The Love Story' Of Single Parents

The Love Story' Of Single Parents
Bab 189. Long Distance Relationship


__ADS_3

Bab 189. Long Distance Relationship


.


.


.


...šŸšŸšŸ...


" Kau buat aku bertanya, kau buat aku mencari tentang rasa ini. Aku tak mengerti. Akankah sama jadinya bila buka kamu?"


( Diambil dari lirik lagu Sherina Munaf ~ Cinta Pertama dan Terakhir)


.


.


Mereka sampai di terminal keberangkatan pukul 08.30, tepat saat panggilan boarding pertama terdengar.


Selamat pagi para pelanggan Andanu Airlines dengan nomor penerbangan AA 202 tujuan kota BL, anda di persilahkan untuk memasuki pesawat udara melalui pintu nomor satu. Terimakasih.


Good morning Andanu Airlines customers with flight number AA 202 to BL city, please board to the aircraft through gate number one. Thankyou.


Suara announcer wanita itu terdengar merdu dan mengalun indah. Menegaskan bila maskapai itu serius dalam urusan perekrutan pegawai.


Devan degan segera menuju pintu masuk terminal keberangkatan itu, mobil yang Devan bawa ia serahkan kepada protokoler langganannya di bandara itu. Uang memang bisa memangkas birokrasi rumit yang melelahkan.


" Kami ada bagasi empat koli, tolong kamu atur!" titah Devan kepada pria yang mengenakan safari dua kantong warna biru navy itu.


" Siap Pak!"


Dan tanpa menunggu lama, dua buah boarding pass lengkap dengan empat bag tag sudah di terima Devan.


" Empat bagasi sudah diberikan label priority setiap bagasinya!" ucap protokoler tersebut kepada Devan. Sementara Abimanyu terlihat mengetik pesan kepada istrinya, karena segala sesuatunya sudah di urus oleh Devan.


" Terimakasih!" Devan memberikan salam tempel kepada pria tersebut. Dan semua itu merupakan hal yang biasa terjadi di bandara.


Abimanyu memang sengaja datang last minute, pria itu tidak terlalu suka berlama-lama di bandara. Sebagai pemegang miles Platinum salah satu maskapai bonafit di negara itu, membuat Abimanyu mendapatkan prioritas dan pelayanan yang lebih.


Perjalanan ke timur kali ini menggunakan fasilitas Bussines Class. Ia lebih dulu melewati Garbarata kemudian di susul Devan di belakangnya.


" Kau bisa cari jodoh pramugari yang cantik nanti Van!" ucap Abimanyu saat ia sudah hampir sampai di bibir pintu masuk pesawat itu.


" Enggak lah Pak, susah ketemunya kalau sama mbak mugari!" Devan terkekeh.


" Hemmhhh... alasanmu, bilang aja gak pede!" cibir Abimanyu.


Mana mungkin Devan gak pede, dia ganteng dan menjadi orang kepercayaan Abimanyu sudah bisa di pastikan bila pria itu memiliki pendapatan yang tidak akan mengecewakan kaum hawa.


" Selamat pagi Pak, selamat datang di penerbangan Andanu Airlines!" Pramugari senior itu nampak melakukan greeting yang ramah kepada Abimanyu.

__ADS_1


Abimanyu hanya tersenyum simpul seperti biasa. Ia terlihat begitu berwibawa dan menjadi pusat perhatian para pramugari yang lain.


Ia langsung mendudukkan dirinya di window seat 7A, sesuai dengan nomor yang tercetak pada boarding pass nya. Tempat paling favorit Abimanyu.


Sejenak ia rindu dengan Dhira. Ia mulai memasang seatbelt sementara Devan terlihat memasukkan tas jinjing mereka ke dalam headtrack.


Terdengar suara cabin crew yang memberikan announcement dengan suara lembut dan lugas.


Dan saat Devan sedang sibuk mengatur tas bosnya itu, seorang petugas menabrak dirinya tanpa sengaja.


" Maaf Pak!" Seorang petugas Ground Handling wanita tersebut, tak sengaja menyenggol kali Devan.


" Iya ga apa-apa!" tukas Devan.


Devan melihat wanita itu sekilas lalu menarik senyuman, wanita itu sibuk dengan hand count yang ia bawa dengan terfokus kepada penumpang di pesawat itu. Devan yakin, wanita itu bertugas memastikan isi dan jumlah penumpang dari kabin pesawat itu sebelum meminta tanda tangan ke pramugari.


Ya benar, wanita itu adalah petugas greeting dari Ground Handling. Bertugas memastikan jumlah manifest sesuai dengan actual penumpang yang duduk di pesawat itu, untuk di tulis di dalam lembar APB ( Actual Passenger on Board) lalu kemudian memintakan tanda tangan kepada cabin crew sebelum pintu pesawat di tutup.


Sebuah prosedur yang wajib di jalankan di ranah aviasi.


Devan merobek sebuah notebook miliknya dan menuliskan sesuatu. Abimanyu penasaran, mengapa Devan maju dan terlihat berbicara kepada pramugari itu.


Pramugari dengan name tag Marta itu mengangguk saat Devan memberikan penjelasan, usai menyerahkan sebuah kertas itu. Sejurus kemudian, Devan kembali dan duduk persis di belakang Abimanyu.


" Ulah apa lagi yang kau buat Van?"


" Jika ibarat saya ini panci Pak, saya sudah menemukan tutup saya!" tukas Devan dengan terkekeh. Membuah Abimanyu menggelengkan kepalanya.


.


.


Pesawat landing dengan selamat, flying time selama tiga jam itu terasa menyenangkan karena maskapai Jatayu Airlines memberikan full service. Makanan dan hiburan yang lengkap.


Tentu saja itu berbanding lurus dengan harga tiket yang memang mahal.


Mereka touch down di kota BL pukul 13.07 waktu setempat, karena Kota BL berbeda zona dengan Kota J.


Begitu disembark ( turun dari pesawat) , Devan langsung menggulir ponselnya. Pria itu kini memiliki tugas penting selain menjadi punggawa Abimanyu. Ia bertugas mengurus segala akomodasi bos-nya itu.


" Kita ke lounge dulu Pak, saya mau nunggu Wayan dulu balas chat saya!" ucap Devan.


" Terserah kamu Van!" Abimanyu terlihat menggulir ponselnya.


Aku baru landing nih sayang, kamu lagi apa?


Abimanyu menekan tombol send seraya tersenyum, karena tak fokus ke jalan ia bertabrakan dengan seseorang.


Bruk


Sebuah ponsel terpelanting ke lantai marmer mengkilat itu. Abimanyu segera memungut ponsel itu.

__ADS_1


" Maaf saya tidak sengaja, saya benar-benar minta maaf!" Abimanyu terlalu ceroboh dan tak memperhatikan sekitar.


Devan sudah melesat terlebih dahulu untuk mencari porter yang akan dia minta untuk membawakan bagasi mereka.


" Tidak masalah, saya juga tidak lihat tadi!" Seorang wanita berkelas nampak terpesona dengan Abimanyu.


" Sekali lagi saya minta maaf, kalau begitu saya permisi!" Abimanyu menyusul Devan yang sibuk di samping conveyor Priority.


Wanita itu nampak memandangi Abimanyu yang berjalan melewatinya. Wanita itu benar-benar dibuat terpesona oleh ketampanan Abimanyu.


Devan terlihat berkali-kali mengumpat dengan ponselnya. Pria itu kesal karena Wayan tak menjawab ponselnya.


" Kenapa?"


"Si Wayan gak jawab telpon Pak, kemana ni anak!" Devan mendengus.


Devan memasukkan ponselnya saat conveyor itu terlihat mulai berjalan. Ia dan Abimanyu adalah penumpang kelas bisnis, conveyor mereka jelas berbeda dengan conveyor milik penumpang ekonomi.


" Empat koli Pak, bawa kedepan ya!" titah Devan kepada seorang porter yang sudah standby membawa troli.


Abimanyu terlihat sibuk dengan ponselnya kembali demi memburu waktu. Namun, kali ini lebih waspada.


Syukur kalau udah sampai. Aku mau buatin makan siang, Raka bentar lagi pulang. Aku barusan telpon Rania Oma lagi gak enak badan. Tapi mas jangan khawatir ya, sore nanti aku mau kesana sama Raka.


Abimanyu tersenyum, beginikah rasa LDR ( Long Distance Relationship)?


Iya, bilang sama si Nanang yang bener bawa mobilnya. Nanti ulang tahun Raka, aku bakal beliin dia mobil sendiri yang lebih futuristik


Abimanyu gelisah menunggu balasan istrinya. Pria itu baru beberapa jam meninggalkan istrinya, tapi rasa rindunya sudah membuncah.


Gak usah berlebihan, udah take care sayang , aku masak dulu. Love u 😘


Hati Abimanyu seolah ingin melompat, ia bahagia hanya dengan sebuah emoticon kiss dari istrinya.


😘😘😘😘 love you


Abimanyu bak orang gila karena senyam-senyum sendiri di ruang tunggu bagasi priority itu.


"Pak, si Wayan udah datang!" Devan datang dengan wajah mengernyit. Bos-nya itu tengah senyam-senyum sendirian.


" Gimana Van sudah datang belum, lama sekali!" ucap Abimanyu saat ia menyudahi chatting dengan istrinya, tanpa menggubris Devan yang sedari tadi sudah berbicara kepadanya.


" Astaga Pak barusan saya sudah bilang kalau si Wayan udah datang!" Devan mendengus kesal.


" Memangnya kamu bilang apa?"


Devan ingin berteriak saat itu juga.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2