The Love Story' Of Single Parents

The Love Story' Of Single Parents
Bab 121. Danan oh Danan


__ADS_3

Bab 121. Danan oh Danan


.


.


.


...🍁🍁🍁...


"Sejak jumpa kita pertama ku langsung jatuh cinta


Walau ku tahu kau ada pemiliknya,


Tapi ku tak dapat membohongi hati nurani


Ku tak dapat menghindari gejolak cinta ini"


( Diambil dari lirik lagu Chrisye ~ Kala Cinta Menggoda)


.


.


Malam menjelang, ballroom hotel milik Danan itu telah di sulap sebegitu mewahnya. Meja-meja bundar dengan penataan eksklusif juga sudah diam dengan apiknya. Para pelayan dengan seragam senada juga telah bersiap sesuai tugas dan fungsi masing-masing.


Telah lebih dari tiga jam, Dhira dirias oleh makeup artist terkemuka di kota itu. Dan itu juga sudah menjadi tugas Rania, dalam mengatur segala sesuatunya. Devan terlihat menjadi yang paling sibuk setelah Wisang dan Danan. Pria lajang itu adalah koordinator utama terkait urusan undangan, tamu serta para kolega dan sahabat Abimanyu.


" Tuan, anda bisa pakai baju ini dulu selama kami menyelesaikan riasan Nyonya Dhira!" tukas pria wandu dengan gaya kemayu kepada Abimanyu.


"Baiklah, titip istriku!" Abimanyu padahal hanya akan berganti pakaian di ruangan sebelah.


"Dia tidak akan kemana-mana Tuan" MUA itu memutar bola matanya malas, pria ganteng itu benar- bener.


Adalah Nancy, makhluk jenis tulang lunak itu sangat mahir dengan urusan merias wajah pelanggannya. Seperti malam ini, ia merubah wajah Dhira begitu manglingi.


" Anda terlihat berbeda nyonya, lihat!" sebuah gaun putih gading melekat fit di tubuh Dhira. Riasan make up nya juga buka kaleng-kaleng. Patut saja Nancy mamatok harga fantastis untuk kerja kerasnya.


"Anda harus melihat diri anda!" Nancy membantu Dhira untuk berdiri. Dhira mematut dirinya di depan cermin. Dan benar saja, ia bahkan tak mengenali tampilan dirinya sendiri.


"Apakah ini aku?" Dhira tersenyum senang.


"Tentu saja, emmmm anda benar-benar cantik Nyonya. Pantas saja tuan Abimanyu sedikit edan tadi!" Nancy terkikik geli, membuat Dhira larut dalam gelak tawa.


Sejurus kemudian Abimanyu telah selesai dengan jas beserta tuxedo yang lengkap melekat di tubuh kekarnya. Jas yang juga berwarna putih gading itu terlihat membuat penampilan Abimanyu lebih muda.


"Lihat Tuan!" Nancy menyingkir dari hadapan Dhira, membuat Abimanyu kini bisa melihat tampilan istrinya dengan jelas.


"Dhira, kamu cantik banget Dhir!" Abimanyu menghampiri istrinya dengan senangnya. Hendak mengecup wajah istrinya.


"Eiitttssss!" Nancy menyetop langkah Abimanyu.


"Ada apa?" dahi Abimanyu berlipat. Kesal karena interupsi Nancy.


"Dasinya tuan belum!" tukas Nancy.


"Sebentar lagi anda harus turun, sebaiknya saya bantu anda memaksimalkan penampilan!"


"Enggak..enggak, biar istriku aja!" ucap Abimanyu menolak Nancy. Membuat pria wandu itu memutar bola matanya malas.


Dhira tergelak,"Maaf ya, ya udah sini!" Dhira meraih dasi kupu-kupu berwarna hitam di tangan Nancy. Abimanyu membungkuk agar istrinya tak kesulitan.


Selama Dhira mengaitkan dasi itu, Abimanyu tersenyum menatap istrinya yang terlihat seperti ratu Elizabeth. Kinclong dan mahal.


"Dhir aku merasa acara ini kok lama ya, pingin cepet-cepet selesai!" bisik Abimanyu agar nancy tak mendengar.


"Mas!" ia melotot mengingatkan jika ada manusia lain diantara mereka.

__ADS_1


Abimanyu tertawa. Istrinya terlihat menggemaskan jika wajahnya panik atau terkejut macam tadi.


"Sudah!" Dhira tersenyum puas melihat dadi kupu-kupu yang sudah bertengger rapih, di bawah jakun Abimanyu.


.


.


Sekar malam itu memakai gaun yang menghabiskan lebih dari separuh gajinya, yang ia dapat dari Dapur Isun. Ia hanya berusaha memantaskan diri, diantara kerumunan orang-orang berada di sana.


Tidak masalah baginya untuk merogoh kocek lebih dalam, tentu ia tak mau mempermalukan diri sendiri.


Gaun berwarna biru membuat Sekar cantik malam itu, ia juga membeli sebuah heels warna hitam guna mempercantik penampilannya. Ia sengaja memilih warna hitam, agar bisa di gunakan saat memakai baju lainnya. Tak perlu pusing dengan urusan mix and match seperti orang lain. Karena itu jelas bukanlah dunianya.


Ia juga berdandan sendiri, rambutnya ia sedikit beri sentuhan Curly, membuat dia terlihat lebih dewasa.


"Iya mbak, oh iya tunggu sebentar aku juga sudah selesai!" jawab Sekar saat Shinta menelpon.


Ya, mereka malam ini naik taksi saja, karena rombongan lain sudah di jemput oleh supir Danan. Ia dan Shinta berangkat bersama-sama dari Ruko, sementara suami Shinta akan menyusul usai lepas dinas dari Bandara.


"Sekar!!!, gila kamu cantik banget kalau begini. Bajumu baru ya?" Shinta yang melihat Sekar duduk di sampingnya itu sangat takjub. Ia bahkan tersenyum senang melihat rekan kerjanya yang terlihat berbeda malam itu.


"Apaan sih mbak aku kan malu. Gak biasa pakai baju begini. Cantikan juga mbak Shinta, selalu pinter milih baju!"


"Mbak Shinta aja cantik begitu, mbak lebih jago make up dari pada aku!" sahut Sekar juga kagum dengan Shinta yang terlihat cantik dengan make up bold namun cocok untuk Shinta malam itu.


"Jalan pak!" Shinta berucap kepada supir itu. Taksi melaju dengan kecepatan sedang menuju hotel dimana resepsi itu digelar.


.


.


Sementara keluarga Bu Kartika terlihat di jemput oleh mobil dari pihak hotel milik Danan. Jodhi rupanya turut bersama Raka dan Bastian.


Bocah itu baru bangun pukul tiga sore. Membuat Rania meninggalkan mereka dan pulang terlebih dahulu. Tentu saja juga karena Bastian yang menjamin kepada Rania, jika Raka akan menjadi tanggung jawabnya nanti


"Gak pede Jo, gak terbiasa pakai baju mahal. Pernah pakai jas buat foto lulusan SD aja!" ia tergelak.


Ya, Raka kini sudah menjadi kakak Jodhi bukan. " Kamu juga ganteng Jo!" ucap Bastian yang juga sudah siap dengan setelan jas senada.


"Ganteng lah Om, mamaku aja cantik!" sahut Jodhi.


Ya mamamu memang cantik, dan om suka akan hal itu.


Bastian mengusap rambut Jodhi gemas. Jodhi adalah anak yang aktif dan ceria. Ia juga dekat dengan bocah itu semenjak ia pernah mentraktir Jodhi samngkuk mi ayam.


"Eh Om, rusak rambutku!!!" Jodhi mendengus.


"Aman, itu Pomade apa lem fok. Bisa kaku begitu!" sahut Bastian.


"Pomade lah om, nih cium coba!" Jodhi menjulurkan kepalanya ke wajah Bastian, Bastian segera menghindar karena ia seperti di seruduk anak banteng. Membuat mereka disana tergelak kompak.


Bu Kartika hanya menggelengkan kepalanya melihat interaksi ketiga lelaki itu. Suasana menjadi ramai jika ada Jodhi.


.


.


Nyonya Regina dan Rania bertindak sebagai penyelenggara acara disana. Mereka terlihat menyambut para tamu. Orang tua Danan bahkan turut pasang badan disana. Nyonya Alda dan Tuan Yusuf.


Kebanyakan yang hadir adalah keluarga dekat Abimanyu, para karyawan Delta Group, para kolega, rekan bisnis dari berbagai kota dan teman sewaktu kuliah Abimanyu dulu.


Dhira tak tahu bila undangannya akan seramai ini. Abimanyu bak ingin memproklamirkan siapa istrinya saat ini. Ia ingin dunia tahu, bila Gwen sudah bukan bagian dari hidupnya lagi.


"Selamat datang Nyonya Lisa dan Tuan Wikarna. Selamat malam!" Oma Regina malam itu terlihat cantik dengan pakaian yang sudah bisa di taksir berharga fantastis.


"Selamat atas pernikahan Abimanyu Nyonya!" nyonya Lisa bercipika- cipiki dengan Oma Regina, sejurus kemudian beralih kepada Rania dan orang tua Danan yang juga menjadi penerima tamu disana.

__ADS_1


"Ini siapa?" tanya Oma Regina, saat melihat wanita cantik bergaya hedon dengan sikap jual mahal.


"Dia Mira, calonnya Wisang!" ucap Nyonya Lisa.


Mendengar nama Wisang di sebut, membuat Rania menoleh. Ia memindai tampilan Mira yang berlebihan. Cantik sih, tapi pakaiannya kurang bahan banget!


"Silahkan Nyonya, sambil menunggu mempelai!" Rania mempersilahkan para tamu untuk masuk.


Para pelayan juga sibuk mengedarkan nampan berisi berbagai minuman. Indra dan keluarganya terlihat hadir. Pak Joko dan Bu Novi terlihat berwibawa malam itu. Indra juga terlihat tampan dengan jas warna navy.


Dhira sengaja meminta Kakung dan Utinya datang bukan bermaksud apa- apa. Meskipun mereka sudah bukan lagi satu keluarga, namun pak Joko dan Bu Novi adalah orang yang baik, yang silaturahminya harus tetap dijaga.


Sementara Indra datang karena pemerintah Raka yang kekeuh meminta agar dia datang. Abimanyu dan Dhira tak keberatan akan hal itu. Kebahagiaan Raka juga prioritas mereka.


Ya, kesemua yang disana memakai baju terbaik mereka malam ini. Direktur Utama Delta Group, tengah melangsungkan pernikahan. Sudah pasti mereka wajib tampil baik malam ini.


Wisang dan Danan yang kini sudah bisa bergabung di ballroom terlihat mendatangi Devan.


"Gimana?" tanya Wisang.


"Aman Tuan, sudah sembilan puluh persen yang datang!" jawab Devan. Membuat dua pria itu mengangguk puas.


Saat mereka tengah asik ngobrol, Sekar dan Shinta masuk ke dalam ballroom hotel itu. " Beautiful Angel from heaven "( Bidadari cantik dari surga). Danan terpukau dengan kedatangan mereka, membuat Wisang dan Devan menoleh.


Pletak


Wisang menyentil jidat Danan, membuat pria berwajah bule itu mengaduh karena kesakitan.


"Aduh sialan lu!" Danan mengusap jidatnya yang panas.


"That's my mine!" sahut Wisang jumawa. Membuat Devan memutar bola matanya malas. Dan memilih pergi saja dari sana, saat ia menemukan alasan yang pas. Ia melihat David dan Leo dari Darmawan Group sudah hadir disana.


"Maaf ,saya akan menemui Tuan David dan Tuan Leo dulu!" pamit Devan.


"Ok lanjut, nanti kami nyusul!" sahut Wisang.


Kini menyisakan dua orang yang tengah dirundung kegelisahan. Wisang yang gelisah karena Sekar sangat cantik malam itu, dan Danan yang juga merasakan getaran lain saat melihat wanita dengan gaun hitam dan bibir merah merona yang membuat dirinya merinding.


" Yang baju biru itu milik gue!" ucap Wisang.


Danan mendelik, " Yang baju item njing yang gue maksud, gue lebih tertantang sama yang seumuran!" ucap Danan mendengus kesal.


"Tantangan sih tantangan!, tapi gak sama wanita yang sudah bersuami juga kaleee!!!" cibir Wisang.


"Maksud elo?" Danan menatap Wisang dengan dahi berlipat.


Wisang terkekeh," Dia Shinta, karyawan sekaligus sahabat Istrinya Abimanyu. Jangan macem-macem lu, udah ada suami dia!" ucap Wisang menahan tawa melihat wajah Danan yang putus asa.


Entah mengapa Danan hatinya mencelos begitu mengetahui fakta dari wanita yang baru menarik perhatiannya itu.


"Udah lah, cari yang aman aja. Gue mau nyusul Sekar dulu. Mau icip-icip dulu. Daaaa...!" Wisang tertawa saat meninggalkan Danan dengan wajah kusut.


"Udah bersuami ya?" ia bermonolog sendiri dengan wajah muram , dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Danan berdiri sendirian dan bercelatuk mirip orang bodoh.


.


.


.


.


.


.


David dan Leo adalah tokoh utama di novel pertamaku, Nada Cinta Jessika.

__ADS_1


Boleh berkunjung, Mommy tunggu ya🤗🤗🤗


__ADS_2