The Love Story' Of Single Parents

The Love Story' Of Single Parents
Bab 158. Siapa Musuhku? (3)


__ADS_3

Bab158. Siapa Musuhku? (3)


.


.


.


...šŸšŸšŸ...


" Kenapa ada derita, bila bahagia tercipta. Kenapa ada sang hitam, bila putih menyenangkan?"


( Diambil dari lirik lagu Sheila on 7 ~ Berhenti berharap)


.


.


Abimanyu mengernyitkan dahinya usai mendengar layangan protes, dari Wisang. Apa-apaan pikirnya.


" Elu main geret lengan si Danan aja. Mana semput gua cerita!!" ketus Abimanyu.


" Jadi elu tahu?" tanya Wisang ke Danan.


" Gue belum selesai bicara sama Abimanyu, elu malah seenaknya narik gue!!" Danan mendengus kesal.


Disaat mereka tengah saling mendengus, ponsel Abimanyu bergetar. Membuat ketegangan disana memudar.


" Ya Chad, gimana?" saat Abimanyu berbicara, dua pria yang berada di sampingnya kini terdiam, terpekur menatap tanah yang menjadi tajuk tatapan mereka.


" Oke, oke gue kesana sekarang!"


" Yokk!!!"


Abimanyu rupanya mendapat panggilan dari Richard. Sejurus kemudian pria itu memasukkan kembali ponselnya ke saku celananya.


" Siapa?" tanya Danan.


"Si Richard, dia minta gue kesana. Gue kesana dulu! baek- baek kalian berdua!" Abimanyu menepuk pundak kedua sahabatnya itu berbarengan. Sedetik kemudian, pria itu melesat pergi dengan langkah jenjangnya.


Meninggalkan dua sahabat yang baru saja terlibat pertikaian itu, di dalam kebisuan.


Wisang terlihat meraih bungkusan berisi batang cigaret yang berada di dalam sakunya. Pria itu menyulut rokok, lalu menghisapnya dengan cepat.


" Emmmmm!!" Degan mulut mengapit sebatang rokok, Wisang mengangsurkan bungkusan berisi beberapa batang lintingan tembakau kelas terbaik itu. Berniat menawari Danan rokok yang ia miliki .


Namun Danan menggeleng lemah. Pria itu sungguh kehilangan semangat juangnya pagi buta itu. Bahkan untuk sekedar mengepulkan asap Bakaran tembakau.


Tak ada suara diantara dua pejantan tangguh itu. Hanya terdengar suara bara kecil yang memakan ujung tembakau, dari rokok yang dihisap oleh Wisang.


Pria itu menghisap rokoknya dalam, lalu menghembuskan kepulan asap putih itu ke udara. Asap putih itu seketika memenuhi atmosfer udara di depan mereka.

__ADS_1


" Gue minta maaf!!" ucap Wisang kemudian.


" CK, selalu!!" Danan mendecak kesal, dan ia berhak sekali atas hal itu.


" Nyawa gue masih jauh dari bogeman elu njing!!! ucap Danan menambahi.


Wisang dan Danan tergelak tak percaya. Mereka baru saja berkelahi. Dan saat ini, mereka terlihat tertawa bak orang gila.


" Gue cuman takut elu berbuat jauh Dan. Udah brengsek dari orok, jangan sampai keterusan sampai mampus begini terus!!" ucap Wisang kembali menyesap rokoknya dalam-dalam.


" Elu juga gak kira-kira curiganya!!!, gue sedari tadi kan sama elu. Itu juga mobil elu, kenapa elu bisa curiga sama gue!!" Danan kesal bukan main. Ia tak mempedulikan memar di ujung bibirnya, tapi yang lebih menciderai hatinya ialah, ketidakpercayaan seorang sahabat terhadap dirinya.


" Wajar Dan, orang kalau udah berurusan sama yang namanya cinta buta. Apa aja bisa dilakuin. Yang gak bener, bisa dibuat bener. Begitu sebaliknya!!" sungut Wisang membela diri.


" Elu kaya, elu bisa aja kan berbuat apapun!!"


" Termasuk berbuat nekat!!" tambah Wisang mencecar Danan dengan petuahnya.


Ya, Wisang yang tak pikir panjang hanya sekilas menyimpulkan itu benar-benar takut. Ia takut bila sahabatnya itu termakan godaan iblis yang membisikkan dorongan tak benar kedalam hati labilnya.


Suasana kembali menjadi senyap. Danan tak mau menjawab lagi, karena memang menyukai wanita yang telah bersuami itu saja, juga merupakan sebuah kesalahan. Sahabatnya itu hanya mencemaskan dirinya pikirnya.


" Tapi sekarang, gue yang malah harap-harap cemas!!" ucap Wisang beberapa detik kemudian, seraya tersenyum kecut.


" Karena yang di bilang Abimanyu tadi?" tebak Danan seraya menatap Wisang.


" Yap, target mereka sebenarnya aku sama Sekar. Tapi...." Wisang menggerus batang rokok, ia menggeleng tak percaya.


" Elu gak ada musuh selama ini kan?" Danan menatap Wisang yang tengah mengusap wajahnya kasar.


" Gue gak mau suudzon dulu Dan. Assistennya si Abi lagi mengusut semuanya . Terutama rekaman kamera pengawas, dalam dalam hal ini, gue percaya sama tu anak. Yang lebih penting sekarang keadaan Shinta sama suaminya!"


Danan mengangguk setuju untuk hal yang di ucapkan oleh sahabatnya itu. Apa yang terjadi memang adalah bagian dari titian takdir, namun sebisa mungkin sebagai manusia ia harus bisa mawas diri.


Ia kini kembali teringat dengan wajah pucat Shinta yang terkulai lemah , sewaktu di dorong diatas brankar menuju ruang tindakan.


" Hoammmmmm!!" Wisang menguap. Pria itu bahkan belum tidur, ia begitu letih. Jiwa, raga, serta pikirannya.


Mamanya yang belum bersikap baik kepada sekar hingga saat ini, persoalan Danan yang menguras pikirannya, kecelakaan Shinta yang terjadi mendadak, mobilnya yang hancur lebur, di tambah ia belum bisa menikmati indahnya belah duren hingga detik ini. Benar-benar membuat kepalanya makin mumet saja.


Danan melihat jam tangannya, waktu bahkan sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Pantas saja kepalanya sudah begitu terasa berat.


" Kita susul Abimanyu, setelah itu kita cari kopi. Mata gue udah lengket!!" tutur Danan yang juga tertular menguap.


.


.


Abimanyu langsung menemui Richard di ruangan pribadinya. Pria itu harus datang, karena ini menyangkut keluarga Aryasatya.


Suami Dhira itu terlihat berbincang dengan Richard. Ya, Richard adalah dokter sekaligus pemilik rumah sakit Bhakti Husada di kota itu.

__ADS_1


" Jadi gimana?" tanya Abimanyu tak sabar.


" Menurut laporan junior gue, mereka mengalami benturan hebat. Hingga sekarang mereka masih tak sadarkan diri!" terang Richard.


" Kasih mereka kamar Bagus Chad. Kasih pelayanan terbaik juga!" ucap Abimanyu menatap dokter berwajah oriental itu.


" Pasti!!" cuman, keadaan suaminya lebih parah. Hasil Rontgen akan membantu menunjukkan pria itu mengalami keretakan di bagian mana!"


"Benturan setir di dada juga bisa menyebabkan udara ngumpul di paru-paru" terang dokter Richard kepada Abimanyu.


" Apa maksudmu?"


" Seringkali korban kecelakaan yang parah akan mengalami koma. Tapi semoga saja mereka baik- baik saja!"


" Setelah ini aku akan periksa kembali, meraka sudah tertangani. Tinggal menunggu hasil CT-SCAN!"


Richard sebenarnya cemas, ia teringat untuk mendiagnosis kesadaran digunakan GCS (glasgow coma scale) yang penilaiannya meliputi pembukaan mata pasien, respon verbal dan respon gerak. Berharap semua itu bisa membantunya nanti.


" Apa seburuk itu kemungkinannya Chad?"


"Tingkat kesadaran koma tergantung dari seberapa parah kerusakan pada otak dan bagian otak mana yang masih berfungsi!" jawab Richard.


" Makanya kita tinggal nunggu hasilnya nanti. Semoga mereka gak terlalu parah!"


Ya, orang yang mengalami koma tidak menyadari keadaan sekitar dan tidak dapat merespon suara maupun rasa nyeri. Refleks dasar seperti batuk dan menelan pada pasien koma pun sangat berkurang, dan sebagian pasien memerlukan alat bantu untuk tetap bernafas.Ā 


" Kita berdoa saja!!"


"Mobil Wisang gimana?"


" Infonya sih hancur, gue juga belum kelar ngobrol. Mereka udah adu jotos di belakang tadi!"


" Hah, maksud elu?" Richard terperanjat.


" Danan sama Wisang berkelahi tadi, ga tau udah beres apa belum Gue terus kesini habis elu nelpon!!"


" Kok bisa???" Richard tertarik untuk menggosip sepagi buta itu.


" Danan suk.....!"


Dan saat mereka tengah sibuk berbincang, terdengar dua suara dari seseorang yang berbeda, datang menginterupsi.


" Jadi Shinta sama Rangga koma mas??" suara satu .


" Apa? mas Wisang berkelahi sama mas Danan??" suara dua terdengar lebih panik, cenderung cemas.


Membuat dua pria yang hendak mengawali pagi buta mereka dengan gosip hangat itu, kini susah untuk sekedar menelan ludah mereka sendiri.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2