapannya, Ia nanar menatap tato bergambar wanita dengan tetesan air mata yang terpahat di punggung kekar Pandu. Sejenak Fina tertegun, kenapa pria itu memilih gambar abadi seperti itu.


.


.


See you there reader 😘

__ADS_1


__ADS_2