
Bab 197. Misi Selesai
.
.
.
...ššš...
" Menyenangkan hati semua orang itu adalah sebuah kegilaan. Lebih tepatnya kemustahilan yang abadi"
.
.
Abimanyu merasa kesakitan karena Dhira mengigit bibirnya saat ciuman panas itu berlangsung. Ciuman yang menyiratkan kemarahan itu membuat Abimanyu pasrah.
Dhira mendorong tubuh suaminya hingga terpantul-pantul di atas ranjang itu. Sejurus kemudian, Dhira merayap ke atas tubuh suaminya. Mendudukkan tubuhnya tepat di atas kelelakian suaminya berada. Dhira menciumi bibir suaminya kembali dengan kasar, rakus dan tentu saja liar.
Abimanyu mengusap punggung Dhira yang terbuka, meraba kulit yang terekspose malam itu. Meski Abimanyu sebenarnya tak rela karena banyak pasang mata yang kini melihat kemolekan tubuh istrinya itu, termasuk Devan. Namun pria itu menikmati layanan istrinya yang sebenarnya masih membuatnya bingung.
Dhira menciumi leher Abimanyu dan meninggalkan jejak kepemilikannya di sana sini. Membuat Abimanyu tersulut gelora. Sapuan lidah Dhira di leher pria itu membuat laju darah Abimanyu tak normal.
Dhira masih berwajah datar, wanita itu membuka kancing baju Abimanyu dengan kasar. Masih di posisi tepat di atas benda penting milik suaminya yang nampaknya kini mulai mengeras itu, Dhira menunggu suaminya melepaskan kemeja yang digunakan.
Kini tubuh Abimanyu sudah setengah telanjang, Dhira bisa melihat wajah sendu menuntut dari suaminya itu. Dhira meraba enam cetakan otot di perut liat Abimanyu. Semuanya ini miliknya, hanya miliknya.
Dhira kembali menyambar bibir suaminya, decakan keras menggema di ruangan kamar itu. Sejenak Abimanyu benar-benar tak mengira Dhira akan se atraktif itu. Dirinya kini mulai diliputi gairah yang membara. Rasa rindu Abimanyu benar-benar tak tertahankan.
Dhira menciumi bibir suaminya dalam waktu yang lama. Dhira menekan dadanya yang masih terbungkus gaun itu kedepan kuncup dada suaminya yang kekar berotot. Sengatan menggairahkan yang terhempas gelombang itu membuat Abimanyu menuntut lebih.
" Sayang!" suara parau Abimanyu memandang wajah ayu istrinya dengan tatapan mendamba.
Hasrat dalam sorot mata Abimanyu begitu menuntut, meminta lebih dari sekedar itu. Menyulut panas di tubuh mereka. Dhira menunduk perlahan seraya membisikkan kata-kata.
" Bersihkan dulu tubuhmu dari bekas tangan kotor wanita itu!!"
Sejurus kemudian Dhira bangun dan meninggalkan Abimanyu yang pasti tersiksa dengan semua itu.
Ya, Dhira menghukum suaminya dengan hasrat yang tertunda. Sudah pasti rasa yang di timbulkan sangat tidak nyaman. Membuat Abimanyu berada di titik kegusaran yang seolah hanya Dhira yang bisa mengobati.
Abimanyu merasa sangat pusing dan mendadak kepalanya berat dalam waktu bersamaan. Abimanyu benar-benar tersiksa dengan rasa yang digantung oleh istrinya begitu saja.
Dhira merasa puas dengan membuat suaminya tersiksa seperti itu. Ia ingin membuat suaminya tahu, bila suaminya itu sangat bergantung kepadanya. Dan jangan berani mencoba untuk memberikan celah kepada wanita manapun.
Sebenarnya Dhira kasihan, tapi memberi pelajaran itu penting. Dan semoga dengan ini, suaminya itu bisa lebih tahu cara memproteksi dirinya dari godaan wanita tidak benar yang berkeliaran bagai debu diluar sana.
.
.
__ADS_1
Melinda
Dengan rasa yang begitu terkejut, ia tak menyangka bila wanita yang begitu cantik tadi adalah istri dari pria yang ia sangka masih sendiri.
Apalagi ciuman mesra yang dilakukan tepat di depan bola matanya itu, membuat diri Melinda jatuh ke dasar rasa malu secara telak.
Hatinya mendadak nyeri dan panas. Ia sebenarnya tidak mau menjadi orang ketiga, siapa yang mengira bila pria yang selalu terlihat sendiri dalam acara itu, menyembunyikan istri yang cantik.
Tapi mengapa istrinya baru tiba malam ini pikirnya.
Melinda merasa dirinya tak terima. Tapi ia bisa apa. Ia tak memiliki muka lagi untuk kembali ke acara itu. Persetan dengan urusan pekerjaan itu. Ia pikir Abimanyu adalah bohong soal istrinya. Sejenak ia minder dengan tampilan Dhira yang begitu cantik.
Ia menyusut air matanya, ia hanyalah wanita kesepian yang merindukan belaian seorang pria. Ucapan istri Abimanyu itu benar adanya. Meskipun Segala sesuatu di dunia ini memiliki nilai dan harga, tapi tidak semua bisa ia jual. Termasuk harga dirinya.
Melinda mengasihani dirinya sendiri.
Seandainya bisa di dapatkan di pasar atau di toko-toko terdekat, pasti kebahagiaan sudah ia dapatkan sedari dulu. Tapi Melinda tidak menyadari, jika itu semua adalah aturan Tuhan.
Tidak semua gelimangan harta yang ia miliki, mendatangkan kebahagiaan.
Terbesit dalam hati ingin menemui istri Abimanyu itu. Ia salut dengan seroang istri yang masih bisa mengontrol emosi. Tapi apakah bisa?
...ššš...
Andhira
Ia memandangi laut lepas dari balkon kamar hotelnya. Semilir angin menerpa rambutnya yang tergerai indah. Ia membiarkan Abimanyu di kamarnya, ia tahu suaminya itu menuruti perintahnya untuk mandi .
Dan konyolnya pria itu mandi di malam hari. Semua itu terbukti dari gemericik air yang ia dengar samar- sama dari arah kamar mandi hotel itu.
Abimanyu menutupi tubuh Dhira dengan jaket. Pria itu sudah sesuai dengan ritual mandinya rupanya. Entah dengan metode apa suaminya itu mengobati gelora menuntut yang sudah bisa di pastikan menyiksa pria itu dengan tanpa ampun. Dhira tidak tahu dan tidak mau tahu.
Dhira kini tak menolak saat Abimanyu memeluknya dari belakang dengan begitu posesif. Seolah tak mau melepaskan kepunyaannya itu.
" Maaf!!" kini Abimanyu mengerti akan kecemburuan Dhira yang ia tunjukkan dengan cara berbeda.
Istrinya itu cemburu, benar- benar cemburu. Tapi entah mengapa Abimanyu suka akan hal itu.
" Tapi percayalah, sedikitpun aku tidak memberikan celah kepada wanita tadi!" hangat nafas Abimanyu bisa Dhira hirup dengan lega.
Dhira masih meluruskan pandangannya. Masih merasakan sapuan angin malam yang mengapa wajahnya.
" Mas Abi begitu marah saat aku menjabat tangan mas Arya tempo hari. Dia hanya masa laluku dan tak akan pernah kembali. Tapi melakukan hal seperti itu saja sudah membuatmu begitu cemburu!"
" Lalu bagaimana denganku?"
Abimanyu masih diam, membiarkan istrinya itu mengeluarkan apa yang ia pendam.
" Aku sakit ngelihat mas yang cuma diam saat tangan wanita itu meraba wajah mas, aku juga sakit saat tahu di kamar mas ada seorang wanita!!"
Dhira memutar tubuhnya kali ini, menatap lekat wajah suaminya.
__ADS_1
" Aku udah pernah gagal mas. Aku gak mau lagi kalah dari wanita manapun. Aku mau suamiku tahu, bila aku ini juga bisa seperti mereka. Aku gak mau suamiku mencari sesuatu yang gak aku miliki ke orang lain!"
" Aku mau suamiku jujur dan berkata jika memang ada sesuatu dariku, yang aku gak bisa kasih!" Dhira hanya takut kehilangan sosok Abimanyu. Meski ia tahu, Abimanyu tidak seperti Indra.
" Maaf sayang, maafkan aku. Mulai hari ini aku akan lebih hati-hati lagi. Sungguh, semua yang terjadi tidak seperti yang kamu bayangkan. Mungkin aku yang salah karena seringnya mudah tidak bisa bersikap tegas kepada orang lain?" Abimanyu memeluk istrinya seraya menghujani puncak kepala Dhira dengan ciuman.
" Aku sayang banget sama kamu mas!" Dhira berucap dengan suara bergetar.
" I know... i know me too!" ucap Abimanyu menahan sesak di dadanya. Ia mencium kening Dhira lama.
Lagi-lagi ia tak sengaja melukai hati istrinya.
Abimanyu sejurus kemudian menempelkan bibirnya tepat ke bibir istrinya yang lembab. Pria itu mencium lembut bibir Dhira dengan rasa cinta yang membara. Di saksikan deburan gelombang air laut, dan angin malam yang menusuk kulit mereka.
Tapi ada satu hal yang Abimanyu rasa menjadi hikmah dari semua ini.
Mereka rupanya sama-sama cemburu satu sama lain. Lebih tepatnya, mereka belajar dari masing-masing pengalaman buruk yang pernah terjadi di kehidupan mereka.
Tak mau lebih bodoh dari keledai, dengan jatuh ke dalam lubang yang sama. Mereka yakin, setelah kejadian ini rasa cinta dan kasih sayang akan tumbuh lebih terpupuk lagi. Mengingat mereka sama-sama takut kehilangan.
" Apa Devan dalang di balik semua ini?" Abimanyu melepaskan ciumannya mendadak.
" Hah?" Dhira membulatkan matanya begitu suaminya itu menyebut nama sekutunya.
.
.
.
.
.
Hallo Readers terkasih. Terimakasih yang sudah setia mengikuti cerita novel dewasa ini hingga part ini, berikut dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
Buat yang bilang kok karakter Abimanyu begitu sih, gak tegas dll.š¤š¤š¤
Disini mommy perjelas, suatu tokoh akan terkesan lebih hidup apabila ada kekurangan yang tercipta. Karena manusia pada hakekatnya juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena jangan lupa, novel mommy memang bertajuk cerita yang nyaris seperti di kehidupan nyata. Seseorang selalu memperhitungkan sikap dan norma dalam berlaku, bertingkah, dan bertindak ya readers.
Setelah Dhira dan Abimanyu sudah teruji kesetiannya, kita masih akan mengikuti perjalanan beberapa side pendukung. Tentang Wisang yang masih memperjuangkan hati mamanya agar mau menerima Sekar Seutuhnya.
Tentang Danan yang agaknya juga tengah di melawan getirnya hidup dari kisah percintaannya yang rumit bersama Shinta.
Dan beberapa tokoh lain yang pasti juga memiliki kisahnya masing-masing, tanpa meninggalkan headline dari tokoh utama yakni Dhira dan Abimanyu.
Udah up empat bab hari ini ya reader. Saya sangat berterimakasih kepada like, vote, hadiah, serta komentar yang bikin author merasa senang. Mommy tahu, emosi yang timbul dari pembaca sekalian, karena keseriusan pembaca dalam menghayati cerita yang mommy suguhkan.
Sehat-sehat selalu readerku dimanapun berada.
Yang sakit dapat kesembuhan, yang tengah dapat persoalan dapat jalan keluar dan yang tengah bahagia makin di tambahkan rasa bahagianya.
__ADS_1
Big hug from me
Mommy Eng š¤š¤š¤š¤ššš