
Bab 78.Mencoba ide Gila
.
.
.
...ššš...
"Cinta itu deritanya tiada akhir"
( Cupatkai)
Abimanyu bukan tanpa alasan melakukan hal gila itu, ia hanya mengimplementasikan apa yang di sarankan sahabat gilanya itu.
Awalnya ia tak yakin dengan ide gila yang sepertinya tercetus tanpa penggodokan otak waras Danan terlebih dahulu.
...Flashback On...
Dengan dada bergemuruh Abimanyu bersama Wisang menghabiskan separuh malam itu menuju rumah Danan. Memakan waktu hampir satu jam untuk tiba di kediaman pria konyol itu, tentu saja waktu itu molor lantaran jalan utama menuju rumah Danan tengah diadakan perbaikan. Membuat perjalanan mereka agak jauh.
"Gue gak tahu kenapa dari sekian banyak pilihan elu malah ngajak gue ketempat Danan!!" Abimanyu yang sudah pusing malam itu, kembali mengomel.
"Sekalian kita jenguk dia, pinggangnya hampir patah infonya!"
Dengan malas Abimanyu hanya diam, kemudi dibawah kendali Wisang, bisa apa dia untuk menghalau pria itu?.
Dananjaya adalah seorang pria bergaya hidup bebas, pria tampan dengan usia sepadan dengan Wisang dan Abimanyu itu tinggal dirumahnya sendiri, karena sudah jelas ia tak ingin membuat kedua orangtuanya mumet melihat kelalaian dirinya yang termasuk dalam kategori Cassanova kelas kakap. Ia memiliki usaha tambang batu mulia, membuat dirinya yang kaya itu makin kaya.
"Mana si anjing itu?" ucap Abimanyu saat masuk kedalam rumah besar itu.
Wisang sudah biasa keluar masuk rumah itu, membuat dirinya tak perlu repot menunggu.
Ia langsung menuju lantai dua, tempat dimana kamar pria itu berada..
Brakkkkk
Wisang membuka pintu itu dengan kerasnya, membuat Danan terlonjak.
"Dasar sinting, rumah gue bisa ambruk karena udah gak keitung itu pintu udah berapa kali elu kasarin! " gerutu Danan, ia rupanya tengah di pijat oleh seorang wania sexy di atas ranjangnya.
"Kau istirahat dulu ya sayang, nanti kita lanjut lagi. Aku masih ada tamu dua pria menyedihkan yang butuh solusi!" ucap Danan mencium bibir wanita yang hanya mengenakan pakaian dalam itu.
Wisang Terlihat biasa saja, Abimanyu juga sama. Hanya membatin dalam hati, kayak gitu gak pingin sakit pinggang. Kerjaannya nyelup Mulu!
Braaaaaak
Wisang dan Abimanyu terlonjak kaget, rupanya pintu kamar Danan memang seperti itu suaranya.
Wisang dan Abimanyu melempar tatapan kesal kepada Danan," Kenapa kau tidak mati saja sekalian!" ucap Wisang kesal karena sahabatnya itu selalu saja mengeluhkan kondisinya yang sering sakit pinggang.
"Oh ayolah, manusia sepertiku masih sangat di butuhkan oleh wanita-wanita disana. Mereka selalu menunggu diriku yang perkasa ini!" ucap Danan seraya memakai bajunya.
"Beri aku minum!" Abimanyu meminta Wisang mengambil water showcase yang berada di pojok kamar Danan.
"Jadi ada apa ini, tumben tuan Abimanyu mau berkunjung ke tempat hamba!" ucap Danan terkekeh geli.
__ADS_1
"Hentikan leluconmu sialan!" ucap Wisang.
Danan makin tergelak, ia melempar sebuah bantal boneka dengan bentuk onderdil wanita yang di tumbuhi bulu halus " dasar pria edan!!" ucap Abimanyu bergidik ngeri, melihat bentuk boneka itu yang mengenai wajah Wisang.
"Hahahaha!" Danan makin tertawa kencang, "Baiklah, baiklah dari roman-romannya sahabatku ini sedang tidak baik-baik saja.
"Kami hanya ingin menjengukmu, jika tahu kau masih sehat walafiat begini menyesal kami kemari!" ucap Wisang. Ia tak yakin otak Danan yang hanya berisikan pertempean wanita itu, akan nyambung bila diajak bicara mengenai persoalan Abimanyu.
"Janda itu rupanya ajib juga ya. Bisa bikin seorang Abimanyu bermuka kusut begitu!" Danan tertawa, lalu sejurus kemudian ia memegangi pinggangnya yang kembali nyeri.
"Anjing lu!" ucap Abimanyu kesal.
"Auuuuuhhjjj!!" rintih Danan.
"Tobat lu makanya, itu azab udah datang!" tukas Wisang.
Danan tampak membenarkan posisi duduknya, ia merasakan nyeri. " Besok antar aku ke rumah sakit ya!" rengek Danan kepada dua orang sahabatnya.
"Ogah!!!" sahut Wisang.
"Tega amat sih lu!" Danan berengut.
Abimanyu Terlihat menghabiskan sebotol air dingin dalam sekali tegukan, berharap mengurangi panas di otaknya.
Danan yang melihat itu terbengong, " Nampaknya aku sudah melewatkan hal penting!"
"Patrick Star arah jam 12 tapi dengan pria lain, kali ini bisa aku pastikan kita tidak salah paham!" terang Wisang.
Danan mendecak sebal " CK, kau ini lambat sekali Abimanyu. Buat saja dia mengandung benihmu. Selesai urusan, kau pasti akan menang telak!"
Gila memang, tapi Abimanyu nampak memikirkan saran edan sahabatnya itu. Haruskah?
Abimanyu menatap nanar Dhira yang menghilang di balik pintu apartemennya, tak ada kata terucap selain maaf. Ia tahu wanita itu pergi dengan sejumput kemarahan dan kebimbangan.
Berharap benihnya akan berubah menjadi embrio, yang bisa menyelamatkan cintanya. Ia merebahkan tubuhnya. Jiwa dan pikirannya sama sama letih. Ia menatap nyalang langit-langit di kamarnya, entah apa yang akan terjadi besok.
...ššš...
Hari berganti dengan cepat. Memaksa seluruh insan untuk menerima segala ketetapan yang dibawa takdir hari itu. Adalah Danan, pria itu makin mengeluhkan sakit di pinggangnya. Mau tak mau Abimanyu turut serta bersama Wisang untuk menuju rumah sakit.
"Bisakah kalian cepat, aku sudah tidak tahan!" rengek Danan, dengan posisi seperti ibu hamil yang memerlukan pertolongan khusus.
"Bacot terus lu itu. Gembar gembor perkasa, pinggang kena nyeri otot dikit aja mainnya langsung dokter spesialis penyakit dalam!" gerutu Wisang.
Abimanyu sedikit terkekeh, ia tak habis fikir mengapa bisa memiliki dua sahabat tak waras.
Mobil mereka tiba di rumah sakit besar di kota itu tepat pukul 11.15, Danan menolak untuk berjalan. Ia meminta dua sahabatnya untuk membawakan wheelchair, membuat tampilan Danan mirip orang lumpuh.
Mereka meminta seorang petugas medis untuk mendorong Wheelchair Danan, " apa kau sudah meregistrasi namaku?" tanya Danan.
"Aman, lu tinggal duduk dan lanjutkan drama sakit pinggangmu!" tukas Wisang.
"Sialan lu!"
"Udah diem kalian!, berisik !" ucap Abimanyu seraya berjalan.
"Akses VIP, biasa sultan!" ucap Danan yang langsung menuju ruang VIP di lantai 3 rumah sakit itu.
__ADS_1
...dr. Arya Wiguna, Sp.PD....
"Silahkan Tuan, sebentar lagi Dokter Arya datang!" ucap seorang petugas pria itu.
"Dokter Arya, kenapa nama bisa pas sekali" gumam Abimanyu.
"Apa sih?" ucap Danan.
Wisang hanya mengendikkan bahunya.
Beberapa detik kemudian, muncul seorang pria yang mengenakan jas putih. Berkulit sawo matang, dan satu lagi Abimanyu serta wisang nampak tak asing dengan wajah itu.
Dua pria itu saling pandang, sementara Danan celingukan dengan segala kebingungannya.
"Selamat pagi jelang siang Tuan!" ucap Arya.
"Saya dokter Arya!" Wisang yang melihat Abimanyu mulai memancarkan raut tidak suka mulai menyadari jika dirinya harus mengambil tindakan.
"Dokter mau bisa periksa dia dulu, kamu akan menunggu diluar!" tukas Wisang.
"Baiklah, mari tuan!" Arya meminta Danan untuk berbaring.
Sementara diluar...
"Dengar aku tahu kau tengah kesal dengan keparat itu, tapi jangan bertindak bodoh disini!" Wisang mulai memperingatkan sahabatnya yang tempramen itu.
Wisang mulai mengatur nafasnya, ia ingat saat tangan lelaki itu yang menyentuh pinggang Dhira kemaren malam.
"Aku ingin mematahkan tangannya yang dengan enaknya memegangi pinggang Dhira Wis!!" sahut Abimanyu.
"CK, hanya pinggang. Bukit juga kedua gunung kembarnya sudah kau lahap!!! ucap Wisang.
"Brengsek lu!"
.
.
.
.
.
.
.
Wisanggeni
Sahabat Abimanyu yang memiliki sikap solutif dan berwajah oriental.
Dananjaya
Pria cassanova yang selalu bar-bar dalam bicara
__ADS_1