The Love Story' Of Single Parents

The Love Story' Of Single Parents
Bab 198. Case Close


__ADS_3

Bab 198. Case Close


.


.


.


...šŸšŸšŸ...


" Kita hidup mencari bahagia. Harta dunia kendaraannya. Bahan bakarnya, Budi pekerti. Itulah nasihat para Nabi!"


( Diambil dari lirik lagu Iwan Fals ~ Seperti Matahari)


.


.


Bagaimana kita bisa dekat tujuan, apabila setapak pun kita tidak menjejakkan kaki untuk melangkah ke depan. Atau meninggalkan masa lalu.


Tak peduli seberapa buruk yang kita alami di lembaran masa silam, sang waktu tetap dengan angkuhnya berjalan. Menggilas semua yang terjadi.


Jika Abimanyu benar-benar belajar mengintropeksi dirinya yang tak peka dengan perempuan saat masih bersama Gwen dulu, Dhira lebih ingin ke menjadi wanita yang selalu bisa menjadi tujuan pulang suaminya, menjadi rumah untuk suaminya.


Karena apa yang ia alami di masa silam, selain karena godaan dari luar, nampaknya sedikit banyak mungkin dia juga turut andil. Tak ada sesuatu di dunia ini yang terjadi begitu saja. Semua yang terjadi tentu ada sebab-akibat yang mendasari.


Ia hanya menumpukan harapan bersama embrio dari bibit Abimanyu yang tengah berkembang di dalam rahimnya itu, agar menjadi penguat hubungan mereka. Karena dalam rumah tangga, menjaga itu adalah tugas keduanya.


Dhira tak mengijinkan lambung kapal mahligainya terisi dengan air dari wanita perusak, yang sewaktu-waktu bisa membuat kapalnya itu tenggelam.


Yang bisa ia perbuat hanya terus dan terus menjaga keutuhan rumah tangganya. Dengan cara apapun, sebisanya, semampunya. Ia yakin, Tuhan pasti saat ini sudah mengganti semua yang sempat dulu hilang dari Indra lewat Abimanyu. Bahkan lebih.


Abimanyu begitu mencintai Dhira sepenuh hati, begitu juga dengan Dhira yang takut kehilangan Abimanyu. Keduanya sama-sama saling membutuhkan. Dan itu benar adanya.


.


.


" Besok masih ada acara?" Dhira yang menyenderkan kepalanya di dada liat nan berkeringat usai percintaan panas mereka malam itu, bertanya karena ia merasa acara malam itu suaminya itu bolos lagi. Alias mangkir dari kegiatan.


" Sepertinya ada, Devan yang bawa rundown acaranya!" Abimanyu masih tekun mengusap lembut lengan istrinya.


Rupanya bercinta usai bertengkar itu, selalu dua kali lebih ciamik dari pada biasanya.


" Mas?" Dhira mengusap dada suaminya dengan lembut.


" Hem" Abimanyu memejamkan matanya sembari menikmati elusan istrinya.


" Aku kemaren di bantuin perempuan kenalannya Pak Devan waktu di bandara!"


" Oh ya, siapa?" Abimanyu membenarkan letak rebahannya.


Mereka memang belum ngobrol serius bukan selama Dhira ada disana. Dan kali ini, dengan hanya tertutup selimut tebal dengan keadaan tubuh polos los. Mereka saling bicara. Kali ini, dalam mode normal.


" Namanya Alexa, anaknya rambutnya pendek dan kulitnya sawo matang!"


" Mas kenal?, aku jadi ikut senang kalau Pak Devan udah gak galau lagi" tanya Dhira yang masih di peluk suaminya itu.


" Belum pernah dengar"


" CK, mas Abi ni gak asik kalau di ajak gosip!" Dhira memanyunkan bibirnya.


Abimanyu yang melihat bibir istrinya manyun merasa gemas, sejurus kemudian pria itu melu*mat kembali bibir Dhira. Membuat Dhira makin kesal.


" Kebiasaan!" ucap Dhira usai mendorong suaminya. Membuat ciuman mereka terlepas.

__ADS_1


Abimanyu terkekeh, " Sekarang aku yang tanya!"


Dhira mulai mengernyitkan dahinya.


" Kamu kok bisa kesini siapa yang ngatur, tadi kamu belum sempat jawab pernyataan aku waktu di balkon. Apa Devan dalang dari semua ini?" Abimanyu bertanya dengan senyuman licik.


" Jangan pernah meragukan insting seorang istri mas. Ia bisa lebih tajam dari detektif Conan!" Dhira terkekeh.


" Tapi, ini..." menunjuk ke arah perut Dhira yang sudah terlihat lebih menonjol.


" Aman, aku sudah ke dokter Septa!"


Luar biasa, Abimanyu tak mengira Dhira bisa membuat serta menyusun mitigasi yang begitu cepat untuk menggrebek dirinya. Ia merasa senang karena di cemburu Dhira. Itu artinya, istrinya itu benar-benar sudah mencintai dirinya.


" Sebentar, tapi waktu aku telpon Yuni dia bilang kamu ada di rumah...tapi...." Abimanyu turut menautkan kedua alisnya. Merasa kejanggalan itu kini ingin ia tarik benang merahnya.


" Nanang, Raka, Rania, mbak Yuni, Devan, bahkan pria bertato itu siapa namanya...."


" Wayan!" sahut Abimanyu.


" Ya, Pak Wayan. Semua tahu mas, mereka tahu mana yang harus di bela!" Dhira terkikik geli.


" Wah, sepertinya Istriku ini sudah berhasil mengkudeta rezim ku ya!" Abimanyu menusuk-nusuk pipi Dhira.


Entahlah, Abimanyu merasa senang sekaligus bangga terhadap istrinya. Ia senang di cemburui Dhira.


" Kayaknya aku musti waspada sama Devan ini, dia kayaknya lebih memilih berkoalisi dengan nyonya Abimanyu dari pada aku ya?" Abimanyu terkekeh. Bagiamana bisa, istrinya itu membuat semua orang segan kepadanya.


" Makanya jangan macem-macem, tim sukses ku banyak mas!"


...šŸšŸšŸ...


Pagi ini Abimanyu mengawali harinya dengan penuh semangat, tidak seperti kemarin. Satu hari yang di lewati Abimanyu kemarin adalah kegiatan yang justru membawa edukasi dan sosialisasi antar petinggi perusahaan, namun di lewatkan begitu saja oleh pria dengan lesung pipi di wajahnya itu.


Tak ada rasa sesal, karena ia percaya kepada Devan. Pria intelektual itu Abimanyu rasa bisa di andalkan. Definisi dari kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas.


Membuatnya merasa begitu berharga.


Devan sudah mendaftarkan Dhira ke panitia sebagai peserta susulan yang menemani Abimanyu. Tentu itu tidak menjadi persoalan, karena memang di wajibkan untuk membawa pasangan atau keluarga saat bertandang ke acara itu.


" Kak Abimanyu?" Leo pagi itu sudah mengenakan pakaian santai, begitu juga dengan Bella.


" Oh Leo, apa kabar?" Mereka saling berjabat tangan satu sama lain.


" Baik Kak, kemaren katanya kurang enak badan. Aku tahu dari assistenmu. Dan ini..." Leo menunjuk ke arah Dhira yang sudah segar dengan pakaian casual favoritnya.


" Iya biasa kurang istirahat" Abimanyu terkekeh.


" Dia nyusul. Gak bisa tidur kalau gak cium ketek suaminya!" Abimanyu tersenyum sombong, sementara Dhira langsung mencubit lengan suaminya itu.


Leo bersama Bella tergelak bersama mendengar kelakaran yang di ucapkan oleh Abimanyu.


" Sayang ini Leo, adiknya David. Kamu ingat?" Abimanyu mencoba memperkenalkan kembali rekan bisnis yang usianya lebih muda darinya itu.


" Ini pasti istrinya ya. Kita belum pernah bertemu. Apa kabar?" Dhira kini mengulurkan tangannya kepada Bella.


Istri Leo itu menyambut baik uluran tangan Dhira dengan tersenyum. " Saya baik kak..."


" Andhira ..panggil saja saya kak Dhira!" ucap Dhira ramah kepada Bella.


" Baik kak Dhira, senang bertemu dengan anda!" Bella kagum dengan Dhira. Wanita itu menurutnya sangat bersahaja dan ramah.


" Sedang isi?" Dhira menatap perut buncit Bella yang kentara dibalik dress dengan motif bunga itu.


" Anak kedua!" sahut Bella.

__ADS_1


" Kak Dhira ini juga isi loh sayang!" tukas Leo.


" Oh ya, selamat kak. Maaf dulu waktu pernikahan kakak saya tidak bisa hadir. Saya teler waktu itu kak!" Bella merasa bersalah karena tidak bisa ikut suaminya ke resepsi pernikahan mereka.


Mereka turut terlibat obrolan seru. Terkait perusahaan, terkait ulasan acara yang mereka lewatkan kemaren. Ternyata banyak keseruan yang di lewatkan Abimanyu, karena istrinya itu berhasil membuat moodnya acak adul.


Usai sarapan pagi bersama, acara di lanjutkan dengan sambutan penutup dari ketua aliansi dan berbagai acara suguhan pertunjukan . Diantaranya tari- tarian, dan berbagai pertunjukan musik daerah, serta banyak hiburan lainnya.


Terdengar alunan gamelan yang mengalun, menginstrumenkan sebuah lirik lagu. Membuat para peserta turut menganggukkan kepalanya menikmati alunan gamelan.


Putri cening ayu


Ngijeng cening jumah


Meme luas malu


Kapeken meblanja


Apang ada darang nasi


Meme tiang ngiring


Nongos ngijeng jumah


Sambilan mangempu


Ajak titiang dadua


Ditekane nyen gapgapin


( Putri Cening Ayu)


.


.


Abimanyu tak hentinya menggenggam tangan istrinya. Mereka benar-benar menikmati tarian daerah yang sangat memukau hati itu, tabuhan gamelan itu juga membuat mereka merinding karena takjub.


Nuansa tarian serta musik yang sarat dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, membuat mereka sangat terhibur.


Dengan tergopoh-gopoh Devan datang. " Maaf Pak, Bu ...saya gak bisa menahan!"


Abimanyu dan Dhira masih dalam mode bingung, saling memandang, menelaah ucapan Devan yang tergesa-gesa itu. Dan saat Devan masih mengatur nafasnya dengan dahi berkeringat.


" Nyonya Aryasatya, bisa kita bicara sebentar?"


.


.


.


.


.


Hayo suara siapa itu reader? 😁😁😁


Jangan bernegatif thinking ya, karena hidup dalam prasangka buruk itu berat.


😁😁😁


Oh ya, yang ingin tahu siapa Bella dan Leo. Baca kisahnya mereka di novel pertamaku " Nada Cinta Jessika"


Mengisahkan dua anak pemilik lahan perkebunan, yang suka dengan satu orang yang sama. Tapi, bukan novel mommy jika tidak mengulas kisah cinta tiap pemainnya atau sering di sebut ' The Series'.

__ADS_1


Yuk boleh ramaikan juga kisah David dan Jessika, serta Leo dan Bella dan masih banyak pemain yang membuat baper 🤣🤣🤣


__ADS_2