The Love Story' Of Single Parents

The Love Story' Of Single Parents
Bab 270. Attention please, a new work has been published


__ADS_3

.


.


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Hallo Readerku, kelendi kabyare? ( Gimana kabarnya) 😁


Semoga sehat-sehat ya. Masih dalam moment hari raya Idul Fitri nih, Mommy mau ngucapin maaf lahir batin buat semua pembaca.


Ada yang kangen sama Papa Abi sama mama Dhira enggak? Atau sama yang lainnya?


Mommy cuma mau kasih info spin off dari The love story'of Single Parents udah Mommy release 😁😁


Pokoknya masih bergenre novel romansa dewasa.


Kisah Raka dan Jodhi ada di novel ini.


see you there ya 😘😘😘.



.


.


Spoiler bab


...----------------...


Bab 03. Losing Valuable Things


...🌺🌺🌺...


Jodhistira


.

__ADS_1


.


Ia menutup pintu ruangan itu dengan cepat, bahkan ia mengantongi kunci itu dengan semaunya. Tak membiarkan wanita itu lolos.


" Apa-apaan ini?" Lintang beringsut mundur dan terlihat ketakutan. Setelah main comot order tanpa konfirmasi, kini pria itu terlihat sangat menakutkan.


Jodhi terus berjalan, kini tubuh Jodhi dan Lintang semakin tak berjarak. Jodhi meraba pipi dan kini menyentuh dagu wanita itu. Menatap Lintang dengan sorot mata tajam dan dingin.


" Aku sudah membayarmu mahal, jadi kau harus melayaniku dengan baik!" Jodhi berkata sembari menatap Lintang penuh arti.


Lintang bahkan bisa menghirup aroma tubuh kita itu. Benar-benar liar.


Wanita itu justru ketakutan dengan sikap Jodhi yang begitu mengintimidasi. Apalagi, ia sempat menangkap raut ketakutan dari wajah manager- nya tadi saat berkata kepada dirinya.


Ada apa sebenarnya?


" Iku aku!" Jodhi menarik lengan Lintang dengan paksa.


"Lepas!" Lintang memberontak. Sungguh, ini adalah kali pertamanya Lintang mendapatkan client seperti itu. Kasar dan kurang ajar.


" Apa kau tidak pernah datang kemari? Aku hanya melayani tamu di ruangan ini saja, aku tidak open BO!" Ucap Lintang yang mengusap pergelangan tangannya karena cekalan tangan Jodhi cukup kuat. Ia kini menatap sengit ke arah Jodhi.


" Aku tidak perduli, bosmu sudah setuju dan aku sudah membayar ku mahal. Lagipula, wanita sepertimu harusnya beruntung bisa laku semahal itu kan?"


" Aku adalah satu-satunya orang yang berani membayarmu mahal. Kau tahu itu!"


Jodhi menatap Lintang tajam, entah mengapa ia sebenernya tak tega mengucapkan hal itu. Namun, rasa egonya benar-benar telah mengalahkan kewarasannya.


Mata dan hidung Lintang memanas. Ia terluka dengan ucapan Jodhi yang membombardir harga dirinya itu. Ia memang bukan manusia yang tahir dari dosa, tapi ia masih bisa menjaga mahkotanya yang berharga hingga saat ini. Meski ia bekerja dalam kubangan lumpur dunia malam.


" Aku tidak mau, aku bekerja hanya untuk menemani minum, bukan untuk tidur!" Lintang masih mendebat Jodhi.


" Wanita murahan sepertimu berani menolakku?" Jodhi mencengkeram rahang Lintang, membuat Wanita itu mendongak.


Mata Jodhi membulat dan urat matanya memerah. Ia sebenarnya marah karena melihat Lintang yang pasti sudah pernah ditindih dan di tiduri oleh banyak pria.


Jodhi sebenarnya tak terima akan hal itu.

__ADS_1


PLAK!!


Lintang yang sudah diujung batas kesabarannya melayangkan tamparan kepada Jodhi, membuat pria itu kini menatap Lintang dengan napas memburu.


"Sial, bahkan aku masih tidak tega untuk menyakiti wanita ini!"


Jodhi sebenarnya merasa pipinya langsung kebas dan panas. Namun, entah mengapa ia sedikit tak tega melihat wanita itu menangis. Ia sadar jika mulutnya terlalu tajam dalam menyakiti Lintang.


Lintang menangis, hidupnya selama ini benar-benar sulit. Dan kini, tiba-tiba ada pria tak taat aturan saat bertamu di cafe itu dan berbicara hal yang begitu menyakitkan. Tahu apa pria itu soal hidupnya?


" Ikut!" Jodhi langsung merengkuh tubuh Lintang seperti memanggul karung beras. Sedikit menggelitik sih, tapi pria itu benar-benar ingin membawa Lintang pergi.


" Kalau pria lain bisa meniduri kamu dengan harga ratusan ribu, aku akan membayar sepuluh kali lipat. Aku ingin kamu tahu Lin, orang yang dulu kau hina kini bahkan bisa membeli seluruh tubuhmu!"


" Lepas!" Kau memang pria gila!"


Jodhi hanya diam meski Lintang memukul punggungnya tiada henti. Ia menatap tajam Zaky yang juga ketakutan


" Jika kau tak memberikanku wanita itu malam ini. Jangan harap dia tau bahkan kau bisa membuka tempat kecilmu ini besok!" Ucapnya sesaat setelah ia berhasil mengintimidasi Zaky di ruangannya tadi.


Zaky tak berani menolong, ancaman akan masa depan cafenya itu membuat dirinya tak memiliki nyali. Jodhi benar-benar berhasil mengintimidasi Zaky dengan kuasanya.


Sial!!!


Banyak pasang mata melihat kejadian itu, namun mereka mengira jika Lintang pasti tengah mabuk. Hal seperti itu sudah sangat lumrah terjadi di dunia malam. Bisnis lendir dengan segala *****-bengeknya sudah bukan rahasia umum.


Jodhi memasukkan Lintang secara paksa kedalam mobilnya melalui pintu kanan, sejurus kemudian ia turut masuk dan berada di depan kemudi. Anak dari Rania itu kini mengunci pintu mobilnya dengan automatic lock agar wanita itu tidak kabur.


" Buka Tolong!"


" Tolong!" Lintang memukul-mukul kaca mobil, namun tak satupun yang bisa mendengar.


" Sekalipun kau berteriak hingga serak, kau tidak akan pernah bisa keluar dari sini!" Ucap Jodhi tersenyum licik. Pria itu sejurus kemudian menginjak pedal gasnya dengan cepat, mobil itu benar-benar bermanuver kasar.


Kini Lintang benar-benar merasa mati kutu, entah apa yang akan terjadi nanti. Kenapa ia bisa mendapatkan tamu pria gila seperti itu. Oh astaga!


Sialan!

__ADS_1


.


.


__ADS_2