The Love Story' Of Single Parents

The Love Story' Of Single Parents
Bab 119. Happiness


__ADS_3

Bab 119. Happiness


.


.


.


...šŸšŸšŸ...


" Kau bawa diriku, ke dalam hidupmu. Kau basuh diriku, dengan rasa sayang. Senyum mu juga sedih mu adalah hidupku, kau sentuh cintaku dengan lembut, dengan sejuta warna!"


( Diambil dari lirik lagu Gigi ~ 11 Januari)


.


.


Saat Indra tengah menajamkan pandangannya, suara Raka datang menginterupsi.


"Pa!" Raka segera menemui Indra usai akad itu berlangsung. Ia tahu bila papanya merasa asing disana. Utinya juga belum mau bertegur sapa dengan papanya. Membuat Indra kehilangan jejak Anggi kembali.


Ah ya sudahlah, nanti saja aku cari! batin Indra.


"Iya, gimana?" Indra menjawab seraya tetap melongok untuk mencari sosok yang selama ini sulit ia temukan meski sudah beberapa kali berusaha mencari.


"Papa cari siapa?" Raka merasa papanya tak fokus kepadanya.


"Enggak nyari siapa-siapa kok, ada apa nak, hm?" Indra berusaha mengalihkan perhatian.


"Kita kesana yuk!" Raka ingin mengajak Indra menemui Dhira.


Pria itu Sedikit gugup, namun ia juga harus mengucapkan selamat. Ia tak ingin menyia-nyiakan aji mumpung yang di tawarkan putranya itu .


Ia harus segera melakukan hal itu pikirnya, Agar putranya itu makin yakin, jika ia dan mamanya dalam keadaan baik-baik saja walau dalam keadaan yang seperti itu adanya.


Bu Kartika dan Bastian terlihat menyapa para keluarga. Tentu saja Bastian harus menemani ibunya dalam urusan sambut- menyambut tamu. Mengingat ia adalah wakil laki-laki satu-satunya di keluarga itu. Menegur sapa dan mempersilahkan mereka menikmati jamuan kasih, lewat menu yang terhidang rapih di meja catering.


Sementara Abimanyu dan Dhira juga terlihat sibuk menyalami para orang tua dari pihak mendiang bapaknya. Beberapa sepupu yang jelas tak akan bisa menghadiri resepsi nanti malam.


Indra berjalan beriringan bersama Raka. Ia kini semakin mendekati keberadaan pengantin baru itu. Membuat dirinya juga gusar.


Dhira sejenak memandang Indra dengan wajah tak bisa di jelaskan. Abimanyu yang mengetahui Raka tengah menuju ke tempatnya berada bersama papanya, berusaha untuk bersikap tenang. Ia menggandeng tangan istrinya, berusaha meyakinkan jika dia ada untuk dirinya.


Dhira menatap wajah suaminya yang makin ganteng saat ia tersenyum itu. Ia merasa memiliki pelindung yang kuat.


"Selamat untuk kalian berdua!" Tangan Indra menggantung , hendak menyalami Abimanyu. Abimanyu tertegun beberapa detik, sejurus kemudian suami Andhira itu menjabat tangan Indra yang telah tergantung.


Tentu saja semua yang ada disana memerhatikan interaksi mantan suami dan suami baru Dhira yang saling berjabat tangan. Dan melihat hal itu ,sedikit membuat perhatian mereka terpusat kepada mereka.

__ADS_1


Oma Regina juga memasang penglihatannya dengan tak bergeming.


Wisang dan Danan terlihat mengawasi dengan lekat. Sementara Bastian dan Bu Kartika, pandangannya tak beralih sedari mereka menangkap kejadian itu. Rania yang baru dari belakang bersama Shinta dan Sekar, juga terperanjat.


"Selamat atas pernikahan kalian! Aku sudah memenuhi janjiku, untuk memberimu ucapan lewat bibirku sendiri!" Indra berusaha tersenyum tulus, ia sebenarnya terluka. Rupanya kehilangan itu seperti ini rasanya.


Abimanyu menatap Indra beberapa detik," Terimakasih!" ucap Abimanyu tersenyum mantap. Membuat semua yang disana bernafas lega.


"Aku kira dia akan baku hantam!" cibir Danan seraya terkekeh.


"Diem lu, baru kena azab udah bertingkah lagi!" gerutu Wisang.


Mereka saling bercelatuk, masih dengan pandangan yang sangat berjarak.


Dhira yang sedari tadi sudah spot jantung kini merasa lega. Mantan suami dan suaminya tak melakukan hal yang ia khawatirkan.


"Selamat untuk kehidupanmu yang baru Dhir. Berbahagialah!" Indra ingin menjabat tangan Dhira. Namun wanita itu menoleh pada Abimanyu, seolah meminta persetujuan suaminya itu.


Abimanyu mengangguk, membuat Dhira menyambut uluran tangan Indra yang menggantung beberapa detik itu. " Terimakasih banyak mas, semoga mas setelah ini juga menemukan kebahagiaan!" Dhira tulus mengucap doa itu kepada Indra.


Yang lalu biarlah berlalu, semua orang berhak untuk hidup lebih baik. Indra hanyalah kepingan masa lalunya, dan saat ini ada Abimanyu yang kian melengkapi hidupnya.


"Papa Indra, Papa Abi. Raka gak mau kebahagiaan ini berkurang karena ego. Raka sudah bahagia dengan semua yang terjadi!" bocah itu begitu memiliki sikap arif bijaksana, membuat semua yang disana terenyuh.


Bu Kartika bahkan sudah berkaca-kaca, bagaimana bisa Raka memiliki hati yang begitu lapang. Abimanyu menepuk pundak Raka, sementara Indra mengusap puncak kepala anaknya itu secara bersamaan.


Membuat semua yang disana mengharu- buru. Tidak semua keburukan itu, juga berakhir dengan keburukan. Asal kita mau berserah dan mau bersabar, Tuhan pasti mengerjakan bagiannya.


Jika dulu ia sering menyusut air mata karena kesedihan dan kenestapaan, namun kali ini air mata yang keluar adalah air mata yang mewakili guyuran kebahagiaan dalam hidupnya.


.


.


Setelah semua keluarga dari pihak Dhira sudah bertemu dan memberikan selamat kepada Dhira dan Abimanyu, siang ini mereka berdua bertolak ke hotel milik Danan. Tempat dimana nanti malam mereka akan melangsungkan resepsi.


Keluarga Dhira adalah golongan menengah kebawah, membuat mereka lebih memilih untuk mengumpulkan handai taulan mereka di rumah Bu Kartika saja. Selain lebih erat, hal itu membuat mereka lebih nyaman.


Namun, keinginan Abimanyu juga tak bisa Dhira tepikan begitu saja. Bagaimanapun juga Abimanyu adalah seorang pengusaha yang memiliki rekan bisnis dan kolega. Hal besar macam ini, pastilah tak mungkin untuk Abimanyu sembunyikan.


Devan dan kedua sahabatnya, menjadi panitia paling sibuk untuknya. Apalagi semua itu ia minta dalam waktu singkat.


"Dhir!!" Abimanyu mencium dan memeluk istrinya dari belakang sesaat setelah mereka masuk di kamar pengantin mereka. Kini mereka sudah halal. Mau sampai gempor juga gak rikuh lagi.


"Mas, bukain bajuku dulu ini, gerah banget!" Dhira menggoyangkan tubuhnya. Ya, mereka menuju hotel dengan pakaian yang masih lengkap.


Abimanyu terkekeh ," Iya maaf. Aku gak tahan dari tadi pingin peluk kamu. Kangen Dhir aku sama kamu" Abimanyu makin mengeratkan pelukannya.


"Buka dulu mas, gerah banget aku gak tahan!" Dhira menoleh ke belakang, meminta Abimanyu untuk membuka resleting kebaya yang ia kenakan.

__ADS_1


Dengan menelan ludahnya, Abimanyu menarik tuas resleting kebaya Dhira menuju bawah, segaris lurus dengan garis punggung Dhira yang berwarna kuning langsat nan bersih. Membuat dia menjadi gelisah.


"Dhir, mandi bareng yuk!" Abimanyu menelan salivanya dengan susah. Sesuatu di bawah sana mulai bangkit dan membuat rongga celananya sesak.


Abimanyu meraba punggung mulus Dhira, kemudian mengecupnya pelan, "Istriku!"


Dhira seketika merinding dengan perlakuan Abimanyu, suaminya itu benar-benar luar biasa dalam memperlakukan dirinya. Lembut dan memabukkan.


"Dhir!" Abimanyu membalikkan tubuh Dhira, panggilan itu seolah menjadi alarm untuk Dhira. Mereka kini semakin tak berjarak. Menatap wajah istrinya lekat, ia menyusuri garis pipi istrinya dengan make up yang lebih kentara siang itu.


Hembusan nafas Abimanyu mampu membuat laju darah Dhira menjadi berdesir. Aroma tubuh suaminya itu mulai melenakan kesadarannya.


Abimanyu menundukkan wajahnya karena tinggi Dhira yang berbeda beberapa senti dari dirinya. Namun saat Abimanyu sudah berhasil menempelkan bibirnya, Dhira mendorong tubuh Abimanyu dan membuat pria itu terjatuh diatas ranjang pegas ukuran lebar itu.


Membuat tubuh suaminya itu mentul- mentul diatas matras ukuran king size itu.


Sejurus kemudian, Dhira berlari menuju kamar mandi dengan menjulurkan lidahnya. "Skor satu kosong ya mas!" Dhira mengejek Abimanyu dengan wajah jenaka. Ia senang biasa mengerjai suaminya itu.


Abimanyu yang masih terlentang itu, tertawa seraya memandang pintu kamar mandi yang sudah tertutup. Istrinya mulai nakal pikirnya " Awas nanti kamu ya, aku makan sampai habis kamu nanti!!?" ucap Abimanyu.


"Aku tunggu dengan senang hati mas!" sahut Dhira dari dalam kamar mandi. Membuat Abimanyu makin tergelak.


Ia memejamkan matanya seraya tersenyum, ia amat bahagia saat ini, sangat bahagia.


.


.


.


.


.


.


.


Mommy lagi sibuk bantu di acara hajatan warga Mommy. Meskipun gak banyak Mommy usahakan up ya. Buat pendukung beberapa tokoh peran pendukung sabar ya, semua akan enak- enak pada waktunya 🤭🤭🤭.


Team Wisang and Sekar (sabar, gak mungkin ga ada konflik)


Team Bastian dan... (lebih sabar lagi, setiap manusia berperang melawan ujiannya masing- masing-masing)


Team Indra dan .... ( Jalan hidup orang tidak ada yang tahu)


Team Danan dan....( Takdir kadang mengajak kita bermain-main dulu)


Be patient ya guys, udah jadi khas mommy kalau nulis alurnya slow.

__ADS_1


Sehat-sehat semuanya, jangan lupa kasih vote biar Mommy semangat. Matur nuwun yang sudah kasih mommy dukungan ya, Gusti Mberkahi šŸ™šŸ™šŸ™


__ADS_2