The Love Story' Of Single Parents

The Love Story' Of Single Parents
Bab 228. The Enemy


__ADS_3

Bab 228. The Enemy


.


.


.


...šŸšŸšŸ...


" Akar pahit dari kebencian ialah dendam!"


.


.


Di dunia yang fana ini hanya ada dua unsur mutlak garis besar kehidupan. Kebaikan dan kejahatan.


Keduanya berjalan beriringan, tak musnah dan tiada berkahir. Ada bahkan saat kata hidup belum ada.


Meski beberapa orang mengklaim dirinya adalah simbol kebaikan dengan dalih menolong, tapi tidak serta merta hal itu berbanding lurus dengan dampak yang dihasilkan.


Adalah Wisnu, pria brengsek itu rupanya berhasil kabur dari kejaran polisi. Pria dengan rupa lumayan tampan itu bahkan berhasil mengibuli beberapa petugas saat ia memanipulasi identitas palsunya.


.


.


...Flashback On...


...Beberapa bulan yang lalu...


Wisnu


Ia terus saja menunduk seraya menggigit batang korek api dari kayu itu dengan mengetukkan ujung sepatunya.


Terlihat gusar dan penuh kecemasan. Ia takut kalau ada orang yang mengenalinya.


Usai berhasil kabur dari kejadian yang melibatkan Johan dan Wisang tempo hari di gudang drum minyak bekas, pria itu dengan susah payah mencari tempat persembunyian usai berhasil kabur.


Bermodalkan sisa uang yang ada, ia lantas meminta orang, untuk membuatkan identitas palsu. Uang memang selalu bisa memangkas birokrasi rumit dan memusingkan.


Selang beberapa saat terlihat seseorang yang mendatanginya. Membuatnya langsung membuang batang korek itu, dengan sekali semburan.


" Ingat, jangan bawa nama kami jika kau tertangkap!" ucap seseorang yang jasanya ia pakai, untuk membuat identitas palsu.


" Aman!" Ucap Wisnu sejurus kemudian memberikan segepok uang, sebagai upeti atas kerjasama haram itu.


Ia lantas menyambar dokumen yang di berikan pria paruh baya itu dengan wajah datar. Sejurus kemudian ia menepuk lengan pekerja itu, usai melihat hasil yang didapat sangat memuaskan.


" Kerja bagus!"


.


.


" Halo Rey, tunggu aku disana!" ia menjawab panggilan telepon dari Reymond. Seorang mucikari kelas kakap.


Ia menyetop taksi lalu menuju club' di bilangan Seroja. Dekat dengan Bank milik Abimanyu. Secara tampilan ia merubah potongan rambutnya, pria itu juga mentato pelipis kirinya, guna menyamarkan rupa.

__ADS_1


Persetan dengan dunia dan segala isinya. Ia sudah telanjur hitam, sekalian saja dibuat legam.


Polisi jelas memburunya. Ia tahu itu karena Wisang dan Bastian telah melaporkannya ke penegak hukum. Praktis ia menjadi DPO.


Namun, agaknya ia masih diijinkan untuk mengumpulkan dosa lebih banyak lagi . Terbukti dari masih di lancarkannya aksinya hingga saat ini


" Ambil saja kembaliannya!" ucapnya usai memberikan sebuah uang kepada supir taksi offline itu.


" Terimakasih Banyak Tuan!" jawab Supir taksi tua yang terlihat kegirangan.


Tampilan Wisnu terlihat lebih sangar dari sebelumnya. Tato di wajahnya benar-benar membuat ia menjadi orang lain. Dalam identitas barunya, ia mengubah namanya menjadi Felix.


" Hey?" Wisnu menepuk punggung Reymond. Membuat pria dengan rambut bak jilatan api itu, menoleh.


Pria itu mengernyitkan dahinya " Kau serius dengan dirimu sekarang?" Pria dengan gaya hedon itu terlihat memindai tampilan Wisnu yang seperti mafia.


" Aku harus membalas pria sialan itu!" ia mengeraskan rahangnya usai mengatakan hal itu.


Reymond menggerus batang rokoknya, sejurus kemudian ia menggulir ponselnya dan terlihat mencari sebuah foto seseorang.


" Mira Veronica, seorang model !" ucapnya menunjukkan sebuah foto wanita sexy yang berada dalam album ponsel.


Wisnu menatap foto itu intens.


" Apa dia tua?" tanya Wisnu.


" No, she's just Adult, not old!"


" Terserah!" Jawab Wisnu acuh.


" Puaskan wanita itu, dan dia akan membayar mahal kita. Wanita itu sedang dalam keadaan butuh pelampiasan. Dan aku rasa, kau mampu!" ucap Reymond tersenyum licik.


Bagi Wisnu siapapun wanita yang akan ia layani tak jadi masalah. Ia hanya ingin meraup uang agar bisa ia jadikan modal untuk membalas Wisang.


" As you asked!" ucap Wisnu menyeringai, sembari membayangkan wajah Wisnu dan Sekar yang akan ia hancurkan usai uangnya terkumpul, untuk menyewa beberapa bala.


.


.


Telah lebih dari tiga kali Wisnu menekan bel apartemen Mira. Dan saat hendak menekan bel untuk ke empat kalinya, pintu itu terlihat terbuka.


Menampilkan seorang wanita yang berbau alkohol cukup menyengat, dan pakaian yang menerawang. Begitu menggairahkan.


Wisnu bahkan rela memuaskan tubuh itu ,tanpa harus di bayar jika melihat pelanggannya secantik itu. Sexy dan terlihat menantang.


Ya, Wisnu menjadi gigolo kelas kakap.


" Masuk!" ucap Mira usai memindai tampilan Wisnu.


" Kau bahkan lebih muda dari yang aku kira!" Ucap Mira usai menutup pintu apartemennya. Wanita itu berdiri di minibar yang berada di apartemennya. Menuang Whiskey ke dalam cawan kristal itu. memberikannya kepada Wisnu.


" Terimakasih!" Wisnu menenggak minuman itu dalam sekali tegukan. Sejurus kemudian ia menyerahkan kembali cawan yang telah kosong itu kepada Mira.


" Namamu Felix?" tanya Mira.


Wisnu mengangguk, ia harus memulainya saat ini bukan. " Aku tidak yakin jika kau..." Dengan wajah setengah mabuk, Mira meragukan keperkasaan Wisnu.


Mira seorang wanita Dewasa, dan Wisnu seroang pemuda yang usianya berjalan ke dua puluh tujuh tahun.

__ADS_1


" Aku akan membebaskanmu dari semua biaya jika aku tak bisa memberikanmu kepuasan. Dan beri aku dua kali lipat, jika aku bisa membuatmu keluar berkali-kali!" Wisnu menarik lalu menekan punggung Mira ke arah tubuhnya. Membuat kejantanannya kini bersentuhan dengan kewanitaan milik Mira.


Mira tersenyum menyeringai, yang ia butuhkan hanyalah kesenangan. Ia sangat stres karena upayanya menemui jalan buntu, saat ia mendengar kabar Wisang telah menikahi gadis miskin itu, Sekar.


" Setuju!" Ucap Mira melepas topi Wisnu. Mira yang dinaungi gelora akibat tenggakan alkohol itu benar-benar menjadi binal.


Wisnu tinggi, membuat Mira juga agak mendongak saat menatap wajah pria itu. Ia meraba tato yang terpahat di pelipis dan sebagian dahi Wisnu dengan sensasional.


Wisnu berwajah manis. Tapi, hatinya penuh dengan kebusukan.


" Mengapa di wajah?" ucap Mira meraba wajah yang di hiasi tatto itu lalu ke bibir Wisnu.


" Bisa kita mulai saja?" Wisnu tak mau seorangpun tahu siapa dirinya sebenarnya, kecuali Reymond.


" Kau sangat berapi- api sekali bocah!" ucap Mira melepas kaum menerawang berbentuk baju, yang ia kenakan.


Dan saat Wisnu di sebut bocah, pria itu langsung mendorong tubuh Mira hingga terpantul-pantul ke atas ranjang pegas di kamarnya itu.


Wisnu harus segera memulai pekerjaannya, pekerjaan enak yang mendatangkan keuntungan. Benar-benar perdagangan yang tiada pernah merugi.


Mira menikmati layanan Wisnu yang rupanya lihai dalam bercumbu. Sepertinya ia kalah taruhan dengan pria yang rupanya punggung juga dadanya juga penuh dengan tato. Ya, Wisnu Benar-benar merubah total penampilannya.


" Ahh!!!!"


Mira dibuat menggelinjang dan diantarkan mencapai puncak berkali- kali oleh Wisnu. Nampaknya, ia harus kalah taruhan malam ini.


.


.


Simbiosis mutualisme antara keduanya terus berlanjut hingga berbulan-bulan, hingga pada suatu hari Mira mengetahui bila Wisnu adalah mantan kekasih Sekar.


" Kau membohongiku?" Mira tak sengaja menemukan sebuah foto Sekar dalam dompetnya.


Wisnu alias Felix yang baru saja membersihkan dirinya setelah melayani Mira itu, sontak terkejut.


" Aku tidak dibayar untuk jujur kepadamu kan?" sahut Wisnu.


" Kalau begitu, mari kita tuntaskan bersama!" Mira mencium bibir Wisnu dengan penuh gairah.


Dunia memang se sempit itu bagi mereka yang memang masih dalam satu rotasi takdir. Mira bak mendapat angin segar. Setidaknya ia harus membalas rasa sakit hatinya karena penolakan yang membuatnya merasa di rendahkan.


Setali tiga uang dengan dirinya yang teramat membenci Wisang dan Sekar, Mira lantas merencanakan rencana untuk membalas dendam. Ia bisa menggunakan Wisnu untuk menjalankan ambisinya.


" Jika aku tidak bisa memilikimu, maka orang lain juga tidak akan pernah bisa memilikimu Wis!" Mira tersenyum licik saat ia berada di depan kaca lebar apartemennya.


...Flashback End...


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Boleh dong sekali-kali author di kasih mawar berduri pas hari Selasa 😁😁😁


__ADS_2