
Bab 265. The End
.
.
.
...ššš...
" Terbang lagi dan lagi. Tak pernah bosan. Dengan sayap butut yang ada untuk mengundang senyum. Walau hanya sebesar bisa Lutan!"
.
.
Devan
Ia sebenarnya sudah mendapatkan lampu hijau dari kedua orang tua Alexa. Ia bahkan sudah berkunjung ke kampung dimana kedua orang tua Alexa berada.
Kedua keluarga sudah saling setuju. Alexa merupakan pribadi bersahaja yang multitasking.
Namun malang tak dapat di tolak, untung tak dapat di raih. Kakung dari Alexa meninggal di tahun itu, membuat keluarga memutuskan untuk menunda dulu niat baik mereka.
" Jare wong Jowo kudu ngelewati Suro disek. Ra ilok!"
( Kata orang Jawa harus melewati bulan Suro / Muharram dulu. Pamali)
Ucapan itu jelas telak dan wajib di taati, karena sudah menyangkut adat istiadat. Dimana seseorang disarankan untuk menunda pernikahan mereka, bila keluarga mempelai ada yang meninggal, apalagi Kakung Alexa tinggal serumah dengan kedua orang tua Alexa.
Dan tak di sangka lagi, di tahun kedua Uti Alexa turut menyusul kepergian sang suami. Praktis Devan harus bersabar lagi. Itu tak jadi masalah, toh Devan sudah melamar Alexa dengan baik-baik.
Dan hari ini, ia mendapat undangan acara di kediaman Aryasatya. Tentu saja ia mengajak kekasihnya Alexa.
" Kenapa gak ngasih tahu?" Alexa menggerutu kepada Devan. Ia yang masih ada jadwal menghandle pesawat RI 1 ( Pesawat kepresidenan) harus ijin kepada Chief nya, lantaran Devan berkata jika ada hal penting yang wajib mereka hadiri.
Alexa yang sudah menjadi Supervisor itu, praktis dengan mudah izin kepada atasannya. Lagipula, keberadaan Devan agaknya lebih mengintimidasi sang Chief dari pada ijin resmi Alexa.
" Ada apa sih mas?" Alexa turut berlari mengikuti Devan ke sebuah rumah mewah, yang baru pertama kali ia kunjungi.
" Ayo buruan, kalau kita terlambat nanti bisa abis aku!"
Devan berkata seperti itu lantaran ia menyadari kesalahannya. Ia tertidur hingga siang.
" Jangan sampai terlambat Van, ingat besok kamu yang ambil foto kita semua!"
" Van kamu dimana, kenapa belum datang. Tamu udah datang kamu malah belum datang!"
Terdapat lebih dari 15 panggilan tak terjawab dari Abimanyu, dan beberapa pesan serupa yang menerangkan kekesalan sang bos.
Alexa merasa letih lantaran harus berlari dari depan hingga kebelakang dengan posisi di gandeng oleh Devan.
__ADS_1
"Bos, mohon maaf ijin terlambat !" ucapnya dengan napas ngos-ngosan.
Kini Alexa tahu, rupanya ada acara disana. " Kenapa gak ngasih tahu dari awal. Sekarang aku malu karena pakai seragam!" Alexa menatap tunangannya kesal.
.
.
Alexa kini mengikuti Dhira menuju kamarnya, untuk mengganti seragamnya. Tidak lucu jika ia harus mengenakan seragam Ground Handling saat acara santap siang bersama para keluarga pembesar itu.
" Kamu pilih sendiri aja. Itu ada banyak, ga usah sungkan!" terang Dhira kepada Alexa untuk memakai baju miliknya dulu.
" Terimakasih Bu, saya jadi ga enak!" Alexa sungkan. Kekasihnya itu benar-benar membuatnya malu.
" Santai saja. Saya tinggal dulu ya.."
.
.
Indra dan Anggi pamit terlebih dahulu karena Elang rewel usai digigit semut api. Semua itu terjadi lantaran Jodhi dan Raka membawa bocah itu ke dekat kolam ikan. Niat momong malah jadi hamsyong.
Para bayi telah tertidur usai kenyang dengan ASI. Mereka di bantu Endang, Siti dan bik Surti dalam menjaga bayi-bayi mungil itu tidur dengan lucunya.
" Akhirnya bisa tenang sejenak Bim. Para krucil udah merem semua!" tukas Wisang yang kini duduk berselanjar seraya meletakkan kepalanya di paha istrinya.
Menjadi orang tua memang memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Namun, semua mereka jalani dengan rasa bahagia bersama istri mereka.
" Kalian baru satu aja udah pada ngeremon mulu, nah gue!" Danan menunjuk dirinya sendiri.
Para wanita hanya diam mendengar para pejantan mereka saling bersahutan. Tak mau kalah satu sama lain.
" Gayamu Dan. Palingan si Shinta yang rempong, elu mah jelas malah ikutan rewel!" Cibir Abimanyu.
" Bener banget, elu udah bisa ganti popok pas barengan belum. Palingan istri elu yang repot. Gayamu!" imbuh Wisang.
Shinta terkekeh, kesemuanya itu adalah kebenaran. Danan kerap bingung saat Agni dan Banyu poop di waktu bersamaan.
" Emang mas Wisang udah bisa? Pasang diapers aja kebalik gitu sampai eek nya Al bocor!" cibir Sekar, membuat Wisang meringis malu.
Membuat Wisang mendelik.
" Itu kan sekali, wajar loh sayang. Kan training!" elak Wisang sembari mengusap pipi Sekar dari posisinya berbaring.
Kini gantian Danan dan Abimanyu yang tergelak lantaran Sekar membongkar sendiri aib Wisang.
Rania dan Bastian hanya tertawa geli demi mendengar tiga pria yang saling tak mau kalah.
" Aku banyak belajar dari bapak-bapak sekalian ini!" ucap Bastian kemudian sembari menahan tawanya karena perdebatan sengit antar trio Konglo.
" Bastian udah mau on the way jadi bapak Van. Kamu kok malah jadi yang lelet Van!" tukas Wisang menatap Devan yang asyik mengunyah.
__ADS_1
" Jangan kawin terus, nikah buruan!" sahut Danan yang langsung di cubit oleh istrinya.
" Auhw, sakit sayang!" Danan mengusap lengannya yang nyeri
Membuat Alexa kini tersedak minumnya karena malu.
" Udah Alexa, kamu harus membiasakan diri ya!" ucap Shinta.
" Jangan mau kalah sama Pak Devan!" imbuh Dhira menimpali.
" Tenang. Kami kemari memang sambil ingin menyerahkan undangan!" Jawab Devan membanggakan diri.
Kesemua yang disana menatap Devan dengan rasa tak percaya.
" Yakin?" ucap Abimanyu.
" Entar gagal lagi!" sahut Danan.
" Oh tidak bisa, mbahnya Alexa cuma dua. Jadi, siapa diantara kalian yang mau mendaftar untuk jadi besan saya?" Devan menaikturunkan alisnya menatap kesemua yang disana secara bergantian.
Membuat kesemuanya menatap Devan dengan tawa geli.
Namun saat mereka masih sibuk dengan kepercayaan diri Devan, para ART datang menyerbu mereka dengan bayi yang kesemuanya menangis.
" Pak Buk, tadi kebangun karena dengar suara Den Jodhi sama Den Raka main PS!"
" Astaga anak-anak!" Devan malah bergumam seraya menggelengkan kepalanya.
Wisang dan Sekar langsung menyambut Al," Uh sayangnya mama, tadi kaget nak. Ayo sini mimik dulu!" Sekar langsung menggendong putranya.
" Mas, buatin susunya yang baru. Ingat jangan kepanasan!" ucap Sekar.
Segarang apapun pria, jika sudah berurusan dengan dot bayi. Mendadak mereka menjadi manusia yang rawan salah.
Dhira dan Abimanyu juga menyongsong Kalyna yang menangis, " Anak papa, cup. Tadi kakak berisik ya. Udah ayo sini sama papa!" Abimanyu mengusap lembut punggung Kalyna yang terisak.
Danan dan Shinta juga kini merengkuh tubuh anak-anak mereka satu-persatu. " cup sayang, sstttt!" Danan terlihat luwes saat menenangkan Banyu yang menangis.
Devan dan Alexa turut menuju ke tempat para bayi yang saling menangis seperti koor yang nyaring. Turut mengerubungi pasukan balita itu dengan wajah gupuh.
Dalam sekejap, Selasar halaman belakang itu menjadi riuh dengan tangis.
" Sebentar lagi mama juga bakal sibuk kayak mereka!" ucap Bastian mengusap lembut punggung Rania yang menatap gerombolan manusia yang sibuk dengan balita bak di posyandu itu.
Rania mengangguk senang. Karena kini mereka juga akan menikmati indahnya masa kehamilan. Dan bersiap menjadi orang tua.
" Terimakasih Mah!" Bastian mengecup bibir Rania penuh cinta. Memeluknya erat seolah tak membiarkan Rania pergi darinya.
...The love story'of Single Parents...
...TAMAT...
__ADS_1