The Love Story' Of Single Parents

The Love Story' Of Single Parents
Bab 218. Be Honest


__ADS_3

Bab 218. Be Honest


.


.


.


...šŸšŸšŸ...


" Kejujuran bisa menghindarkan kita dari malapetaka!"


.


.


Dua hari yang lalu


Kediaman Yusuf Airlangga


.


Telah lebih dari target , anak dari pasangan Tuan Yusuf dan Nyonya Alda diberikan kesempatan. Siapa lagi kalau bukan Dananjaya.


" Kamu ini gimana sih Dan. Udah hampir lima bulan sejak mama kasih kamu deadline. Ini malah lewat dari kesepakatan. Kamu ini maunya apa sih?"


Nyonya Alda sudah sangat ingin memiliki menantu, yang bisa ia ajak untuk berbagi hobi. Seperti memasak misalnya. Apalagi, teman-teman satu arisannya kerap menanyakan status Danan, yang masih Single di usia matang.


Dan itu jelas bukan torehan prestasi yang apik.


Danan menghela napas , sebenarnya ia ciut nyali ketika ingin mengungkapkan isi hatinya. Mengingat sahabatnya Wisang yang tak kunjung mendapatkan sambutan baik, meski ia sudah mempersunting Sekar.


" Ma, apa Danan boleh tanya sesuatu?"


Ruang keluarga itu seolah mendadak menjadi mencekam " Tanya apa sih, kok mama jadi ngeri deh kalau lihat kamu begini Dan, iya gak Pa?" Nyonya Alda yang tak pernah melihat putranya se serius ini, menjadi sedikit tak percaya.


Apa dia kesambet?


Tuan Yusuf bahkan saling menatap dengan istrinya, lantaran putranya itu mendadak menjadi aneh. Pria dengan pembawaan jenaka itu, kini lebih serius dari News anchor .


" CK, Danan serius. Katanya pingin cepat dapat menantu!" Dengus Danan melihat kedua orangtuanya malah menaruh kecurangan.


" Kamu udah ada calon?" Kali ini, Tuan Yusuf yang angkat bicara.


" Nah ini yang Danan mau bahas Pa!"


Danan terlihat berpindah tempat duduk. Ia yang awalnya duduk di depan mamanya, kini mendaratkan bokongnya ke sofa dengan posisi tepat di sebelah kanan mamanya. Sementara Tuan Yusuf, masih berada di sofa tunggal yang mengahadap ke arah mereka.


" Mama percaya gak kalau jodoh itu sudah ada yang ngatur?" Danan meraih tangan putih mamanya. Tangan yang terlihat tak absen untuk melakukan perawatan.

__ADS_1


Nyonya Alda malah menatap ke arah suaminya. Ini adalah kali pertamanya Danan berbicara serius kepada kedua orangtuanya.


" Kamu ini anak mama atau bukan sih? kok mendadak kamu jadi kayak orang lain deh Dan!" cibir nyonya Alda. " Badan kamu juga gak panas!" Nyonya Alda bahkan menempelkan punggung tangannya, ke dahi putranya.


" CK, mama!" dengus Danan " Emangnya Danan demam karena batuk pilek apa?"


Tuan Yusuf tergelak, " Habis kamu ini kayak orang kesambet!"


Danan menyebikkan bibirnya, pria itu kesal karena kedua orangtuanya malah meragukan keseriusannya. " Jadi mau mantu gak sih?" dengus Danan.


Tuan Yusuf kian tergelak " Semoga saja yang mau sama kamu itu pas gak lagi amnesia atau baru kejedot kepalanya aja Dan. Kuatirnya, kalau dia sadar dia langsung ogah sama kamu?" tuan Yusuf tergelak hingga matanya mengeluarkan cairan bening, saking gelinya.


Danan mendengus sebal " Aku ini sebenarnya anak Papa bukan sih?" bibir Danan sudah manyun lima senti.


" Sudah - sudah, jadi serius kamu udah ada calon?" Nyonya Alda menepuk punggung tangan anaknya yang terlihat berotot.


Danan mengangguk " Maunya gitu, aku bahkan lima rius ma!"


" Ma, Pa maafin Danan kalau selama ini Danan gak jujur. Tapi, tolong jangan potong ucapan Danan sebelum Danan selesai!"


" Jika ada pertanyaan, sebaiknya simpan saja di akhir cerita, mengerti?" Danan menatap manik mata kedua orangtuanya, secara bergantian.


Membuat kedua orangtuanya itu, saling menatap guna memantapkan hati.


" Setuju!" dua orang tua itu mengangguk mantap.


Danan menarik napas panjang, lalu menghembuskannya secara taktis. Ia kini harus lebih cepat dalam mengambil keputusan. Salah satunya, dengan membuat kedua orangtuanya tahu.


Ucapan Danan barusan, sukses membuat dia orang tuanya mendelik.


" Danan kamu...." Ucapan nyonya Alda menguap, saat Danan langsung menyahuti " Tadi, katanya setuju untuk tidak menyela?"


Nyonya Alda hanya bisa menahan dengan gigi dan rahang yang mengeras. Tuan Yusuf kini lebih saksama, dalam mendengarkan serta menyimak penuturan sang putra.


" Makin Danan tahan, makin menggila ma rasanya. Beda sama wanita yang pernah Danan kencani!"


Well, Tuan Yusuf dan Nyonya Alda sudah tahu tabiat buruk anaknya di masa lalu. Dan itu adalah kesalahan mereka, yang terlalu membiarkan anak mereka bergaya hidup bebas.


" Wanita itu sama sekali gak tertarik sama Danan!" Nyonya Alda menyebikkan bibirnya.


" Akhirnya ada juga yang nolak pesona anak mama!" sahut nyonya Alda cepat.


" Tunggu ma, mama belum boleh ngeremehin Danan. Ini belum selesai!" Sergah Danan yang melihat ekspresi wajah mamanya terlihat meragukan kemampuannya.


" Entah kebetulan atau takdir, kami sering bertemu . Contohnya di acara Abimanyu, di kegiatan yang lain bahkan kami pernah bertemu saat di mall!"


" Danan benar-benar dibuat gila waktu itu!" Pria berwajah agak western itu masih setia menjelaskan serta membeberkan kisahnya.


" Dia wanita setia ma, empat bulan yang lalu, bahkan lebih kalau gak salah, dia sama suaminya kecelakaan!"

__ADS_1


Nyonya Alda sampai mengerutkan keningnya. Wanita itu terlalu terbawa cerita, tuan Yusuf juga sama. Pria tua itu bahkan kini menyimak Danan dengan lekat.


" Semua terjadi sesaat setelah kami menghadiri acara Abimanyu. Entah gimana ceritanya, mobil milik Wisang mereka pakai!"


" Ternyata mobil itu di sabotase seseorang. Remnya blong Harusnya Wisang sama istrinya yang kena. Tapi naas, Shinta sama suaminya yang kena!"


" Jadi namanya Shinta?" Nyonya Alda tak bisa menahan diri untuk tak bertanya.


Danan mengangygu " Waktu itu mama sama papa, kebingugan kan lihat Danan yang murung tiap hari? itu karena Danan galau ma. Rasanya itu kayak...ah entahlah, gak bisa di ungkapkan pokok nya"


" Kamu gak ganggu mereka kan Dan?" tuan Yusuf khawatir.


" CK, papa kan udah perjanjian. Kalau tanya tunggu Danan selesai dulu!" sergah pria dengan tinggi badan seratus delapan puluh tujuh itu.


Tuan Yusuf hanya memutar bola matanya malas, peraturan macam apa itu?


" Empat bulan yang lalu suaminya meninggal, saat itu aku bahkan ngerasa hancur dan brengsek!" Danan menerawang, kilasan ingatannya kembali kepada wajah pucat Rangga di brankar serta tatapan kosong Shinta.


Nyonya Alda merasakan nyeri saat raut wajah putranya berubah. Kini suasana mendadak senyap dalam beberapa detik.


" Jadi kamu sampai ke SIN kemaren, karena masalah ini?" Tanya Tuan Yusuf.


Danan mengangguk lagi " Danan gak bisa ninggalin Shinta pa, tapi saat itu keadaannya menyudutkan baku banget. Dan aku gak mau cerita ke mama sama papa karena takut kalau..."


" Kalau mama sama papa nolak wanita itu?" tebak Nyonya Alda. Membuat Danan menatap mamanya itu muram.


Nyonya Alda menghela napas sebelum membuat mulutnya.


" Dengar!"


" Mama sebenarnya gak suka dengar kamu jatuh cinta sama istri orang. Itu gak di benarkan Dan!"


" Tapi, selama kamu bukan penyebab meninggalnya suami Shinta, mama lega. Mungkin ini cara yang kuasa buat kalian bersama. No one knows in this world.


" Artinya dia janda?" Nyonya Alda menggenggam tangan putranya.


Danan mengangguk " Baru habis masa Iddahnya!"


Sejurus kemudian Danan menceritakan semua yang ia rasakan, tentang sulitnya meyakinkan Shinta, tentang Shinta yang awalnya dikira mandul namun ternyata itu hanyalah tuduhan yang mendatangkan kesia-siaan belaka.


Danan bahan tak tanggung-tanggung menceritakan tentang Shinta yang masih setia dengan mendiang suaminya itu.


Helaan napas kembali terdengar dari mulut Nyonya Alda.


" Kamu harus siap berbagi hati dengan sosok yang bahkan sudah enyah dari muka bumi ini. Itu berat Dan!"


" Kamu gak boleh egois. Kamu juga harus bisa sabar dalam hal apapun!"


Danan mencoba menelaah apa yang di ucapkan oleh wanita yang melahirkannya itu. terpekur menatap meja kristal mengkilap di depannya.

__ADS_1


" Bawa dia kemari, mama ingin kenal dengan Shinta!"


__ADS_2