The Love Story' Of Single Parents

The Love Story' Of Single Parents
Bab 258. Sah!!


__ADS_3

Bab 258. Sah!!!


.


.


.


...šŸšŸšŸ...


"Asam di gunung garam di laut, akhirnya bertemu di belanga ( kalau sudah jodoh, dimana saja dan kapan waktunya pasti akan bertemu)"


.


.


Adalah Dananjaya, pria itu sedari memasuki tempat gelaran ijab kabul nanti tak bisa tenang. Padahal, Tuan Yusuf sudah menemaninya sedari tadi. Mungkin inilah yang dinamakan getaran cinta.


Plak


" Kamu ini bisa diam gak sih!" Tuan Yusuf memukul paha anaknya. Sebab kaki anaknya itu sedari tadi tak hentinya bergerak dan bergetar, melakukan gerakan menjahit bumi dengan terus-terusan. Membuat Tuan Yusuf kesal.


" CK, Papa ni kenapa sih?" pria itu menggerutu. Di moment spesialnya, ia justru merasa grogi.


" Itu kakimu Dan, jangan bikin malu Papa. Awas kalau gak sekali tarikan napas!' tuan Yusuf berucap penuh nada intimidasi.


Danan mendecah demi mendengar omelan papanya. Itu diluar kendalinya. Ia sangat gusar dan tangannya dingin sekali. Ia benar-benar nervous.


" Oh astaga, ini lebih mengerikan dari pada saat aku membantu Wisang kamarin" Gumam Danan dalam hatinya.


Para handai taulan, juga kerabat serta para kolega turut hadir. Hendak menyaksikan langsung acara pernikahan bujangan terlampau matang untuk menghalalkan seorang wanita pujaannya.


" Akhirnya jeng, punya menantu juga!" seloroh salah seorang sahabat Nyonya Alda dengan ruang gembira tiada tara.


Nyonya Alda tentu senang, bayangan dirinya akan memiliki cucu jelas membuat wanita itu bahagia.


Tak di nyana, Indra bersama Anggi sebagai pengantin baru juga hadir batas undangan Shinta. Bastian, Rania juga Bu Kartika terlihat datang untuk memberikan doa untuk pernikahan Shinta.


Tempat duduk telah diatur sedemikian rupa Sesuai nama . Danan sengaja memangkas acara itu sekalian saja. Usai akad ia ingin langsung resepsi agar Shinta tidak terlalu capek, pun juga dirinya.



Shinta


Jelang pukul dua siang, ia yang di temani Dhira dan Sekar kini sudah berjalan menuju tempat akad yang sudah di duduki oleh Danan terlebih dahulu.


Perasaannya campur aduk, bergabung setangkup senada.


Tak mengira hari ini benar terjadi. Kilasan ingatannya akan perjumpaan pertama dengan Danan yang berkesan kurang baik itu, mendadak terlintas.Sikap menyebalkan yang lambat laun membuatnya terpukau.


Semesta benar-benar unik dalam membuat hidupnya penuh gejolak. Usai di lempar ke dasar jurang kesedihan, kini ia seolah diangkat kembali oleh Danan dengan caranya yang lain.


Ia kini telah memantapkan hati, siap melangkah dan membuka lembaran baru bersama pria nekat itu. Di tatapnya ratusan tamu yang hadir, sebelum ia duduk bersebelahan dengan pria yang akan menjadi suaminya itu.


.


.


Dananjaya


Ia adalah pria sejati, dan harus itu yang ia buktikan. Bukan soal di ranjang saja, ia harus dengan mantap melantunkan kalimat sakral sebagai pembuktian bila dirinya benar pejantan tangguh sejati.


Ia terpukau dengan riasan yang dikenakan Shinta. Make up bold favoritnya kini kembali di kenakan Shinta. Terasa laju darahnya berdesir kala menatap Shinta yang cantik dalam balutan gaun putih yang menjuntai indah itu.


Danan, semakin gusar.


" Halalin dulu, baru boleh ngeres itu otak!" bisik tuan Yusuf yang tahu kemana pikiran putranya berkelana.


" CK, papa nih!" Danan mendengus, sebab ia merasa otaknya itu mendadak menjadi transparan apabila bersama papanya.


" She's beautiful Dan!" ucap Tuan Yusuf menepuk pundak kokoh putranya. Merasa senang dengan penampilan calon menantunya.


" Really.. Really beautiful!" ucap Danan terpana dengan Shinta yang tersenyum anggun.


.


.


Para fotografer terbaik telah bersiap disana, bertugas membidik gambar terbaik moment indah Danan dan Shinta itu. Tak boleh lengah sediktpun.

__ADS_1


Riuh rendah suara tamu itu kini berangsur senyap kala Shinta telah duduk tepat di sebelah Danan. Ia menatap Rudi yang nampak gagah dengan jas. Entah siapa yang mendandani Bapaknya itu sedemikian rupa.


Terkikik geli dalam hati.


" Bagiamana sudah siap?" tanya seorang petugas catatan sipil yang telah di dapuk untuk menikahkan mereka.


" Siap!" jawab Abimanyu dan Wisang yang berada tepat di belakang Danan dengan lantang dan keras, membuat Danan mendengus lalu mengembuskan napas.


" Siap siap!, b'rasa mau pingsan nih" gumam Danan yang di dengar oleh dua sahabatnya itu. Membuat mereka tergelak.


" One step again menuju enak-enak?!" bisik Wisang terkikik.


" Kalau gagal jangan di kasih Shin!" ucap Abimanyu memprovokasi Shinta.


Shinta tersenyum malu mendengar ucapan dua sahabat calon suaminya itu. Membuat Danan mendelik.


Ok here we go! batinnya menyemangati diri sendiri.


Shinta rileks, sementara Danan benar-benar senam jantung. Ia melirik Shinta sekilas. Di tatapnya bibir dengan lipstick merah bata yang membuatnya resah.


Mencoba mengabaikan dua makhluk pembikin onar yang berdandan kinclong itu. Sangat menghawatirkan sekali.


" Jangan hapus make up nya sampai nanti malam bisa gak?" bisik Danan.


" Maaf Pak, kita bisa mulai sekarang?" ucap petugas itu menatap Danan. Membuat Danan tersentak karena kaget.


" Bisa!" jawab Abimanyu dan Wisang kembali dengan tergelak. Kembali Danan mendengus. Sungguh sialan dua sahabatnya itu pikirnya.


Moment sakral dan syahdu malah menjadi seperti dagelan.


Dhira dan Sekar bahkan kini turut tergelak melihat para suami mereka yang sibuk mengganggu Danan. Sungguh mengocok perut.


" Ayo, kamu pasti bisa. Ingat sekali tarikan nafas!" ucap tuan Yusuf kepada putra kebanggaannya yang akan memungkasi masa lajangnya itu.


Rudi menjadi wali Shinta disana. Wisang dan Abimanyu jelas menjadi tim hore siang itu. Nyonya Alda yang duduk berderet dengan Nyonya Lisa terlihat tak sabar dan terus mengalunkan doa untuk kelancaran putranya.


" Baik, ikuti ucapan saya saat saya memberikan kode nanti ya!"


Tubuh dan wajah Danan menegang secara bersamaan. Dia yang biasanya berpembawaan jenaka, kini mendadak seperti seorang pesakitan.


Duduk menunggu vonis.


" Baiklah kita mulai!"


Kini semua tamu undangan fokus kepada lingkaran kursi yang sudah dihiasi bunga-bunga indah itu dengan tekun. Danan terlihat bersiap dengan membawa microfon.


Sungguh, ia harus lancar kali ini. Ia harus bisa jantan dalam arti sebenarnya.


Nyonya Alda tak hentinya meremas tangannya sendiri, begitu juga tuan Yusuf. Ia mendadak susah menelan ludah.


"Saudara Dananjaya Airlangga......"


Danan menatap lekat wajah petugas yang bibirnya komat-kamit itu, sembari memasang Indra pendengaran dengan cermat. Jangan sampai ada kalimat yang terlewat.


Dan sejurus kemudian.


Dengan menarik nafasnya " Saya terima nikah dan kawinnya Shinta Tribuana Dewi Binti Rudi Santoso dengan maskawin yang tersebut di bayar tunai!" Ia langsung menelan ludah usai mengatakan kalimat itu dalam sekali tarikan napas, seraya menatap wajah petugas itu dengan napas kembang kempis.


"Bagiamana saksi?" ucap petugas itu menoleh ke kanan dan ke kiri.


" Sah!!!!!!" Kini Wisang dan Abimanyu berteriak tepat di telinga Danan. Membuat telinga pria itu seketika cumpleng ( memekak).


Dhira, Sekar dan yang lainnya tergelak dalam haru. Sungguh Danan di balas habis-habisan oleh Wisang dan Abimanyu. Semua senang dan bahagia.


Air mata Shinta jatuh saat itu juga. Ia telah sah menjadi nyonya Dananjaya.


Terlihat petugas itu membacakan doa untuk kedua mempelai. Nyonya Alda menangis sesegukan, Nyonya Lisa juga terlihat terharu. Anak-anak mereka menemukan cinta mereka saat usia berada di puncak renjana.


Terlepas dengan siapa anak mereka menikah, semua itu mereka terima sebagai sebuah garis hidup yang musti dijalani.


" Selamat nak!" Tuan Yusuf memeluk putranya seraya menitikan air mata. " Perlakukan istrimu dengan baik!"


.


.


Semua mengharu biru usai menarik napas lega, saat mendengar Danan yang berbicara lancar ketiak ijab kabul.


Kini, kedua mempelai berada di singgasana pelaminan mereka. Bisul itu seolah meletus dan menciptakan kelegaan di hati Danan. Perjuangannya telah membuahkan hasil.

__ADS_1


Wedding organizer sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mereka juga mendatangkan artis terkenal guna mengisi resepsi siang itu. Mengalunkan lagu-lagu romantis sebagai teman acara jamuan kasih dan bersantap.


Para tamu berbaris dengan rapih, saling mengucapkan selamat dan memberikan doa restu kepada Danan dan Shinta yang kini resmi menjadi pasangan suami istri.


" Selamat Kak Danan, mbak Shinta kami turut bahagia!" ucap Rania dan Bastian yang datang kesana.


" Rania ,terimakasih banyak sudah hadir, Oma Regina mana?" tabya Shinta sembari cipika-cipiki.


" Oma kurang sehat, tadi sama Bik Surti. Makanya aku gak bisa lama-lama ini!"


" Selamat Kak Danan!" Bastian kini sudah melepaskan embel-embel Tuan saat menyebut nama dua sahabat kakak iparnya.


" Thanks Bas, terimakasih sudah hadir ya!"


" Om dan Tante selamat ya. Jodhi turut senang. Oh iya, ini buat om sama Tante?" ucap Jodhi menyerahkan sebuah benda.


" Apa ini Jo?" tanya Shinta tersenyum. Ia pikir itu kado dari Jodhi.


" Datang dan saksikan prosesi om Bas buat jadi papaku!" jawab Jodhi riang. Membuat Bastian dan Rania saling tertawa seraya mengacak rambut bocah ceriwis itu.


Danan dan shinta saling menatap " Astaga, Rania!!!" kami turut senang. Semoga lancar sampai step terakhir ya.


" Sepertinya setelah kalian menikah kita bisa bikin acara arisan bareng deh ini!" kelakar Danan, tak mengira circle mereka benar-benar terjadi.


Sungguh, kebahagiaan yang tiada terkira.


.


.


Mata Shinta berkaca-kaca ketika ia menatap seorang pria tua yang tiba gilirannya untuk memberikan selama.


Pak Ali Ruchi.


" Shinta, selamat ya nak!" Pak Ali datang seorang diri. Ia langsung memeluk mantan menantunya itu dengan kasih. Membuat Danan menahan keharuan.


" Papa!" lirih Shinta yang memeluk mantan mertuanya itu penuh haru dan kerinduan.


Dari kejauhan Rudi menatap putrinya yang di peluk oleh seseorang. Ia tersenyum. Semua harus terjadi. Hidup memang hanya tentang ditinggalkan dan meninggalkan.


" Berbahagialah!, Rangga disana pasti sudah tenang karena kamu sudah bersama orang yang tepat!" Pak Ali menangis. Namun ia kini merasa sudah tak memiliki beban.


" Pa! terimakasih selama ini sudah mau terima Shinta Pa!" Shinta mengendurkan pelukannya lalu menatap wajah tua Pak Ali.


Pak Ali hanya tersenyum, tak sanggup bahkan untuk sekedar berkata. Sejurus kemudian ia menatap Danan dan menepuk pundak pria itu " Selamat nak, berikan yang terbaik yang tidak bisa putraku berikan. Semoga keberuntungan senantiasa menyertai mu!" Ucap Pak Ali dengan suara bergetar.


.


.


.


.


.


Halo Readers tersayang. Gimana kabarnya?


Semoga yang sedang kena sakit lekas mendapatkan kesembuhan, yang lagi bahagia di tambah kebahagiaannya, yang lagi bersusah hati segera mendapatkan penghiburan, yang sedang mengalami masalah semoga mendapat jalan keluar.


Terimakasih yang masih setia hingga bab ini ya, jujur Mommy sangat tersanjung dengan kesetiaan para reader yang namanya tidak bisa mommy sebutkan satu-persatu.


Mommy mau beritahu bila kisah Abimanyu Dkk kurang beberapa part lagi akan tamat. Gak terasa sudah sampai di bab 250 an loh.


Sungguh Mommy gak nyangka. Tapi jangan sedih. Mommy udah punya cerita baru yang pasti lebih seru. Boleh yuk intip. Semoga karya baru Mommy juga banyak dibaca seperti kisah Abimanyu Dkk ya.


Menceritakan kisah ke empat pria yang jatuh cinta dengan cara yang berbeda- beda. Dengan Akan banyak kejutan manis menunggu disana.


See you there reader 😘😘




.


.


.

__ADS_1


Maaf lambat, review dari tadi lama.


__ADS_2